
Chelsea mengedarkan pandangan dan tersenyum saat Sena melambaikan tangannya. Akibat susah tidur semalam, Chelsea baru terbangun jam 7 pagi hingga ia terlambat sampai di kafe yang dipilih Sena.
“Maaf aku terlambat,” Chelsea menarik kursi di seberang Sena.
“Nggak apa-apa, aku juga belum lama sampai,” Sena pun ikut tersenyum.
Chelsea memesan makanan dan minuman karena melewatkan sarapan pagi ini. Setelah pelayan pergi, Chelsea melipat kedua tangannya di atas meja dan fokus menatap Sena.
“Surat apa yang Bastian tinggalkan untukku ?”
Sena menyodorkan satu amplop putih yang sudah ada di atas meja. Chelsea mengambilnya dan memastikan tulisan tangan yang ada di bagian depan dan tidak salah lagi kalau tulisan itu memang milik Bastian.
Chelsea melihat bagian belakangnya, terdapat tulisan tangan yang bunyinya PRIBADI DAN RAHASIA di bagian tutup yang masih tersegel.
“Bagaimana surat ini bisa sampai di tanganmu ?”
“Maafkan aku yang sudah mengacaukan hubunganmu dengan Bastian. Aku terlalu serakah ingin kembali memiliki Bastian hingga akhirnya aku harus kehilangan Jeremi juga.”
“Maksudnya ?”
Sena tidak langsung menjawab, menunggu pelayan meletakkan pesanan mereka. Keduanya menyesap minuman secara bersamaan.
“Surat itu ditiitpkan Bastian pada asistennya. Seharusnya diberikan padamu tepat pada saat Bastian masuk kamar operasi. Tapi semuanya itu tidak pernah terjadi. Tidak sengaja aku bertemu asistennya di rumah keluarga Bastian dan melihat amplop itu di antara tumpukan berkas yang dibawanya. Aku memintanya dan berjanji akan memberikan langsung padamu.”
“Ternyata kamu suka memanfaatkan koneksi untuk mengambil milik orang,” sindir Chelsea sambil tersenyum tipis.
“Maaf Chlesea, tapi setelah ada di tanganku aku tidak berani membukanya. Kamu lihat sendiri kalau amplopnya masih tersegel. Aku merasa kalau Bastian seolah mengawasi surat itu dan akan menghukum siapapun yang berani membukanya selain dirimu,” ujar Sena tertawa pelan.
Chelsea tertawa getir dengan wajah kesal yang tidak ingin disembunyikannya.
“Ada hal lain yang ingin kamu sampaikan ?”
__ADS_1
“Aku ingin minta maaf padamu karena sudah membuat hubunganmu dengan Bastian berantakan. Sepertinya Bastian sungguh marah dengan perbuatanku kali ini, sampai tega membawa Jeremi pergi bersamanya,” Sena mengambil tisu untuk menghapus air matanya yang keluar
“Bastian bukan orang yang seperti itu !” tegas Chelsea.
“Chelsea, aku ingin mengakui sesuatu padamu. Aku tidak akan membantah jika kamu marah dan membenciku.”
Chelsea menatap wanita di depannya dengan mata menyipit dan penuh tanda tanya.
“Akulah yang menyebabkan orangtua Bastian merubah keputusannya untuk membatalkan pernikahan kalian dan menikahkah Bastian denganku demi Jeremi cucu kandung mereka.”
“Sudah aku duga,” Chelsea tersenyum sinis.
“Wantu bertemu denganmu adalah hari pertama aku kembali menginjakkan kaki di rumah keluarga Bastian. Aku tidak lupa kalau hari itu adalah ulangtahun Bastian makanya aku sengaja datang. Aku dengar selama 5 tahun terakhir Bastian tidak mau ada seorang pun yang menjadikan hari itu spesial karena merupakan hari jadi kamu berdua.”
“Dan kamu tega membuat ia mengalami hal buruk kembali di saat Bastian untuk pertama kali mau merayakan lagi hari ulamg tahunnya ? Kamu mengaku cinta tapi sukanya menyakiti Bastian.”
“Ya aku memang wanita jahat. Hal yang tidak aku sangka adalah bertemu denganmu sedang bersamanya. Seorang gadis muda yang cantik, elegan, ceria dan yang membuatku sangat iri adalah tatapan dan sikap Bastian yang begitu terlihat sangat mencintaimu.”
“Saat datang menemuinya, aku adalah wanita yang penuh percaya diri, aku yakin bisa membuat Bastian merasakan debaran cinta lagi setelah mengetahui kalau ia memiliki anak denganku. Aku yakin tidak akan sulit membuat Bastian menjadi pendonor bagi Jeremi. Tapi semua rasa percaya diri itu runtuh saat melihat kalian dan Bastian dengan tegas menolaknya. Aku merasa marah banget sama Bastian dan menyalahkan menjadi penyebab gagalnya rencanaku.”
“Kenapa baru sekarang kamu datang menemuinya dan mengatakan soal Jeremi pada Bastian ?”
“Chelsea, aku ini tunangan yang berselingkuh. Aku malu menemui Bastian setelah mengkhianati cintanya, mengabaikan nasehatnya dan mencari-cari alasan untuk membenarkan perselingkuhanku.”
”Tapi tetap saja Jeremi dan Bastian punya hak untuk mengetahui kalau mereka ayah dan anak.”
“Aku sadar kesalahanku sangat besar pada mereka karena baru memiliki keberanian di saat kondisi Jeremi sudah terdesak membutuhkan ayahnya. Kalau sejak awal aku memberitahu Bastian, mungkin saja keadaan akan berbeda tapi satu hal yang aku yakin kalau kita semua tidak bisa menghindari takdir Bastian dan Jeremi.”
“Kamu bukan Tuhan jadi bagaimana mungkin kamu tahu apa yang akan terjadi seandainya dirimu tidak terlalu egois untuk mendapatkan semua yang kamu inginkan.”
“Maafkan aku Chelsea. Maaf.”
__ADS_1
“Memaafkan itu mudah tapi melupakannya sulit, lagipula bukan aku yang seharusnya memaafkannu tapi Bastian yang lebih berhak. Kamu sudah membuat hidupnya bagai mimpi buruk karena merasa takut dan cemas akan masa depannya.”
“Mungkin karena Om Gama mengancam akan menghapusnya dari keluarga Anggara. Tapi saat itu Bastian menerima tantangan ayahnya dan bersedia keluar dari rumah tanpa membawa apapun.”
Chelsea terdiam, menghabiskan potongan terakhir sandwichnya dengan leher tercekat. Sedih mendengar cerita Sena karena Bastian sungguh-sungguh mencintainya.
“Kami sempat berpikir kalau Bastian berani melakukan semua itu karena wanita yang dicintainya berasal dari keluarga berada.”
“Tidak mungkin Bastian mengambil keputusan karena alasan picik seperti itu,” protes Chelsea dengan wajah kesal.
“Kamu mengaku sudah menjadi kekasihnya sejak lama bahkan kalian sempat hidup bersama seperti suami istri, tapi kamu tidak mengenal siapa Bastian sebenarnya.”
“Iya, aku hanya seorang wanita manja yang merasa tenang karena memiliki kekasih yang nyaris sempurna dan menyayangiku dengan tulus. Dan sekarang aku harus membayarnya karena telah menyia-nyiakannya.”
“Sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku pamit dulu karena masih harus kembali ke kantor.”
“Chelsea,” panggil Sena saat gadis di depannya sedang menghabiskan minumannya.
“Lusa aku akan berangkat ke Amerika dan kembali pada Mike. Sudah 3 bulan ini dia sakit dan memintaku untuk menemaninya.”
“Bukan urusanku, Sena. Semua itu tidak ada hubungannya dengan aku dan Bastian. Silakan saja kalau kamu mau pergi.”
“Terima kasih karena kamu sudah menyempatkan waktu untuk menemuiku hari ini. Maaf aku sudah mengacaukan hidupmu dan Bastian. Dia bahkan tidak ingin membuat aku terikat apapun dengan keluarganya hingga mengambil Jeremi dari sisiku. Bastian pasti tahu kalau aku akan dianggap sebagai menantu dalam keluarganya kalau Jeremi masih hidup.”
Chelsea hanya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
“Semoga penyesalanmu akan membuat hidupmu lebih baik, Sena.”
Sena memandang punggung gadis yang pernah dianggap sebagai saingannya dengan senyuman tipis.
Gadis yang membuat hari-harinya dipenuhi dengan perasaan marah, iri dan benci. Gadis yang luar biasa di mata Bastian dan membuat pria itu mengambil jalan yang tidak pernah diduga oleh Sena dan orangtua Bastian.
__ADS_1
Dan setelah bertemu langsung dengan Chelsea, Sena mengerti kenapa Bastian begitu mencintai Chelsea dan rela melakukan apapun demi mempertahankan cintanya.