TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
29. Ulangtahun


__ADS_3

Pagi ini Dehan bangun lebih awal bahkan setelah solat subuh Dehan langsung mandi, Rania juga ikutan sibuk menyiapkan keperluan suaminya di pagi buta. Setelah selesai berpakaian Dehan mondar-mandir ke sana kemari mencari dokumen yang belum lengkap, karena semalam Dehan mengerjakannya dengan berpindah-pindah tempat.


"Mas cari apa?" tanya Rania


"Kertas persetujuan, kamu liat ga?"


"Yang ini?"


Rania menunjukkan dokumen yang Dehan cari-cari di tangannya


"Kamu ketemu dimana?"


"Tadi pas aku lagi beresin ruang tamu, aku liat kertas kerjaan kamu di sofa. Kamu teledor banget sih mas!"


Dehan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Lain kali kalo ada sesuatu yang penting taro di tempat yang bener mas, apalagi ini dokumen"


"Iya cantik"


"Jangan iya-iya aja! Ntar kebia---"


Dehan mencium bibir Rania kemudian ********** sebentar, Rania juga membalasnya


"Jangan bawel masih pagi"


Rania yang tadinya cerewet berubah jadi diam setelah dicium oleh Dehan


"Aku mau kerja, jangan bawel ya cantik"


Rania tersenyum manis, Dehan terkesima melihat wajah cantik Rania tanpa makeup di pagi hari hingga akhirnya Dehan mencium bibirnya sekali lagi. Kali ini Rania yang melepaskan diri dari pelukan serta bibir Dehan.


"Maas... Udah ah, kamu kan mau kerja"


Dehan sedikit merendahkan tubuhnya kemudian mengelus perut hamil Rania


"Sayang... Papa sekarang udah terima kamu, semangati papa kerja ya"


Dehan mengecup perut Rania lembut, membuat ia ingin terbang ke awan ketujuh! Rania sangat senang Dehan sudah mencintainya kembali, bahkan menyayangi bayinya. Saat hendak beranjak pergi Rania melihat dasi Dehan berantakan dengan inisiatif Rania mendekati Dehan lalu berjinjit menggapai bahu Dehan


"Mas Dehan, pake dasi yang bener"


Rania manis sekali mungkin di luar sana banyak lelaki yang mengidamkan istri seperti Rania. Dehan yang cuek saja bisa berubah menjadi gemas dengan perlakuan tulus Rania, Dehan memeluk Rania dan pergi meninggalkan rumah untuk bekerja.


Setelah kepergian Dehan seperti biasa Rania pergi ke rumah mertua, hari ini adalah ulang tahun Dehan jadi Rania dan bunda sudah membeli bahan-bahan membuat kue serta cemilan lainnya.


"Rania sayang, jangan capek-capek bantu bunda.. Kamu lagi hamil"


"Gak apa-apa bund, aku juga pengen bantuin ini juga kan acaranya mas Dehan"


Bunda tersenyum memandang Rania, dia sangat menyayangi menantunya itu


"Bunda bersyukur sekali bisa mendapatkan menantu sepertimu Rania, mungkin jika Dehan sudah sadar dia akan menjadi bahagia"


Katanya sambil meneteskan air mata


"Bunda... Aku tidak apa-apa kok, justru aku ingin sekali menemani bunda meskipun mas Dehan seperti itu aku akan selalu bersamanya. Pagi tadi mas Dehan sudah bilang bahwa akan menjadi Papa untuk anakku"


Rania mengusap perutnya sambil menunduk, hingga bunda memeluk Rania


"Yang sabar ya anak bunda yang cantik... Bunda akan selalu mendoakan mu"


Mereka akhirnya melanjutkan membuat kue bolu untuk Dehan, sebelumnya Rania telah mengirimkan pesan pada Dehan bahwa setelah selesai bekerja harus pulang ke rumah bunda.




Dehan pulang ke rumah bunda sesuai dengan isi pesan Rania. Dia juga sekalian membawa makanan untuk bunda dan ayahnya, di tengah jalan tadi mobil Gladys mogok hingga membuat Dehan berpapasan.



"Kenapa mobilnya?" tanya Dehan



"Gatau nih by, kayanya aki nya abis deh.."

__ADS_1



"Ikut aku aja, sekalian ke rumah bunda"



Gladys senang bukan main, dia ingin sekali berdekatan dengan orangtua Dehan



"Boleh?"



"Ya boleh lah! Masa iya, aku ninggalin pacar sendirian di pinggir jalan malem-malem gini"



Dehan menyuruh Gladys masuk ke mobilnya dan mereka menuju rumah bunda, di sisi lain Rania serta kedua orangtua Dehan tengah mempersiapkan kejutan di taman belakang rumah bunda. Taman ini luas dengan dekorasi layaknya pesta ulangtahun apalagi bunda mengundang teman-teman arisan nya begitu juga Rania mengajak Shelly, andai saja Lisa ada di Bandung mungkin mereka akan bersenang-senang bersama.



Dehan membuka pintu depan, ia aneh mengapa rumah bunda sangat gelap



"BUNDAAAA???? AYAAAAHHH??? RANIAAAA???"



Teriak Dehan diikuti Gladys di belakang nya. Hingga akhirnya Dehan menuju taman dan....



DUARR!!



"HAPPY BIRTHDAY TO YOU!! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!! HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY DEHAN KAVINDRA PERDANA!!!"




"Mas Dehan.. Selamat ulangtahun ya!! Semoga apa yang dicita-citakan mas Dehan tercapai dan... Kita bisa jalan-jalan lagi ke pantai"



Ucap Rania sambil Dehan meniup lilin yang ada di tangan Rania



"Makasih Rania"



Kemudian Dehan beralih ke bunda dan mengucapkan terima kasih pula, tak lupa ke semua orang juga yang ada di sana. Dari tadi Gladys hanya bisa melihat Dehan di pojokan karena ia takut keberadaannya mengancam kemarahan orang-orang di sini.



"Oh iya, Gladys mana ya?" tanya Dehan



Rania yang tadinya senang malah cemberut saat suaminya mengucapkan nama Gladys di hari spesialnya.



"Rania... Kamu liat Gladys gak? Tadi aku ajak ke sini pas di jalan mobil dia mogok"



Rania menggeleng tanda tak tahu, daripada dia kesal di sini lebih baik Rania berkumpul bersama Shelly dan rekan-rekan bisnis Dehan lainnya. Dehan masih saja mencari keberadaan Gladys hingga akhirnya ia menemukannya.



"Kau kemana saja?"

__ADS_1



"Aku... Aku takut Rania marah"



"Tidak apa-apa, ayo gabung bersama-sama. Ini kan acara ku"



Dehan menarik tangan Gladys untuk bergabung bersama bodohnya Dehan malah membawa Gladys ke tempat istrinya.



"Teman-teman kenalin ini Gladys"



Kata Dehan mengenalkan Gladys di depan rekan bisnis Shelly dan Rania.



PLAK



Satu tamparan malah mendarat di pipi Dehan



"LO APA-APAAN?! BERANI LO SAMA GUE??!!"



Bentak Dehan pada Rania. Siapa yang tidak sakit hati ketika suami kita malah mengenalkan wanita lain ketimbang istrinya sendiri.



"SIALAN LO DEHAN!"



Rania menangis sambil berlari menuju ke dalam rumah, sebelum Shelly mengikuti Rania. Ia memukul perut Dehan keras



"DASAR PLAYBOY!!"



Rania masuk kedalam kamar Dehan yang ada di rumah bunda, ia menangis kencang dan tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.



"Kenapa mas?? Kenapa kamu lebih kenalin Gladys dibanding aku? Aku capek!!!"



Shelly sedari tadi mengetuk pintu kamar takut Rania berbuat sesuatu untuk mengakhiri hidupnya.



"RANIA PIKIRKANLAH DI DALAM PERUTMU ADA SEORANG ANAK YANG LUCU SEPERTI SARA!"



Rania yang tadinya ingin membuka pintu balkon kamar untuk melompat ke bawah, tiba-tiba tersadar oleh teriakan Shelly. Hingga ia tersungkur ke sisi tembok sambil mengelus perutnya.



"Sayang.... Mama lupa kalo ada kamu"



Bukannya menyusul Dehan malah membawa Gladys ke hadapan kedua orangtuanya sekalian ia mengadu bahwa Rania menamparnya. Tentu saja bunda marah besar terhadap Dehan, dia meninggalkan acara itu dan berlari ke dalam rumah mencari Rania. Ayah tidak segan-segan mencaci maki Dehan hal itu membuat semua tamu undangan tertuju pada Dehan


__ADS_1


"AYAH BESARIN KAMU BUKAN BUAT NYAKITIN WANITA!!! DEHAN!! KAU BENAR-BENAR TAK TAHU DIRI!!! SIAPA WANITA INI? SELINGKUHAN MU??"


__ADS_2