
Setelah kejadian di kedai hubungan Rania dan Dehan makin dekat, bukan soal Rania yang menerima Dehan kembali tapi ada rasa bahagia saja bisa bersama. Malam ini Rania ingin makan mie tektek di depan rumah sakit umum favorit Rania, tapi ia tak mau diantar Dehan lagipula Rania juga bawa mobil sendiri.
Jadi akhirnya Rania pergi sendirian, karena sekarang pedagang mie tektek pindah ke dalam gang Rania harus memarkirkan mobilnya di jalan agar ia bisa jalan kaki ke dalam. Setelah sampai ia makan mie dengan nikmat dan hendak pulang ke rumah, tapi saat di tengah jalan ia melihat segerombolan pria sedang mabuk.
"KIWW!!! NENG CANTIK MAU KEMANA SENDIRIAN AJA MALEM-MALEM??"
Kata salah seorang pria di sana, Rania tetap jalan tapi tangannya ditarik
"LEPAS!! TOLOONGGG!!!! TOLONGG!!!!"
Rania menangis takut, hingga pria itu hendak mendorong tubuh Rania ke rumah gubuk dengan pemaksaan. Namun tiba-tiba Dehan datang meninju wajah pria itu
"Sayang ayo lari!!"
Dehan menarik tangan Rania erat sambil berlari, mereka dikejar balik oleh pria-pria tersebut. Dehan punya ide untuk bersembunyi di dekat tong sampah yang bau busuk, Rania menurutinya
"Uweekk mas"
"Ssttt jangan berisik"
Rania mual dengan bau sampah-sampah tersebut, mereka berdiam diri di sana selama sepuluh menit setelah di rasa aman Dehan keluar
"Aman sayang... Ayo!"
Rania lemas ingin muntah karena bau sampah, Dehan yang peka langsung menggendong Rania di punggungnya
"Hirup saja aroma bajuku, aku baru pakai parfum tadi"
Dehan merasa seperti pahlawan sekarang untuk Rania, mereka sampai di mobil Rania.
"Lain kali kalau mau keluar bareng sama aku, jangan sendirian bahaya! Apalagi istriku ini cantik dan menarik pasti banyak laki-laki sialan yang berniat buruk"
Ceramah Dehan di dalam mobil Rania
"Maaf... Aku kan biasanya sendiri, cuman baru kali ini aja ada yang kaya gitu mas"
"Iya aku maafin, kita pulang ya?"
Rania mengangguk, di tengah perjalanan Rania bertanya sesuatu pada Dehan
"Mas kok tau sih aku..."
"Aku buntuti kamu"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Ya, aku khawatir sayang.. Apalagi coba? Aku gak mau kamu disentuh laki-laki lain selain aku"
Kemudian Rania balik bertanya
"Terus emangnya aku juga mau apa berhubungan sama laki-laki yang doyan sana sini??"
Dehan langsung melirik Rania sekilas karena sedang bawa mobil
"Kata siapa?"
Tanya Dehan dengan suara berat
"Kamu kan sama Gladys udah pacaran dari dulu kita nikah! Gak usah bego mas! Kamu kira aku selama ini gak tau apa-apa?"
Dehan memberhentikan mobil di pinggir jalan
"Itu masa lalu Rania"
"Iya masa lalu bagi kamu! Bagi aku itu sama aja mas!"
Rania masih terbawa emosi oleh perlakuan Dehan dulu
Rania yang tadinya buang muka menatap wajah tampan Dehan
"Kamu gak percaya??!" tanya Dehan
"JELASLAH AKU GAK PERCAYA!! DULU KAN MAS MAU ANAK TERUS PASTI KAMH JUGA BUAT SAMA CEWEK LAIN BERKALI-KALI!!!"
Rania tak tahan akhirnya menangis sesenggukan
"Aku cuma suka sama badan kamu Rania sayang, selama kita nikah aku main sama Gladys dua kali doang itu juga karena aku lagi mabok"
Rania menampar wajah Dehan keras
"DUA KALI DOANG? KAMU KIRA AKU GAK SAKIT HATI SELAMA INI DEHAN? AKU BERUSAHA JADI ISTRI YANG PENURUT MESKI BERKALI-KALI KAMU KHIANATI CINTAKU!!"
Dehan ikut menangis dan meraih tangan Rania lalu dicium
"Aku minta maaf sayang.... Aku tahu aku salah... Tolong jangan gini lagi, aku mau kita rujuk lagi"
"Masa Bodo!"
__ADS_1
Dehan terus menerus memohon sambil menangis minta maaf pada Rania. Jujur baru kali ini ia melihat suaminya menangis kencang, dasar air mata buaya.
"Beri aku kesempatan kedua, aku ingin menjadi Papa dan suami yang baik. Aku janji akan melakukan apa yang kau ucapkan kemarin sayang"
Rania menghapus air matanya
"Mas, aku kasih kamu kesempatan untuk minta maaf sekarang. Tapi aku mau mas juga minta maaf ke kak Rangga, Ibu, dan Lisa. Kalau mas dapet restu dari mereka aku mau kita rujuk kembali"
Dehan langsung menatap wajah cantik Rania lalu memeluknya erat sambil tersenyum
"Terimakasih sayang... Aku sangat-sangat tidak ingin kehilanganmu berat rasanya jika harus berjauhan dengan mu"
Rania juga menepuk Dehan sedikit, Dehan melepaskan pelukannya dan menatap Rania sekali lagi. Ingin sekali Dehan mencium bibir Rania
"Kenapa?"
"Eh... Mmm..." jawab Dehan terbata-bata
Rania yang sudah tahu malah mencium Dehan duluan, hingga mereka berciuman dengan mesra di dalam mobil malam hari. Kedua belah pihak merasakan bahagia, cinta, dan rindu dari ciuman tersebut hingga bermain cukup lama tangan Dehan yang nakal sudah meraba bagian dada untungnya Rania sadar dan melepaskan ciumannya.
"Jangan sekarang, aku belum siap mas"
Dehan meminta maaf atas perbuatannya di luar kendali
"Maafin mas.. Jadi gimana kita udah balikan?"
Rania tampak berpikir membuat Dehan penasaran
"Belum"
Dehan yang tadinya senang malah cemberut
"Mas.. Kita masih bisa komunikasi kaya suami istri di depan Derana, kita bisa pelukan serta ciuman bukan berarti aku 100% terima kamu kembali"
"Yaahhh"
"Kamu harus minta maaf dulu ke keluargaku baru aku terima kamu lagi mas Dehan ganteng"
"Semangati aku dong sayang.... Biar aku bisa cepet jadiin kamu the real wife lagi"
"Semangat mas Dehan ganteng suamiku!! Buat minta restu nya!"
Dehan yang tadinya putus asa langsung semangat karena dukungan dari Rania. Jika saja hubungan mereka baik-baik saja mungkin Rania besok tidak bisa berjalan lagi karena biasanya setelah mereka bertengkar pasti Dehan minta jatah pada Rania.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah Rania menyusul Ibu mengambil Derana untuk tidur. Hingga mereka akhirnya tidur di kamar masing-masing, Rania masih enggan satu kamar dengan Dehan karena berbagai alasan. Untung saja saat di mobil tadi Rania menahan nafsunya agar ia bisa menjadi wanita mahal, tidak terpancing oleh buaya darat.