Takdir Untukku

Takdir Untukku
Awal Hidup Bersamamu


__ADS_3

“Kamu yakin mau tidur pakai jubah mandi begitu ?” tanya Reno saat melihat istrinya duduk di pinggir ranjang masih memakai jubah mandi yang disiapkan hotel.


Pesta telah usai dan keduanya sudah selesai membersihkan diri di kamar presidential suite yang sengaja dipesan oleh Papa Robert untuk pengantin baru.


“Pakaian tidurku hilang, padahal aku yakin sudah memasukkannya ke dalam koper, tapi tidak ada. Aku sudah membongkarnya dan tetap tidak ketemu.”


Reno tertawa pelan, dan sudah bisa menduga siapa yang melakukannya dengan sengaja.


“Jadi kamu nggak pakai apapun di balik jubah mandi itu ?” ledek Reno sambil duduk di sebelah Chelsea.


“Pakai lah, masa aku cuma pakai pakaian dalam doang,” sahut Chelsea dengan sedikit ketus.


“Kalau begitu dibuka saja. Selimut ini cukup tebal dan bisa membuat kamu kepanasan kalau tidur dengan jubah mandi.”


Reno beranjak bangun dan mematikan lampu kamar hotel hingga tersisa lampu tidur yang menyisakan cahaya temaram di dalam ruangan.


“Sea,” Reno mengulurkan tangannya meminta Chelsea bangun dari tepi ranjang.


Terlihat wajah gadis itu merona dan malu-malu saat menuruti permintaan Reno.


“Aku mencintaimu dan ingin memulai kehidupan kita sebagai suami istri denganmu malam ini. Boleh ya ?”


Chelsea masih menunduk dan wajahnya terasa panas karena debaran jantungnya makin tidak beraturan.


“Apa beneran sakit banget ? Aku juga nggak tahu bagaimana melakukannya,” sahut Chelsea dengan suara pelan.


“Sama Sea, aku juga belum pernah melakukannya makanya Edo dan Tomi suka meledekku. Aku baru melihatnya di film tapi belum tahu bagaimana rasanya,” sahut Reno sambil tertawa pelan.


“Kamu mau belajar bersama aku, Sea ? Jadi yang pertama dan terakhir untukku ?”


Chelsea membalas tatapan Reno saat tangan pria itu mengangkat dagunya. Dengan semburat wajah malu-malu Chelsea mengangguk.


“Aku akan melakukannya pelan-pelan karena aku juga belajar. Semoga tidak mengecewakan kamu.”


Tangan Reno menarik tali pengikat jubah mandi Chelsea. Ia sendiri hanya memakai boxer dan kaos polos tipis. Matanya langsung terpesona saat melihat lingerie satin hitam yang membalut tubuh Chelsea.


“Cantik Sea dan terima kasih karena kamu menjaganya untukku.”


Reno pun mulai menempelkan bibirnya di bibir Chelsea yang masih terasa kaku dan telapak tangan Chelsea yang memeluk pinggangnya terasa dingin.


Perlahan keduanya mulai bisa mengimbangi permainan lawan hingga akhirnya semua berjalan dalam alunan cinta yang bergelora.


“Maaf Sea, semoga nggak sakit banget,” ujar Reno saat mendengar Chelsea mendesis seperti menahan sakit.


“Nggak apa-apa, semuanya memang harus dilewati,” sahut Chelsea sambil mengalungkan tangannya di leher Reno.


Reno tersenyum dan melanjutkan penyatuan cinta mereka yang telah melewati perjalanan panjang penuh prahara dan drama.


Tapi Reno dan Chelsea sadar kalau pernikahan ini bukanlah akhir cinta mereka dan gelombang serta badai sesekali pasti akan membuat bahtera rumah tangga keduanya bergejolak dan mungkin terombang-ambing di tengah lautan luas.

__ADS_1


“Terima kasih, Sea, semoga kita cepat diberi kepercayaan,” ujar Reno mengecup kening istrinya yang tampak kelelahan.


Selesai membersihkan diri, Reno melarang Chelsea memakai pakaiannya lagi dan membiarkan kulit mereka tetap bersentuhan di bawah selimut yang tebal.


Sepertinya Reno akan mengulang kembali setelah keduanya melepaskan lelah sejenak. Rasanya tidak culup hanya melakukannya sekali di hari pertama mereka resmi menjadi suami istri.


****


Sementara menjelang jam 1 pagi, wanita itu masih gelisah bergerak di atas tempar tidurnya. Pikiran dan perasaannya sedang dilanda dilema dengan ajakan Mike.


Tawaran itu menggoda tapi Tamara sadar kalau hubungan Reno dan Chelsea bukan lagi sekedar sepasang kekasih tapi suami istri. Apa mungkin Tamara masih ingin mendapatkan Reno apalagi dengan cara menghancurkan Chelsea ?


Hatinya gelisah hingga akhirnya ia bangun dari tempat tidur dan berjalan ke arah balkon, tidak lupa dibawanya juga satu bungkus rokok dan alat pemantik.


Ingatannya kembali pada hubungannya yang sempat dekat dengan Reno beberapa bulan yang lalu saat Chelsea menolak untuk kembali pada Reno.


Meski tahu dirinya sedang dimanfaatkan untuk membuat Chelsea cemburu, Tamara tidak kesal malah bahagia dan mencari cara agar Reno benar-benar jatuh cinta padanya dan menyingkirkan bayangan Chelsea untuk selamanya.


Tapi hanya 2 bulan merasakan indahnya perhatian Reno, Tamara justru bertambah sakit karena Reno tetap pada pilihannya, tidak bisa digoyahkan meski Tamara sudah berusaha menjadi seperti Chelsea.


“Maaf kalau aku tetap tidak bisa mengalihkan perasaanku padamu, Ara. Daripada aku malah menyakitimu, lebih baik kita kembali berteman seperti dulu lagi.”


“Tidak masalah bagiku untuk menunggu perasaanmu berubah, Reno. Aku akan sabar menanti, akan aku buat kamu mencintaiku dan hanya melihat diriku saja.”


“Sepertinya sulit karena kemanapun aku pergi, sudah takdirku harus bertemu dengan Chelsea kembali. Sepintar apapun aku menyembunyikan diri, selalu ada jalan yang membuat Chelsea menemukanku. Carilah laki-laki lain yang jauh lebih baik dariku, kamu pasti akan menemukannya selama hatimu terbuka untuk mereka. Jangan membuang waktu berhargamu dengan membiarkan perasaan cinta yang tidak bisa aku balas karena penantianmu malah akan menyakiti hatimu sendiri.”


“Ara, aku tahu bagaimana tidak nyamannya memiliki cinta yang tidak dibalas, jadi aku tidak ingin kamu juga merasakannya. Usia akan terus bertambah dan waktu tidak bisa dihentikan atau diulang kembali, jangan biarkan hidupmu penuh dengan penyesalan. Kamu sudah berusaha bertahun-tahun dan aku tahu kalau kamu tulus mencintaiku, tapi aku benar-benar minta maaf karena sedikitpun aku tidak bisa mengalihkan cintaku dari Chelsea.”


“Aku bisa mencintaimu daripada yang Chelsea berikan selama ini !”


“Aku tahu kalau cintamu tulus padaku, tapi rasa itu tidak bisa dipaksakan. Aku dan Chelsea pernah merasakannya dan sekarang kami berdua sadar kalau pada akhirnya cinta kami akan kembali memilih orang yang sama.”


Tamara menyesap rokoknya dalam-dalam sebelum mematikannya di atas asbak. Kepulan asap yang keluar dari mulutnya membuat langit di depannya seperti berkabut.


Tamara menghela nafas, hatinya masih bergumul di antara ucapan Reno dan tawaran Mike.


****


Pasangan pengantin baru yang memilih sarapan di restoran hotel tampak terkejut saat melihat keluarga mereka duduk satu meja di tempat yang sama.


Baik Reno atau Chelsea berpikir kalau orangtua dan kakak mereka memilih pulang ke rumah, tapi pagi ini mereka malah menemuinya di restoran dengan pakaian santai, menandakan kalau mereka juga menginap di hotel ini.


“Semalam kamu tidur sama manusia apa vampir ?” tanya Papi dengan tatapan tajam ke arah menanmenantunya.


“Kamu tuh selalu galak sama anakku, Gam, padahal anakku sudah menunjukkan tanggungjawabnya sebagai suami yang membahagiakan istrinya. Apa yang kamu lihat itu adalah bukti cinta anakku pada putrimu,” sahut Papa Robert sambil tertawa pelan.


Chelsea sendiri hanya diam dengan wajah merona karena menahan malu. Sebelum keluar kamar, ia sempat ngambek pada Reno dan menolak saat diajak sarapan di restoran hotel.


Selesai mandi, saat Chelsea berkaca ternyata di lehernya terdapat beberapa bercak kemerahan. Chelsea sudah berusaha menutupinya dengan alas bedak, tapi jejak yang Reno tinggalkan tidak bisa sepenuhnya ditutupi karena terlalu merah.

__ADS_1


“Bahagia darimana ? Chelsea pasti kesakitan dengan gigitan kayak vampir begitu,” ketus Agam.


“Chelsea sempat menjerit sih, Pi, tapi habis itu minta tambah lagi. Mana bisa aku menolak permintaan istri tercintaku ini.”


Papi Agam mencebik dan wajahnya masih saja jutek, siap mengajak perang menantu baruya.


“Reno iiihh…” Chelsea menyikut lengan Reno yang duduk di sebelahnya.


“Untung Mama nggak jadi pasang penyadap, bisa-bisa Papi mendadak jadi satpam di luar kamar takut Chelsea mendadak pingsan,” ledek Revan sambil terbahak.


“Minta tambah berapa kali, Sea ? Nggak sampai pingsan, kan ?” Carmila ikut menimpali diikuti tawa yang lainnya kecuali Papi Agam.


“Maunya dibuat pingsan sih, Kak, tapi baru sekali udah pules banget,” sahut Reno sambil senyum-senyum.


“Reno nyebelin deh !” Chelsea beranjak bangun dari kursi dan berjalan ke arah meja hidangan, mengambil salad dengan wajah ditekuk.


“Siap-siap nanti malam nggak dapat jatah,” ledek Revan yang ditanggapi dengan tawa Reno.


Papi Agam menyusul Chelsea dan langsung merangkul bahu putrinya sambil ikut memilih makanan.


“Yang sabar, Ren, Papi tuh memang sayang banget sama Chelsea, jadi siap-siap aja diteror karena belum bisa terima bocilnya udah nikah aja,” ujar Carmila sambil tertawa.


“Papi sayang juga sama kamu kok, Ren,” timpal Mami Nina.


”Iya tahu, Mi, Papi sayang sama aku cuma belum bisa move on dari cintanya sama Sea,” sahut Reno sambil terkekeh.


“Tuh lihat aja gayanya kayak sugar daddy,” cebik Carmila.


“Huss Mila, ngomong jangan asal apalagi kamu lagi hamil,” Mami langsung mengusap-usap perut Carmila yang mulai membuncit.


“Mami nggak cemburu ?” ledek Revan.


“Udah biasa,” sahut Mami santai. “Kamu tahu kan gimana bawelnya Chelsea dari kecil beda sama Mami dan Mila yang hanya ngomong seperlunya. Kalian pasti hafal gimana Sea nempelin Reno begitu juga dia perlakuin Papi-nya terutama kalau Papi lagi suntuk karena kerjaan.”


“Papa aja dibuat luluh kalau lagi ngamuk sama Revan atau Reno,” timpal Mama Siska.


“Nah itu dia, Chelsea bisa buat Papi yang suntuk jadi ketawa lagi dan ikutan bawel.”


“Padahal di masa mudanya Agam juga cenderung pendiam ya Nin ?” tanya Mama Siska yang diangguki Mami Nina.


“Reno aja luluh dan bucin berat sama Sea,” ledek Carmila.


“Siap-siap dikuliti sama mertuamu kalau berani bikin Chelsea kayak dulu lagi,” ledek Papa Robert.


“Bukan cuma mertuamu yang ngamuk, Mama juga akan ikut bantu kasih kamu pelajaran biar kapok !” tegas Mama Siska yang langsung disambut gelak tawa yang lainnya.


“Siap-siap jadi gajah buntung, Ren,” ledek Revan.


Reno hanya nyengir sambil mengusap-usap tengkuknya. Sepertinya jadi suami Chelsea penuh dengan tantangan karena banyak yang sayang dan menjaga istri tercintanya itu.

__ADS_1


__ADS_2