TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
30. Pergi


__ADS_3

"AYAH BESARIN KAMU BUKAN BUAT NYAKITIN WANITA!!! DEHAN!! KAU BENAR-BENAR TAK TAHU DIRI!!! SIAPA WANITA INI? SELINGKUHAN MU??" Teriak ayah


"TAPI GLADYS JUGA TEMANKU!"


PLAAKK


Tamparan mendarat di wajah Dehan, seumur hidup baru kali ini Dehan mendapatkan pukulan dari ayah.


"KAU MEMBUATKU MALU!! UNTUK SIAPAPUN YANG ADA DI SINI KALIAN SEMUA PULANG!!! ACARA INI SUDAH SELESAI!!!"


Karena acara sudah hancur alhasil banyak tamu undangan yang pergi mereka juga tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Gladys yang merasa bersalah hendak berbalik badan, tapi dicegah oleh Dehan


"KAU! WANITA ******! JANGAN DULU PULANG!! KITA AKAN DISKUSI"


Ucap ayah sambil masuk ke dalam rumah dengan kemarahannya. Rania masih betah mengurung diri di kamar, bunda serta Shelly sudah membujuk untuk keluar karena ingin berdiskusi secar kekeluargaan. Meskipun hati Rania sangat sakit tapi ia harus bangkit demi anaknya yang masih dalam kandungan.


Dengan susah payah akhirnya Rania memberanikan diri untuk keluar kamar dan menemui keluarga Dehan serta di sana ia melihat laki-laki yang dicintai duduk bersebelahan dengan Gladys. Sakit, Rania sangat sakit tapi dia harus kuat untuk sekarang.


"Dehan, ayah ingin tahu siapa wanita ini?" tanya ayah pada Gladys


"Pacarku"


Jawaban Dehan sontak membuat semua orang di sana geram. Bodoh sekali, sudah jelas-jelas ada Rania di sana. Shelly yang kebetulan sedang melihat mereka langsung memukul kepala Dehan


"BRENGSEK!!! KAU TIDAK PANTAS MENJADI MANUSIA, KAU IBLIS!!!"


Teriak Shelly, sehingga membuat ia mengamuk sendiri lantas ayah menenangkan Shelly.


"Diam! Kita dengar penjelasan Dehan, ayah tanya sekali lagi... Gladys itu siapa kau?"


"Pacarku ayah"


"Mana buktinya jika dia pacarmu?"


Tantang ayah pada Dehan, Dehan sedikit berpikir untuk mengingatnya kemudian ia menunjukkan foto mereka setahun sebelumnya alias sebelum Dehan koma.


"Sekarang siapa yang kau pilih?"


Tanya ayah membuat Rania dan bunda sesak nafas, mereka berharap Dehan akan memilih Rania.


"Gladys"


PLAAKK


Rania menampar wajah Dehan kencang sambil menangis sesenggukan.


"KAMU TEGA MAS! KITA CERAI!!! AKU UDAH GAK KUAT HIDUP SAMA KAMU!!!"


Rania pergi keluar rumah, disusul oleh Shelly. Rania tidak ingin melanjutkan kisah cinta nya bersama Dehan persetan dengan kehamilan, yang ia pikirkan adalah pergi dari Dehan. Shelly berusaha menjadi pendengar yang baik untuk Rania


"Ran... Mending kamu tinggal sama kak Rangga dan Ibu deh ke Jakarta. Jangan kemana-mana kamu lagi hamil, inget kita pernah ke tempat yang di dekat gunung"


Rania masih menangis sesenggukan sambil memeluk Shelly. Sahabatnya itu menginap di rumah Dehan, Dehan tidak diperbolehkan pulang ke rumahnya dahulu karena Rania pasti sedang sangat kesal.




Keesokan harinya Rania membereskan baju-baju serta barang-barang yang ia punya di rumah Dehan untuk pergi, tapi sebelum pergi ia memeriksa kotak surat di depan rumahnya. Ada satu surat yang bertujuan untuk Rania dengan amplop coklat kecil


__ADS_1


......'*Untuk ny. Rania, perkenalkan nama saya Randi sebagai petani biasa di ladang dekat Lembang. Saya menemukan foto Ibu tertancap di pohon besar dekat perkebunan, lalu di belakangnya tertera nama serta tanggal lahir. Karena saya penasaran akhirnya mencabutnya dan mengembalikan foto ini pada sang empunya, jika boleh saya prediksi biasanya dukun melakukan hal serupa untuk celakai orang lewat foto. Untuk itu saya menolong Ibu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelumnya Terimakasih*' ......



Seketika mata Rania langsung melotot kaget membaca pesan dari orang tak dikenalnya, ia juga berterimakasih banyak dalam hati. Tapi Rania bukan orang yang terlalu percaya hal-hal mistis jadi ia membawa foto itu untuk pergi ke Jakarta, Shelly mengantarkan Rania ke stasiun. Shelly bilang lebih baik menaiki kereta api ketimbang bus mengingat kondisi Rania sedang hamil takut jika bus mengalami turbulensi kendaraan.



"Shelly terimakasih banyak... Aku sangat bersyukur memiliki sahabat sepertimu, tolong jaga selalu kesehatanmu dan sampaikan salam ku pada Sara ya... Tengok bunda dan ayah sesekali jangan mas Dehan saja"



Ucap Rania sambil memeluk tubuh Shelly



"Iya Rania sayang... Hati-hati dijalan ya, tetap semangat demi anakmu.. Biarlah ini menjadi pelajaran berharga dari takdirmu, Tuhan selalu berada di hati baikmu. Aku kapan-kapan akan main ke Jakarta"



Shelly melepaskan pelukannya dan mengusap air mata Rania yang jatuh.



"Sudah jangan pikirkan si brengsek Dehan! Dia tidak pantas ditangisi wanita sebaik dirimu Rania"



Rania langsung tersenyum manis lalu dibalas oleh Shelly, kemudian Rania masuk ke dalam kereta dan melambaikan tangannya pada Shelly. Setelah kereta meninggalkan stasiun Bandung ada rasa hampa di hati, Bandung kota dimana ia dilahirkan dan menyimpan banyak kenangan bersama ibu serta Dehan. Melalui perjodohan absurd hingga semesta memutuskan hubungan cinta mereka di saat bersamaan dengan kebahagiaan datang, Rania mengelus perut hamilnya sambil tersenyum



"Mama akan menjadi ibu dan ayah yang hebat untukmu... Jangan khawatir sayang, Mama ingin kau selalu sehat serta bahagia"




Setelah beberapa jam kemudian Rania sampai di Jakarta langsung disambut baik oleh Rangga dan Lisa.



"RANIAAAA!!!!"



Lisa langsung memeluk tubuh Rania erat sambil mengecupnya sesekali



"Ya ampun... Kamu makin gemuk aja, eh kita sama-sama hamil loh aku kemarin positif!!"



"Hah serius??!"



Lisa mengangguk senang lantas Rania juga turut bahagia mendengar kehamilan Lisa. Layaknya perempuan tengah senang jadi mereka tertawa bersama dengan tangan yang saling bertautan.


__ADS_1


"Sudah-sudah... Rania, Lisa ayo masuk ke mobil" ucap kak Rangga



Selama di perjalanan Rania cerita tentang Dehan, sontak membuat Rangga kesal setengah mati. Hingga ia mengendarai mobil seperti orang kesurupan



"*Awas kau Dehan! Jika aku bertemu denganmu kau akan mati*" batin Rangga



Setelah sampai rumah Rania dibuat takjub oleh desain interiornya. Kak Rangga dan Lisa benar-benar hebat, bahkan rumah mereka dua kali lebih luas dibandingkan rumah Dehan.



"Rania.. Jangan beri tahu Ibu jika kalian sedang ada masalah, kemarin dokter bilang Ibu punya penyakit jantung. Tolong jaga ucapan mu okey?"



Perintah Rangga dijawab anggukan oleh Rania, ia langsung bertemu ibunya dan memeluk



"Ibuuuu..... Rania kangen sama Ibu"



Ibu kaget, bagaimana Rania bisa ke Jakarta



"Loh Rania, Dehan mana?"



"Hmmm... Mas Dehan.. Mas Dehan, ada proyek di luar negeri jadi daripada aku bosen di Bandung mending aku ke Jakarta tinggal sama keluarga kita lagi"



Ibu selalu saja menanyakan Dehan padahal kan dulu Dehan juga menyakiti hati anaknya.



"Sampai kapan katanya?" tanya Ibu lagi



"Ga pasti bu, bisa jadi mas Dehan tinggal di sana aku LDR-an"



Ibu hanya mengangguk mengerti, lalu mengelus perut hamil Rania



"Sayang... Ditinggal suami saat hamil itu tantangan yang berat, Ibu yakin kau bisa melewatinya"



Rania langsung memeluk ibunya lagi tanda sayang tak terasa air matanya menetes sedikit

__ADS_1



"Jangan menangis sayang... Ada Ibu, Kak Rangga, dan Lisa di sini yang menemanimu. Oh ya, Lisa juga positif loh kemarin!! Kalian akan menjadi Ibu jadi bersikaplah lebih dewasa"


__ADS_2