Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
13


__ADS_3

"Baik tuan" Jawab pembantu Dewa yang melihat Cherry yang sedang mengikat rambut Dewa.


"Shuut" Ucap Cherry menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya dan tersenyum. Pembantu Dewa hanya tersenyum karena melihat ulah Cherry.


"Sudah cukup, aku harus temui Ardi dulu" Ucap Dewa yang bangkit dari duduknya tanpa melihat ke kaca yang berada tepat di depannya. Dia pikir kalau Cherry hanya mengikat rambutnya biasa.


"Ok" Jawab Cherry mundur satu langkah. Dia menahan tawanya karena rambut Dewa yang ia kuncir 2 di samping kanan dan kiri.


Dewa keluar dari kamarnya, Cherry tertawa lepas katika Dewa sudah benar benar keluar dari kamar. Dewa masih tidak sadar dengan ulah Cherry. Dia terus berjalan ke atah ruang kerjanya. Dia tidak peduli dengan anak buahnya yang melihat dia dengan tatapan aneh.


Saat sampai di ruang kerja, dia langsung duduk di depan Ardi dan anak buah Ardi. Ardi menahan tawanya ketika melihat rambut Dewa yang seperti anak kecil itu.


"Buahahahahahaha, Dewa apa kamu sudah gila. Hahahaha" Tawa Ardi yang sudah tidak bisa ia tahan


"Apa maksud kamu?" Tanya Dewa heran.


"Rambut....rambut kamu. Hahahaha" Ucap Ardi terus tertawa.


Dewa meraba kepalanya, dia meraskaan rambutnya yang terkuncir 2. Dia segera melepas ikat rambutnya lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya. Dia berjalan ke arah kamarnya.


Brack.


Dewa membuka pintu kamarnya sangat keras. Dia melihat Cherry yang masih tertawa di atas ranjang. Dewa kembali mejutup pintu kamarnya lalu menguncinya.


"Kamu terlihat sangat bahagia" Ucap Dewa berjalan dengan wajah marahnya ke arah Cherry.


Cherry turun dari ranjang, dia masih tertawa namun terus menghindari Dewa karena dia tau jika Dewa pasti sangat marah saat ini.


"Aku cuma bercanda Dewa, maafkan aku" Ucap Cherry yang masih tertawa cekikikan.


"Berani kamu ya mempermainkan aku" Ucap Dewa marah.


"Aku kan cuma bercanda. Jangan marah begitu dong" Ucap Cherry.


"Ke sini kamu" Ucap Dewa yang mengejar Cherry. Cherry berlari ke arah pintu namun pintunya terkunci dan kuncinya ada di tangan Dewa.


"Maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi" Ucap Cherry meminta ampun pada Dewa.


Bruck.

__ADS_1


Dewa membenturkan tubuh Cherry ke pintu. Dia memegangi kedua tangan Cherry ke atas kepala Cherry.


"Apa sudah puas kamu tertawa?" Ucap Dewa.


"Maaf. Aku janji tidak akan begitu lagi" Ucap Cherry.


"Tidak, kamu harus di beri hukuman agar kamu jera" Ucap Dewa.


Dewa mencium bibir Cherry lembut dan semakin dalam. Dia menyusuri rongga mulut Cherry yang terasa sangat manis baginya. Perlahan Dewa melepaskan tangan Cherry. Dia memeluk pinggang Cherry agar lebih menempel pada tubuhnya.


Cherry melingkarkan tangannya ke leher Dewa. Dewa menggendong Cherry dan membawa Cherry ke atas ranjang tanpa melepas ciumannya.


Perlahan Dewa menidurkan Cherry ke atas ranjang, dia beralih menciumi leher Cherry hingga membuat Cherry mengeluarkan suara khasnya.


"Hentikan Dewa" Ucap Cherry serak. Namun Dewa tidak mendengarkan ucapan Cherry. Kini dia turun lagi ke dua bagian yang ia sukai.


"Dewa hentikan, aku sedang datang bulan" Ucap Cherry mendorong tubuh Dewa.


"Sia***n aku lupa" Guman Dewa yang harus menahannya. Dewa bangkit dari atas tubuh Cherry. Dia berjalan ke arah kamar mandi dan menghidupkan air dingin untuk menetralkan dirinya.


Cukup lama Dewa berada di dalam kamar mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono dan handuk kecil yang ada di kepalanya.


"Ceoat sekali dia tidur" Ucap Dewa tersenyum ketika melihat Cherry yang sudah tidur pulas di ranjang.


"Masih saja di sini kamu" Ucap Dewa duduk di sofa denga memangku sebelah kakinya.


"Dapat vitamin kamu" Ucap Ardi yang melihat pakaian Dewa yang ganti dan rambut Dewa yang masih basah.


"Vitamin apanya. Gagal iya" Jawab Dewa singkat.


"Hahahaha kasihan sekali hidup kamu Dewa" Ucap Ardi tertawa.


"Hentikan dan cepat laporkan padaku hasil penjualannya!" Ucap Dewa.


"Ok ok. Nih semua hasil dari penjualan kita" Ucap Ardi memberikan map di depan Dewa.


Dewa membuka map tersebut dan tersenyum puas dangan hasil yang dia peroleh.


"Kerja bagus Ardi" Ucap Dewa puas.

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu.


Cherry sudah kepas perban. Dia kini bisa kembali ke sekolah. Walaupun luka di wajahnya masih ada sedikit bekas tapi ini jauh lebih baik.


"Setelah pulang sekolah nanti jangan ke mana mana. Aku akan menjemput kamu, ingat jangan ke mana mana dulu sebelum aku datang" Ucap Dewa yang saat ini mengantar Cherry ke sekolah.


"Iya" Jawab Cherry datar.


"Ya sudah sana turun, mau apa lagi, kok enggak turun!" Ucap Dewa.


"Kamu gila ya suruh aku turin sekarang. Lihat dong ini kita tepat di depan gerbang. Banyak anak anak lain yang melihat ke arah kita karena mobil kamu yang mencolok ini" Ucap Cherry memukul bagian depan mobil.


"Cherry, ini mobil kesayangan ku" Ucap Dewa mengusap mobilnya yang di pukul Cherry tadi.


"Oh kesayangan kamu. Ya sudah tidur sana sama mobil kesayangan kamu itu. Malam ini tidur di luar" Ucap Cherry marah. Dia keluar dari mobil mewah Dewa lalu menutup pintu mobil Dewa dengan sangat kuat.


"Kelinci ini semakin hari tidak ada takut takutnya sama aku" Gerutu Dewa.


Cherry berbalik ke arah Dewa. Dia menatap Dewa dengan tatapan tajamnya lalu berbalik lagi masuk ke dalam gerbang sekolah.


"Manisnya" Ucap Dewa tersenyum gemas dengan tingkah Cherry.


Dewa baru akan menghidupkan mesin mobilnya. Namun dia berhenti ketika melihat Cherry yang di kelilingi anak anak lain yang sedang memberikan bunga pada Cherry.


"Sedang ada acara apa sih? Teman temannya cukup baik dengan kelinci kecilku ternyata" Guman Dewa tersenyum lega.


Namun tiba tiba ada seorang anak laki laki yang berlutut di depan Cherry dengan membawa seikat bunga mawar.


Deg


Jantung Dewa merasa sesak seketika. Dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Dia turun dari mobil dan berjalan lebih mendekat ke arah gerbang sekolah.


"Cherry, aku sudah lama suka saka kamu. Aku setiap hari selalu memeperhatikan kamu. Aku selalu mencoba dekat dengan kamu. Tapi semakin lama perasaan ini aku pendam semakin dalam juga aku suka ke kamu" Ucap anak laki laki itu.


"Cherry, kamu mau kan jadi kekasihku?" Tanya anak laki laki itu lagi.


"Hah kakak tampan" Teriak teman wanita Cherry yang melihat Dewa yang berdiri di depan pintu gerbang.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2