Takdir Untukku

Takdir Untukku
Pertunangan Dio-Nia


__ADS_3

Waktu pun berlalu.


Karina akhirnya harus mendekam di penjara dengan beberapa perkara. Sabotase proyek di Surabaya menjadi yang utama ditambah Karina terbukti bersekongkol dengan Mike meskipun ia tidak tahu apapun soal organisasi yang dipimpin oleh pria itu.


Kasus pemberian obat perangsang tidak bisa menambah jeratan hukum karena tidak ada bukti kalau ia yang melakukannya. Rekaman CCTV tidak menangkap perbuatannya hanya terlihat saat keduanya masuk ke dalam kamar dalam keadaan sama-sama mabuk.


Usia kandungan Chelsea pun sudah masuk 36 minggu, tinggal menunggu hari kelahiran debay yang akhirnya diketahui berjenis kelamin perempuan.


Malam ini, Chelsea dan Reno membantu Dio yang akan memberikan kejutan untuk Nia. Pria itu akan melamarnya setelah mendapatkan restu dari kedua orangtua mereka.


“Tumben banget sih, Sea pakai acara jemput gue segala. Bumil nggak usah sampai repot begini deh.”


“Ini sebagai bentuk tanggungjawab suami gue yang tampan ini karena sudah menyuruh pacar elo kerja,” sahut Chelsea sambil menepuk bahu Reno yang duduk di kursi kemudi.


“Pujiannya kalau ada maunya doang, ya ?” sindir Reno.


“Udah dari kecil aku bilang kamu tampan, sayangnya kamu nggak pernah menanggapi malah kabur-kaburan,” cebik Chelsea. Reno tertawa dan mengusap kepala istrinya.


“Kan kamu tahu sejarahnya, mulut berkata tidak, hati bicara cinta.”


“Gombal ! Baby, kamu tutup telinga kalau papi lagi gombal, jangan sampai kamu dibuat melayang,” ujar Chelsea sambil mengusap perutnya.


Seperti mengerti dengan ucapan maminya, bayi yang ada di dalam perutnya bergerak membuat Reno tertawa bahagia melihatnya. Tangan Reno pun terulur untuk mengusap perut buncit istrinya.


“Baby memang selalu mengerti papi. Mami kamu sepertinya cemburu karena bakal ada saingan, nggak jadi yang paling cantik lagi di rumah.”


“Reno asal deh !” protes Chelsea sambil memukul bahu suaminya


“Eheemmm,” Nia berdehem dari kursi penumpang belakang.


“Saya paham betul kebahagiaan Tuan dan Nyonya Reno, tapi harap diingat kalau masih ada orang lain yang duduk di belakang. Kemesraan Tuan dan Nyonya membuat hati saya yang masih belum menikah ini meronta-ronta.”


Chelsea dan Reno tertawa, ekspresi wajah Nia terlihat kesal bercampur memelas.


“Makanya kalau Dio melamar jangan ditolak lagi. Sekarang atau tahun depan sama aja, selama Dio masih kasih kesempatan buat lo cari uang.”


“Iya, kalau kayak kalian langsung tekdung gimana ? Memangnya elo masih mau mempekerjakan gue sebagai asisten ?”


”Ya ampun Nia, jangan menjadikan gue sebagai alasan deh ! Tentu aja gue nggak bakal PHK elo, malah rencananya gue mau nambah teman buat elo. Kalau elo langsung tekdung setelah menikah, udah ada orang yang paham pekerjaan elo.”


“Tapi gue udah terlanjur bilang Dio suruh ngulang lamarannya 2 tahun lagi.”

__ADS_1


“Semoga aja Dio nggak pindah ke lain hati karena kelamaan menunggu kamu,” ledek Reno sambil tertawa.


“Doain yang bagus napa sih, Pak Reno ?” wajah Nia langsung cemberut bercampur cemas.


Tidak lama mobil Reno masuk ke area parkiran sebuah restoran yang cukup ternama di Jakarta.


“Btw, acara makan malam ini dalam rangka apa ? Kenapa kita kudu rapi kayak gini ?” bisik Nia saat mereka mulai masuk ke dalam restoran.


“Tanya noh sama laki gue,” sahut Chelsea sambil menunjuk dengan gerakan dagu ke arah Reno yang berjalan di depan mereka.


Sampai di depan ruang VIP, Reno urung membuka pintu karena Chelsea menahan lengannya.


“Sayang, aku pingin pipis, boleh temenin dulu ? Elo masuk duluan aja Ni.”


Reno mengangguk dan menggandeng jemari Chelsea namun Nia hanya berdiri di depan pintu.


“Masuk duluan, Ni.”


“Memangnya gue kenal tamu-tamu yang di dalam ?” Chelsea hanya mengangguk.


Meski sedikit ragu, Nia pun membuka pintu ruangan dan matanya menyipit karena cahaya ruangan sedikit temaram. Reno dan Chelsea yang pura-pura mau ke kamar kecil pun berdiri tidak jauh dari Nia.


“Surprise !”


Reno dan Chelsea pun bergabung, menyanyikan lagu untuk Nia dan ikut menyaksikan kebahagiaan sahabat Chelsea itu.


Kejutan selanjutnya benar-benar membuat Nia tidak percaya dan terharu. Dio melamarnya, bukan hanya di hadapan para sahabat mereka tapi kedua orangtua Dio dan Nia ternyata hadir juga malam itu.


“Terima dong, Ni, nanti nyesel kalau minta Dio nunggu 2 tahun lagi,” ledek Chelsea saat Nia masih terpaku karena teharu.


”Awas kaki Dio mendadak encok, Nia,” timpal Reno sambil merangkul bahu Chelsea dan tanpa malu-malu mencium pelipis istrinya.


“Aku mau,” malu-malu Nia mengulurkan jemari kirinya.


Dio langsung menarik nafas lega dan wajahnya terlihat sumringah sementara yang lainnya bertepuk tangan dan memberi selamat pada Dio yang akhirnya berhasil meminang Nia.


“Sayang, aku beneran mau pipis sekarang. Aku ke toilet dulu,” bisik Chelsea di tengah suasana bahagia yang sedikit gaduh.


“Aku temani, ya ?”


“Nggak usah, aku bisa sendiri. Tolong pesankan saja menu cumi cabai garam untukku, mendadak kepingin.”

__ADS_1


Reno mengangguk dan membiarksn Chelsea meninggalkan ruangan sendirian. Hanum sudah tidak lagi menemani Chelsea sebagai pengawal pribadi namun tetap dipekerjskan di perusahaan.


Chelsea yang sudah selesai dengan urusan toilet menyusuri lorong menuju area restoran dan seorang pria yang mendadak keluar dari toilet pria membuat Chelsea menabraknya.


“Maaf,” tanpa menunggu Chelsea mendongak, pria itu sudah bergegas meninggalkan Chelsea yang menggerutu sambil mengusap pelipisnya.


Ia mengomel sendiri sambil melanjutkan langkahnya dan saat sudah kembali ke area meja-meja pengunjung, matanya memicing, menangkap sosok pria yang dikenalnya.


“Mr Black,” desis Chelsea yang langsung bergegas ingin menghampiri pria yang baru saja keluar dari salah satu ruangan VIP


Perut Chelsea yang sudah besar itu memperlambat langkahnya hingga akhirnya ia memanggil pria yang tidak ia ketahui namanya.


“Mr, Black !”


Orang itu bergeming, mungkin karena merasa bukan namanya yang dipanggil, malah ia langsung bergegas menuju pintu keluar.


“Hais, cepat banget sih jalannya,” gerutu Chelsea saat mencapai pintu masuk restoran dan orang itu sudah menghilang di dalam mobil yang melaju meninggalkan area parkiran.


Chelsea menghela nafas. Matanya tidak mungkin salah lihat. Pria berpakaian serba hitam itu adalah orang yang sama dengan yang membantunya kabur saat disekap oleh Mike. Sudah lama Chelsea ingin bertemu lagi, berkenalan sekaligus mengucapkan terima kasih atas bantuannya, tapi sayang pria itu tidak mendengar panggilannya atau sengaja menghindarinya.


“Kamu kok ada di sini ? Katanya mau ke toilet ?” Reno yang mencari-cari istrinya yang lama tidak kembali dari toilet menarik nafas lega saat melihat Chlesea baik-baik saja sedang berdiri di depan pintu restoran.


“Aku tadi melihat Mr. Black dan mencoba menghampirinya, tapi sayang dia tidak mendengar panggilanku.”


“Mr, Black ?” Reno menautkan alisnya.


Chelsea mengangguk dan menceritakan siapa sosok Mr. Black yang dimaksudnya.


”Sabar aja, Om Ramadhan masih berusaha mencari tahu siapa mereka. Sepertinya mereka satu kelompok dengan orang-orang yang membantumu di hotel. Jangan terlalu banyak pikiran, fokus pada kelahiranmu dulu, ya ?” Reno kembali mengusap perut Chlesea sambil tersenyum.


Chelsea mengangguk dan ikut tersenyum. Ia pun sempat merebahkan kepalanya sekilas di dada Reno lalu mengikuti suaminya itu untuk kembali ke ruangan pesta Nia dan Dio


Sementara di dalam mobil hitam yang baru saja masuk jalan tol dalam kota, pria yang dipanggil Mr, Black itu menarik nafas lega karena bisa menghindari Chelsea, begitu juga dengan boss-nya yang tadi sempat bertabrakan dengan wanita itu di depan pintu toilet pria.


“Lain kali pastikan Chelsea tidak berada satu atap dengan kita !” tegas si boss dengan suara beratnya.


“Saya juga tidak tahu kalau Nona Chelsea sedang ada acara di sana. Sudah saya pastikan kalau tidak ada nama Nona Chlesea, Tuan Reno atau siapapun yang memesan tempat di sana.”


“Ya sudah, lain kali lebih hati-hati lagi. Dan kamu Fajar, ada baiknya kamu mengenakan masker atau kacamata hitam saat berada di luar. Mata Chlesea itu bagaikan elang, dia bisa mengenali seseorang dari belakang hanya dari gerakan tubuhnya saja.”


“Baik Boss dan maaf soal kejadiah tadi. Saya akan berusaha untuk tidak mengulangnya lagi.”

__ADS_1


“Hmmmm”


__ADS_2