
...Hai hai hai...
...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....
...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...
...Selamat membaca...
...Terima kasih sudah mampir...
●
●
●
"Sudah lama aku ingin berduaan seperti ini dengan kamu Cherry. Sejak bertemu dengan dulu di clup, aku sudah jatuh hati dengan kamu." Ucap Ardi.
"Awalnya aku kira kamu sama seperti wanita wanita laindi luran sana yang hanya menyukai uang. Tapi kamu berbeda Cherry. Aku suka kamu yang seperti ini" Ucap Ardi.
"Tapi aku tidak memiliki perasaan lebih ke kamu Ardi. Aku tidak tau apa bisa aku membalas perasaan kamu" Ucap Cherry.
"Aku tidak peduli dengan itu. Aku hanya ingin bersama kamu. Tapi aku yakin, aku bisa membuat kamu jatuh cinta pada ku" Ucap Ardi tersenyum.
Cherry pun tersenyum, dia melingkarkan tangannya ke leher Ardi. Ardi mencium bibir Cherry dengan meremas bagian yang ia sukai. Ardi mulai melakukan aksinya dengan Cherry di ruang tengah.
Di sisi lain, Jihan masih bersama dengan Dewa. Sejak tadi Dewa ingin pulang ke rumahnya namun di cegah oleh Jihan. Dewa duduk di ruang tamu rumah Jihan.
Tak lama Jihan keluar dari kamarnya. Dia memakai pakaian super sexy untuk menggoda Dewa. Dia menghampiri Dewa lalu duduk di pangkuan Dewa.
"Apa yang kamu lakukan, turun dari pangkuanku" Ucap Dewa datar.
"Aku sudah lama menantikan ini Dewa. Aku juga ingin merasakan kekuatan kamu" Ucap Jihan.
"Jangan membuat ku bicara dua kali Jihan" Ucap Dewa.
"Turun atau aku akan mendorong mu" Ancam Dewa.
Jihan pun menyerah, dia turun dari pangkuan Dewa lalu duduk di sebelah Dewa.
"Ini yang aku benci dari kamu Jihan, aku menghormati kamu sejak dulu dan menahan hasrat ku untuk menyentuh kamu. Aku ingin kita melakukannya saat kita sudah menikah" Ucap Dewa.
"Tapi apa yang telah kamu lakukan pada ku? Kamu menghianatiku bahkan kamu melakukan *** dengan dia " Ucap Dewa.
"Sekarang aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada kamu Jihan. Aku ke sini hanya tulus membantu kamu." Ucap Dewa.
"Tapi aku masih mencintai kamu Dewa" Ucap Jihan.
"Terlambat Jihan, aku tidak bisa lagi mencintai kamu" Ucap Dewa.
"Apa karena gadis itu?" Tanya Jihan.
"Iya, dia lah orang yang paling aku cintai" Jawab Dewa.
"Tapi dia hanya memanfaatkan kalian berdua. Dia mempermainkan kamu dan Ardi" Ucap Jihan.
"Entah lah Jihan. Aku memang sakit hati melihat dia memilih Ardi. Tapi aku tidak ingin kehilangan dia, aku sangat mencintai dia" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Kamu bodoh Dewa. Sudah jelas dia hanya mepermainkan kamu, tapi kamu tetap diam dan menerima hinaan ini. Ini bukan kamu Dewa" Ucap Jihan marah.
"Kamu sudah di butakan oleh cinta kamu Dewa. Coba lah kembali pada ku, kita pasti bisa bersama lagi seperti dulu" Ucap Jihan lirih
"Maafkan aku Jihan, aku tidak bisa" Ucap Dewa tegas. Dia bangkitdari duduknya lalu keluar dari rumah Jihan.
"Dewa tunggu, aku mohon tetap lah di sini" Ucap Jihan memohon.
"Maaf Jihan" Ucap Dewa melanjutkan jalannya. Dia masuk ke dalam mobil lalu mulai melajukan mobilnya meninggalkan area rumah Jihan.
Ke esokan harinya.
Cherry masih tidur di atasranjang Ardi dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Karena ulah Ardi, dia semalaman hampir tidak bisa tidur dan kelelahan.
"Honey ayo bangun, mau sampai kapan kamu tidur terus" Ucap Ardi yang merebahkan dirinya di samping Cherry.
"Hei bangun honey" Ucap Ardi mencubit hidung Cherry gemas.
"Em" Guman Cherry yang perlahan mulai membuka matanya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Cherry.
"Sudah cukup terlewat untuk makan siang" Jawab Ardi.
"Kenapa kamu baru membangunkanku sekarang?" Tanya Cherry bangun dan bersandar pada sandaran ranjangnya.
"Kamu tampak kelelahan, aku tidak tega untuk membangunkan mu" Jawab Ardi.
"Bangun lah dan segera mandi, aku sudah siapkan makanan untuk kamu" Ucap Ardi.
Ardi turundari ranjang, dia keluar dari kamarnya untuk menunggu Cherry di meja makan. Saat ia akan ke ruang makan, dia melihat Dewa yang masuk ke dalam rumahnya.
"Di mana Cherry?" Tanya Dewa.
"Di kamar" Jawab Ardi.
Dewa berjalan melewati Ardi untuk menuju ke kamar Ardi yang di tempati Cherry. Saat Dewa masuk ke kamar, terdengar gemericik air dari kamar mandi. Dia duduk di kursi yang ada di kamar Ardi.
Tak lama Cherry keluar dari kamar mandi. Dia terkejut ketika melihat Dewa yang sudah duduk di kursi.
"Kapan kamu datang?" Tanya Cherry
"Sudah dari tadi" Jawab Dewa.
"Ayo kita bicara" Imbuh Dewa.
"Tunggu di luar, aku mau ganti pakaian dulu" Ucap Cherry.
Dewa bangkit dari duduknya, dia keluar dari kamar Ardi seperti yang si ucapakan Cherry.
"Akan ada apa lagi ini? Aku sangat lelah jika harus menghadapi mereka berdua" Ucap Cherry lemas.
Tak lama Cherry keluar dari kamar, dia berjalan ke arah ruang makan untuk mengisi tenaganya karena dia tau jika Dewa sudah datang, harinya tidak akan berjalan lancar.
"Makan lah" Ucap Ardi yang menarik kursi untuk Cherry.
"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.
__ADS_1
"Dia hanya bisa melakukan itu, tidak perlu berterima kasih" Ucap Dewa.
"Hentikan aku mau makan dulu" Ucap Cherry.
"Makan lah, tidak ada yang melarang kamu makan" Ucap Dewa.
"Hah" Cherry menghela nafasnya.
Cherry mulai makan makanan yang sudah di siapkan Ardi. Ardi tapak sangat senang melihat Cherry yang makan dengan lahap.
"Ada makanan yang menempel di bibir mu" Ucap Ardi yang mengusap bibir Cherry.
Plack
Dewa memukul tangan Ardi.
"Jangan menyentuh kekasih ku" Ucap Dewa tegas.
"Dia juga kekasih ku, jadi aku pun berhak menyentuhnya" Ucap Ardi.
"Tapi aku yang pertama" Ucap Dewa.
"Aku yang menyiapkan makanan untuknya" Ucap Ardi.
"Aku yang mengijinkannya di sini" Ucap Dewa.
"Karena dia kekasihku" Ucap Ardi.
"Dia kekasih ku kamu hanya pelampiasan saja" Ucap Dewa.
Mendengar pertengkaran Dewa dan Ardi membuat nafsu makan Cherry menghilang.
Brack.
Cherry menggebrak meja makan dan tersenyum paksa menatap kedua pria yang sejak tadi mengusik hidupnya itu.
"Aku sedang makan sekarang. Kalian berdua tunggu aku di ruang tengah. SEKARANG" Ucap Cherry dan seketika kedua pria itu bangkit dari duduknya. Mereka berjalan ke arah ruang tengah seperti yang di ucapkan Cherry.
"Hah, aku bisa benar benar gila jika hidup ku selalu di hantui mereka berdua" Ucap Cherry lemas.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Guman Cherry.
"Lagian kenapa aki bisa bicara seperti itu sih kemarin?" Guman Cherry lagi.
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
__ADS_1