Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
57


__ADS_3

Dewa melihat semua perlakuan Aksa pada Cherry. Dia merasa hancur sudah harapannya untuk membawaCherry kembali ke dalam pelukannya. Di tambah saat Cherry yang berinisiatif memeluk Aksa, membuat Dewa sakit hati.


"Lebih baik kita pulang" Ucap Ardi menepuk bahu Dewa.


Dewa beebalik lalu melangkah pergi dari ruangan Cherry. Dia sudah menyerah untuk mendapatkan Cherry kembali. Ardi merangkul bahu Dewa, mereka berdua keluar dari rumah sakit.


Bruck.


Seorang gadis tanpa sengaja menabrak Dewa hingga semua minuman yang ia bawa tumpah ke jas Dewa.


Seorang gadis dengan pakaian putih khas perawat, tanpa sengaja menabrak Dewa karena dia buru buru sudah hampir telat masuk kerja.


"Maafkan saya tuan" Ucap gadis itu ketakutan. Dia mengambil sapu tangannya untuk membersihkan jas Dewa yang tertumpah minumannya.


Plack


Dewa menepis tangan gadis itu lalu berjalan pergi meninggalkan gadis itu.


"Maafkan saya tuan" Teriak gadis itu pada Dewa.


Ardi hanya tersenyum lalu menepuk bahu gadis itu. Dia berjalan mengikuti Dewa yang sudah menuju ke mobilnya.


"Sombong sekali" Ucap gadis itu lalu berjalan masuk ke dalam rumah sakit.


Di dalam mobil.


Dewa melihat sekilas gadis yang tadi menabraknya. Wajahnya hampir mirip dengan Cherry. Namun bedanya gadis itu berkerudung dan badanya juga lebih kecil dan pendek dari Cherry.


"Cari tau siapa dia" Ucap Dewa menatap gadis itu.


"Kenapa? Kamu tertarikdengan dia?" Tanya Ardi.


"Lakukan saja" Ucap Dewa tegas.


"Ok, aku akan cari tau nanti" Jawab Ardi mulai melajukan mobilnya pergi dari area rumah sakit.


Gadis yang menabrak Dewa itu masuk ke dalam rumah sakit. Dia mulai bekerja dan kini ia bertugas membawa Cherry ke ruang inapnya bersama seorang temannya.


"Fiona, ayo" Panggil perawat lain.


"Iya" Jawab gadis yangmenabrak Dewa tadi bernama Fiona. Gadis cantik yang memakai hijab namun wajah dan senyumannya mirip dengan Cherry.


Fiona dan perawat lain berjalan ke arah ruangan Cherry.


"Maaf mengganggu, kami harus memindahkan nyonya Cherry ke ruang inap" Ucap Fiona tersenyum ramah.


"Iya" Jawab Aksa.


Loli menatap perawat cantik itu. Dia tersenyum kepada perawat itu karena Fiona selalu menebarkan senyumannya yang manis.


"Calon mamah cantik sekali" Ucap Fiona ramah.


"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.


"Tolong pelan pelan" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab Fiona. Fiona dan temannya mulai mendorong ranjang Cherry kekuar dari ruang perawatan. Aksa ikut membantu mendorong ranjang Cherry ke atah ruang inap.

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu.


Dewa kembali datang ke rumah sakit. Dia sengaja datang untuk melijat keadaan Cherry.


Saat Dewa sudah sampai di ruang inap Cherry, dia melihat Cherry yang sedang makan di temani oleh Loli. Cherry tampak tertawa bahagia bersama Loli.


"Kamu jauh lebih segar sekarang Cherry. Bahkan kamu jauh lebih bahagia" Guman Dewa.


"Apa benar pilihan yang aku putuskan untuk melepaskan kamu Cherry?"


"Semoga dengan keputusan ku ini, kamu bisa hidup bahagia bersama suami kamu" Dewa


Dewa berbalik namun ganti dirinya kini yang menabrak suster Fiona.


"Maaf, saya tidak sengaja" Ucap Dewa datar.


"Iya, tidak apa apa" Jawab suster Fiona yang memberesi barang barangnya yang berjatuhan di lantai.


"Kamu lagi" Ucap Dewa yang melihat gadis yang menabraknya kemarin.


"Oh anda di sini, anda mau menjenguk siapa?" Tanya Fiona ramah.


"Bukan urusan kamu" Ucap Dewa berlenggang pergi meninggalkan suster Fiona.


Fiona tidak ingin ambil pusing. Dia pun kembali melanjutkan perkerjaannya. Dia masuk ke dalam ruang inap Cherry.


"Selamat siang, saya ganti dulu ya infusnya" Ucap Fiona.


"Silahkan sus" Jawab Loli.


"Iya nih sus, rasanya ingin makan yang segar segar terus" Jawab Cherry tersenyum.


"Malah bagus kalau begitu. Seringnya ibu hamil di trimester pertama banyak yang mula muntah badan lemas. Tapi anda sudah jauh lebih baik sekarang. Anda juga banyak makan" Ucap suster Fiona.


"Makan yang banyak dan bergizi ya calon mamah. Jangan takut gendut soalnya ini demi tumbuh kembang janin. Soal badan nanti saja setelah melahirkan baru diet lagi" Ucap suster Fiona tersenyum.


"Iya sus" Jawab Cherry tersenyum senang. Setiap suster Fiona yang datang ke kemar inapnya, Cherry merasa senang karena suster Fiona lembut dan perhatian pada semua pasien. Dia tidak pandang bulu untuk merawat pasien. Mau itu kaya atau miskin dia tetap ramah dan penuh senyuman.


"Saya permisi" Pamit suster Fiona.


"Terima kasih sus" Ucap Cherry.


"Sama sama " Jawab suster Fiona tersenyum manis.


Ke esokan harinya.


Ardi datang ke kantor Dewa. Dia datang dengan berkas yang Dewa minta kemarin padanya.


Brack


Ardi menaruh berkas yang ia bawa di meja kerja Dewa.


"Ini berkas hasil penyelidikannya. Kamu baca saja sendiri. Aku akan ke kapal karena ada hal yang harus aku urus" Ucap Ardi.


"Pergi lah" Ucap Dewa datar.


Ardi berbalik lalu melangkah pergi. Namun saat akan menutup pintu dia kembali menoleh ke arah Dewa.

__ADS_1


"Oh iya, dia masih gadis. Jadi jangan merusaknya. Dia gadis yang baik baik" Ucap Ardi.


"Kamu pikir aku predator" Ucap Dewa.


"Mungkin saja, Iya" Jawab Ardi.


"Bonus mu 3 bulan ke depan akan aku potong" Ucap Dewa.


"Kamu berani memotong bonus ku, aku bakar kapal mu" Ancam balik Ardi.


"Aku tarik kembali" Ucap Dewa.


"Hahaha, selamat bersenang senang" Ucap Ardi melangkah pergi dari ruangan Dewa.


Dewa bangkit dari duduknya. Dia membawa berkas hasil penyelidikan Ardi ke kaca ruanganya yang memperlihatkan suasana jalanan yang ramai di bawah sana.


"Fiona Abigail, namanya bagus juga." Ucap Dewa.


Fiona Abigail adalah seorang gadis yatim piyatu yang dulu tinggal di sebuah panti asuhan. Saat ini Fiona memilih untuk mengontrak sebuah kos untuk ia tinggali.


Fiona gadis berumur 24 tahun yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit. Gadis manis yang ramah dan ceria.


"Kenapa tidak ada yang jelek tentang dia? Apa dia sesempurna itu?" Guman Dewa.


Dewa membuka lembar keduaberkas tersebut. Dia melihat foto Fiona yang tersenyum manis dengan adik adik di panti asuhannya.


"Dia benar benar mirip dengan Cherry. Senyumnya, tawanya, matanya, bahkan bibirnya pun mirip. Hanya bedanya dia memakai hijab" Guman Dewa tersenyum melihat foto Fiona.


"Maafkan aku Fiona. Tapi aku harus memiliki kamu walaupun hanya sebagai pengganti" Ucap Dewa.


Dewa menutup berkas itu, dia menaruh berkasnya ke dalam laci meja kerjanya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk mengikatnya?" Guman Dewa.





⚜⚜⚜


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2