
Di tengah malam pesta ada sesi mabuk dan bersenang-senang. Dehan yang frustasi juga ikut meminum berbotol-botol anggur, hingga membuatnya mabuk. Rania sengaja tidak ikut minum karena ia tidak ingin suaminya disentuh wanita lain, apalagi Dehan itu tampan dan kaya siapa yang tidak mau.
"Mas pulang yuk?"
Tanya Rania sambil menepuk pipi Dehan lembut agar segera sadar. Dehan membuang muka, tapi karena ia sudah meracau dan setengah sadar Rania memanggil supir untuk mengangkat tubuh Dehan masuk ke mobil. Awalnya Dehan menolak tapi ia hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Rania, di dalam mobil Dehan terus mengancam Rania
"Awas saja jika sudah sampai rumah.. Kau akan ku habisi!!"
Pikir Rania, Dehan akan membunuhnya dengan pisau seperti di film-film horor. Selama perjalanan Rania hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar ia dijauhkan dari sifat iblis Dehan, Rania masih ingin hidup dan memiliki anak.
"RANIAAA.... AKU MENCINTAIMU TAPI AKU JUGA CEMBURU MENDENGARNYA!!!! HAHAHAHA" teriak Dehan
Sesampainya di rumah, Dehan membopong tubuh Rania masuk ke dalam. Belum sampai dalam, Dehan tiba-tiba menggendong Rania ala bayi dan membanting pintu dengan kakinya keras.
BRUK!!
"Aarggh sakit"
Rania ia jatuhkan di atas ranjang, Dehan mengambil tali lalu mengikat kedua kaki Rania di sisi kasur kecil. Dehan sengaja membawa Rania ke kamar tamu, kemudian Dehan juga mengikat kedua tangan Rania di kepala kasur.
Dehan membuka seluruh pakaian Rania tanpa tersisa apapun, lalu ia membawa alat **** untuk menyiksa Rania malam ini.
"Sayang... Kau sudah membuatku marah, malam ini kau akan menebusnya"
Entah setan apa yang merasuki tubuh Dehan, dia menyiksa istrinya malam ini tanpa ampun. Sedari tadi Rania merintih kesakitan dan kenikmatan di waktu bersamaan, Rania hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya.
"Maaassss Dehaaannn.... Aaaaaahhhhh.... Sakiiiiit .. Ssshhh Ooohhhh" racau Rania
Dehan seakan tak peduli, dia terus membuat Rania berteriak seakan dialah pemenangnya. Tapi saat kesadarannya mulai membaik, Dehan melepaskan tali di tubuh Rania dan melanjutkan permainan mereka berdua sampai pagi buta.
^^^~^^^
Rania membuka mata, tidak melihat Dehan lagi siang ini. Dia ditinggal sendirian di rumah lantas ia mengambil ponsel dan melihat pesan bahwa Dehan ada pekerjaan jadi dia akan pulang malam nanti.
"Enak sekali jadi laki-laki! Sudah mendapatkan apa yang diinginkan langsung pergi, sedangkan aku wanita hanya bisa merasakan sakit"
Rania kesal dengan perbuatan Dehan yang semalam tapi dia juga menikmatinya, tapi sekarang apa? Ia merasakan sakit di bagian bawah. Kemudian Rania menghubungi Lisa untuk menemaninya di rumah selagi Dehan tidak ada, Lisa pun datang dengan Rangga tak lupa membawa makanan.
"Rania!!!" panggil Lisa
"LISAAA!!! Aku sakit" rengek Rania
"Siapa yang menyakitimu? si Dehan sialan itu?!"
__ADS_1
Tanya Rangga marah, Rania hanya mengangguk saja.
"Semalam ku lihat kalian baik-baik saja, memangnya kau diapakan oleh Dehan?"
"Aku telah melewati malam yang panas bersama tapi mas Dehan menggunakan cara kasar, sampai sekarang di bawah ini terasa perih"
Tanpa aba-aba Rangga mengangkat tubuh Rania
"Lisa kita ke rumah sakit sekarang!" ucap Rangga
Mereka membawa Rania ke rumah sakit padahal Rania merasa tidak terlalu parah, tapi berhubung Rangga khawatir terhadap Rania maka ia akan memeriksakan tubuh adiknya pada dokter.
Sesampainya di rumah sakit, Rania diperiksa hanya Lisa yang boleh masuk karena Rania harus telanjang.
"Rania, suamimu melakukannya dengan kasar semalam?"
Rania mengangguk tanpa berucap
"Alat vital mu robek dan infeksi lalu---"
"Tapi aku melihat ada embrio bayi di sini"
DEG!
Jantung Rania berdegup seketika, Lisa juga menatap ke arah dokter yang memeriksa Rania.
"Rania kau positif hamil, lihat di layar USG ini adalah jantung kecil yang sedang berdetak"
Tak bisa menahan air mata Rania menangis kencang karena terharu melihat layar USG. Tak sia-sia perjuangannya untuk dua garis biru, akhirnya terbayar sudah. Dia sangat senang bukan main ini yang Rania inginkan dari dulu memiliki anak dari Dehan suaminya.
"ALHAMDULILLAH!!" teriak Lisa
"Rania, kamu harus kasih tau si Dehan! Sekarang kamu pakai baju aku ke depan buat kasih tau mas Rangga!"
Lisa kegirangan begitu juga dengan Rania, setelah dokter mengolesi krim di bagian vital ia langsung memakai bajunya dan pergi keluar.
... "Aku hamil, aku hamil, aku hamil?! Alhamdulillah terimakasih ya Allah, nak kamu sehat-sehat ya di perut Mama... Nanti malam, aku harus memberitahu mas Dehan!" batin Rania...
Rania dengan senang gembira memeluk Lisa dan Rangga, dia masih tidak percaya sedang hamil muda. Ia meminta saran Lisa untuk surprise Dehan, tapi Lisa menyarankan agar Rania pergi ke kantor sambil membawa hasil USG dan testpack positif yang dibungkus kado. Tentu saja Rania menurutinya, lantas Rangga menurunkan Rania di depan kantor Dehan sendirian tanpa Lisa.
Ia masuk ke dalam sambil membawa kotak kado berisikan kehamilannya, Rania memencet tombol lift dan masuk
"Mas Dehan pasti senang dengan hadiah ini"
__ADS_1
Rania berkata pada dirinya sendiri, tak lupa ia juga melihat kaca lalu menyampingkan tubuhnya sambil mengelus perut ratanya
"Perutku belum besar tapi sudah ada kehidupan di dalam sini.. Kita akan bertemu Papa Dehan, dia pasti akan senang sekali!!"
TENG!
Pintu lift terbuka menandakan bahwa Rania sudah sampai di lantai ruangan Dehan, selama berjalan ia bernyanyi sambil mengelus perutnya. Tanpa ketukan pintu Rania langsung masuk dengan senyum sumringah hingga akhirnya kado itu jatuh ke lantai lalu melihat.
Dehan tengah memeluk tubuh Gladys yang kancing bajunya terbuka, selain itu rambut mereka berdua berantakan.
"K--- kalian ngapain?" tanya Rania dengan mata berkaca-kaca
"Rania? Sayang kau ngapain ke sini??!"
Tanpa berkata apapun, Rania menangis terisak-isak. Yang tadinya senang gembira berubah menjadi sesak di dada, Gladys dia sangat tidak berperasaan!
Rania pergi keluar dari ruangan, Dehan menyusulnya berkali-kali Dehan menggapai tangan Rania tapi wanita itu membantingnya.
"Sayang... Dengarkan aku dulu, Rania!"
"Jangan sentuh aku... hiks... Jangan....!!"
Dehan memeluk tubuh Rania dari belakang karena ia ingin menenangkan istrinya, tapi nihil Rania malah menendang ******** Dehan dari belakang.
"Aarggh sakit sayang"
"ITU YANG AKU RASAKAN HARI INI DEHAN! SEMALAM KAU MENYIKSAKU, LALU KAU MEMBUATKU HAMIL! DAN SEKARANG KAU MEMBUATKU SAKIT HATI??! PUAS LO DEHAN KAVINDRA PERDANA!!" teriak Rania
"Kamu hamil?"
Rania yang sebelum pergi keluar dari ruangan Dehan, tadi sempat mengambil kotak kado untuk dibawa pulang. Namun mungkin sekarang saatnya kotak itu ia lempar di wajah suaminya.
BRUK!
Tepat sasaran, Dehan mengambil kotak itu lalu membukanya. Tertera bahwa Rania sedang hamil muda sudah memasuki usia tiga minggu, itu berarti Rania sudah hamil semenjak pulang dari Jogja.
"Sekarang sudah jelas bahwa aku bisa hamil dan TIDAK MANDUL!!"
Rania sengaja meninggikan suara saat kata tidak mandul, karena di sana ada Gladys yang sedang mematung menatap Rania dan Dehan.
"Sayangku... Apa yang kau lihat tadi karena Gladys menggodaku, jujur saja aku pria normal dan frustasi karena mu semalam yang dekat dengan Galih. Tentu saja aku ingin hiburan"
PLAK
__ADS_1
Rania menampar pipi Dehan keras. Istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya berduaan dengan wanita lain apalagi Dehan dengan entengnya bilang bahwa itu hiburan.
"Yang benar saja Dehan itu hanya hiburan untukmu?"