TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)

TAKDIR CINTA DERAN (Dehan Rania)
40. Gaun dan Pesta


__ADS_3

Rania dan Lisa pergi ke salah satu butik yang ada di mall mewah, mereka memilih baju untuk pergi ke pesta. Lisa mengambil gaun yang tertutup meskipun tidak berhijab, kebalikannya dengan Rania ia lebih suka pakai baju terbuka.


"Yang ini bagus kan?" tanya Rania pada Lisa


Gaun tersebut memperlihatkan belahan dada serta perut rata Rania, Lisa melotot kaget


"Ganti! Itu terlalu vulgar"


Rania setuju kemudian Rania masuk ke kamar ganti lagi untuk memakai gaun yang lain.


"Kalau ini?"


Gaun yang satu lagi tertutup bagian atas namun sangat ketat serta pendek.


"Kau ingin mempermalukan dirimu sendiri?"


Rania cemberut dan masuk kembali ke ruangan ganti, jujur saja dalam hatinya ia ingin memperlihatkan lekuk tubuh pada Dehan. Setelah mengganti gaun ia keluar menemui Lisa


"Kau yakin??"


"STOP! Aku akan mengambil yang ini, Lisa aku ingin mas Dehan melihatku. Aku ingin mendengar komentar dia tentang hasil olahraga ku selama ini"


Lisa terdiam sejenak kemudian menarik nafas lalu hembuskan


"Huffft... Terserah kamu saja"


"Tenang Lis, kak Rangga juga bebasin aku pakai baju apapun kok"


Setelah mereka membeli baju pesta, mereka melanjutkan untuk shopping aksesoris lain. Rania kerja membantu bisnis Rangga di Jakarta, bahkan sekarang Rania diam-diam memulai bisnis kuliner karena ia pintar masak.


"Lis!!! Ini lucu deh!! Beli yuk??!"


Tunjuk Rania pada sepasang anting berbentuk bunga camomile.


"Beli lah itu kan uangmu sendiri Ran"


Rania membelinya tanpa pikir panjang. Selain berbelanja keperluan mereka, Lisa dan Rania juga pergi ke toko khusus anak-anak mereka akan membelikan anak mereka baju yang bagus untuk pergi ke pesta. Masa anak pengusaha sukses pakai baju compang-camping, kan tidak bisa seperti itu.




Hari berganti hari, akhirnya acara itu terjadi juga. Kak Rangga, Ibu, Lisa, sudah pergi duluan sedangkan Rania belum ia masih sibuk mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Dehan. Sebelumnya Rania sudah memberi Derana susu jadi anaknya tidak akan menangis kelaparan paling Rania hanya menyimpan di troli bayi agar segera tidur. Rania berangkat dari rumah pukul delapan malam ia membawa Babysitter untuk Derana.



Di sisi lain Dehan hendak masuk ke dalam tapi di cegah oleh penjaga acara



"Saya di undang pak!"



Kata Dehan sambil menunjukkan kartu undangan pada sekumpulan pria itu.



"Tidak bisa! Kau dilarang masuk"



Pengawal menunjukkan foto Dehan dengan catatan dibawahnya *Dilarang Masuk*



Sial! Pasti ini ulah Rangga



Dehan pergi menjauh untuk masuk kembali kedalam mobil, ia melihat para tamu undangan hingga akhirnya yang dirindukan pun datang. Rania turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam acara, hal itu membuat Dehan semangat untuk masuk ke dalam.



Hingga akhirnya ia memiliki cara yaitu mengelabui petugas keamanan di sana. Dehan mengganti tuxedo nya dengan kaos dan membawa plastik. Ia mengelilingi gedung melihat pintu belakang terbuka seperti keinginannya, Dehan masuk lewat belakang berpura-pura menjadi office boy.


__ADS_1


"Maaf, anda siapa?" Tanya salah seorang pegawai di sana



"Saya... Saya office boy baru di sini, boleh tau kamar mandinya sebelah mana?"



Salah seorang pegawai itu memberitahu Dehan lokasi kamar mandi untuk pekerja, Dehan masuk kemudian mengganti nya dengan tuxedo hitam dan dasi senada seperti CEO kebanyakan. Ia juga membenarkan rambutnya dengan pomade agar rapi tak lupa minyak wangi untuk membuat Rania tersenyum.



"Aku tampan sekali"



Ucap Dehan sambil melihat pantulan dirinya di cermin. Setelah selesai, Dehan menitipkan plastik tadi ke salah satu karyawan lain ia berpesan plastik ini berisi baju ganti untuk pulang nanti dan akan diambil kembali. Si pelayan hanya mengiyakan saja tanpa banyak komplain.



Dengan gagah berani Dehan memasuki ruangan pesta lalu duduk di belakang karena sekarang acara job fair jadi Rangga memberikan arahan-arahan untuk berwirausaha agar sukses. Tentu saja Dehan tertarik, ia menulis di ponsel apa saja poin-poin penting yang disampaikan Rangga di panggung. Setelah selesai semua orang bertepuk tangan atas job fair Rangga, termasuk Dehan



"Kak Rangga hebat" ucapnya pelan



Acara job fair telah selesai, digantikan oleh acara khitanan anak Lisa dan Rangga. Ada Rania serta Ibu juga di panggung, Dehan tersenyum memandang mereka sambil menitikkan air mata



"Andai saja aku tidak melakukan hal buruk dulu mungkin aku ada di sana bersama keluargaku"



Anak Lisa masih bayi jadi ia tidak ingin berlama-lama di acara ini, setelah khitanan Lisa pulang duluan bersama Ibu. Rania menitipkan Derana pada mereka karena Rania sudah lama tidak bersenang-senang, Lisa sebenarnya tahu bahwa ia akan berpacaran dengan Dehan karna Lisa bukan orang cepu jadi dia tidak ingin memberitahu Ibu atau kak Rangga.



Musik dikeraskan, semua tamu undangan berpesta layaknya sebuah club malam. Rangga mengadaptasi permainan billiar, menyewa bowling dan casino di gedung mewah tersebut. Dehan mencari-cari keberadaan Rania, kedua matanya menangkap Rania tengah berbincang dengan lelaki lain.




"Sayang! Aku mencari mu kemana-mana"



Rania yang tadinya asyik berbincang dengan Gilang, melihat ke arah Dehan.



"Mas? Sejak kapan sampai sini?"



Dehan mengeraskan rahangnya menatap tajam ke wajah Gilang



"Sejak tadi. Aku mencari mu tapi malah berduaan dengan pria lain"



Rania yang peka langsung berpamitan pada Gilang lalu membawa Dehan ke lorong dekat toilet.



"Mas..."



"RANIA!! AKU GAK SUKA KAMU DEKET-DEKET SAMA GILANG!!"


__ADS_1


Dehan melihat dari bawah hingga atas, tubuh Rania sangat bagus bahkan ia seperti anak muda. Siapa yang tahu bahwa Rania sudah memiliki anak bahkan perutnya saja langsing, dengan proposi ideal untuk wanita.



![](contribute/fiction/3622424/markdown/32898142/1645376732350.jpg)



Gaun Rania sangat ketat dan seksi, pria mana yang tidak suka melihat tubuh indah.



"Mas Dehan!"



Dehan tersadar dari lamunannya



"Biar ku beri tanda bahwa kau milikku!"



Dehan mendekatkan bibir pada leher Rania, ia menciumnya sambil menggigit.



"Aarrghhh sakit!!" rintih Rania



Dehan sengaja meninggalkan bekas di situ



"Sudah, kalau begini tak ada yang mau mendekatimu apalagi sekarang ada aku"



Ucap Dehan melihat wajah cantik Rania



"Buat apa?! Kau sengaja agar aku terlihat jelek?!"



Rania kesal dengan perlakuan Dehan yang tiba-tiba



"Sayang... Tubuhmu indah dan wajahmu sangat cantik, aku tidak ingin kau dilihat pria lain. Kau tau, dulu kita berantem karena Gilang.. Aku sangat benci dengan pria itu, kamu kan suka sama dia"



"Itu kan dulu!"



"Sekarang?"



Rania diam saja tak menjawab pertanyaan Dehan, Dehan terus menggodanya dengan senyuman manis



"Sekarang aku hanya ingin membesarkan anakmu!"



Dehan tersenyum mencium pipi Rania



"Aku sudah naik tingkat menjadi Papa Derana"

__ADS_1



katanya senang, Rania menendang tulang kering Dehan lalu berlari menuju ruangan pesta untuk kembali. Dehan ikut mengejar Rania untung saja Rania tak menendangnya keras, mereka berdua sangat bahagia malam ini. Rania dan Dehan berdansa diiringi musik klasik, bermain billiard, bowling, dan karaokean bersama sangat romantis hanya satu tantangan mereka jika ada kak Rangga baik Dehan maupun Rania akan berlarian untuk mengumpat agar tak di usir Rangga.


__ADS_2