TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
12. Terbayar sudah


__ADS_3

Rania melakukan kegiatan seperti biasanya bangun pagi solat subuh dan berangkat kerja, tapi akhir-akhir ini Lisa jarang pergi ke kantor dia bilang akan menghabiskan waktu dengan kakaknya. Tapi selama itu juga Rania selalu diberi uang jajan tambahan oleh kakaknya, terkadang juga suka dikirimkan makanan me kosan Rania.


"Huffftt... Hidupku sepi sekali tanpa kehadiran Lisa di kantor"


Aku memutuskan berjalan-jalan sebentar di taman kantor untuk menghirup udara segar dan kembali ke dalam gedung untuk bekerja kembali. Hingga waktu tak terasa sudah sore dan kami semua pulang, tapi sebelum ke kosan aku ingin mengunjungi sanggar tari terlebih dahulu karena ingin mengembalikan uang yang kemarin ku pinjam dari Bu Dwi.


"Ibu.. Ini aku mengembalikan uang yang kemarin sempat ku pinjam, terimakasih atas bantuannya bu Dwi"


Ucapku sopan, dibalas dengan senang hati oleh Bu Dwi. Lantas Bu Dwi bercerita padaku


"Nak, tadi ada yang mencari mu ke sini.. Barusan orang itu langsung pergi dan datang dirimu"


Aku sedikit heran, siapa yang mencari ku ? Apa kakaknya atau pria menyebalkan yang di parkiran itu untuk meminta ganti rugi?


"Siapa itu bu?"


"Tidak tahu.. Katanya sih temanmu"


"Oh iya bu, ya sudah... Aku pulang dulu ya sudah malam.. Assalamualaikum Bu"


"Walaikumsalam"


Aku sedikit lega mendengar penuturan Bu Dwi bahwa yang mencari ku adalah teman, mungkin si pria yang semalam mengakui dirinya temanku.


"Hahaha bisa saja modus pria itu" ucapku kepedean


Jika mas Dehan yang mencari ku mana mungkin, dia selalu sibuk bekerja dan tidak mungkin tahu keberadaan ku yang di Jogja. Lantas aku segera pulang ke kosan sambil kegirangan karena dengan percaya dirinya, bahwa pria itu yang mencari ku.




Sesampainya di Jogja, Dehan menyewa mobil untuk mencari istrinya mengelilingi kota tapi sebelum itu dia mengunjungi sanggar tari yang ia lihat kemarin di story' Instagram Galih.



Dehan juga sudah bilang bahwa Galih tidak usah repot-repot mencari Rania, karena Dehan sudah tahu keberadaannya berkat story' dari Galih tak lupa ia juga berterimakasih.



Saat di sanggar tari Dehan tidak melihat siapapun hanya ada pelatihnya saja, ia mengenali wajah itu karena pernah diceritakan oleh suaminya.



"Permisi Bu.. Apakah di sini ada yang bernama Rania Gandhita Wardhana ? Saya mencarinya"


__ADS_1


Ucap Dehan sambil mencium tangan kanan Bu Dwi, wanita itu memperhatikan penampilan Dehan dari atas hingga bawah. Dehan yang mengenakan hoodie hitam, topi hitam, masker, dan jeans sudah seperti kriminal di mata Bu Dwi. Hingga akhirnya ia membuka maskernya dan tersenyum, membuat Bu Dwi tidak berpikiran macam-macam lagi.



"Oh nak Rania... Hari ini tidak ada pelatihan karena dia bekerja, nanti Sabtu dan Minggu akan ada kelas. Anda siapa nya ya menanyakan Rania?" tanya Bu Dwi penasaran



"Saya... Teman nya" jawab Dehan terbata-bata



Bu Dwi mengangguk mengerti dan menjelaskan bahwa Rania bekerja di kantor milik Lisa. Dehan mengangguk, segera pergi meninggalkan tempat itu tapi ia tidak benar-benar pergi. Dia menunggu di depan sanggar dalam mobil sambil memainkan ponselnya, hingga tiba-tiba dia melihat sosok yang selama ini ia rindukan tengah memasuki sanggar tari dengan jalan yang santai. Hal itu membuat Dehan meneteskan air mata kebahagiaan.



Beberapa menit kemudian Rania keluar dari sanggar dengan raut wajah bahagia, Dehan yang memperhatikan itu dari kejauhan merasa senang dan sakit di saat bersamaan.



"Bagaimana dia bisa tersenyum tanpa ku di sisinya ? Rania kau benar-benar wanita yang kuat dan itu membuatku semakin jatuh cinta setiap saat"



Rania pulang ke kosan dengan berjalan kaki, lantas Dehan turun dari mobil dan mengikutinya dari belakang secara diam-diam dengan penyamarannya. Wanita itu perasaannya peka, hingga beberapa kali Rania melihat ke arah belakang seperti ada yang mengikutinya lantas ia berlari menuju ke kosan nya. Dehan hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya yang ketakutan dia sangat lucu.




Setelah selesai dengan ritual Rania hendak memesan makanan online tapi belum sempat dia menekan tombol buy tiba-tiba pintu kosannya diketuk. Dia kira itu kak Rangga yang selalu mengirimkan makanan, Rania senang dan langsung membuka pintunya hingga akhirnya muncul pria tinggi dengan tampilan seperti penculik. Rania kaget dan hendak menutup pintunya tapi kekuatan Rania kalah hingga menyebabkan pria itu masuk ke dalam kosan Rania.



"TOLONGGG!!! AKU DI CULIK!!! SIAPAP---"



Mulut Rania ditutup dengan tangan besar pria itu, langsung saja pria itu membuka masker dan betapa kagetnya Rania. Bahwa pria itu adalah Dehan



"Mas Dehan ??" ucap Rania kaget



Dehan hanya tersenyum melihat wajah Rania, kedua tangannya menangkup pipi Rania hendak mencium bibir tapi Rania mendorongnya.

__ADS_1



"MAS DEHAN! AKU GAK MAU DI SENTUH SAMA KAMU! KAMU UDAH SELINGKUH SAMA BABY SINNER ITU! KAMU---"



Belum selesai Rania berbicara Dehan menghimpit tubuh Rania di tembok dan menguncinya.



"Rania sayang... Maafkan aku, aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya.. Aku hanya ingin dirimu aku mencintaimu Rania, jika kau tidak percaya silahkan cek handphone dan juga mulai sekarang kau boleh mencampuri segala urusanku tapi tolong jangan meninggalkan ku seperti ini.. Kau menyiksaku sayang..."



Dehan berbicara seperti itu sambil menatap lekat mata indah Rania dan wanita yang ditatap itu juga merasa bersalah telah meninggalkan Dehan sendirian di sana. Apalagi Rania masih berstatus sebagai seorang istri sah dari Dehan, tapi dia meninggalkannya seolah-olah tidak peduli dengan perasaan Dehan.



"Maafkan aku mas Dehan... A--ku melakukan ini karena aku kesal denganmu!"



"Aku sudah memaafkan mu sayang... Rania kau tahu aku menahannya selama sebulan penuh?"



Rania yang tadinya menunduk langsung menatap wajah tampan Dehan yang sudah mengunci tubuhnya di tembok, dia tersenyum nakal dan sesekali melirik bagian dada Rania yang semakin hari semakin membesar saja



"Kau sedang tidak datang bulan kan?"



Wanita itu menggeleng dan membuat Dehan senang bukan main. Dengan segera Dehan menciumi bibir yang selama ini ia rindukan, semakin lama semakin panas dan ciuman Dehan pindah ke leher mulus Rania. Rania sedikit mendesah dengan kecupan Dehan, kemudian mereka pindah ke kasur yang tidak seberapa besar seperti di rumahnya.



Maklum karena ini kosan sepetak hanya ada kamar mandi dan kamar tidur, untuk memasak saja Rania harus turun ke bawah karena dapurnya bersama-sama. Malam itu, kamar kosan Rania dipenuhi oleh suara \*\*\*\*\*\*\* nikmat dari sepasang suami istri yang melepaskan hasratnya setelah sebulan tidak bertemu. Untung saja kamarnya kedap suara jika tidak mungkin tetangga akan mengintip apalagi ini kosan khusus wanita, yang ada Dehan akan diamuk massa.



"Aaahhh mas Dehan.... Aaahhh sshhh... Maaassss Aaahhh"



Rania bersyukur sudah beres datang bulan, sedangkan Dehan dia sangat menikmatinya dengan senang hati kebetulan dari keduanya memang tidak bisa lama-lama bermain sendirian jadi malam ini sangat panas bagi keduanya bahkan bermain sampai beberapa kali semalaman dan sedikit kasar.

__ADS_1



"Aku akan membuatmu segera hamil sayang... Aaahhh... Kita lihat saja nanti yeaahh...."


__ADS_2