TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
39. Undangan Diam-diam


__ADS_3

Dehan sudah pindah ke Jakarta beberapa waktu lalu untuk membuka kedai pusat di sana dan menjalankan bisnisnya dengan partnership yang lain. Selama itu pula Dehan mendekati Rania tapi kak Rangga selalu mengawal Rania kemanapun ia pergi agar tak disentuh Dehan.


Sekarang saja Rania ingin pergi keluar untuk membeli skincare nya yang sudah habis, Rangga malah memberikan bodyguard untuk Rania.


"Pak bisa tolong tunggu saya di luar mall saja? Saya ingin belanja tanpa hambatan"


Awalnya para bodyguard itu menolak tapi karena Rania terus memohon maka mereka melepaskan Rania belanja. Rania juga memberikan beberapa uang tip untuk mereka, selagi menunggu belanja.


"Haaahh senang sekali tanpa mereka aku bisa bebas belanja!! Untung Derana di titipkan pada Ibu tadi"


Baru beberapa menit berlalu Rania sudah banyak kantong belanjaan nya, yang hanya berniat membeli skincare ia malah pakai untuk belanja hal-hal lain. Rania menelfon Dehan karena kapan lagi ia bisa bertemu dengannya, karena kebetulan kedai Dehan dekat dengan mall maka ia bisa langsung bertemu Rania tanpa harus lama-lama.


"Hay sayang!"


Rania tersenyum manis oleh sapaan Dehan


"Mas Dehan"


Dehan juga balas tersenyum memandang Rania, dia takjub oleh perawakan istrinya sendiri.


"Kenapa? Kangen ya sama aku?" Sindir Dehan


"Apasih mas... Aku nyuruh kamu ke sini buat temenin aku shopping"


Seketika mata Dehan melihat tumpukan tote bag dengan merk-merk ternama kelas atas.


"Kamu suka shopping ya ternyata.."


"Aku baru sekali kok ke mall, kan kamu tau sendiri kak Rangga gimana"


Dehan kepikiran jika nanti Rania hidup bersamanya apakah ia juga bisa membelikan uang saku sebanyak Rangga? Karena sekarang posisi nya Rangga di atas dan Dehan masih di kalangan menengah.


"Mas??"


"Eh... Kenapa sayang?"


"Jangan ngelamun aja! Aku shopping buat Derana, liat aja sendiri"


Dehan menggeleng lalu mengelus rambut Rania


"Kamu pasti kepikiran ya kalau aku bakal suka shopping, sedangkan kan mas Dehan belum bisa kaya kak Rangga"


Ucapan Rania ada benarnya juga, dia seperti cenayang yang membaca pikiran orang lain


"Tidak apa-apa, justru itu motivasi aku buat terus cari uang yang banyak buat kebahagiaan kamu sama Derana"


Rania tersenyum tulus pada Dehan tentu saja Dehan juga membalasnya. Mereka mengelilingi mall dan makan berdua, setelah di rasa cukup Rania berpamitan pada Dehan


"Mas aku mau pulang dulu ya? Kalo kamu anterin aku sampai depan nanti bodyguard itu pukulin kamu, apalagi kak Rangga udah ciriin kamu ke mereka"


"Oke sayang, next time bawa Derana ya"


Rania mengangguk mengerti, kemudian Dehan mencium kening Rania sekilas untuk berpisah.




Rangga mengadakan acara Khitanan anaknya, sekaligus mengadakan job fair business. Ia mengundang semua pengusaha, kecuali Dehan karena Rangga sudah sangat kesal dengan sikap adik iparnya itu.



Tapi Rania diam-diam mengambil surat undangan dan ditulis nama Dehan, bagaimanapun Rania ingin Dehan sukses seperti dulu apalagi Dehan sedang membangun usaha.



"Pak Hari!!"



Rania memanggil asisten pribadinya



"Ada apa nyonya?"



"Antarkan surat undangan ini ke mas Dehan"



Pak Heri melihat ke arah Rania,



"Kenapa? Pak Hari gak tau alamat mas Dehan?"

__ADS_1



"Anu..."



"Kenapa?"



"Tuan Rangga gak akan marah kalau??"



"Udah cepet pergi pak! Aku gak akan kasih tau kakak kok"



Rania mendorong tubuh pak Hari untuk masuk ke dalam mobil



"Saya WhatsApp nanti alamatnya. Hati-hati dijalan oke?!"



Pak Hari hanya bisa menuruti perintah majikannya itu, ia akan berjanji untuk tutup mulut soal undangan diam-diam ini. Pak Hari sampai di kedai Dehan lalu memberikan surat yang tadi



"Begini pak Dehan, saya tidak boleh buka mulut soal undangan tersebut. Nyonya Rania yang kasih itu katanya harus diam-diam jangan beritahu tuan Rangga"



Dehan tersenyum memandang surat undangan di tangannya



"Makasih ya pak! Salam ke si cantik Rania dan anakku"



Pak Hari mengangguk mengerti sambil mengucapkan salam untuk pergi. Dehan mengirimkan pesan kepada Rania tanda terimakasih banyak, Dehan berpikir jika Rania sudah menerimanya kembali berkat surat ini.




Di sisi lain Rania tersenyum manis memandang layar ponsel seperti orang sedang kasmaran. Lisa datang untuk menggoda Rania



"Ehem... Kayanya ada yang lagi falling love lagi nih"



Rania langsung menutup ponselnya dan beralih mencari Derana, tapi malah dicegah oleh Lisa



"Masih berhubungan sama si playboy?"



Rania tidak menanggapi karena kejadian kemarin Lisa marah pada Dehan, padahal sebelumnya Lisa mendukung Rania saat ke Bandung.



"Oke! Aku minta maaf kejadian kemarin, sekarang apalagi?"



"Jangan ikut campur Lis"



Lisa yang mengerti perasaan Rania menyuruhnya untuk duduk berbicara antar wanita



"Kita sesama perempuan dan harus bicara"



"Apa?"


__ADS_1


"Kamu sama Dehan makin deket ya? Aku waktu itu ke Mall liat kalian lagi jalan"



Mata Rania langsung melotot kaget



"Ssttt!!!!"



Rania menutup mulut Lisa dengan tangannya



"Jangan kasih tau kak Rangga"



Lisa melepaskan tangan Rania dari mulutnya



"Rania... Aku tahu kalo kalian masih cinta, bahkan kamu suka diam-diam jalan bareng Dehan. Aku tau rasanya pisah sama orang yang kita cintai"



"Tapi please jangan kasih tau kak Rangga"



Rania menangis memohon kepada Lisa



"Aku gak akan kasih tau kok, kenapa?"



"Iya aku ngaku kalo masih cinta sama mas Dehan, bahkan aku sering kissing sama dia. Terus.... Aku jugau undang mas Dehan ke acara kamu dan kak Rangga"



"APAAA???!!!!"



Lisa kaget setengah mati. Bisa dibunuh Dehan jika datang ke acara Rangga, ya Rangga sangat benci dengan Dehan!



"Aku mau mereka akrab kaya dulu Lis"



"Gak bisa Ran"



"Bisa! Aku tahu mas Dehan kaya gimana! Aku yakin mas Dehan bakal berusaha dan dia juga ga suka direndahkan orang lain"



Lisa hanya bisa diam, percuma mencegah Rania yang sedang bucin



"Oke... Terus??"



"Temenin aku beli gaun Lis"



"Hufftt"



Lisa membuang nafasnya kasar dengan keras kepalanya Rania, mau tak mau iya mengiyakan permintaan Rania. Rania juga menunjukkan isi pesan bucin Dehan, sumpah mereka seperti orang yang sedang pacaran.



'*Tunggu aku yang sedang berjuang untuk mendapatkan restu kak Rangga sayang*!'


__ADS_1


Isi pesan Dehan yang membuat Lisa percaya bahwa Dehan sudah berubah. Bahkan dengar-dengar Gladys juga sudah pindah pulau karena ia akan menikah dengan pria yang kaya raya temannya kak Rangga. Entahlah, Lisa tak peduli lagi pada Gladys yang ia pikirkan sekarang adalah keluarga nya.


__ADS_2