
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
"Hah malas aku sekarang" Ucap Cherry bangkitdari duduknya.
"Selesiakan masalah kamu, aku tunggu di mobil" Ucap Cherry yang ingin berjalan keluar dari restoran
Namun Vera malah menjambak rambut Cherry hingga Cherry hampir saja jatuh.
"Mau ke mana kamu? Kamu sudah merebut pria ku" Ucap Vera marah menjambak rambut Cherry.
"Vera lepaskan rambut Cherry" Ucap Dewa marah. Dia mencoba melepaskan tangan Vera dari rambut Cherry.
"Lepaskan aku bilang" Ucap Cherry penuh penekanan.
"Memangnya kamu mau ngapain? Ini hukuman buat kamubyang sudah merebut pria ku" Ucap Vera tersenyum mengejek.
"Dewa apapun yang aku lakukan itu tanggung jawab kamu" Ucap Cherry melirik Dewa.
Bruck.
Cherry menarik tangan Vera dan membanting Vera ke lantai.
"Ahhh" Teriak Vera kesakitan.
Cherry menghampiri Vera, dia berjongkok di dekat Vera yang masih di lantai karena kesakitan.
"Aku sudah peringatkan kamu, jangan menyentuhku" Ucap Cherry.
Cherry bangkit dan bermaksud untuk keluar namun dia berbalik ke Vera lagi.
"Oh satu lagi. Dewa milik ku dan hanya milik ku. Kamu hanya mainan buat dia. Jadi jangan terlalu berharap karena jika sudah bosan kamu hanya sampah baginya" Ucap Cherry.
Dewa tersenyum puas dengan jawaban Cherry. Dia tidak menyangka Cherry akan sekejam itu dengan sesama wanita.
__ADS_1
"Dewa kamu harus bilang ke dia bahwa aku bukan sampah" Ucap Vera.
"Tapi itu lah kenyataannya Vera. Kamu hanya pelampiasan saat dia tidak di sisi ku. Tapi karena saat ini dia sudah bersama ku maka aku akan membuang mu" Ucap Dewa
"Tidak Dewa, kamu milik ku dan akan selalu jadi milik ku" Ucap Vera.
Dewa sudah malas menghadapi wanita seperti Vera. Dia paling benci dengan wanita yang hanya menyukai uang Dewa tanpa memikirkan perasaan Dewa sama sekali. Dewa berjalan melewati Vera untuk kekuar dari restoran.
"Dewa tidak Dewa. Jangan tinggalkan aku Dewa" Teriak Vera. Vera ingin mengejar Dewa namun kakinya terluka akibat di banting Cherry tadi.
"Aku tidak akan melepaskan kamu Dewa. Lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kamu nanti" Ucap Vera marah.
Dewa keluardari restoran, dia melihat Cherry yang sedang minum minuman kaleng dengan bersandar pada cap mobil.
"Kenapa tidak di dalam mobil saja? Di luar kan dingin" Ucap Dewa mengusap kepala Cherry lembut.
"Aku tidak akan tinggal diam jika masih ada wanita wanita lain yang seperti dia. Jika sampai aku lepas emosi itu semua tanggung jawab kamu karena kamu yang memberi mereka harapan" Ucap Cherry.
"Aku tidak peduli kamu mau melakukan apapun, aku akan selalu melindungi kamu. Soal wanita itu, dia hanya mengincar uang ku. Yang memiliki hati ku cuma kamu" Ucap Dewa.
"Enggak usah gobal, aku benci ucapan manis kamu" Ucap Cherry mendorong tubuh Dewa. Dia masuk ke dalam mobil. Dewa tersenyum lalu ikut masuk ke dalam mobil juga.
"Pulang pak" Ucap Cherry.
"Baik non" Jawab supir Dewa.
Cherry terus melihat keluar jendela saat perjalanan pulang, sedangkan Dewa sedang sibuk dengan leptopnya yang selalu ada di dalam mobil jika dia pergi ke manapun.
"Mau ngapain ke sana?" Tanya Dewa.
"Mau cari angin" Jawab Cherry.
Supir menghentikan mobilnya ke tempat yang Cherry mau. Cherry turun dari mobil dan diikuti Dewa.
"Kamu pulang saja dulu" Ucap Dewa pada supirnya.
"Mobilnya bagaimana tuan?" Tanya supir.
"Bawa saja, soal pulang nanti urusan ku" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab supir Dewa.
Dewa menyusul Cherry yang sudah lebih dulu berjalan masuk ke taman. Dewa melihat Cherry yang berdiri di tepi danau dengan tangan yang terlipat di dadanya. Dewa memeluk Cherry dari belakang dan menyandarkan kepalanya padabahu Cherry.
"Ada apa?" Tanya Dewa.
"Tidak ada, aku hanya ingin menenangkan diri daja di sini. Di sini udaranya sangat sejuk." Ucap Cherry.
"Aku punya vila yang dekat dengan perbukitan, jika kamu ingin berlibur kita bisa ke sana" Ucap Dewa.
"Aku mau, tapi tidak dalam waktu dekat. Aku ingin fokus dengan sekolah ku dulu." Ucap Cherry.
__ADS_1
Dewa membalikkan tubuh Cherry menghadap dirinya. Dia memeluk Cherry penuh kasih sayang.
"Kamu berencana ke mana setelah lulus sekolah?" Tanya Dewa.
"Belum tau, dulu aku tidak pernah berfikir untuk kuliah karena keadaan kakak dan aku sendiri yang susah. Jadi aku tidak mau menyusahkan kakak lagi" Ucap Cherry.
"Tapi sekarang ada aku yang akan mengambil alih tanggung jawab kakak kamu itu" Ucap Dewa.
"Iya, walaupun kamu tidak memberikannya secara percuma" Ucap Cherry.
"Karena aku menginginkan kamu" Ucap Dewa mencium kening Cherry.
"Aku sangat mencintai kamu Cherry, aku tidak ingin kehilangan kamu" Ucap Dewa tulus.
"Aku juga mencintai kamu Dewa" Jawab Cherry tersenyum. Dewa melihat ke arah Cherry lalu mencium bibir Cherry lembut.
Hari berikutnya.
Cherry sudah mulai sekolah lagi, walaupun di rumah namun semangatnya sama seperti dirinya saat di sekolah.
Dewa tersenyum melihat keseriusan Cherry. Dia bangga padaCherry yang pantang menyerah untuk meraih mimpinya.
"Aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu bahagia Cherry" Guman Dewa dalam hati.
Dewa menghampiri Cherry untuk berpamitan berngkat ke kantor.
"Aku ke kantor dulu ya" Pamit Dewa.
"Iya, hati hati" Jawab Cherry hang masih fokus dengan pelajarannya.
Dewa tersenyum lalu mengusap lembut kepala Cherry. Dia berjalan keluar dari rumahnya. Dia kini memakai mobil sendiri karena luka di tanganya sudah jauh lebih baik.
Siangnya, Cherry sudah selesai dengan sekolahnya. Dia bosan di rumah karena kesepian.
"Apa aku ke tempat kakak saja ya? Apa dia sudah pergi atau belum?" Guman Cherry.
Cherry yang berada di atas ranjang lalu turun dan membuka lemari bajunya. Dia memilik celana pendek dan kaos pink serta topi pitih untuk ia kenakan kali ini. Tidak lupa dia juga memakai sepatunya.
Cherry keluar dari rumah, di berlari ke arah garasi mobil. Dia memakai mobil lain kali ini karena seperti yang ia janjikan pada Dewa, bahwa dia tidak boleh menemui Randi. Cherry hanya ingin melihat keadaan Randi darijauh saja.
Saat Cherry keluar dari area vila dengan membawa mobil. Penjaga vila menghubungi Dewa.
"Selamat siang tua., non Cherry keluar membawa mobil hitam tuan" Ucap penjaga vila.
"Apa dia bilang mau ke mana?" Tanya Dewa.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1