
"Maaf tuan, kami.....kami butuh uang tuan" Ucap suami.
"Anak kami sakit tuan, dia sedang di rawat sekarang di rumah sakit. Maafkan kami tuan" Sahut istri.
"Kalian mau menobati anak kalian dengan uang hasil mencuri?" Tanya Dewa.
"Saya sudah tidak tau harus melakukan apa lagi tuan, saya benar benar terpaksa melakukan itu" Ucap Suami.
"Tahan mereka di sini, kamu selidiki mereka jujur atau berbohong" Ucap Dewa bangkit dari duduknya.
Istri menghampiri Dewa. Dia memegang kaki Dewa dengan air matanya yang sudah membasahai wajahnya.
"Tolong tuan, anak kami benar benar dalam keadaan kritis sekarang. Kami butuh uang untuk biaya operasinya tuan. Saya mohon tuan, tolong bantu saya" Ucap istri menangis.
Suami pun menghampiri Dewa, dia juga berlutu di kaki Dewa dengan air matanya juga yang sudah tidak bisa ia tahan.
"Jika anda berkenan, saya akan menjual ginjal saya sebagai balas budi pada anda tuan. Tapi tolong bantu kami untul menyelamatkan anak kami tuan. Tolong kami tuan, saya mohon tuan" Ucap suami menangis.
"Berapa usia anak kalian?" Tanya Dewa.
"Dia berusia 18 tahun tuan. Dia sakit bocor jantung tuan." Jawab istri.
"Aku akan bantu kalian, tapi sebagai gantinya, anak kalian akan aku ambil dan kalian harus bekerja di kapal ini" Ucap Dewa.
"Iya tuan, saya akan melakukan kemauan anda. Saya akan melakukan apapun untuk kesembuhan anak saya" Ucap istri.
"Iya tuan, saya pun akan melakukannya" Ucap suami.
"Kamu tempatkan mereka. Sisanya biar aku yang urus" Ucap Dewa pada anak buahnya.
"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.
Dewa berjalan keluar dari kapal pesiarnya. Dia menghubungi anak buahnya lain untuk mencari tau di mana anak suami istri itu di rawat.
"Cari tau semua data dari suami istri yang menbuat masalah di kapal hari ini. Sebelum makan siang, aku ingin sudah ada laporannya" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.
Dewa kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia memilih untuk pulang ke rumahnya.
Siang harinya.
Dewa sedang makan siang di rumah. Dia merasa kesepian karena kini dia hanya tinggal sendiri di rumah itu. Dewa teringat kembali padaArdi yang sering keluar masuk sesuka hatinya ke rumah itu.
"Rumah ini penuh dengan kenangan. Sedih senang semua ada di rumah ini. Tapi sekarang rumah ini terasa sepi" Guman Dewa.
"Tuam bersabar lah. Saya yakin tuan akan memiliki keluarga tuan sendiri dan hidup bahagia di rumah ini" Ucap pembantu Dewa.
"Terima kasih sudah di sini untuk menemaniku mbok" Ucap Dewa.
"Sama-sama tuan. Saya yang harusnya berterima kasih, karena tuan masih mempekerjakan saya di saat usia saya sudah tidak muda lagi" Ucap pembantu.
"Karena saya percaya dengan kamu mbok." Jawab Dewa.
"Aku sudah selesai makan, nanti kalau ada yang datang panggil saya di ruang kerja" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab pembantu Dewa.
__ADS_1
Dewa berjalan menaiki tangga. Dia menuju ke ruang kerjanya untuk istirahat di sana.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, hidup ku sungguh menderita dan kesepian saat ini" Guman Dewa yang saat ini sudah merebahkan dirinya di atas sofa.
"Cherry" Guman Dewa yang mulai menutup matanya.
Tanpa sepengetahuan Dewa, Cherry datang ke rumah Dewa. Dia masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke dapur.
"Mbok" Panggil Cherry. Pembantu Dewa berbalik, dia terkejut dengan kedatangan Cherry ke rumah Dewa.
"Non Cherry" Ucap pembantu Dewa yang senang dengan kedatangan Cherry.
"Bagaimanakeadaan non Cherry? Apa non Cherry sehat?" Tanya pembantu Dewa.
"Sehat kok mbok. Em... Dewa di mana mbok?" Tanya Cherry.
"Ada si ruang kerjanya non, non Cherry masuk saja ke sana. Tuan pasti sangat senang nanti" Ucap pembantu Dewa.
"Ya sudah, aku naik dulu ya mbok" Pamit Cherry.
"Iya non" Jawab pembantu Dewa.
Cherry menaiki tangga untuk menuju ke ruang kerja Dewa. Saat sampai di depan ruangan Dewa, Cherry perlahan membuka pintu ruangan Dewa.
Cherry tersenyum saat melihat Dewa yang tertidur di sofa. Namun pandangan Cherry tertuju pada sebuah foto yang cukup besar di ruangan Dewa. Foto dirinya yang tersenyum cantik.
"Kak Dewa, apa mungkin perasaan kamu masih sama seperti dulu?" Guman Cherry dalam hati.
Cherry berlutut di depan kepala Dewa. Dia mengusap lembut kepala Dewa.
"Cherry" Ucap Dewa lirih.
"Aku mencintai kamu" Ucap Dewa lirih lalu kembali tidur.
Cherry menutup mulutnya karena terkejut dengan ucapan Dewa. Dia tidak menyangka selama ini Dewa masih mencintai dirinya. Padahal Dewa sudah pernah menikah dengan Fiona, namun perasaan Dewa masih sama seperti dulu padanya.
Cherry bangkit lalu berjalankeluar dari ruangan kerja Dewa. Dia tidak ingin Dewa tau jika dirinya sudah masuk ke dalam ruangan Dewa.
"Lho non kok di luar?" Tanya pembahtu Dewa yang membawakan minuman untuk Cherry.
"Maaf mbok aku harus pupang sekarang" Pamit Cherry yang berlari keluar dari rumah Dewa.
"Non Cherry" Teriak pembantu Dewa.
Dewa mendengar teriakan pembantunya. Dia keluar dari ruangannya.
"Ada apa mbok?" Tanya Dewa.
"Non Cherry tuan, dia berlari keluar setelah masuk ke dalam ruangan tuan" Jawab pembantu Dewa.
"Apa? Kapan dia masuk?" Tanya Dewa terkejut.
"Baru saja non Cherry keluar tuan" Jawab pembantu Dewa.
"Jadi tadi bukan mimpi" Guman Dewa.
Dewa juga berlari keluar dari rumahnya. Dia mencari keberadaan Cherry namun tidak menemukannya.
__ADS_1
"Arght, kenapa aku tidak sadar jika tadi bukan lah mimpi" Ucap Dewa marah.
Dewa masuk ke dalam rumahnya. Dia berlari ke arah mobilnya, lalu Dewa melajukan mobilnya untuk mencari Cherry.
"Kamu di mana Cherry" Guman Dewa khawatir.
Dewa mengambil ponselnya. Dia menghubungi Randi yang beradadi rumah.
"Halo Dewa, ada apa?" Tanya Randi.
"Cherry sudah pulang belum?" Tanya Dewa.
"Belum, tadi dia bilang mau ke rumah kamu" Jawab Randi.
"Ya sudah terima kasih" Ucap Dewa langsung mematikan ponselnya.
Saat berada di tikungan, Dewa melihat Cherry yang berjalan di pinggiran jalan. Dewa menepikan mobilnya tepat di depan Cherry.
"Kak Dewa" Ucap Cherry saat melihat Dewa keluar dari mobilnya.
"Kenapa kamu pergi?" Tanya Dewa.
"Aku ingin pulang saja, tidak ada alasan lain" Jawab Cherry.
"Jangan bohong Cherry, aku tau jelas sikap kamu. Apa kamu marah mendengar ucapanku tadi?" Tanya Dewa lagi.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka kamu masih memiliki perasaan yang sama pada ku kak. Padahal aku sudah menyakiti kamu dengan menikah dengan kak Aksa...." Ucap Cherry terhenti.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏