Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
56


__ADS_3

...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...


...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....


...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...


...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......


...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏😊...





Aksa berjalan keluar dari kamarnya. Dia sedikit berlari dengan Cherry yang ada di dalam gendongannya. Randi pun mengikuti Aksa karena dia khawatir dengan keadaan Cherry.


Sedangkan Dewa, teduduk di lantai dengan tatapan kosong. Dia melihat kedua telapak tangannya.


"Aku lagi lagi melakukan kesalahan yang besar pada Cherry" Ucap Dewa lirih.


"Dewa tenang lah, kita ke rumah sakit sekarang, kita harus tau keadaan Cherry dan kandungannya" Ucap Ardi.


"Tapi aku telah menyakiti Cherry Ardi" Ucap Dewa menyesal.


"Apa kamu tidak ingin mengetahui keadaan Cherry? Tegar lah Dewa. Kamu tidak sengaja melukai Cherry. Kita bisa jelaskan nanti pada Cherry" Ucap Ardi.


"Iya, aku harus minta maaf pada Cherry" Ucap Dewa. Dewa bangkit dari duduknya lalu berlari keluar dari rumah Aksa.


"Biar aku yang menyetir" Ucap Ardi yang menahan pintu mobil yang akan di buka Dewa.


"Kamu sedang tidak tenang Dewa. Akan sangat berbahaya jika kamu yang menyetir" Ucap Ardi. Dewa pun mengangguk. Ardi masuk ke dalam mobil. Dia duduk di belakang kemudi sedangkan Dewa duduk di kursi penumpang.


Di rumah sakit.


Aksa menunggu di ruang tunggu bersama Randi. Randi sudah menghubungi Loli agar segera menyusul ke rumah sakit.


"Tenang lah Sa, Cherry bukan anak yang lemah, dia pasti bisa betahan" Ucap Randi.


"Tapi dia tadi sangat kesakitan Ran, kamu lihat sendiri bukan, dia sampai sangat kuat mencengkram baju ku saat ku gendong tadi" Ucap Aksa khawatir.


"Kamu berdoa saja, semoga Cherry dan kandungannya baik baik saja" Ucap Randi, Aska pun mengangguk.


Di saat bersamaan, Dewa dan Ardi sampai di rumah sakit. Mereka berjalan tergesa gesa masuk ke dalam rumah sakit untuk melihat keadaan Cherry.

__ADS_1


Aksa yang duduk di ruang tunggu menoleh ke arah Dewa dan Ardi yang baru datang. Dia sangat marah dengan kedatangan mereka ke rumah sakit. Aksa bangkit dari duduknya, dia menghampiri Dewa lalu...


Duack


Aksa memukul wajah Dewa hingga Dewa jatuh ke lantai.


"Untuk apa kamu ke sini? Pergi kamu dari sini" Ucap Aksa marah.


"Tenang lah, kami hanya ingin melihat keadaan Cherry" Ucap Ardi yang memisahkan Aksa.


"Untuk apa? Dia sudah menyakiti Cherry, apa dia belum puas?" Ucap Aksa marah.


Aksa mendorong tubuh Ardi menyingkir dari hadapannya. Dia menghampiri Dewa lalu memukuli Dewa. Randi dan Ardi ingin memisahkan mereka bahkan satpam pun juga ikut memisahkan Aksa, namun karena kemarahannya dia terus membabi buta memukuli Dewa.


"Kakak hentikan" Teriak Loli yang baru sampai di rumah sakit. Dia melihat kakaknya yang memukuli Dewa. Loli berlari lalu menarik lengan Aksa agar melepaskan Dewa.


"Ukuh uhuk uhuk" Dewa terbaruk batuk akibat mendapat pukulan dari Aksa.


"Kak tenang lah, aku tau kakak sedang marah. Tapi tolong tahan emosi kakak, Cherry sedang berada di dalam kak. Kakak jangan seperti ini kak" Ucap Loli.


Aksa memeluk Loli dan menangis dalam pelukan Loli.


"Dia sangat kesakitan Loli. Dia sangat keskitan" Ucap Aksa.


"Iya kak, kita berdoa saja. Semoga Cherry baik baik saja" Ucap Loli.


Loli membawa kakaknya untyk duduk di kursi tunggu. Sedangkan Randi dan Ardi membantu Dewa duduk pula di kursi tunggu namun agak jauh dari Aksa.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Aksa khawatir.


"Nyonya Cherry baik baik saja. Kandungan juga baik baik saja. Hanya saja untuk beberapa hari kedepan, masih harus di rawat untuk pemantauan lebih lanjut" Jelas Dokter.


Aksa berjongkok dengan mengusap kepalanya. Dia lega karena Cherry dan bayinya baik baik saja.


"Anda sudah bekerja keras tuan. Silahkan jika ingin melihat nyonya. Beliau sudah sadarkan diri" Jelas Dokter tersenyum melihat Aksa yang begitu khawatir dengan istrinya.


"Iya, terima kasih Dok" Ucap Aksa bangkit.


"Kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Dokter.


"Terima kasih banyak Dok" Ucap Loli


"Sama sama " Jawab Dokter tersenyum.


Aksa masuk di dampingi Loli. Aksa membuka pintu ruangan Cherry, dia melihat Cherry yang sudah sadar.


"Kak Aksa" Ucap Cherry tersenyum.


Aksa menghampiri Cherry lalu memeluk erat tubuh Cherry, dia menciumi kening Cherry berulang kali.

__ADS_1


"Terima kasih karena kamu sudah baik baik saja sayang, maafkan aku yang tidak menjaga kamu dengan baik" Ucap Aksa.


"Kamu pastis sangat khwatir bukan? Maafkan aku juga ya kak" Ucap Cherry tersenyum.


"Boleh aku menyentuhnya?" Tanya Aksa dan Cherry mengangguk.


Aksa duduk di kursi yang disediakan dekat dengan ranjang Cherry. Dengan tangan gemetarnya, dia menyentuh perut Cherry yang masih rata.


"Halo jelly beruang kembar, ini papah sayang. Kalian baik baik saja bukan?" Ucap Aksa.


"Terima kasih sayang, karena kalian masih bertahan di dalam perut mamah. Terus lah bertahan dan tumbuh dengan sehat sayang. Kami sudah menantikan kalian kaluar" Ucap Aksa.


Cherry tersenyum dengan ucapan Aksa. Dia tidak menyangka Aksa akan sesayanh itu dengan anak dalam kandungannya. Padahal dia sering memberontak bahkan melayani Aksa saja tidak pernah tulus.


Rasa menyesal pun menyeruak dalam hati Cherry, orang yang selalu ia pandang sebelah mata itu adalah orang paling tulus mencintainya. Bahkan saat dirinya kesakitan tadi, Aksa sampai menangis ketakutan.


"Sayang, kenapa kamu menangis? Apa ada yang sakit? Apa perut kamu sakit lagi?" Tanya Aksa khawatir lagi.


"Aku panggil Dokter dulu ya" Ucap Aksa khawatir. Aksa ingin berbalik namun di cegah oleh Cherry. Cherry menarik tangan Aksa lalu memeluk pinggang Aksa. Dia menangis dalam pelukan Aksa.


"Cherry, ada apa?" Tanya Aksa bingung karena tidak pernah Cherry bersikap seperti itu padanya.


"Biarkan aku memeluk mu sebentar kak, sebantar saja" Ucap Cherry lirih.


Aksa pun mengangguk, dia memeluk kepala Cherry dan mengusapnya lembut.


"Lakukan jika itu bisa menenangkan kamu sayang" Ucap Aksa.


Dewa melihat semua perlakuan Aksa pada Cherry. Dia merasa hancur sudah harapannya untuk membawaCherry kembali ke dalam pelukannya. Di tambah saat Cherry yang berinisiatif memeluk Aksa, membuat Dewa sakit hati.


"Lebih baik kita pulang" Ucap Ardi menepuk bahu Dewa.


Dewa berbalik lalu melangkah pergi dari ruangan Cherry. Dia sudah menyerah untuk mendapatkan Cherry kembali. Ardi merangkul bahu Dewa, mereka berdua keluar dari rumah sakit.


⚜⚜⚜


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


__ADS_2