
Terhitung sudah tiga hari Dehan belum menjemput Rania, selama itu juga Derana menanyakan kabar Mama nya. Rania kesal dengan Dehan dia hanya mengangkat telfon jika untuk Derana, sekarang Dehan akan menjemput Rania bersama anak mereka.
"Papa, aku udah lama gak ke rumah nenek"
Ucap si kecil Derana sambil melihat ke jendela mobil.
"Dede kangen gak sama keluarga Mama?"
"Kangen"
Dehan menyetel musik dan video anak-anak untuk Derana agar ia tak bosan selama perjalanan. Namanya juga anak berumur tiga tahun pasti ada saja drama nya seperti sekarang, Derana tiba-tiba ingin buang air besar sedangkan rest area masih jauh.
"PAPAAAAAAA..... DEDE MAU EE*" Rengek Derana sambil memegangi ***********
"Sabar ya sayang, bentar lagi nyampe di rest area. Dede ee* di pamper aja"
"KATA MAMA DEDE HARUS CEBOK"
Dehan menghela nafasnya panjang
"Ya udah, sekarang kan ga ada Mama kamu ee* aja ntar Papa yang cebokin"
Derana mengiyakan perintah Papa nya, kemudian ia melepaskan hasrat ingin buang air besar nya sedari tadi. Tapi anak itu malah menangis karena tidak betah dan ingin minum susu.
"PAPAAAAAAA HUAAA.... HIKSSS...."
Dehan tidak memperdulikan Derana dia terus melajukan mobilnya berharap agar bisa segera sampai di rumah kak Rangga, karena ini hari Minggu jadi mereka semua pasti kumpul di rumah.
Rania sedang mengasuh Ralis di teras depan rumah, anak itu sedang menangkap kupu-kupu terus berlarian sangat aktif sekali. Lisa juga ikut menemani Rania menjaga Ralis, sedangkan kak Rangga bersama Ibu di ruang tamu membicarakan tentang Rania.
"Ibu mau Rania cerai. Rangga urus adikmu itu"
"Bu, Rangga sudah tak mau mencampuri urusan Rania lagi"
"Rangga kamu itu kan laki-laki satu-satunya yang Ibu punya!"
Rangga terdiam sejenak kemudian angkat suara
"Biarkan saja Rania bersama Dehan bu.. Toh, mereka sudah punya anak dan saling mencintai. Rangga juga akan melakukan hal yang sama jika ada di posisi Dehan"
"RANGGA!!"
Rangga berdiri dari tempat duduk
"TERSERAH IBU, AKU AKAN MEMAAFKAN RANIA BAGAIMANAPUN JUGA. TOLONG JANGAN EGOIS BU"
Rangga meninggalkan Ibu yang berada di ruang tamu, ia pergi ke balkon depan rumah menemani Ralis bermain. Rania duduk sejenak untuk beristirahat habis menjaga Ralis ia capek dengan tingkah anak Lisa.
"Ralis aktif banget ya, kamu gak capek Lis sama anak itu??"
Lisa tepuk jidat
"Ya ampun Ran.. Ralis kan suka ada babysitter jadi aku kadang cuma main sama dia"
"Tapi kan Lis, anak itu harus dekat dengan ibunya.. Aku jadi kangen Derana"
Rania cemberut sambil menopang dagunya
"Si Dehan belum ada kabar juga?" tanya Lisa
"Belum"
"Sabar ya"
__ADS_1
Lisa mengelus pundak Rania, beberapa menit kemudian ada mobil yang datang dari luar masuk kedalam halaman rumah Rangga. Rania sangat hafal dengan mobil itu siapa lagi kalau bukan Dehan, yang tadinya Rania cemberut seketika berubah menjadi sumringah.
Dehan keluar dari pintu depan kemudian membuka pintu belakang untuk mengambil Derana yang tengah tertidur.
"MAS DEHAN?!"
Rania berhambur mendekati mereka, lalu menggendong Derana yang tengah tertidur sambil mencium nya.
"Aku gak dicium juga?" goda Dehan
Rania mencubit lengan Dehan pelan
"Malu ada mereka"
Pandangan Dehan tertuju pada Rangga, ia menundukkan kepalanya tanda hormat dan segan. Rania menyentuh bokong Derana
"Mas, Derana bab ya?"
Dehan mengangguk
"Iya sayang, tadi dia nangis di tol pengen bab terus aku suruh di pemper saja. Soalnya rest area masih jauh"
"Iihh... Mas Dehannn...."
Rania buru-buru membawa masuk Derana ke kamar mandi, sedangkan Dehan masih mematung di sana.
"Eh... Iya kak ini mau masuk"
Dehan duduk di bangku depan rumah berhadapan dengan Rangga, Lisa membawa Ralis masuk ke dalam dan menyuruh babysitter nya untuk menjaga Ralis.
"Masih gede juga nyali lo ke rumah gue"
Rangga menatap tajam kearah Dehan, ia tak tahu harus berkata apa. Jujur saja Dehan sangat gugup dan canggung
"Kak... Dehan, ke sini mau jemput Rania"
"Gak ada! Rania bakal tinggal di sini"
"Tapi kak---"
"Dehan! Gue juga udah punya istri dan anak sekarang.... Huffftt Ibu benci sama lo"
Dehan menatap wajah Rangga serius
"Dehan, Dehan... Kasian banget ya nasib lo, karena adik gue cinta sama lo jadi mau gak mau gue terima lo lagi"
Rangga berucap seperti itu dengan nada pasrah. Dehan berbinar-binar lantas Dehan sujud di hadapan Rangga
"KAK RANGGA MAKASIH KAK!!! ALHAMDULILLAH AKHIRNYAAAA!!! KAK DEHAN BERSYUKUR BANGET PUNYA KAKAK IPAR KAYA KAK RANGGA!!!"
__ADS_1
Dehan sangat girang dengan ucapan Rangga, itu artinya sinyal hijau tinggal ia meluluhkan hati Ibu. Rania yang sudah selesai dengan urusan Derana, melihat Dehan bersujud di hadapan Rangga Derana turun dari gendongan lantas mendekati Dehan.
"Om Langga jahat!! Papa aku nangis!!"
Derana memukul kaki Rangga, anak itu sangat polos ia tidak bisa membedakan mana tangisan bahagia dengan penderitaan.
"Sayang... Om Rangga ga mukul Papa, Papa lagi minta maaf ini"
Ucap Dehan sambil memeluk tubuh kecil Derana, Rania ikut menyusul lalu tiba-tiba memeluk tubuh Rangga
"Kakaaaaaa..... Makasih banyakkk!!! Aku tau kakak orang baik"
Dehan yang tadinya tersenyum malah cemburu melihat Rania memeluk Rangga, bisa-bisanya suaminya di cuekin tadi saat baru datang aekar malah memeluk kakaknya.
"Ekhemm!!" Dehan berdehem
Rania yang menyadari itu langsung gantian memeluk tubuh Dehan gemas
"I miss you Papa Dehan sayang" ucap Rania sambil memeluk dan mencium pipi Dehan sekilas
Derana yang berada di tengah mereka merasa sesak dan menangis. Rania melepaskannya lalu mengintrogasi Derana
"Dede waktu ga ada Mama nakal gak?"
"Nggak"
"Bohong mah, Dede susah makan"
Rania melotot melihat Derana, ia yang takut malah kabur ke dalam rumah. Dehan dan Rania saling menatap satu sama lain, tangan Rania mengelus rahang Dehan mereka hendak berciuman tapi di cegah oleh Rangga.
"Jangan di sini ada anak-anak!"
Seketika itu pula Rania melepaskan diri dari Dehan
"Mas mau minum apa? Udah makan belum?"
Tanya Rania mengalihkan perhatian Rangga
"Apa aja sayang"
Wajah cantik Rania memerah lantas mempersilahkan Dehan masuk ke rumah untuk makan, Rangga juga mengikuti mereka dari belakang. Sedangan Ibu yang melihat Dehan malah buang muka
"Sudah, jangan pedulikan Ibu... Kita akan membujuknya sama-sama" ucap kak Rangga
Sontak membuat Dehan tersenyum bahagia, Rania mengambilkan makan untuk Dehan serta Rangga. Tak lupa ia juga memanggil Lisa serta anak-anak untuk makan bersama, Rania juga pergi mendekati Ibu
"Ibu mau makan tidak?"
"Jangan sok baik! Ibu tidak lapar!"
__ADS_1
Rania yang mengerti memanggil suster pribadi Ibu untuk menyuapi Ibu di taman. Sebelumnya Rania telah membuat minuman ramuan herbal untuk Ibu, sungguh Rania istri yang rajin dan telaten hal itulah yang membuat Dehan semakin jatuh cinta pada istrinya selain jago di kasur.