Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
09


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Dewa bangun kesiangan. Dia berjalan ke kamar dan ternyata Cherry sudah berangkat ke sekolah.


"Cherry tadi berangkat ke sekolah naik apa?" Tanya Dewa pada pembantunya.


"Non Cherry jalan kaki tuan. Katanya mau naik bis saja" Jawab pembantu.


"Oh, ya sudah" Jawab Dewa.


Dewa masuk ke dalam kamrnya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membesihkan dirinya.


Tak butuh waktu lama, Dewa keluar dari kamar mandi dengan rambutnya yang basah. Dia mengusap rambutnya dengan handuk lalu mengambil pengering rambut untuk mengeringkan rambutnya.


"Apa ini?" Guman Dewa yang melihat kotak di atas meja rias Cherry. Dia menaruh pengering rambutnya lalu membuka kotak itu dan melihat pil pencegah kehamilan didalam kotak tersebut. Pil itu juga sudah ada yang kosong, yang artinya Cherry sudah meminumnya.


"Sejak kapan dia membeli ini?" Guman Dewa. Dewa menaruh kembali kotak tersebut ke tempatnya. Dia tidak marah dengan Cherry karena dia tau dengan setatus Cherry dia tidak mungkin memaksa Cherry untuk mengandung anaknya.


Dewa mengikat rambutnya dengan rapi. Dia berjalan ke arah lemari pakaian dan mengambil setelan jas berwarna hitam.


Di saat bersamaan ponselnya berdering. Dewa segera mengangkat panggilan dari Ardi.


"Ada apa?" Tanya Dewa.


"Camp kita di serang. Banyak anak buah kita yang terluka" Ucap Ardi.


"Bagaimana bisa? Siapa yang menyerang mereka?" Tanya Dewa marah.


"Belum di ketahui tapi aku menduga ini semua berhubungan dengan pemilik club waktu itu" Ucap Ardi


"Ok, kamu tunggu aku di camp. Sebentar lagi aku akan ke sana" Ucap Dewa.


"Ok aku tunggu" Jawab Ardi.


Dewa mematikan ponselnya. Dia segera berganti pakian lalu keluar dari kamarnya untuk menuju ke camp mereka.


Di sekolah.


Cherry sedang pelajaran olah raga hari ini. Dia duduk di bawah pohon melihat teman temannya yang sedang berolah raga.


"Aku malas" Guman Cherry


"Kenapa?" Tanya Nada yang ikut duduk di sebelah Cherry. Cherry menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Cher, sebenarnya aku penasaran. Tapi jika aku bertanya kamu jangan marah ya" Ucap Nada.


"Ada apa?" Tanya Cherry.


"Sebenarnya siapa 2 pria yang kemarin menolong kita? Apa kamu mengenal mereka?" Tanya Nada.


"Memangnya kenapa?" Tanya Cherry balik


"Mereka sepertinya bukan orang biasa Cher. Mereka tampak seram bahkan tatapan mata mereka saja tampak sangat mengerikan" Ucap Nada.


"Apa lagi pria yang rambutnya panjang itu. Dia bahkan tidak memiliki rasa kasihan sama sekali. Dia tega menembak orang orang yang menghalanginya. Dia seperti orang yang kesetanan saat menembakkan pistolnya" Jelas Nada.


Cherry mengingat kembali kejadian waktu itu. Memang benar yang di ucapkan Nada. Dewa bukan seperti biasanya saat dia sedang bertarung. Apa lagi kemarin saat Dewa memukuli para preman itu, Cherry tampak melihat sisi lain dari Dewa.


"Cher" Panggil Nada saat Cherry melamun


"Eh ada apa?" Tanya Cherry.


"Kemarin kamu ke mana saja? Beberapa hari kemarin kamu tidak masuk sekolah. Bahkan aku cari kamu ke rumaha sakit juga tidak ada. Aku sampai berbohong pada kak Randi karena aku ke sana kamunya tidak ada" Ucap Nada.


"Aku pergi cari kerja Nad. Tapi kamu tidak bilang ke kak Randi kan soal masalah kita?" Tanya Cherry.


"Tidak lah, kamu santai saja kalau soal itu aku aka tutup mulut serapat rapatnya" Jawab Nada.


"Boleh" Jawab Nada antisias.


"Kamu suka ya sama kak Randi" Goda Cherry.


"Kamu kok malah menggoda ku sih" Ucap Nada mendorong Cherry.


"Cie Nada" Goda Cherry lagi.


"Cherry hentikan" Ucap Nada malu.


"Hei kalian berdua yang di bawah pohon. Mau olah raga atau mengobrol" Teriak guru olah raga.


"Iya pak" Jawab Cherry dan Nada bersamaan.


"Kalau iya turun ke sini jangan malah ngobrol di sana" Ucap guru lagi.


Cherry dan Nada turun ke lapangan. Nada dan Cherry mulai bermain bola voli berdua.


Di sisi lain, Dewa sudah sampai di camp. Dia turun dari mobilnya dan melihat keadaan campnya yang hancur berantakan.

__ADS_1


"Dewa, kesini" Panggil Ardi. Dewa berjalan ke arah Ardi. Dia masuk ke tenda dan melihat anak buahnya yang sedang di rawat.


"Bagaiman bisa kita sampai kecolongan seperti ini? Bukan kah keamanan kita terjaga ketat?" Tanya Dewa.


"Aku juga bingung Wa, soalnya dari saksi mata ada seseorang yang memakai seragam kita. Dia masuk ke dalam camp dan bilang pada penjaga kalau dia membawa barang yang di suruh kamu" Ucap Ardi.


"Aku tidak menyuruh siapun" Ucap Dewa.


"Aku juga tidak percaya. Ternyata yang di bawa adalah bom. Untung saja dia belum masuk, jika dia masuk mungkin seluruh camp sudah hancur dengan tanah" Ucap Ardi.


"Perketat keamanan. Aku akan cari tau siap pelakunya" Ucap Dewa.


"Ok" Jawab Ardi.


Dewa keluar dari tenda. Dia masuk ke dalam mobilnya. Dia mengambil leptopnya dan mencari tau siapa yang sudah berani menyusup masuk ke dalam camp. Dia mulai mengotak atik leptopnya untuk melihat cctv yang berada di sekitar camp.


"Sia***n jadi anak buah pemilik club itu yang barani menyusup ke sini. Mereka mau cari mati ternyata" Ucap Dewa marah.


Dewa menaruh kembali leptopnya ke bangku sampingnya. Dia mulai melakukan perjalanan ke jalan yang sempat di lewati anak buah pemilik club itu.


Namun saat jejak yang dia temukan berhenti di sebuah sekolah menengah atas, dia merasa heran.


"Kenapa dia bisa berhenti di sini?" Guman Dewa.


Dewa turun dari mobilnya. Dia mebgambil ponselnya untuk melacak lagi keberadaan mobil anak buah pemilik club.


"Kenapa mobilnya masuk ke dalam sekolah ini?" Guman Dewa.


Dewa melihat lihat sekitar sekolah. Dia berhenti ketika melihat Cherry dan temannya yang sedang olah raga di dalam lapangan. Cherry tampak begitu bahagia karena dia tertawa lepas dan ceria layaknya anak anak lain.


"Cherry" Ucap Dewa tersenyum melihat keceriaan Cherry yang bermain dengan teman temannya.


"Kamu sangat cantik saat tertawa seperti itu Cherry." Guman Dewa. Dewa teringat akan tujuannya ke sini. Dia kulai khawatir karena anak buah pemilik club masuk ke dalam sekolah Cherry.


"Aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti kamu Cherry" Guman Dewa


Dewa masuk ke dalam mobilnya. Dia mulai menyadap komputer sekolah dan juga cctv yang ada di sekolah. Cukup lama dia mencari beradaan anak buah pemilik club itu. Namun saat dia menemukan keberadaannya Dewa tersenyum puas.


"Aku akan lihat seperti apa orang yang berani datang ke camp ku dan berani beraninya dia menghancurkannya" Guman Dewa mulai tersenyum.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2