
“Adikku ternyata bisa jadi perempuan yang keren banget,” puji Carmila dari arah dalam rumah.
Setelah Papa Robert, Mama Siska dan Reno pulang, Chelsea memilih duduk menyendiri di teras belakang.
“Baru tahu kalau punya adik keren ?” sahut Chelsea sambil terkekeh.
Carmila mengacak rambut adiknya dengan wajah gemas.
“Jadi ceritanya Revan tertangkap basah lagi selingkuh ?” tanya Carmila sambil duduk di sebelah Chelsea.
“Bukan sekedar selingkuh, tapi Sea seperti mengalami de javu dengan peristiwa 4.5 tahun yang lalu,” lriih Chelsea dengan tawa miris.
“Jadi maksudnya kamu melihat Revan tidur dengan perempuan lain ?” suara Carmila yang memekik itu membuat Chelsea buru-buru menutup mulut kakaknya dengan telapak tangannya.
“Jangan keras-keras, Sea nggak ceritain yang sebenarnya sama Papi Mami,” ujar Chelsea dengan wajah khawatir.
Chelsea sempat menoleh ke arah dalam rumah dan berharap tidak ada yang mendengarnya. Papi dan Mami memang masuk ke kamar setelah tamu mereka pulang.
“Kenapa nggak cerita yang sebenarnya sama Papi dan Mami ?” tanya Carmila dengan wajah berkerut. “Cowok model begitu nggak usah dikasihani.”
“Bukan kasihan, Kak, Sea maunya Kak Revan yang bicara jujur sama Papa dan Mama. Kakak lihat sendiri tadi kan, gimana Papa begitu belain Kak Revan banget sampai omongan Sea aja diragukan.”
“Gimana certitanya ? Bagi-bagi dong sama Kakak.”
“Ternyata Kakak kepo juga, ya !” ledek Chelsea sambil tertawa dan Carmila mengangguk-angguk membuat Chelsea tambah tertawa.
“Tapi janji ya, keponya jangan kebanyakan. Sea nggak mau Papi dan Mami tahu duluan, bisa-bisa beneran kita langsung diangkut pindah rumah.”
“Takut kalau pindah nggak bisa ketemu Reno lagi, ya ? Nggak bisa lihat-lihatan lewat jendela kamar,” gantian Carmila meledek adiknya yang mencibir.
Akhirnya dengan lancar Chelsea menceritakan semua kejadian 2 hari yang lalu, mulai dari ajakan Reno ke apartemen, kejadian di dalam apartemen sampai cerita Reno soal alasan kenapa Revan memaksa menikahi Chelsea cepat- cepat.
“Dasar buaya gila,” dengus Carmila kesal.. “Bukannya berusaha merubah diri jadi pria baik-baik setelah dikasih calon istri yang imut dan menggemaskan ini, malah tambah gila. Udah punya anak masih ngaku perjaka.”
“Kakak itu menghibur atau meledek, Sea sih ?” gerutu Chelsea dengan bibir mengerucut.
__ADS_1
“Marah sama Revan lah ! Bisa-bisanya melamar kamu tapi dia sudah punya istri dan anak.”
“Mereka belum nikah resmi, makanya kalau dicek di catatan sipil, status Kak Revan masih single.”
“Terus kamu percaya gitu aja kalau Revan bakalan ngomong jujur sama orangtuanya ?”
“Mana mungkin percaya sama cowok yang gila begitu. Dia mau jujur atau nggak sama Papa dan Mama, itu urusannya sebagai anak. Sea menyimpan bukti untuk berjaga-jaga kalau Kak Revan malah balik menjadikan hubungan Sea dengan Reno sebagai alasan dia menerima putusnya pertunangan kami. Rasanya kecewa juga melihat sikap Papa yang meragukan Sea, padahal Papa pasti sudah hafal dengan sifat Sea.”
“Jadi cerritanya mau CLBK sama Reno ?” Carmila menaikturunkan alisnya sambil senyum-senyum.
“Sepertinya Sea harus tutup buku untuk berhubungan dengan anak Papa dan Mama. Dua-duanya meninggalkan jejak ingatan yang sama : tukang selingkuh,” gerutu Chesea.
Carmila tertawa mendengar ucapan dan meihat ekspresi wajah adiknya.
“Yakin bisa melepaskan Reno sepenuhnya ? Kakak aja bisa meihat kalau kalian berdua tuh saling cinta.”
“Memangnya kelihatan kalau Reno beneran suka sama Sea Kak ? Reno sih sudah berulang kali minta maaf dan bilang kalau sebenarnya dia cinta sama Sea, tapi rasanya masih susah dipercaya.”
”Siap-siap aja menghadapi Papi yang kemungkinan bakal melarang kamu punya hubungan dengan anak Om Robert. Masih ingat kan ultimatum Papi tadi ? Kalau aku jadi Om Robert malu banget digituin sama mantan calon besan, apalagi sampai 2 kali gagal mempesunting kamu gara-gara anakny yang brengsek.”
“Jangan terlalu sedih berlarut-larut, Sea, kamu masih mida dan jalanmu masih panjang. Siapa tahu setelah ini akan datang cowok yang lebih baik dari Reno atau Revan. Kakak aja yang hampir kepala 3 masih belum punya pacar nih.”
Carmila merangkul bahu adiknya sambil tertawa. Chelsea pun rmerebahkan kepalanya di bahu kakak tersayangnya.
“Kalau soal itu karena Kakak sendiri yang memang ogah direpotin kalau punya pacar, takut karir terhambat,” cibir Chelsea.
“Soalnya aku udah pikirkan mau minta pelangkah apa kalau sampai kamu menikah duluan,” ledek Carmila.
“Mulai deh jadi kakak matere.” Carmila tertawa mendengar gerutuan adiknya.
****
Masih di apartemennya, Revan berdiri di balkon sambil menghisap rokok entah sudah yang keberapa batang.
“Masih memikirkan masalah gadis manja itu ?” tanya Dita sambil memeluk Revan dari belakang.
__ADS_1
Revan menoleh sekilas ke belakang dan kembali menghisap rokoknya sambil melihat pemandangan jajaran bangunan rumah dan ruko yang terhampar di depannya.
“Jangan bilang kamu mulai mencintai perempuan itu dan menyesal sudah membuatnya memutuskanmu,” ujar Dita dengan nada kesal.
Dita terkejut saat Revan menghentakkan pelukannya dengan kasar lalu mematikan rokoknya. Posisi mereka sudah berhadapan dan tatapan Revan terasa menusuk, membuat Dita jadi salah tingkah.
“Peduli apa kamu soal cinta ? Bukannya selama ini yang penting bagimu hanya uang ? Dan kamu tahu kan kenapa sampai aku nekat mendekati Sea bahkan mau menikah dengannya ? Kamu lupa kalau kamulah sumber keruwetan hidupku ?”
Revan bicara dengan penuh penekanan dan tangannya mengcengkram dagu Dita yang meringis.
“Papa sudah memberi kabar kalau Chesea dan keluarganya sudah secara resmi menyampaikan batalnya pertunangan kami dan kamu kira Papa tidak akan marah padaku ?” Revan menyeringai dan mendekatkan wajahnya pada Dita dengan tatapan yang menyeramkan.
“Lalu…la….lu kenapa kamu sekarang melampiaskan kekesalanmu padaku ? Kita sama-sama nggak tahu kalau perempuan itu akan datang kemari. Bukannya kamu bisa melaporkan pada polisi karena dia sudah berani masuk ke tempat orang lain tanpa ijin ?”
“Dasar perempuan bodoh !” bentak Revan sambil menghentakkan tangannya dengan kasar membuat Dita sedikit terhuyung ke belakang.
”Kamu pikir semudah itu melaporkannya pada polisi ? Kamu tidak memikirkan kalau Chelsea akan melaporkan apa yang dia dilihat sebagai pembelaannya ? Lagipula bukankah kamu sendiri yang memberikan secara sukarela kunci akses apartemen ini pada orangnya Reno ?”
“Mana aku tahu kalau orang itu adalah suruhan adikmu,” tukas Dita dengan wajah kesal karena disalahkan oleh Revan.
“Kalau saja kamu bisa meredam sifat sok kaya-mu itu, tawaran yang menggiurkan tidak akan mudah membuatmu terbujuk. Kamu pikir murah mendekor ulang apartemen ? Kamu lupa kalau aku ini seorang design interior, jadi untuk apa memakai tenaga orang lain ?”
“Wajar saja kalau aku atau Radit lupa padamu,” ketus Dita. “Kalau sedang tidak butuh pelampiasan mana mungkin kamu datang menemui aku. Kamu terlalu sibuk mendekati perempuan yang bisa menjadi mesin ATM-mu bahkan kalau sudah berhasil aku yakin kamu akan menendang kami jauh-jauh.”
“Cukup !” Emosi Revan naik kembali dan dengan tatapan tajam ia kembali mencengkram dagu Dita yang kali ini balas menatapnya dengan tajam.
“Berkacalah baik-baik di depan cermin,” ujar Revan sambil tersenyum sinis. “Kamu lupa pada dirimu sendiri yang menjebakku karena merasa aku bisa menjadi pria ATM-mu ? Dan sekarang kamu berlagak seperti wanita terhormat yang menjadi korban kegilaanku ? Jangan bermmpi bisa menjadi wanita baik-baik yang dihormati karena kekayaanmu. Sekali pe**cur sampai kapanpun kamu tetap pe**cur di mataku !”
“Revan, kamu….”
Dita sudah mengangkat tangannya hendak menampar Revan namun dengan sigap pria itu menahannya.
“Jangan berani bersikap kurang ajar padaku dan menjadikan Radit ancaman dalam hidupku. Kamu pikir aku tidak bisa memutarbalikan fakta dan membuatmu sengsara ? Kamu pikir aku tidak punya bukti untuk menghancurkanmu juga ?” sinis Revan.
Dihentakannya tangan Dita dengan dasar dan sedikit mendorong wanita itu.
__ADS_1
Dengan penuh emosi, Revan kembali ke dalam apartemen untuk menyegarkan tubuh dan pulang ke rumah karena Papa Robert memanggilnya.