
“Begini nih anak muda jaman now, dikasih ijin tidur sekamar sekarang minta nambah ijin nggak mssuk kerja berduaan,” gerutu Agam saat masuk ke ruang rapat di kantor Robert.
“Kayak nggak pernah muda aja, sih,” ledek Robert sambil tertawa bahagia.
“Mereka pasti lagi senang-senangnya bisa bersatu setelah melewati banyak badai.”
“Sumber badainya tuh anak kamu, Bert. Kalau bukan karena Reno bisa membuat Sea tersenyum, nggak bakalan aku kasih Sea balik sama Reno.”
“Jangan gitu dong, impian kita untuk jadi besan kan akhirnya terwujud,” Robert menepuk-nepuk bahu sahabatnya.
“Itu mimpimu dan Siska bukan mimpi aku dan Nina,” omel Agam dengan wajah sebal.
Robert hanya tertawa dan duduk berdampingan dengan sahabatnya.
Reno memang pintar membuat Agam susah menolak permintaannya yang berhubungan dengan Chelsea, padahal hari ini Chelsea ada jadwal rapat penting dengan ivestor baru yang akan bekerja sama dengan perusahaan Robert dan Agam.
Semalam, Agam hampir saja membangunkan putrinya yang tertidur di kamar Reno. Meskipun Reno tidak akan pulang malam itu, tapi rasanya kurang pantas seorang anak gadis tidur di kamar pria.
Jam 11 malam, Siska menghubungi Nina dan memberitahu kalau ternyata Reno pulang ke Jakarta gara- gara mendengar kabar Chelsea menghilang selama 2 hari.
Selesai membersihkan diri, Reno pun datang menemui Agam dan Nina, minta ijin agar Chelsea dibiarkan tetap tidur di kamarnya dengan berbagai perjanjian. Nina sempat memastikan ucapan Reno dan ia memang melihat bantal yang ditiduri putrinya basah dan masih ada sisa-sisa air mata di wajah Chelsea.
Agam dan Nina tahu kalau menghilangnya Chelsea selama 2 hari karena masalah surat Bastian yang tidak sengaja ditemukan Nina di laci nakas.
Agam tahu kalau putrinya pergi ke Medan dan menyendiri di kawasan pantai. Tidak mungkin membiarkan putrinya pergi tanpa jejak, Agam mengutus orang untuk mengawasi Chelsea.
“Jadi kapan aku bisa datang melamar Sea untuk Reno ?” ledek Robert saat mereka duduk di restoran untuk makan siang.
”Kapan-kapan,” ketus Agam.
“Jangan galak-galak besan dan tidak perlu ditunda. Siapa tahu semalam keduanya tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkan cinta. Lebih baik cepat dipersatukan daripada mendadak Chelsea kasih selembar surat bertuliskan positif.”
“Awas kalau sampai itu terjadi ! Aku buat anakmu benar-benar jadi gajah tanpa belalai supaya tidak bisa menebar benih lagi.”
Robert kembali tergelak. Sejak dulu, sahabatnya memang melarang Chelsea jatuh cinta pada Reno karena sikap anak Robert itu membuat Agam geram.
Berkali-kali Agam melihat Chelsea menangis diam-diam karena Reno sangat galak padanya, dan terakhir menyakiti putrinya dengan membuat sandiwara perselingkuhan demi menjauhi putrinya.
“Gam, kamu hanya menunda bukannya tidak merestui Reno dengan Chelsea, kan ?” tanya Robert saat melihat Agam sempat terdiam, tidak menanggapi ucapannya.
Kali ini wajah dan suara Robert lebih serius, tidak ingin membuat suasana hati sahabatnya memburuk.
__ADS_1
“Mau jawaban jujur ?” Agam tersenyum tipis .”Kalau kamu ada di posisiku, apakah kamu bisa begitu saja merestui laki-laki yang pernah menyakiti putrimu berkali-kali dan meninggalkan luka begitu dalam ?”
Robert tersenyum tipis dan meneguk minumannya.
“Chelsea itu sudah aku anggap anak sendiri. Bagiku dan Siska, Chelsea adalah anak ketiga kami. Kamu tahu kan gimana Reno aku buat babak belur saat bermain drama sampai Chelsea memutuskan pertunangan. Kamu tahu berapa banyak ungkapan penyesalan yang Siska ucapkan pada Reno sampai membuat anakku frustasi ? Semalam pun aku wanti-wanti supaya Reno menjaga kehormatan Sea, jangan memanfaatkan kondisi Chelsea yang sedang sedih, Reno cerita, semalam Sea gelisah terus saat tidur dan jam 2 pagi dia terbangun sambil berteriak memanggil nama Reno. Rupanya kali ini Sea bermimpi kalau Reno yang meninggal.”
“Kenapa juga nasib kehidupan cinta anakku harus dirusak karena orang ketiga,” keluh Agam sambil meneguk minumannya.
“Chelsea gadis yang kuat, Gam, pantang menyerah. Sifsatnya mirip-mirip denganmu, sedikit keras kepala, gigih dan pantang menyerah. Aku benar-benar salut padanya dan bersyukur karena Sea yang akan menjadi pendamping Reno.”
“Aku belum bilang setuju dengan hubungan mereka berdua, Bert,” tegas Agam yang ditanggapi dengan tawa pelan Robert.
“Jangan terlalu lama berpikirnya,” ledek Robert sambil tertawa pelan. “Kalau sudah seperti Revan, kita sebagai orangtua tidak bisa bilang apa-apa.”
“Kalau sampai itu terjadi, aku yang akan menghajarnya hingga pindah ke kutub utara. Dan yang pasti akan aku buat gajahnya jadi gajah pesek.”
Robert tergelak mendengar umpatan sahabatnya. Dia yakin kalau Agam juga menyayangi Reno seperti anaknya sendiri, tapi sayangnya di 10 tahun pertama saat Chelsea mulai mengenal cinta, Reno menunjukkan sikap yang membuat orangtua Chelsea geram dan mengepalkan tangan siap memberi pria itu pukulan maut.
*****
Chelsea duduk di samping Nina saat makan malam usai. Hari ini acara dengsn Reno berakhir hingga jam 5 sore, itu pun karena Chelsea minta diantar pulang karena Agam mengirimkan pesan pada putrinya kalau Chelsea wajib makan malam di rumah.
“Kamu yakin akan balik lagi sama Reno ?” tanya Papi Agam dengan wajah serius.
“Papi nggak setuju ? Kalau Papi nggak kasih Sea jadian lagi sama Reno, seharusnya semalam paksa Sea bangun dan seret pulang.”
“Memangnya kamu ngapain sama Reno semalam ?”
“Tidur pelukan,” jawab Chelsea jujur dan santai membuat mata Papi membola sementara Mami menahan senyuman.
“Pelukan gimana ?” Nada penasaran Papi membuat kejahilan. Chelsea tergoda.
“Kayak Papi peluk Mami kalau bobo di atas ranjang. Kepala Chelsea diketekin Reno.”
“Terus habis pelukan kalian ngapain lagi ? Memangnya belalai si Rendang nggak meliuk-liuk ?”
“Belalai ?” Chelsea mengerutkan dahi. “Udah pasti nempel di wajah Sea dong, Pi. Namanya juga tidur pelukan. Mana ada pelukan jarak jauh.”
“Nempel di wajah kamu gimana ? Kamu udah diapain sama Reno ?” Papi Agam mulai emosi bahkan posisi duduknya sampai condong ke depan, menatap Chelsea dengan tajam.
“Dibilangin bobo pelukan, Papi,” sahut Chelsea gemas namun tidak ada rasa bersalah di matanya.
__ADS_1
“Reno bilang Sea mengigau terus, panggil-panggil nama Reno bahkan pas bangun Sea nangis dan jidatnya basah. Kaos Sea juga sedikit basah kayak habis olahraga. Terus Reno peluk Sea biar bisa bobo. Ya sambil bobo, belalai Reno nempel, nggak mungkin jauh-jauh.”
“Berani-beraninya si Rendang melanggar janji sama Papi dan Mami !” geram Papi Agam dengan wajah kesal.
“Reno janji apa sama Papi ?”
“Janji nggak ngapa-ngapain kamu ! Mana boleh belalainya nempel di wajah kamu ! Berani nantang Papi, belum tahu rasanya kalau sampai belalainya Papi buat rata !”
Chelsea mengerutkan dahi, menatap Papi yang sudah emosi dengan wajah bingung.
“Ya jangan dong, Pi ! Kalau belalai Reno diapa-apain gimana dia bisa nafas ? Papi mau suruh Sea kasih nafas bantuan tiap hari ?”
“Nafas ? Ini nggak ada hubungannya sama pernafasan !” sahut Papi dengan wajah kesal.
“Loh fungsi belalai pada gajah kan untuk pernafasan Papi, memangnya gajah punya berapa belalai ?”
Mami tertawa pelan dan mengusap kepala putrinya dengan penuh kasih sayang.
“Sea, sebentar lagi kamu 23 tahun, masa nggak ngerti belalai ?”geutu Papi dengan wajah ditekuk.
“Sebetulnya Papi mau membahas hubungan Sea sama Reno atau per-belalaian ? Kalau memang Papi nggak setuju lebih baik ngomong sekarang daripada nanti Sea patah hati karena udah terlanjur cinta mati sama Reno tapi sama Papi nggak boleh.”
Wajah Papi masih ditekuk dan tidak langsung menjawab pertanyaan putrinya yang bagaikan buah dimalakama. Kalau bilang tidak boleh, putrinya akan ngambek dan patah hati atau lebih buruk lagi pergi jauh-jauh dari rumah, kalau diberi ijin, rasanya terlalu mudah untuk memberi restu pada anak Robert yang kurang asem itu.
“Jadi gimana nih, Pi ?” tanya Mami sambil senyum-senyum.
“Ya udah boleh cinta lagi sama Reno, tapi nggak boleh kayak yang lalu, cinta mati sampai patah hati. Buat kali ini biar si Rendang aja yang bucin sama kamu.”
“Thankyouu Papi,” Chelsea langsung mendekati Agam dan memeluknya dari samping.
“Terima kasih karena Papi udah kasih kesempatan sama Reno untuk jadi bucin sama Sea.”
“Tapi beneran semalam kamu nggak diapa-apain sama Reno, kan ?” Papi menyipitkan matanya.
“Sejauh yang Sea ingat, Reno cuma peluk Sea pas bobo sampai akhirnya Sea bangun kesiangan.”
“Bagus lah kalau dia masih bisa jadi cowok yang bertanggungjawab.”
“Belalai Reno nggak akan diapa-apain sama Papi, kan ?”
Papi hanya melengos dan Mami tertawa pelan. Entah Chelsea benar-benar tidak paham atau pura-pura polos karena senang melihat Papi kesal.
__ADS_1