
"Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kamu Cherry" Guman Dewa
Dewa masuk ke dalam mobilnya. Dia mulai menyadap komputer sekolah dan juga cctv yang ada di sekolah. Cukup lama dia mencari beradaan anak buah pemilik club itu. Namun saat dia menemukan keberadaannya Dewa tersenyum puas.
"Aku akan lihat seperti apa orang yang berani datang ke camp ku dan berani beraninya dia menghancurkannya" Guman Dewa mulai tersenyum.
Di laptop dia mengawasi keberadaan Cherry dan di ponselnya dia mengawasi anak buah pemilik club. Dia tetap berada di depan sekolah Cherry karena musuh dan orang yang penting baginya berada di satu tempat.
Cherry sudah selesai olah raga. Dia berjalan bersama temannya masuk ke dalam kelas. Dia duduk di bangkunya dan melihat ponselnya yang ada beberapa pesan dari nomer baru.
"Ada apa Cher?" Tanya Nada.
"Enggak, ini cuman ada pesan masuk saja" Jawab Cherry.
Cherry membuka pesan tersebut. Dia tersenyum ketika melihat isi pesan yang ternyata di kirim oleh Dewa.
๐Maafkan aku cantik
"Dari mana dia mendapatkan nomer ponselku" Guman Cherry tersenyum.
Cherry menaruh ponselnya kembali di dalam tas. Dia mengambil seragamnya untuk berganti pakaian.
"Manisnya" Guman Dewa yang melihat senyuman Cherry.
"Arght, aku sudah mulai tergila gila dengan anak SMA" Guman Dewa mengusap wajahnya.
Dewa kembali mengawasi pergerakan anak buah pemilik club.
Tok tok tok.
Dewa menoleh dan melihat Ardi yang mengetuk kaca mobilnya. Dia membuka pintu mobilnya untuk Ardi masuk.
Ardi masuk dan melihat Cherry berada di cctv yang berada di leptop Dewa.
"Kamu gila ya" Ucap Ardi.
"Iya, aku sudah gila dengan anak SMA ini" Jawab Dewa.
"Sudah ku duga" Ucap Ardi. Ardi merampas ponsel Dewa. Dia mulai mengawasi pergerakan anak buah pemilik club.
"Dia mengajar di sekolah ini juga ternyata" Ucap Ardi.
"Sebab itu aku di sini karena Cherry dan orang itu berada di satu tempat yang sama. Aku tidak ingin jika Cherry terluka" Ucap Dewa.
"Apa kamu sungguh menyukainya?" Tanya Ardi.
"Entah lah, tapi sejak bersama dengannya aku lebih tenang. Bahkan aku lebih bisa mengontrol emosiku" Jawab Dewa.
__ADS_1
"Tapi ingat Dewa, jangan jetuh ke lubang yang sama. Apa lagi gadis itu masih sangat muda. Dia bisa saja menyakiti kamu jika kamu terlalu serius denganya" Ucap Ardi.
"Jika memang itu terjadi aku akan mengikatnya dan tidak aka pernah aku melepaskannya" Ucap Dewa.
"Terserah kamu, aku hanya sekedar mengingatkan saja" Ucap Ardi.
Dewa kembali fokus pada leptopnya. Kali ini Cherry sudah kembali lagi di kelasnya. Dia duduk di bangkunya, dia mulai menyiapkan buku pelajaran selanjutnya.
"Cher" Panggil Nada. Cherry menoleh.
"Ah" Teriak Cherry terkejut ketika Nada menempelkan minuman dingin di pipinya.
"Hahahaha biar kamu tidak mengantuk" Ucap Nada.
"Dingin Nad" Ucap Cherry.
"Makasih ya" Ucap Cherry tersenyum.
Tak lama bel masuk sudah berbunyi. Cherry segera menghabiskan minumannya hingga dia tersedak dan batuk batuk. Nada menepuk punggung Cherry agar Cherry tidak kesakitan.
Dewa tersenyum melihat tingkah 2 anak SMA itu. Apalagi Cherry yang batuk batuk namun tetap tertawa membuatnya semakin gemas.
"Dewa lihat ini" Ucap Ardi. Memperlihatkan pergerakan anak buah pemilik club yang kini mengajar di kelas Cherry.
Dewa ingin membuka pintu mobilnya, namun di cegah oleh Ardi.
"Jangan gegabah Wa, ini di sekolah banyak anak anak yang tidak tau apa apa. Akan bahaya juga bagi Cherry nantinya jika terjadi serangan" Ucap Ardi.
"Tenang Wa, dia tidak akan melakukan hal yang membahayakan karena di sana banyak anak anak lain. Kamu jangan khawatir" Ucap Ardi. Dewa akhirnya menuruti ucapan Ardi.
Ardi tau jika saat ini Dewa pasti sangat khawatir dengan keselamatan Cherty, tapi dia sebisa mungkin menahan emosinya.
"Hebat kamu Cherry, hanya dengan nama kamu saja sudah mampu mengontrol emosi Dewa" Guman Ardi dalam hati.
Dewa terus menatap layar leptopnya dengan serius. Walaupun dia tenang namun jemarinya terus bergerak yang menandakan dirinya sedang cemas.
"Aku cari minuman dulu" Ucap Ardi keluar dari mobil Dewa. Dia berjalan keluar untuk memebeli minuman di toko dekat sekolah.
Ardi membeli beberapa minuman kaleng lalu ia bawa kembali ke dalam mobil Dewa.
"Nih minum dulu" Ucap Ardi yang baru kembali.
Dewa menerima minuman dari Ardi. Dia masih fokus pada leptopnya untuk memantau keadaan Cherry.
Tak lama bel pulang sekolah berdering. Cherry menatap bukunya lalu memasukkannya ke dalam tasnya. Dewa menghela nafasnya karena sejak tadi dia tegang dengan keselamatan Cherry.
Dewa mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Cherry.
__ADS_1
๐Tunggu aku, aku akan menjemput kamu pulang
๐Memangnya kamu tau sekolahku di mana? (Cherry)
๐Tentu saja, pokoknya tunggu sampai aku datang (Dewa)
๐Iya, aku tunggu (Cherry)
Cherry mematikan ponselnya. Dia kembali membereskan buku bukunya.
"Ayo Cher, katanya mau ke rumah sakit" Ucap Nada.
"Nada maaf ya tapi aku tidak bisa ke rumah sakit sekarang. Kamu bisa kan temani kakak ku dulu" Ucap Cherry.
"Kamu sengaja ya" Ucap Nada.
"Enggak Nad, tapi ini benar benar mendadak. Aku harus gantikan sif teman kerjaku karena dia sakit" Ucap Cherry berbohong.
"Ya sudah deh, nanti aku akan ke rumah sakit. Kalau begitu aku duluan ya" Pamit Nada.
"Iya, good luck ya Nad" Ucap Cherry.
"Jangan menggoda ku" Ucap Nada.
Cherry tersenyum dengan tingkah sahabatnya itu. Dia segera mennggendong tasnya lalu berjalan keluar dari kelas. Dia menunggu Dewa di dekat halte bis.
Dewa melihat Cherry yang sudah di dekat halte bis. Dia keluar dari mobilnya untuk menemui Cherry. Cherry memainkan ponselnya untuk mengirimkan pesan pada Dewa. Namun tanpa dia tau sebuah motor melaju cepat ke arahnya dan.....
Duack
Kepala Cherry di hantam dengan batu hingga Cherry jetuh ke jalan raya.
"Cherry" Teriak Dewa yang terkejut juga dengan insiden itu. Dewa berlari menghampiri Cherry dan memeluk Cherry yang sudah hilang kesadaran.
Ardi pun sempat turun dari mobil Dewa. Namun dia kembali masuk ke dalam mobil. Dia melajukan mobilnya ke arah Dewa yang memeluk erat tubuh Cherry.
"Cherry bangun Cher" Ucap Dewa khawatir.
"Dewa ayo masuk, bawa Cherry ke rumahs sakit" Ucap Ardi. Dewa segera menggendong Cherry masuk ke dalam mobil. Baju Dewa penuh darah milik Cherry.
"Betahanlah Cherry aku mohon" Ucap Dewa
"Tenang Dewa, Cherry pasti akan baik baik saja" Ucap Ardi.
"Jangan pedulikan aku, lebih cepat jalannya" Teriak Dewa marah.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
๐๐๐๐๐๐