
Tak lama anak buah Dewa sampai. Mereka masuk ke dalam club dan hanya melihat banyaknya mayat yang tergeletak di lorong lorong club.
"Bereskan, aku tidak ingin besuk melihat tempat ini masih berdiri di sini" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.
Dewa keluar dari tempat itu. Dia membuang senjata yang ia pakai untuk menghabisi mereka semua. Dia masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya ke arah rumah sakit.
Saat di perjalanan, Dewa mendapat pesan dari Ardi yang melaporkan bahwa Chertmry sudah di pindahkan ke ruang inap VVIP.
Dewa sedikit lebih lega karena kondisi Cherry sudah lebih baik hingga dia di pindahkan ke ruang inap.
"Syukurlah kamu baik baik saja Cherry" Guman Dewa.
Di rumah sakit. Dewa sudah sampai di rumah sakit lagi. Dia berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan pakaian ketatnya. Dia tidak peduli dengan pandangan orang yang melihat tatonya atau bahkan melihat bentuk tubuhnya. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Cherry seorang.
"Kamu sudah kembali" Ucap Ardi yang bangkit dari duduknya ketika Dewa masuk ke dalam ruang inap Cherry.
"Apa dia bangun tadi?" Tanya Dewa.
"Tidak, sejak kamu pergi tadi dia belum bangun" Jawab Ardi.
Dewa mengusap lembut kepala Cherry. Dia mencium sekilas kepala Cherry.
"Istirahat lah" Ucap Dewa lembut.
"Pergi lah jika kamu ada kerjaan" Ucap Dewa.
"Aku akan pergi beberapa hari untuk mengawasi lelang kapal pesiar kita. Aku akan mengirimkan laporannya ke email kamu" Ucap Ardi.
"Baik lah, bawa anak anak yang cukup cekatan untuk menemanimu" Ucap Dewa.
"Tanang saja, hanya kamu yang bisa mengalahkanku" Ucap Ardi.
"Aku tau kemampuan kamu Ardi" Ucap Dewa tersenyum.
"Aku pergi dulu" Pamit Ardi menepuk bahu Dewa. Dia berjalan keluar dari ruang inap Cherry.
Dewa kembali fokus pada Cherry. Dia menggenggam tangan Cherry lembut.
"Mereka yang mneyakiti kamu kini sudah tiada Cherry, kamu jangan takut lagi sekarang dan kembali lah ceria seperti biasanya" Guman Dewa.
Beberapa hari telah berlalu.
Randi sudah beberapa hari tidak melihat Cherry. Hanya ada Nada yang sering menemaninya di rumah sakit. Randi juga sudah mencoba menghubungi Cherry namun ponselnya tidak pernah aktif. Dia sangat khawatir karena di luar Cherry hanya sendiri. Dia tidak bisa menjaga adik satu satunya itu.
"Ada apa kak? Kenapa kakak terlijat cemas?" Tanya Nada.
__ADS_1
"Nada, tolong cari Cherry ya. Dia sudah beberapa hari tidak datang ke sini. Dia juga tidak bisa di hubungi, kakak khawatir dengan dia" Jawab Randi.
"Jangan khawatir kak, nanti aku akan coba cari Cherry di tempat kerjanya ya" Ucap Nada.
"Iya, terima kasih ya Nad, maaf merepotkan kamu" Ucap Randi.
"Tidak apa apa kak, kakak tidak perlu sungkan. Ya sudah, sekarang lebih baik kakak makan dulu nih, nanti makanannya keburu dingin" Ucap Nada.
"Iya" Jawab Nada.
Setelah membantu Randi melakukan aktivitasnya, Nada ijin untuk pulang. Hari ini sekolah libur jadi Nada punya banyak waktu mencari di mana Cherry.
Nada datang ke rumah Cherry namun rumah Cherry kosong tidak ada orang. Nada mencoba menghubungi Cherry karena dia tidak tau di mana Cherry kerja, namun ponsel Cherry tidak bisa di hubungi.
"Kamu di mana sih Cher? Sudah beberapa hati kamu tidak sekolah, kamu juga tidak ada di rumah sakit. Bikin orang khawatir saja" Ucap Nada lirih.
Nada berjalan menyusuri jalan untuk kembali pulang ke kosnya.
Din din
Sebuah mobil mewah berhenti di depan Nada. Nada tidak tau siapa pemilik mobil itu, namun saat pemilik mobil itu keluar, Nada baru ingat siapa dia.
"Om yang dulu membantu ku" Ucap Nada tersenyum ketika melihat Ardi yang turun dari mobil mewah itu.
"Jangan panggil aku om" Ucap Ardi melepas kaca matanya.
"Iya maaf, kak. Kakak sedang apa di sini?" Tanya Nada.
"Memangnya Cherry di mana kak?" Tanya Nada.
"Aku tidak bisa memberi tahukan di mana Cherry sekarang. Aku ke sini atas permintaan Cherry agar kamu tidak khawatir" Ucap Ardi.
"Oh iya, ponselnya rusak jadi dia tidak bisa menghubungi kamu" Imbuh Ardi.
Ardi melambaikan tangannya lalu kembali masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya meninggalkan Nada yang masih kebingungan.
Nada tersadar dari lamunannya ketika Ardi sudah jauh melajukan mobilnya. Dia segera kembali berjalan untuk pulang ke kosnya.
Di vila Dewa
Dewa saat ini sedang berada di vila. Dia sengaja tidak pergi pergi karena dia masih menghawatirkan keadaan Cherry.
Cherry sudah di perbolehkan pulang kemarin. Walaupun kepalanya masih di perban, tapi dia sudah jauh lebuh baik.
"Dewa" Panggil Cherry dari balik pintu kamar mandi.
Dewa menoleh dan heran dengan sikap Cherry yang aneh.
__ADS_1
"Kamu ngapain di situ?" Tanya Dewa.
"Tolong ambilkan pembalutku" Ucap Cherry memperlihatkan barisan giginya yang putih dan salah satunya ada gigi gingsul yang membuat Cherry terlihat manis.
"Di mana?" Tanya Dewa lagi.
"Di lemari pakaian dalamku" Jawab Cherry.
Dewa menaruh leptopnya di atas ranjang. Dia turun dari ranjang untuk mengambilkan barang yang diminta Cherry.
"Ini?" Tanya Dewa memperlihatkan sebungkus pembalut .
"Iya itu" Jawab Cherry mengangguk. Dewa berjalan ke arah kamar mandi.
"Nih" Ucap Dewa.
"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.
"Sudah sana cepat" Ucap Dewa mendorong kepala Cherry pelan masuk kembali ke dalam kamar mandi lalu dia menutup pintu kamar mandi.
Setelah selesai dengan aktivitasnya, Cherry keluar dari kamar mandi. Dia menghampiri Dewa yang sedang duduk di kursi meja rias dengan leptop di depannya.
"Mau ngapain kamu?" Tanya Dewa yang melihat Cherry berdiri di belakangnya.
"Mau mengikat rambut kamu" Jawab Cherry.
"Jangan aneh aneh deh Cher, lebih baik kamu istirahat, aku sedang ada banyak kerjaan" Ucap Dewa.
"Aku capek tidur terus." Ucap Cherry menyisir rambut Dewa. Dewa tetap fokus dengan leptopnya, sedangkan Cherry asik dengan rambut panjang Dewa.
Tok tok tok.
Pembantu Dewa mengetuk pintu.
"Masuk" Ucap Dewa.
Pembantu Dewa masuk ke dalam kamar Dewa.
"Maaf tuan, di bawah ada den Ardi" Ucap pembantu Dewa.
"Iya, suruh dia ke ruang kerjaku, nanti aku akan segera ke sana" Jawab Dewa
"Baik tuan" Jawab pembantu Dewa yang melihat Cherry yang sedang mengikat rambut Dewa.
"Shuut" Ucap Cherry menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya dan tersenyum. Pembantu Dewa hanya tersenyum karena melihat ulah Cherry.
# Selamat membaca ya kak
__ADS_1
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏