TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
59. Rania hamil lagi


__ADS_3

Dokter kandungan memasuki ruangan Rania, tadi ia telah masuk namun melihat Rania yang tengah tertidur pulas menggugurkan niatnya untuk memeriksa pasien. Jadi saat Rania sudah sadar ia masuk ke dalam


"Permisi, perkenalkan saya dokter Hasbi spesialis kandungan. Nyonya Rania, apa sudah merasa baik?"


"Sudah dok, tapi saya masih lemas dan mual"


"Boleh saya memeriksa nya?"


Rania mengangguk, dokter mulai memeriksa denyut nadi dan tekanan darah terhadap Rania.


"Grafiknya masih normal, tapi saya akan pantau selama beberapa hari ke depan. Nyonya Rania, saya akan melakukan USG perut boleh?"


"Oh boleh banget dok!"


Dokter Hasbi mulai usg perut Rania, ia menjelaskan tentang kandungan yang ada di janinnya.


"Janin nya sehat, masih terlihat normal. Kemungkinan ini sudah berusia sebulan, sebelumnya sudah punya anak kan?"


"Iya dok, saya hamil anak kedua. Kista nya tidak menggangu janin saya kan dok?"


"Aman bu, kista nyonya Rania tidak termasuk ganas."


Setelah selesai dengan USG dokter Hasbi memberikan beberapa obat untuk Rania, tidak banyak hanya vitamin dan antibiotik untuk janin. Karena Rania tengah mengalami demam berdarah jadi ia dalam pengawasan dokter, dokter juga memberikan hasil foto USG ke Rania.


Rania mengucapkan terimakasih kepada dokter Hasbi, kemudian dia memandang foto tersebut. Bunda dan ayah mertua telah datang ke kamar Rania


"Assalamualaikum nak Rania dan cucu tersayang bunda"


"Walaikumsalam bunda ayah"


Rania menyelipkan foto hasil USG ke bawah selimut nya, bunda memeluk Rania


"Kamu sakit apa? Bunda khawatir loh, Derana juga?"


"Aku demam berdarah bun, Derana demam biasa"


Bunda mulai mengelus rambut Derana, sehingga hal itu membuat Derana terbangun.


"Oma?"


"Dede sakit apa? Oma Opa khawatir"


Bunda memeluk tubuh Derana, ia juga sesekali menciumi nya.


"Dede udah makan? Oma bawain sop ayam buat dede biar cepat sembuh ya"


Bunda mulai menyuapi Derana makan, sedangkan ayah memotong buah-buahan untuk Rania. Rania ingin sekali menunjukkan foto USG nya tadi tapi nanti setelah selesai makan buah


"Rania, Dehan sudah diberitahu belum kalian di rawat di rumah sakit?"


"Belum"


Jawabnya singkat


"Bunda udah tau kok kalian lagi bertengkar, Dehan pagi tadi baru cerita. Kamu masih suka sama Gilang?"


"Gak bunda, gimana aku suka sama Gilang orang sekarang aku lagi hamil anak mas Dehan"

__ADS_1


"Apa?"


Bunda kaget dengan penuturan Rania, ia malah tersenyum senang sambil menunjukkan hasil USG tadi siang.


"Ini buktinya kalo aku lagi hamil bund"


"ALHAMDULILLAH YA ALLAH!!! RANIAAA"


Bunda berteriak kegirangan karena melihat foto USG Rania, hal itu memicu ayah dan Derana penasaran.


"Ada apa? Kenapa Rania?" tanya ayah


"RANIA HAMIL!!"


"ALHAMDULILLAH AKHIRNYA PUNYA CUCU LAGI"


Ujar ayah, Derana dipanggil oleh Rania


"Dede sini, mau liat adik baru di perut Mama?"


Derana duduk di samping Rania, ia menunjukkan foto USG pada Derana.


"Dede nanti mau dipanggil kakak, aa, atau abang?"


"Kakak!"


Anak itu tampak senang mendengar mamanya hamil dan dipikirkan Derana ia akan punya adik bayi.


...****************...


Dehan mendapatkan kabar dari bunda bahwa Rania dan anaknya di rawat di rumah sakit, tentu Dehan langsung izin di tengah acara pembukaan cabang.


"Baik pak!"


Dehan tidak menyetir mobil, karena saat berangkat tadi ia bersama rombongan kantornya. Maka mau tak mau Dehan harus menaiki transportasi lain yaitu bus travel, karena Dehan ingin cepat sampai ke Bandung untungnya saja ia mendapatkan tiket 1 jam sebelum pemberangkatan.


Selama di perjalanan Dehan terus menghubungi Rania, tapi tak diangkat


"Apa Rania masih marah denganku? Tapi aku sudah meminta maaf, apa yang terjadi padanya?"


Dehan hanya bisa berdoa agar anak dan istrinya baik-baik saja. Sesampainya di terminal bus, Dehan memesan kendaraan online untuk mengantarnya ke rumah sakit tempat Rania dan Derana di rawat.


Tak butuh waktu lama Dehan berlari di koridor untuk mencari ruangan, sesampainya di depan pintu tanpa di ketuk Dehan langsung masuk masuk.


"RANIA!! DERANA!! KALIAN KENAPA?"


Dehan memeluk tubuh lemas Rania, lalu menyentuh tubuh serta wajahnya


"Kamu kenapa sayang? Sakit apa? Maafin aku yang semalam"


Tak terasa Dehan menangis di pelukan Rania, lantas ia berusaha menenangkannya


"Mas, aku cuma demam berdarah doang kok. Derana sakit demam biasa, liat sekarang aku udah mendingan Derana juga udah lepas infus"


Dehan tidak melepaskan tubuhnya, namun ia melihat wajah Rania


"Beneran kamu udah sembuh? Sayang, maafin aku ya? Kita balikan oke?"

__ADS_1


Rania mengangguk Dehan mengecup kening Rania, kemudian Dehan beralih ke Derana. Lantas ia menggendongnya


"Jagoan Papa! Anak Papa paling tampan! Papa sayang banget sama Dede, maafin papa ya? Papa janji ga akan pernah tinggalin kalian lagi"


Dehan menciumi wajah Derana, bunda serta ayah daritadi tak berhenti tersenyum kegirangan. Dehan yang telah selesai bermanja-manja dengan Derana dibuat bingung dengan tingkah laku ayah bunda.


"Ayah sama bunda kok seneng sih liat Rania sama Derana sakit?"


"Kita senang karena alasan lain, pasti kamu juga ikut senang mendengar nya"


Dehan melihat ke arah Rania yang tengah terkekeh kecil. Ia melepaskan gendongan Derana untuk mendekati istrinya


"Ada apa sih sayang? Kok semua orang pada senyum-senyum ga jelas??"


"Mas mau tau?" goda Rania


Dehan mendekati istrinya


"Apa?"


Rania memeluk tubuh Dehan wajah mereka tampak hanya beberapa centimeter saja, Dehan yang iseng malah mencium bibir Rania.


"Ihh ga akan aku kasih tau kalo cium terus"


"Hehe maaf sayang, apa cepet kasih tau aku"


Rania berbisik di telinga Dehan


"Aku positif hamil"


Dehan yang tidak percaya menatap mata Rania


"Aku serius mas, aku hamil lagi"


Kemudian Rania menunjukkan foto USG nya pada Dehan, Dehan tersenyum bahagia sekali dan ia juga menangis haru.


"Sayang... Makasih banyak atas segalanya, Rania sayang.. hikssss"


Dehan menangis haru, begitupun dengan Rania yang ikut menangis juga.


"Mas jangan nangis, iihh... Aku juga ikutan nangis kan"


Derana dan lainnya hanya melihat suami-istri yang sedang bahagia itu.


"Rania aku sayang banget sama kamu.. Maafin aku ya, makasih udah jadi istri yang baik buat aku dan jadi ibu buat anak-anak kita. Aku berdoa semoga bayi ini lahir sehat dan kamu juga sehat sayang"


"Iya mas.. Aku juga sayang banget sama kamu, aku sengaja hamil buat terus barengan sama kamu Papa Dehan"


Mereka saling tersenyum, Derana ingin ikut. Bunda pun menurunkan Derana di dekat Rania dan Dehan.


"Uuuhhh sayangkuuu, kakak Derana mau punya adik"


Ucap Rania dengan nada gemasnya, Derana memeluk Rania di kasur.


"Ayoloh nanti ga disayang lagi sama Mama kalo punya adik"


Derana yang tadinya senang malah cemberut dengan godaan Dehan

__ADS_1


"Nggak! Mama juga sayang aku!"


Mulailah mode jahil Dehan mengganggu anaknya sendiri, bunda dan ayah mengabadikan momen seperti ini dengan kamera. Sungguh keluarga yang indah...


__ADS_2