Takdir Untukku

Takdir Untukku
Penolong Misterius


__ADS_3

“Chelsea sayang !”


Reno langsung memeluk istrinya yang terlihat acak-acakan. Chelsea pun balas memeluk pria itu sambil menangis sesunggukan.


“Kamu nggak diapa-apain kan ?” tanya Reno merenggangkan pelukannya, menelisik setiap inci tubuh istrinya dan matanya langsung membola saat melihat bagian kaki Chelsea terluka.


“Aku mau muntah.”


Chelsea bergegas menepi ke arah rerumputan dan kembali muntah. Seluruh tubuhnya terasa lemas dan kepalanya kembali pusing hingga akhirnya ia jatuh pingsan dalam pelukan Reno.


”Kita ke rumah sakit sekarang !”


Dio pun bergegas ke mobil dan membuakakan pintu untuk Reno yang menggendong Chelsea.


Reno bernafas lega saat dokter UGD dan SPOG menyatakan Chelsea dan janinnya baik-baik saja hanya mengalami dehidrasi dan stress tinggi, hingga akhirnya Reno memutuskan Chelsea dirawat inap sampai kondisinya stabil.


Sekitar jam 10 malam, Chelsea yang sempat diberi obat tidur membuka matanya perlahan. Jantungnya berdebar kencang saat mendapati dirinya berada daam ruangan dengan cahaya remang-remang.


Ia terdiam sebentar, membiasakan diri dengan kondisi ruangan dalam posisinya yang terbaring. Saat melihat selang infus dan bau khas rumah sakit sudah tertangkap oleh akal sehatnya, perlahan Chelsea beranjak bangun dan bibirnya langsung tersenyum saat melihat Reno tertidur di sofa.


Chelsea pun mencoba turun dari ranjang karena hendak ke kamar kecil. Tubuhnya masih terasa kaku dan diliriknya kaki yang terasa perih, ternyata sudah diobati.


Meski Chelsea sudah berusaha bergerak sepelan mungkin, namun kondisinya yang belum stabil membuat tubuhnya belum seimbang hingga akhirnya membangunkan Reno.


“Sayang, kamu udah bangun ?”


Reno yang begitu bangun melihat istrinya sudah berdiri di samping ranjang, bergegas menghampiri.


“Aku mau ke toilet.”


“Aku gendong aja, dokter minta kamu banyak beristirahat dulu.”


Belum sempat Chelsea menjawab, Reno sudah melepaskan kantong infus dari tiang dan meminta Chelsea memegangnya sementara tubuh wanita itu langsung diangkat Reno dalam gendongannya.


”Bobo lagi, ya,” pinta Reno saat sudah membawa Chelsea kembali ke atas ranjang.


“Aku lapar.”


Reno tertawa pelan dan mengusap pipi istrinya lalu berjalan menuju meja sofa.


“Tadi Mami dan Mama sempat membawakan makanan untukmu, tapi karena kamu tidak bangun, aku minta makanan itu dibawa pulang dulu. Hanya ada roti dan susu. Atau mau aku pesan dari kafe yang ada di bawah ?”


“Nggak usah ! Jangan tinggalin aku. Roti dan susu aja udah cukup.”

__ADS_1


Reno mengangguk dan menyiapkan roti serta susu untuk Chelsea.


“Bayi kita ?” Chelsea memegang perutnya.


“Kondisinya baik hanya sempat dehidrasi. Dia kuat karena maminya pantang menyerah,” sahut Reno sambil tersenyum.


“Lalu Mike ?”


“Mike sudah ditangkap polisi karena ternyata dia terlibat dalam perdagangan manusia ilegal untuk tujuan prostitusi.”


“Pantas saja banyak perempuan saat aku sedang dibawa pergi lewat jalan lain.”


“Kita bahasnya besok saja, kamu makan dulu lalu bobo lagi. Kasihan baby kalau dipaksa malam ini, dia butuh istirahat juga.”


Chelsea mengangguk dan menuruti Reno. Pria itu langsung memberikan roti yang sudah dibuka bungkus plastiknya dan menyiapkan satu kotak kecil susu strawberry kesukaan Chelsea.


“Siapa yang memintamu datang menjemputku di tempat tadi ?” tanya Chelsea sambil mengunyah rotinya.


“Mereka adalah polisi yang menyusup ke dalam jaringan Mike dan teman-temannya sudah setahun belakangan ini. Besok kita tanyakan pada Dio langsung, ya.”


“Aku hanya ingin menanyakan kabar pria yang menolongku, lengannya tertembak, apa kondisinya baik-baik saja ?”


“Sea Sayang, hari ini aku hanya fokus pada kondisi kamu dan anak kita, masalah lainnya aku percayakan pada Dio, Papa dan Papi. Besok aku akan minta Dio datang untuk menceritakan perkembangannya sekaligus mendengar cerita darimu.”


Chelsea mengangguk sambil menghabiskan potongan roti terakhir yang sudah masuk ke mulutnya.


“Memangnya muat ?”


“Masih cukup,” Reno menaikturunkan alisnya sambil senyum-senyum.


Chelsea mengangguk lagi dan setelah minum susu lalu air putih yang diberikan Reno, ia pun kembali berbaring dan Reno menyusulnya lalu memeluk istrinya di atas ranjang yang sempit.


“I love you Sea,” ujar Reno sambil mencium kening istrinya.


“Love you too, Reno.”


Tidak lama keduanya sudah kembali terlelap karena rasa letih dan tegang dengan kondisi semalam yang harus mereka lewati.


****


Dengan alasan ingin membeli kopi di kafe yang ada di rumah sakit, Reno turun ke bawah. Sudah ada Mami dan Mama yang datang pagi-pagi membawakan banyak makanan kesukaan Chelsea.


”Jadi mereka bukan polisi ?” tanya Reno saat bertemu Papa, Papi dan Dio di kafe yang ada di seberang rumah sakit.

__ADS_1


“Bukan, mereka seperti kelompok independen yang membantu tugas polisi, dan sayangnya pihak kepolisian sama sekali tidak mau memberi informasi apapun soal mereka,” ujar Dio memberi penjelasan.


“Tolong jangan bilang pada Sea kalau mereka bukan polisi karena semalam Sea menkhawatirkan pria yang menolongnya keluar.”


“Kamu sudah tahu cerita detilnya ?” tanya Papi.


“Belum, Pi. Semalam Sea baru bangun sekitar jam 10 lebih dan kelihatan kalau emosinya belum stabil jadi aku belum menanyakan apapun padanya.”


“Menurut polisi jaringan Mike sudah lama diawasi karena berkaitan dengan prostisusi ilegsl. Keberadaan Sea di sana di luar rencana karena itu mata-mata polisi membantu mengeluarkan Sea sebelum penyergapan,” ujar Papa.


“Kalau begitu tolong bilang pada Sea kalau pria yang menolongnya adalah polisi yang menyamar dan tidak diijinkan untuk menemui Sea demi keamanan bersama.”


Papi dan Papa setuju sementara Dio hanya menuruti perintah Reno.


“Jadi masalah Mike akan dibawa ke jalur hukum ?” tanya Papi.


“Sepertinya Mike akan dideportasi karena masih tercatat sebagai warga negara Amerika, Om. Informasi yang saya dapat menyebutkan kalau kelompok Mike ini tidak hanya menyiapkan perempuan untuk pasar lokal tapi juga internasional. Jaringan mereka tidak hanya di Indonesia saja.”


“Semoga Mike bisa dipenjara cukup lama hingga tidak bisa mengganggu Sea lagi,” gumam Papi.


“Soal Tamara bagaimana, Yo ?” tanya Reno.


“Pak Ramadhan sudah melakukan interogasi di kantor polisi dan tidak ada bukti kalau Tamara terlibat dengan rencana penculikan Chelsea, jadi dia bebas,” sahut Papa Arman.


Reno melirik handphonenya yang bergetar dan terlihat nama Chelsea di layar.


”Sepertinya aku harus segera kembali ke atas,” Reno memperlihatkan layar handphonejya.


“Jangan jauh-jauh Chelsea dulu, Ren. Papi lihat Sea mengalami trauma yang cukup dalam jadi saat ini dia lebih membutuhkanmu daripada Hanum,” ujar Papi.


“Jangan khawatir soal pekerjaanmu dulu, Sea dan anak kalian lebih penting. Tadi pagi Papa dapat laporan kalau Karina sudah mulai bisa menangani masalah-masalah di Surabaya.”


“Papa dan Papi ikut naik ke atas ?” tanya Reno yang sudah beranjak dari kursinya.


“Naiklah dulu, ada beberapa pekerjaan yang mau Papa bahas dengan Dio,” sahut Papa Robert.


“Kalau begitu Papi aja yang ikut kamu,” Papi Agam pun beranjak dari kursinya.


“Jangan iseng dulu sama Reno, bisa-bisa kamu disuruh keluar dan dilarang membesuk, Sea,” ledek Papa Robert.


“Gencatan senjata dulu, Om,” timpal Dio sambil terkekeh.


“Gencatan senjata hanya berlaku kalau di depan Chelsea aja.”

__ADS_1


Dio tertawa dan Papa Robert geleng-geleng kepala melihat kelakuan besannya sementara Reno sedang berbincang dengan Chelsea di handphone.


Papi Agam hanya bisa menghela nafas saat berjalan di belakang Reno menuju kamar Chelsea karena putrinya seperti enggan menutup pembicaraan dengan Reno.


__ADS_2