Takdir Untukku

Takdir Untukku
Bersama Reno


__ADS_3

“Bagaimana kabarnya, Sea ? Masih muntah-muntah ?” sapa Dokter Wanda saat pasangan muda masuk ke ruang praktek dokter kandungan senior itu.


“Sudah nggak lagi, Dok, tapi lapar terus nih. Kalau diikuti bisa gawat, nanti Reno nggak mau gendong aku lagi.”


“Sea, aku udah bilang kalau doyan makannya kamu tuh karena ada debay. Nggak masalah berat badanmu nambah,” ujar Reno membelai kepala istrinya.


“Tuh Sea, dengar kata suami kamu. Selama nafsu makan kamu di atur dengan baik dan pilih yang bergizi, tidak masalah kalau berat badanmu naik. Justru malah bahaya kalau nggak ada kenaikan.”


”Lagipula kamu jadi makin seksi kok, Sayang. Bikin aku ikut nafsu juga, tapi bukan nafsu makan.”


“Reno iihh,” Chelsea melotot dengan wajah memerah menahan malu saat melihat dokter Wanda dan perawat yang membantunya tertawa.


“Nggak apa, Sea, sudah biasa kok. Kamu harus bersyukur kalau suami tambah nafsu segalanya sama kamu,” ledek dokter Wanda sambil memberi isyarat pada Chelsea untuk naik ke atas ranjang


“Jadi apa kabarnya bibit saya, Dok ?”


”Reno, udah mau punya anak kalau ngomong di filter kenapa sih,” gerutu Chelsea.


“Memang bibitnya dari aku, lahannya punya kamu.”


Chelsea menggerutu sementara dokter Wanda dan perawat kembali tertawa.


“Kalian tuh mirip dengan Cilla dan Arjuna. Kapan-kapan kalau ketemu, pasti seru,” ujar dokter Wanda.


”Boleh, Dok. Anak mereka cakep nggak ? Siapa tahu bisa jadi jodoh dari kecil, kayak kita berdua,” ujar Reno sambil tertawa pelan.


”Sepertinya mereka menikah juga karena dijodohkan dari masih kecil,” sahut dokter Wanda.


”Cucok lah, Dok.”


Chelsea geleng-geleng melihat kelakuan suaminya yang mendadak bawel dan sedikit kepo. Saat Dokter Wanda mulai menggerakkan transducer di perut Chelsea, Reno yang berdiri di dekat kaki Chelsea menatap ke layar dengan perasaan kagum.


“Belum ketahuan cewek atau cowoknya, Dok ?”


“Reno, jangan kepo. Kita sudah sepakat nggak akan cari tahu jenis kelamin baby,” omel Chelsea dengan bibir mengerucut.


“Ya kalau debay maunya kita tahu, nggak apa-apa juga dikasih bocoran, Sayang.”


“Sepertinya baby belum mau kasih tahu jenis kelaminnya,” ujar Dokter Wanda.


“Nggak usah dikasih tahu dulu, Dok. Mau cewek apa cowok nggak masalah.”


“Ikuti titah tuan putri, Dok,” ledek Reno sambil tertawa sementara Chesea langsung melotot.


Sekitar 10 menit kemudian keduanya sudah keluar dari ruang pemeriksaan. Wajah Reno tampak sumringah sambil menatap cetakan foto USG debay yang sudah memasuki usia 16 minggu.

__ADS_1


”Sepertinya anak kita akan tampan seperti aku,” ujar Reno sambil senyum-senyum.


“Yakin kalau anak kita cowok ?”


“Firasatku bilang begitu, biar Papi senang akhirnya ada anggota pria selain papi dalam keluarga kalian.”


“Aku bahagia mau dikasih cowok atau cewek, yang penting sehat.”


“Iya tinggal bikin lagi kalau mau nambah,” sahut Reno sambil terkekeh.


“Bikinnya gampang tapi hamilnya nggak semudah itu, Reno. Kalau aku ngidamnya macam-macam memangnya kamu akan tetap sabar seperti sekarang ?”


“Cintaku padamu akan membuatku sanggup melakukan apapun demi kebahagiaan istriku, belahan jiwaku.” Reno merangkul bahu istrinya sambil memberi kecupan di pelipis Chelsea.


“Gombal banget sih ! Hari ini kamu benar-benar beda dari biasanya.”


“Yang penting bisa bikin kamu tambah hepi dan cinta, kan ?” Reno melirik sambil senyum-senyum.


“Masih perlu jawabannya ?”Chelsea melirik Reno dengan mata agak menyipit.


“Setiap ada kesempatan aku akan selalu bilang i love you padamu dan setiap saat aku akan tambah bahagia kalau kamu mengucapkan aku cinta padamu, Reno.”


“Kamu beneran Reno, kan ?” Chelsea menjauh dari Reno dan menatap suaminya dengan mat menyipit, menelisik suamiya yang super ceria itu.


“Memangnya kamu ngarep aku jadi siapa ?”


Reno tertawa lalu merangkul bahu Chelsea kembali.


“Bukan salah makan pagi tapi perutku sudah minta diisi. Kamu mau makan apa, Sayang ?”


“Ayam goreng dan jus sirsak yang ada di dekat kantor kamu.”


“Kuy lah, Sayang. Apapun yang kamu inginkan.”


Chelsea memutar bola matanya, tingkah Reno benar-benar membuatnya geleng-geleng.


***


“Dari siapa, sih ?” tanya Chelsea yang sejak tadi terbangun dan menunggu Reno kembali setelah menerima panggilan di luar kamar.


“Karina.”


Chelsea melirik jam dinding yang tergantung di kamar. Sudah jam 11.35.


”Kenapa lagi ?”

__ADS_1


“Ada masalah lagi di Surabaya dan dia kayaknya nggak sanggup mengatasinya sendiri di sana jadi dia minta tolong supaya aku datang untuk membantunya sementara.”


“Memangnya di kantor Papa nggak ada yang bisa dikirim lagi ke sana untuk menggantikan Karina ? Mungkin lebih baik cowok dan sudah pengalaman. Seingatku Karina kan belum lama bekerja.”


“Besok aku coba bahas sama Papa, kalau memang bisa kirim Dio atau karyawan lainnya ke sana.”


“Terus tadi kenapa lama ?”


“Karina curhat sambil nangis, aku coba menenangkannya dan bilang akan segera mencari jalan keluarnya.”


“Sudah berapa lama dia di sana ?”


“5 minggu per besok. Udah kita tidur lagi, yuk. Bumil nggak boleh terlalu sering tidur malam.”


“Tadi kan tidurnya juga nggak malam, gara-gara handphone kamu bergetar terus aku jadi kebangun.”


“Iya sorry, sorry… Sini peluk sama aku biar tidurnya pules.”


“Pelukan gratis ?” tanya Chelsea dengan mata menyipit.


“Gratis, tapi kalau ada request jangan ditolak,” sahut Reno sambil terkekeh. Chelsea mencibir namun mendekati Reno juga dan tidur dalam pelukan suaminya.


***


Setelah 2 hari berdiskusi panjang dan mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah di Surabaya, tidak ada pilihan selain Reno yang harus datang langsung ke lokasi proyek.


Rencana awalnya, Dio ikut menemani tapi satu hari sebelumnya mendadak Dio sakit kepala dan demam akhirnya Reno harus berangkat sendirian.


“Aku aja yang menggantikan tiket Dio,” bujuk Chelsea yang sejsk tadi membuntuti Reno di kamar.


Dengan alasan perasaannya kurang enak ditinggal Reno, Chelsea bolak balik mengikuti Reno yang sedang mempersiapkan pakaian dan keperluan lainnya untuk dibawa ke Surabaya.


“Aku akan sibuk di sana jadi bakalan susah meluangkan waktu untuk nemenin kamu. MembAwa kamu ke lokasi proyek juga bukan solusi karena masih jauh dari kata hampri selesai Aku takut kamu kenapa-napa.”


“Jangan lama-lama di sana, kalau sudah bisa ditinggal, balik dulu ke Jakarta. Pas Dio sembuh gantian dia yang ke sana.”


“Iya, aku akan usahakan paling lama 2 hari di sana. Biar bagaimanapun, aku juga susah tidur tenang kalau jauh dari kamu


“Hais gombal banget, sih.” Chelsea mencibir.


“Beneran, sejak merasakan hangatnya pelukan kamu, rasanya susah kalau lama-lama jauh dari kamu.”


“Iya.. iya… aku juga sama, apalagi sejak hamil, pinginnya dekat kamu terus. Bawaan debay,” ujar Chelsea sambil tersenyum dsn mengusap perutnya.


“Kalau begitu, malam ini boleh tengok debay ya ? Kasihan kalau dia terlalu kangen karena jauh dari papinya 2 hari ke depan.”

__ADS_1


“Alasan aja,” Chelsea mencebik namun tidak menolak saat Reno menarik pinggangnya dan mulai mencium bibir Chelsea.


__ADS_2