
Sejak pertemuan Chelsea dengan Mike di kafe saat makan siang itu, Reno memutuskan untuk menempatkan pengawal wanita untuk istrinya. Kedua orangtua mereka setuju karena khawatir dengan keselamatan Chelsea yang sedang hamil cucu mereka.
Chelsea tidak bisa membantah karena pilihannya jadi tahanan rumah atau tetap beraktivitas seperti biasa ditemani seorang bodyguard. Membayangkan betapa jenuhnya menghabiskan waktu hanya di rumah, akhirnya Chelsea pasrah menerima keputusan suaminya.
“Kenapa lagi ?” tanya Dio saat Reno menutup panggilannya sebelum masuk ke dalam mobil.
Sudah 2 hari ini Reno dan Dio berada di Surabaya untuk mengatur masalah proyek yang sempat tersendat karena masalah korupsi. Rencananya Karina akan ditempatkan di sana sebagai Project Manager supaya Reno tidak perlu sering-sering bolak balik Jakarta-Surabaya. Untuk itulah kali ini, wanita yang baru saja diangkat menjadi pegawai tetap itu diajak serta ke Surabaya untuk melihat langsung kondisi pembangunan di kota itu.
“Biasa, Papi belum bisa nahan diri untuk mengisengi Sea soal gue. Hanum laporan kalau pagi ini bukan sekedar ngambek sama Papi tapi Sea juga mogok sarapan di rumah dan ngotot ingin bawa mobil sendiri ke kantor. Gue langsung telepon Sea dan mengijinkannya pergi nggak bareng sama Papi tapi harus Hanum yang setir mobilnya.”
“Masih belum kapok juga mertua elo bikin anaknya senewen ? Udah tahu bumil masih moody banget,” ujar Dio sambil tertawa.
“Memang Papi sukanya begitu kalau menyangkut gue, kelakuannya udah kayak pacar cemburu gara-gara ditinggal nikah sama kekasihnya,” sahut Reno sambil tertawa.
“Pak Reno cinta banget ya sama Ibu sampai dikasih pengawal pribadi segala,” celetuk Karina yang duduk di bangku belakang.
“Bucin akut, Rin,” Dio yang menyahut sambil tertawa.
“Jodoh dari kecil, Karin. Susah berpaling karena Chelsea tuh udah nempel dari masih unyu-unyu sampai abege,” sahut Reno dengan rona wajah bahagia sambil membayangkan wajah Chelsea.
“Wuih ceritanya cnta sejati sampai dibawa mati, nih,” ledek Karina sambil tertawa pelan.
“Aku hidup kamu aja yang mati. Tinggal cari pengganti,” ledek Dio sambil tergelak.
“Terus kenapa sekarang harus pakai bodyguard segala, Pak ? Takut direbut sama cowok lain ? Memang sih banyak orang bilang kalau sekarang ini istri orang lebih menggoda daripada perawan.”
“Masalahnya susah cari perawan di jaman sekarang, Rin,” lagi-lagi Dio yang menyahut di sela tawanya.
__ADS_1
“Bukan karena takut direbut sama berondong tapi memang ada cowok gila yang berusaha mendekati istri saya sampai bikin Sea agak ngeri-ngeri sedap.”
“Perlu waspada kalau begitu, Pak. Apalagi Bu Chelsea semakin terlihat cantik sejak hamil.”
“Jangan dipuji terus, Rin, soalnya bukan Chelsea yang senang dipuji tapi suaminya makin besar kepala karena berhasil menaklukan cintanya.”
“Bukan menaklukan tapi memang Sea sudah ditakdirkan untukku,” sahut Reno sambil tersemyum sumringah.
Tidak lama, mobil yang dikemudikan Dio sudah sampai di lokasi proyek yang hanya berjarak 10 menit dari hotel yang mereka tempati selama di Surabaya.
Sementara di Jakarta, Chelsea yang ngambek akhirnya bisa normal kembali setelah perutnya terisi, tapi hatinya yang rindu ingin selalu dekat dengan Reno belum bisa terobati, padahal sebelum sarapan Reno sudah menghubunginya dan banyak berbicara hingga membuat hati Chelsea tenang kembali setelah dibuat kesal oleh Papi pagi ini.
“Kenapa lagi, Sea ?” tanya Nia saat masuk ke dalam ruangan bossnya itu untuk membacakan jadwal hari ini. Dilihatnya wajah Chelsea kembali sendu meski tidak uring-uringan.
“Tadi pagi Reno udah telepon, kok, kasih kabar dan ngobrol sebentar. Tapi sekarang rasanya tambah berat kalau jauh-jauh dari dia. Malu-maluin aja, ya ? Kenapa gue balik jadi kayak dulu lagi, maunya nempel terus sama Reno.”
“Mungkin bawaan debay juga, Sea. Elo kan lagi hamil, anak pertama pula, pasti bawaanya pingin disayang-sayang suami terus.”
Chelsea mengangguk-angguk dan menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirnya memulai rutinitasnya pagi ini supaya pikirannya tidak terlalu fokus pada Reno.
*****
Kalau Chelsea sedang dilanda rindu pada Reno, Tamara justru sedang diliputi kegelisahan di kantornya. Sudah 10 menit yang lalu morning briefing berakhir, namun Tamara masih betah duduk di dalam ruang rapat sendirian.
__ADS_1
Kemarin sore ia kembali bertemu dengan Mike di salah satu kafe. Sepertinya pria yang baru dikenalnya di pesta pernikahan Chelsea dan Reno itu serius dengan rencananya, ingin memberi pelajaran untuk pasangan pengantin baru itu demi membalaskan sakit hati Sena, mantan istri Mike.
Kalau Tamara memikirkan semuanya dengan kepala jernih, untuk apa juga Mike sibuk mengurus mantan istri yang sudah diabaikannya hampir 5 tahun lagipula apa yang terjadi pada anak tirinya bukanlah kesalahan Chelsea. Pelajaran yang akan Mile lakukan hanya memuaskan Sena, tidak akan menghidupkan kembali Jeremi dan Bastian.
Sedangkan dari sisi Tamara, masalah keputusan Reno untuk mengakhiri percobaan pacaran dengannya setelah 2 bulan, bukan sepenuhnya kesalahan Reno
Saat itu Tamara yang melihat Reno dilanda patah hati karena Chelsea memilih Bastian berpikiran kalau kondisi Reno merupakan kesempatan emas baginya untuk masuk ke dalam hati Reno.
Setelah berhasil mengumpulkan kebetanian, akhirnya Tamara mencoba hadir seperti pahlawan untuk pria itu dan tanpa berpikir panjang, ia menawarkan untuk menjadi kekasih sementara Reno demi membuat Chelsea cemburu.
Reno yang sedang kehilangan nalar menerima tawaran itu demi tujuan membuat Chelsea goyah dengan pilihannya. Sayangnya selain Chelsea tidak terpengaruh, perasaan Reno malah semakin kacau dan akhirnya pria itu memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Tamara yang baru berjalan 2 bulan.
“Sebetulnya apa kelebihan Chelsea yang membuat kamu susah membuka hati untuk wanita lain ? Selain lebih muda darimu sepertinya fisik dan sifat Chelsea sama saja seperti wanita kebanyakan. Kenapa kamu tidak mau mencoba menjalani hubungan ini lebih lama lagi ?” ujar Tamara saat Reno memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
“Ara, kamu memang tidak kalah bila dibandingan dengan Chelsea. Kamu adalah wanita yang cantik, pintar, menyenangkan dan punya karir yang bagus. Tapi cinta itu soal hati, tidak bisa dihubungkan dengan benar salah atau baik buruk apalagi lebih kurang. Cinta itu tidak bisa untuk coba-coba karena rasa itu datang dan pergi di luar kendali manusia karena suka atau tidak cinta itu berhubungan dengan takdir manusia, ada campur tangan di luar kehendak manusia.”
“Setidaknya tidak perlu secepat ini kamu menyerah, Reno. Aku tidak masalah jika pada akhirnya hatimu tetap memlih Chelsea, tapi ibarat orang masuk kerja masa percobaan aja dibuat 3 bulan karena kalau 2 bulan hasil usaha seseorang belum kelihatan.”
Reno tertawa mendengar ucapan Tamara namun hatinya tidak tergoyahkan untuk mengakhiri hubungannya dengan gadis itu.
“Aku tidak ingin semakin menyakiti hatimu, Ara. Karena aku yakin kalau semakin lama kita pacaran dan aku tetap tidak bisa menyukaimu, maka hatimu akan lebih sakit karena secara tidak sadar kamu semakin berharap hatiku bisa berubah.”
Butuh waktu untuk mengakui kalau ucapan Reno itu memang benar. Membiarkan mereka mempertahankan status pacaran membuat Tamara akan semakin berharap kalau suatu saat Reno akan berpaling kepadanya dan kalau sampai itu tidak terjadi, hati Tamara akan sakit hingga susah diobati.
Tamara menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Sekarang yang membuatnya gelisah bukan lagi karena tawaran Mike semakin menggoda. Tamara justru gelisah saat Mike menyampaikan beberapa rencana yang akan segera dieksekusi. Firasat Tamara mengatakan kalau ujung-ujungnya rencana Mike itu bisa berakhir sebagai pelanggaran hukum dan berurusan dengan pihak berwajib.
Tamara tidak bisa berdusta kalau cintanya pada Reno belum bisa sepenuhnya hilang tapi ia juga tidak ingin membuat Reno atau Chelsea sampai celaka. Masalahnya kalau ia mundur, orang seperti Mike pasti sudah menyiapkan penggantinya dan akhirnya Tamara tidak bisa membantu Reno untuk menghindari rencana busuk Mike.
__ADS_1
Tamara merapikan laptopnya sambil menghela nafas berkali-kali. Sepertinya satu-satunya jalan keluar terbaik adalah minta maaf lalu bicara jujur pada Reno soal Mike.