
Setiap malam Gladys selalu pergi keluar rumah untuk menyimpan seserahan di dekat pohon yang jauh dari pemukiman. Ditemani oleh dukun Gladys ingin Rania hancur dan raga Dehan ia tahan agar tidak bisa bersama dengan Rania, jika pria itu sadar hanya dirinya yang diingat bukan istrinya.
"Gimana Mbah?" tanya Rania
"Bisa diatur" jawab dukun tersebut
Kegelapan yang menyelimuti raga Gladys betapa besarnya cinta ia dengan suami orang, bahkan Gladys rela melakukan ritual sesat demi mendapatkan Dehan kembali. Mereka mulai membaca mantra-mantra untuk Dehan terlebih dahulu, sang dukun ingin Dehan bangun dari koma dan membenci Rania.
"Saya ingin Dehan bangun dari koma tapi dia membenci istrinya begitu?"
"Iya!"
Setelah membaca mantra dukun itu menancapkan foto Dehan dipasang di sebelah Gladys, sedangkan Rania di simpan di pohon besar. Memang jahat! Sungguh perbuatan iblis Gladys, demi cinta ia sangat buta akan siapa dirinya.
Dehan membuka matanya perlahan melihat sekeliling, kedua bola matanya melihat wanita hamil tengah tertidur di atas sofa dengan wanita lainnya di sampingnya.
"Hallo!!" panggil Dehan
Lantas Rania langsung terbangun dari tidurnya senang bukan main saat melihat sang suami yang ia rindukan telah terbangun dari koma.
"MAS DEHAN SAYAAANGGGG!!!!!"
Rania berhambur memeluk tubuh Dehan dengan erat
"Aku kangen mas! Aku hamil anakmu!"
Dehan tanpa ekspresi, Lisa terbangun dia juga sama kagetnya dengan Rania tadi. Lisa memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Dehan pasca koma.
"Maaasss Dehaaannn.... Aku istrimu dan aku hamil!!!"
__ADS_1
Rania melepaskan pelukannya lalu menatap wajah tampan suaminya, ia heran mengapa Dehan tidak bahagia.
"Mas ga seneng ya aku hamil? Atau jangan-jangan kamu amnesia kaya di film-film itu?"
"Hah?! Lo siapa?" tanya Dehan
Hal itu membuat Rania sakit hati karena Dehan tidak mengenalinya sebagai istrinya
"Tuh kan bener mas Dehan amnesia... Huaaa... hikss ... maaasss Dehaaannn....."
Lisa datang untuk menenangi Rania yang menangis sesenggukan, Dehan di periksa dokter untuk kondisinya. Bunda, Ayah, Kak Rangga dan Ibu juga sudah datang untuk melihat Dehan anehnya dia mengenali semua anggota keluarganya kecuali Rania.
"Tapi dok, kenapa dia tidak mengenali saya istrinya? Sedangkan keluarga yang lain dia kenali" tanya Rania
"Itu bisa terjadi pada beberapa kasus dimana pasien hanya mengenali ingatan jangka pendek ketimbang orang-orang yang sangat dekat dengan dirinya. Ibu harus sedikit bersabar, Dehan akan pulih dengan sendirinya nanti. Coba rangsang ia dengan beberapa kenangan dan foto kalian"
Saran dokter memberikan angin segar terhadap Rania, masih ada harapan untuk mencintai Dehan lagi.
"Baik dok, terimakasih banyak"
"Sama-sama.. Saya permisi dulu ya"
__ADS_1
Bukan Rania namanya jika menyerah begitu saja, dia selalu mendekatkan diri dengan Dehan. Menyuapinya makan, mengganti bajunya, dan menemaninya setiap menit itu semua ia lakukan karena sayang. Rania juga menunjukkan foto-foto dan video mereka saat bersama
"Mas inget ini? Kita jalan-jalan ke pantai Anyer sebelum aku hamil. Terus ini juga waktu kita di Jogja kamu nyariin aku dan kamu langsung minta jatah ke kamar kosan kaya penculikan tau!"
Dehan tak bergeming, dia berusaha mengingat wanita hamil di sebelahnya tapi hanya buram ia tak mengingat sedikitpun.
"Aku tidak tau! Aku ingin mengingatnya tapi susah aaaarrgghhh!!!!"
Kemudian Rania menyodorkan video mereka saat liburan di pantai yang sedang bermain kejar-kejaran. Dehan terus tersenyum memandang video itu, Rania juga ikut senang
"Mas Dehan, gimana? Kamu udah inget kan posisi aku di hidup mu?" tanya Rania penasaran
Dehan menggeleng membuat Rania sedih, ia sudah melakukan berbagai cara untuk memulihkan ingatan suaminya itu tapi mungkin hanya Rania seorang yang ia lupakan.
"Aku berharap ini hanya mimpi.. Mas Dehan, aku ingin kita bersama lagi demi anak kita"
Air mata Rania keluar dengan cepat di depan Dehan, ia juga memukul lengan Dehan karena kecewa
"Jangan menangis, kamu yang menggoda ku duluan. Apa aku juga harus bertanggungjawab? Kau juga kan sedang hamil biar saja orang tua anak ini yang bertanggungjawab"
"KAU JUGA ORANGTUA ANAK INI DEHAN KAVINDRA PERDANA!! AKU HAMIL ANAKMU!! AKU ISTRIMU! KITA SUDAH MENIKAH DUA TAHUN LALU!"
Rania yang emosi langsung melemparkan album foto kepada Dehan, kemudian ia keluar dari ruangan Dehan guna menenangkan dirinya. Rania sangat sakit hati dan kecewa dengan Dehan mungkin menangis di bangku taman rumah sakit menjadi hal yang memenangkan bagi jiwa Rania.
Di sisi lain, Dehan tengah melihat-lihat album foto yang dilempar Rania ke wajah Dehan tadi.
"Apa aku pernah menikahi wanita hamil tadi? Mengapa ia tidak asing, tapi Rania juga tidak tahu malu melakukan hal intim denganku di rumah sakit. Apa aku ayah dari anak yang ia kandung? Aku tidak merasa menghamilinya, aku tidak tahu apa-apa tentang hubunganku dengan Rania"
"AAAARRGGHHH!!!!! PUSINNNNNNGGGGGG!!!!!!" teriak Dehan sambil memegangi kepalanya
Dokter langsung masuk ruangan Dehan guna menenangkan pasiennya yang berteriak keras. Suster menghubungi nomor Rania, kemudian ponsel Rania berbunyi menandakan ada yang menelfon nya
"Hallo?" jawab Rania
"Bu, pak Dehan mengamuk dan berteriak-teriak"
"Baik sus, saya segera ke sana!"
Rania segera menghapus air matanya untuk menuju ke ruangan Dehan. Tak lupa Rania juga menghubungi keluarganya yang lain untuk segera menyusul ke rumah sakit.
"Ada apa Rania? Kau diapain sama si brengsek itu?" tanya kak Rangga khawatir
"Mas Dehan... hiks... dia ga kenal aku lagi kak... huaaa"
__ADS_1
Jujur saja Rangga kesal dengan Dehan tapi mau bagaimana lagi, Dehan sedang sakit andai saja Dehan sehat akal mungkin Rangga sudah menghabisi Dehan sialan itu.