TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
17. Penggoda


__ADS_3

Di sekolah aku menyapa Sara dan mendekatinya


"Bundaaaaaaaa"


Sara langsung memelukku erat karena rindu sudah sebulan tidak bertemu, aku juga membalas pelukannya.


"Bunda kemana aja ? Aku kangen tau"


"Bunda pergi keluar kota kok sama om Dehan"


"Aku suka nungguin bunda di tempat ibu guru"


Jawabnya gemas, lantas aku mencubit pipinya sekilas. Aku memberinya oleh-oleh manisan untuk Sara karena pasti anak kecil menyukai makanan manis ketimbang yang lain.


"Ya udah, sekarang Sara masuk kelas lagi ya? Bunda mau ke ruangan guru dulu"


Sara mengangguk dan langsung masuk ke kelasnya.


Setelah sekolah selesai, aku menemani Sara menunggu Shelly di halte bus. Hingga akhirnya Shelly datang dan memelukku erat


"Raniaaaa... Kau kemana saja sih? Aku khawatir tau apalagi si Dehan"


Aku hanya tersenyum dan meminta maaf kepada Shelly karna telah menghilang sebentar


"Tau gak? Si Dehan tiap pagi nunggu di depan gerbang nungguin kamu, bahkan aku liat dia kurus dan punya mata panda"


Aku menunduk malu akan perlakuan ku pada Dehan, mas Dehan sepertinya sudah terbuka hatinya jika mendengar cerita dari Shelly.


"Iya, aku juga sudah berbaikan dengan mas Dehan" jawabku sambil tersenyum


"Baguslah.. Ngomong-ngomong ada oleh-oleh apa nih?"


Shelly memberi kode kepada ku pasti jelas aku tahu maksudnya. Langsung saja dikeluarkan kebaya modern batik dan brem khas Jogja, Shelly sangat senang sekali. Aku bercerita tentang apa saja yang terjadi saat di Jogja, bahkan aku sempat bertengkar dengan Dehan tapi berbaikan lagi sampai di inti aku menceritakan Dehan yang menemukanku di kosan.


Hingga Shelly mendapat telfon dari kantor bahwa dia ada pekerjaan lagi. Jadi mau tak mau berpamitan pada ku, sedangkan aku berjalan ke parkiran lalu pulang dulu ke rumah.



Aku pulang ke rumah untuk memasak makan siang, setelah itu aku membersihkan badan dan mengganti baju yang baru ku beli.



![](contribute/fiction/3622424/markdown/32898142/1638367893031.jpg)


__ADS_1


Aku mengambil gambar dari cermin dan melihat bentuk tubuhku



"Pantas saja mas Dehan candu denganku, ternyata ini semakin besar dan olahraga berhasil mengubah lekuk tubuh" sambil memegang payudaraku



Setelah semuanya selesai, aku bersiap pergi ke kantor mas Dehan dengan mengenakan baju ketat ini. Semua orang menatapku takjub bahkan sesekali para karyawan mas Dehan bersiul untuk menggodaku, tentu saja aku cuek karena tujuanku kemari untuk menggoda suami. Aku menaiki lift untuk naik ke lantai paling atas karena ruangan Dehan ada di sana, hanya ruangan Dehan sendirian.



TOK TOK TOK



"Masuk"



Aku membuka pintu lalu menguncinya dari dalam, tapi Dehan masih sibuk dengan komputernya. Aku masuk dan meletakkan bekal makanan di meja tamu, setelah itu aku mendekati meja mas Dehan untuk mendapatkan perhatiannya.



"Maaassss.... Kau tidak mau melihatku?" bisik Rania dengan nada manja


"Sebentar sayang, aku sedang mengerjakan dokumen ini lima menit lagi oke?"


Rania terus menunggu Dehan di pundak lebarnya sambil mengelus rambut gondrong Dehan, sesekali Rania juga mengecup leher Dehan. Entah mengapa hasrat seksual Rania akhir-akhir ini meningkat apalagi jika berduaan bersama Dehan, seakan candu baginya begitupun Dehan yang sangat menyukai sifat manja Rania.


Setelah lima menit kemudian, Dehan melihat ke arah Rania. Rania berdiri untuk memperlihatkan tubuh sintalnya dan Rania berlenggak-lenggok guna menggodanya, Dehan menelan ludah sambil tersenyum nakal.


"Coba tunjukkan padaku, bagaimana dirimu terlihat seksi sayang" ucap Dehan


Rania menuruti perintah Dehan dengan menari dia juga memainkan lidah dan meremas *********** sendiri. Jelas Dehan tergoda hingga ia tak kuasa menahannya, ia menarik tubuh Rania untuk menduduki tubuhnya. Dehan ******* habis bibir Rania, mereka bermain dengan panas hingga akhirnya Dehan beranjak sambil menggendong Rania untuk meletakkannya di sofa.


"Sayang di sini tidak ada kasur, bagaimana?" tanya Dehan sambil menatap wajah cantik Rania


"Tidak apa-apa mas, kita coba gaya lainnya"


Ucapan Rania membuat Dehan semakin bersemangat untuk menyetubuhi istrinya, lantas Dehan melanjutkan permainannya semakin lama semakin cepat dan panas. Baju yang dikenakan Rania sangat menggoda syahwatnya, maka Dehan harus bisa memuaskan sang istri sekarang ini juga tak peduli dengan tempat dan waktu selagi bersama Rania Dehan merasa aman.


Mereka berdua mendesah nikmat, bahkan melakukannya berkali-kali dengan berbagai gaya. Keduanya saling menikmatinya, hingga ketukan pintu membuat Dehan menghentikan permainannya.


"Aaahhh... Dasar pengganggu!"

__ADS_1


Dehan memakai bajunya lagi sedangkan Rania, dia masih telanjang bulat hanya menutupi tubuhnya dengan kain. Dehan membuka pintu ruangan lalu menyeret orang itu menjauh dari ruangannya.


"Ada apa? Jangan ganggu aku lagi"


Gladys hanya diam saja, dia sebenarnya sangat marah saat mendengar suara ******* di ruangan Dehan.


"Aku... h---anya ingin memberikan ini"


Ia menunjukkan pulpen dari saku celananya, karena hal itu tidak penting. Degan membuangnya ke sembarang tempat


"DASAR PENGGANGGU!"


Dehan pergi kembali ke ruangannya, ia melanjutkan kegiatannya bersama Rania. Gladys sangat sakit hati, cintanya ditolak oleh Dehan padahal dulu pria itu selalu bersender di bahu Gladys. Curhat masalah pernikahannya yang sudah lama tapi belum dikaruniai keturunan, Dehan yang frustasi dan Dehan yang butuh kasih sayang.


Tapi semuanya berubah semenjak Rania pergi ke Jogja, Dehan semakin lengket dengan Rania. Gladys berpikir bahwa Rania menggunakan ilmu hitam saat di Jogja, jadi saat Dehan melihatnya kembali akan tergila-gila.


Rania keluar bersama Dehan sambil bergandengan tangan bahkan sesekali tangan Dehan merangkul pundak Rania.


"Mas nanti malam mau lagi?"


"Jelas dong sayang... Kita main peran oke?"


"Oke bos"


Rania tersenyum manis pada Dehan, Gladys terus memperhatikan Rania dari ujung rambut sampai kaki.


...'Pantas saja Dehan tergila-gila, Rania yang ku kenal dulu sekarang sudah berubah' batin Gladys...


Ya memang, Rania dulu sangat pemalu dan tertutup tapi sekarang Rania semakin berani dan sensual. Pria mana yang mau kehilangan wanita seperti Rania sudah pintar, cantik, baik, penurut dan seksi.


Setelah pintu lift terbuka Dehan menutupi bagian payudara Rania dengan jas nya, dia tidak ingin dilihat pria lain.


"Rania sayang, ini milik ku dan hanya aku yang boleh melihat dan merasakannya"


Rania tersenyum mendengar penuturan dari Dehan


"Iya mas, aku juga pakai baju ini demi menggoda suamiku. Lagian sewaktu pagi tadi aku menolak ajakan mas, jadi aku ingin menebusnya sekarang"


Dehan mengelus rambut Rania lembut sambil mengecup jidat Rania


"Kau memang istri yang baik, setelah makan siang bersama kamu jangan dulu pulang ya tunggu aku sampai sore kita ke rumah Ibu dan Mama"


Rania mengangguk mengerti, dia juga melanjutkan memeluk tangan Dehan sambil berjalan. Semua orang di kantor melihat pemandangan ini sangat bahagia, tatapan laki-laki yang tadinya menggoda Rania malah berubah menundukkan kepalanya karena malu.


Batin Gladys malah menyumpahi Rania agar mandul selamanya dan merebut Dehan kembali, tapi sepertinya diantara Dehan dan Rania sudah mulai timbul perasaan cinta.

__ADS_1


__ADS_2