
Mereka berlibur selama sehari dua malam, tapi Dehan hanya tidur satu malam karena dia harus mengurus persiapan pesta nanti.
Sesampainya di rumah, Rania bersih-bersih kemudian menyusul Dehan ke kantor. Dia sangat ingin membantu suaminya mengurus acara nanti, lagipula Rania tipe wanita yang tidak bisa diam berlama-lama.
"Selamat siang suamiku!!"
Dehan melihat ke arah Rania sambil tersenyum tulus
"Siang sayangku"
Rania berhambur memeluk tubuh Dehan, padahal hanya satu hari saja tidak bertemu tapi Rania sangat merindukannya.
"Kangen aku gak?" tanya Dehan manja
"Bangettt!!!" jawab Rania sambil memanyunkan bibirnya
Dehan mencium kening Rania, lalu menatap matanya
"Aku lagi siap-siap buat besok malam, manjanya nanti aja ya sayang"
Rania hanya mengangguk mengerti, kemudian membantu Dehan mengatur tata letak dekorasi. Dehan juga setuju saja lagipula ini kan acara Rania juga dan Lisa akan menyusul di ruangan sebelah kiri untuk dekor seleranya sendiri. Di tengah-tengah dekorasi, Gladys memperhatikan Rania sedari tadi.
Rania yang sadar melakukan hal-hal konyol dan romantis dengan Dehan, ia memasang pernak-pernik di wajahnya dan itu membuat Dehan gemas Rania berlarian seperti anak kecil agar tidak di tangkap Dehan. Tapi akhirnya mereka berdua saling tertawa berpelukan manja, Gladys dibuat semakin geram lantas ia pergi sambil membanting bunga plastik hiasan.
"Awas saja kau Rania!! Aku akan membalasnya!"
Malam ketika acara bisnis akan dimulai, Rania memakai dress ketat berwarna hitam dengan belahan dada yang terlihat membuat tubuh sempurna Rania menjadi daya tarik bagi laki-laki manapun.

Dehan juga tak ingin berjauhan dengan Rania, apalagi sedari tadi dia menahan nafsunya saat melihat istrinya itu. Sesampainya di tempat acara Rania pergi ke ruangan ganti baju untuk pertunjukan tarian bersama bu Dwi dan rekan-rekan yang lain.
"Ya ampun Rania... Makin hari makin seksi aja, rahasianya apa sih? Ibu juga pengen punya badan kaya kamu"
"Makasih Ibu.." Jawab Rania sambil tersenyum
__ADS_1
Setelah selesai memakai baju daerah untuk menari Rania bersiap naik ke panggung, Dehan dan Rangga barisan paling depan bahkan Dehan membawa spanduk bertuliskan '*Rania aku sangat mencintaimu*!'
Rania malu melihat Dehan yang sangat senang tapi dia juga bahagia suaminya begitu mencintainya ketimbang dulu. Di sisi lain Galih terkejut melihat wajah yang tak asing baginya
"Dia gadis yang menabrak ku di acar Lisa? Siapa dia?" tanya Galih pada salah seorang di sana
"Dia penari" jawabannya
Jujur saja, orang di sebelah Galih bukan dari kota Bandung. Mendengar jawaban itu membuat Galih kesal yang dia inginkan itu jawaban nama dan siapa sebenarnya dia. Rania menari dengan elegan, di tengah-tengah acara semua wanita penari bisa menggaet pria secara random untuk menari bersama di atas panggung.
Tentu saja Rania menarik Dehan dengan selendang yang ia kaitkan di leher Dehan, ia hanya tersenyum manis sambil menatap wajah suaminya.
"Sayang, tarian mu indah sekali. Boleh aku memeluknya di depan orang-orang?" tanya Dehan
"Mas Dehan, aku ingin seperti ini selamanya"
"Tentu saja sayang... Aku akan selalu memelukmu apapun yang terjadi"
Dehan mengecup leher Rania sesaat, Rania merasa ada seseorang yang dari tadi melihat ke arahnya. Pikir Rania itu adalah Gladys, jadi ia memilih bermesraan dengan Dehan. Hingga akhirnya sesi menari digantikan dengan pesta tunangan Lisa dan Rangga.
"DENGAN INI AKU INGIN MENJADIKANMU SEBAGAI ISTRIKU, IBU DARI ANAK-ANAK KU, DAN TEMAN HIDUPKU SELAMANYA. LISA, WILL YOU MARRY ME??"
Ucap Rangga di atas panggung sana, Rania tak kuasa menahan air matanya kemudian Dehan menenangkan Rania.
"Sayang, maaf dulu aku tidak seromantis kak Rangga" ucap Dehan lembut
__ADS_1
"Tidak! Mas tetap yang sempurna di mataku. Mas laki-laki baik dan mau terima aku apa adanya juga udah bersyukur banget"
Rania memeluk Dehan sambil menangis karna haru, Lisa mengiyakan ajakan Rangga untuk menikah. Semua penonton tepuk tangan begitu juga dengan Rania yang bahagia, dia tak menyangka bahwa orang pertama yang menjadi temannya di Jogja akan menjadi kakak iparnya.
"Mas Dehan, nanti kalo aku main sama Lisa. Mas bakal cinlok lagi gak?"
"Gak"
"Tapi kan Lisa itu cinta pertama mas, pasti---"
"Rania sayang.... Sekarang hanya kau yang menjadi cintaku dan kau ada di sini"
Tangan Dehan menggenggam tangan Rania sambil menempelkannya pada dada Rania. Wanita itu tersenyum dan mereka berciuman dengan penuh cinta, tak peduli dengan tempat cinta itu harus ditunjukkan. Di sisi lain Gladys membawa benda aneh yang ia masukkan di tas
"Lihat saja Rania! Kau akan menjadi janda yang mandul!"
Gladys pergi ke belakang karena ingin memakai minyak wangi serta memakan bunga melati. Ya, Gladys membuka aura nya di dukun demi mendapatkan simpati dari Dehan. Dia rela menghabiskan belasan juta untuk mendapatkan hati Dehan kembali, Dehan sedang berbincang-bincang di sana dengan Galih sedangkan Rania berkumpul dengan keluarga.
"Dehan?!" panggil Galih
"Eh!! Bang Galih! Astaga!! Apa kabar? Makasih bang udah bantu ketemu sama istri"
Galih heran kemudian bertanya
"Istri? Siapa? Yang mana?"
"Sebentar, saya panggilkan dulu"
Dehan berjalan ke arah keluarganya, lalu menggandeng seorang wanita yang tak asing di mata Galih. Wanita yang waktu itu menabrak tubuh Galih di parkiran mobil.
"Ini istri saya, namanya Rania Gandhita Wardhana. Nama yang sangat indah seperti orangnya"
Rania mematung menatap Galih, ada perasaan kesal tapi juga bahagia bisa bertemu pria yang pernah ia sukai saat di Jogja.
"Rania ya.. Saya Galih Mahesa, pengusaha elektronik di Jakarta. Ngomong-ngomong sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya"
Dehan melihat Rania seksama, Rania melotot dia tidak mau Dehan tau.
"Sayang? Kau kenal?" tanya Dehan
Mau tak mau Rania akan berkata jujur saja
"Mas.. Dia pernah nabrak aku waktu di parkiran mobil pas di Jogja, kebetulan waktu itu aku lagi ada pentas tari"
"Kok ga cerita yang ini sama mas?" tanya Dehan
Rania tidak bisa menjawab pertanyaan Dehan, karena jujur Rania menyukai Galih. Tapi dia juga tidak bisa karena Dehan, Dehan yang pantas ia cintai selamanya.
__ADS_1
"Udah lagian itu cuma nabrak biasa kok Dehan, jangan berpikiran macam-macam. Saya dan Rania tidak dekat"
Galih sebisa mungkin membawa suasana yang damai, meskipun sedari tadi Dehan mendiamkan Rania setelah perkenalan dengan Galih. Bahkan saat Dehan berpindah tempat, Rania selalu membututi nya di belakang sambil meminta maaf. Tapi Dehan tak menggubrisnya, dia malah asyik berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya.