Takdir Untukku

Takdir Untukku
Penasaran


__ADS_3

“Jadi kamu sudah tahu semuanya ?” tanya Chelsea dengan wajah cemberut.


Reno hanya tersenyum dan melambaikan tangan pada sekuriti yang berjaga di gerbang sebelum meninggalkan rumah itu.


“Baru 5 hari yang lalu Vino, asisten Bastian datang menemuiku di Surabaya. Bilangnya sih dia kebetulan lagi ada keperluan di kota ini dan melihat masalah Mike belum tuntas, Vino minta waktu ketemu tapi diam-diam.”


“Jadi ?” Chelsea melirik dengan wajah sebal


“Sebagian besar sudah kamu dengar saat bersama Karina tadi. Aku juga kaget mendengarnya, Sea. Ternyata Bastian sudah mengantisipasi segala kemungkinan sifat buruk Sena.”


“Lalu soal pernikahan siri ?”


“Sebetulnya bukan pernikahan siri yang disahkan secara agama atau adat, tapi lebih pada perjanjian nikah kontrak. Bastian diancam akan dicabut namanya dari daftar keluarga kalau tidak mau menandatangani kesepakatan dengan Sena.


Jovan cerita, dalam perjanjian itu, Bastian diminta bersedia menafkahi Sena dan Jeremi seperti layaknya seorang suami dan ayah, secara tidak langsung mengakui kalau mereka berdua terikat dalam pernikahan.


Padahal dikeluarkan dari kartu keluarga pun tidak masalah untuk Bastian, tapi ia curiga dengan kedatangan Sena yang tiba-tiba dan justru di saat kondisi Jeremi sudah di ujung tanduk, makanya ia menerima perintah orangtuanya setelah memastikan semua hartanya aman dan diwariskan untukmu serta masih ada jalan untuk membatalkan kontrak pernikahan itu sewaktu-waktu.


Bastian pun diam-diam melakukan tes DNA dan terbukti kalau Jeremi bukan putranya.”


“Tapi sekilas wajah Jeremi mirip dengan Bastian.”


“Tidak usah dipikirkan lagi, semuanya sudah berlalu dan keduanya juga sudah tiada, nggak ada gunanya diperdebatkan.”


”Kenapa Bastian tidak pernah cerita padaku ?” gumam Chelsea dengan nada kecewa.


“Mungkin dia tidak ingin membuatmu pusing, Sea. Urusan keluarganya dan Sena sangat rumit, aku aja pusing saat mendengar Jovan bercerita,” ujar Reno sambil mengusap kepala istrinya.


“Kenapa laki-laki dalam hidupku suka main rahasia di belakang ?” Chelsea kembali menggumam.


“Sayang, sejak jadi suami kamu udah nggak ada rahasia lagi yang aku simpan di belakang kamu. Masalah Karina yang ternyata bagian dari kelompok penyabot di proyek, baru aku tahu dari Dio dan anak buah Om Ramadhan 2 hari lalu. Aku belum tahu dan nggak menduga sama sekali kalau Karina itu adik tirinya Sena dan komplotan Mike.”

__ADS_1


“Masa Dio atau Om Ramadhan nggak meyelidiki latar belakang Karina ?”


“Belum sampai sejauh itu, Sea. Lagipula fokusnya kan mencari para penyabot dulu dan Karina bukanlah otak dari semua ini. Dia hanya berperan sebagai salah satu kaki tangan, sisanya aku yakin adalah orang-orang suruhan Mike.”


Chelsea mengangguk sekali dan tidak berbicara lagi. Kepalanya menoleh ke samping, menatap ke luar jendela dengan bermacam-macam pikiran yang berkecamuk di kepalanya.


“Sea, kenapa lagi ? Aku bersedia menjawab kalau masih ada yang mengganjal di hatimu.” Reno kembali membelai kepala istrinya.


“Aku hanya masih penasaran dengan sekelompok pria berbadan tegap itu. Firasatku mengatakan kalau mereka bukanlah polisi entah pasukan elit atau apapun.”


“Sea, tidak usah terlalu dipikirkan sejauh itu. Sesuai info dari Pak Ramadhan kalau mereka itu mungkin polisi khusus yang ditugaskan untuk mengawasi kelompok Mike karena dia sudah masuk dalam daftar buronan di banyak negara. Jovan bilang, Mike bukan hanya terlibat perdagangan manusia tapi juga jaringan narkoba internasional.”


“Tapi Reno…”


“Ingat kalau ada debay di perut kamu,” ujar Reno menyentuh perut Chelsea. “Jangan terlalu stres, kasihan kecil-kecil baby udah disuruh berpikir keras sama maminya.”


“Jangan lebay,” gerutu Chelsea dengan bibir mengerucut membuat Reno tertawa.


“Aku bukan anak manja, ya. Papi aja yang suka lebay memperlakukan aku kayak anak kecil, padahal sebentar lagi aku akan punya anak sendiri.”


Reno tertawa dan mengacak rambut Chelsea dengan gemas. Istrinya ini tidak sadar meskipun sebentar lagi akan menjadi ibu, tapi sikap manjanya masih sering membuat orang gemas dan lupa kalau Chelsea bukan lagi gadis kecil berkepang dua atau berikat satu seperti ekor kuda.


*****


“Jadi mereka berdua sudah bisa kembali ke Jakarta ?” tanya Papi Agam di ruang kerja Papa Robert, berbincang dengan Pak Ramadhan yang datang dengan seragam kepolisiannya.


“Pak Reno dan Nona Chelsea maaih diperlukan untuk menandatangani berkas laporan sebagai saksi, Pak Agam. Saya akan usahakan bisa selesai lebih cepat.”


“Dhan, apa polisi belum bisa menemukan identitas orang-orang yang menolong Chelsea selama ini ? Kamu yakin mereka bukan polisi ?” tanya papi Agam dengan dahi berkerut.


“Iya sedikit aneh. Berarti selama ini ada yang diam-diam mengawasi Sea untuk melindunginya. Tadinya aku pikir mereka itu orang-orang suruhanmu, Gam. Aku masih ingat bagaimana hampir setiap hari kamu menunggu orang suruhanmu memberi kabar soal Chelsea saat dia kuliah di Amerika,” ujar Papa Robert sambil tertawa.

__ADS_1


“Kamu tidak akan pernah tahu perasaanku karena kedua anakmu laki-laki, apalagi kamu tahu sendiri kalau sejak kecil Sea selalu hidup dalam pengawasan kita berdua dan Reno yang jadi eksekutor di lapangan, meski marah-marah tapi Reno selalu mau menemani Sea pergi kemana saja. Bagaimana aku tidak khawatir saat dia memutuskan untuk tinggal sendiri di apartemen di negara yang kehidupannya bebas ?”


Papa Robert masih tertawa dan Pak Ramadhan ikut tersenyum.


“Dasar bapak posesif, sama istri sendiri aja kamu nggak begitu,” ledek Papa Robert.


“Jadi gimana, Dhan ?” Papi Agam kembali mengulangi pertanyaannya.


“Saat penggebrekan markas Mike, saya berpikir kalau orang yang menolong Nona Chlesea adalah anggota polisi yang menyamar, tapi setelah diselidiki lebih jauh, tidak ada anggota yang sesuai dengan deskripsi Nona Chelsea. Saya yakin kalau mereka adalah tenaga profesional yang disewa oleh seseorang untuk melindungi Nona Chelsea.


Saya sudah minta bantuan teman di Surabaya untuk melihat rekaman CCTV yang ada di hotel, ternyata semua rekaman yang memperlihatkan identitas kedua pria itu sudah dihapus.”


“Kira-kira siapa yang melakukan semua ini pada Sea, Bert ?”


“Tidak usah terlalu dipikirkan, Gam. Sejauh yang aku tangkap, siapa pun mereka, tugas mereka adalah melindungi Sea dan menjaga Reno. Kita percayakan saja semua pada Ramadhan dan timnya untuk mencari tahu siapa mereka.”


“Kalau memang tidak ada yang lagi yang ingin ditanyakan, saya permisi dulu Pak Robert, Pak Agam.”


Ketiganya berdiri dan saling bersalaman dengan Pak Ramadhan yang kemudian pergi meninggalkan ruang kerja Papa Robert.


“Kenapa lagi, Gam ?” tanya papa Robert yang tersenyum melihat sahabatnya sedang memijat pelipisnya.


Papa Robert baru saja kembali dari mengantar Pak Ramadhan sampai ke lift.


“Ada sedikit rasa khawatir selama aku belum tahu indentitas orang-orang yang menjaga Sea diam-diam. Jangan sampai mereka adalah suruhan pria yang terobsesi pada putriku.”


“‘Memangnya ada ?” ledek Papa Robert sambil tekekeh. “Sepertinya hanya anakku yang terobsesi pada Sea.”


“Jangan ketawa, Bert. Mana kita tahu kalau ada cowok yang masih penasaran karena pernah tidak ditanggapi cintanya oleh Sea yang terlalu fokus pada anakmu.”


“Jangan terlalu keras berpikir, Gam. Kita sama-sama akan menjaga Chelsea, tapi aku yakin kali ini yang membantu kita adalah orang baik.”

__ADS_1


Papi Agam menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, berharap ucapan sahabatnya benar.


__ADS_2