Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
59


__ADS_3

"Kak, apa saat di club dulu, kakak sudah tau siapa aku?" Tanya Cherry.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya Aksa.


"Aku hanya ingin tau saja" Ucap Cherry.


"Tidak sayang, aku tidak tau siapa kamu sebenarnya. Aku tau setelah aku menyelidiki siapa kamu. Awalnya aku ingin menyelidiki kamu karena ingin membalas Dewa. Tapi setelah menegtahui siapa kamu sebanrnya, aku sungguh menyesal telah melecehkan kamu dulu. Maafkan aku sayang" Ucap Aksa tulus.


"Kenapa kakak melakukan itu?" Tanya Cherry lagi.


"Entah lah, mungkin karena aku tumbuh di lingkungan seperti itu hingga membuay sikap buasku tidak terkontrol" Ucap Aksa.


Cherry terdiam kembali. Dia melepaskan pelukannya dari tubuh Aksa. Cherry mulai sedih dan menundukkan kepalanya.


"Ada apa sayang? Apa aku salah bicara?" Tanya Aksa menyetuh dagu Cherry.


"Aku teringat orang tua ku kak. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka kak? Kenapa mereka meninggal?" Tanya Cherry sedih.


Aksa meraih tubuh Cherry lalu memeluknya erat. Dia mengusap kepala Cherry dan sesekali menciumnya.


"Saat itu aku sedang menunggu orang tua kamu yang akan menjemputku sekolah bersama Randi. Saat sampai di sekolah mereka mengajak ku masuk mobil namun aku bersikeras ingin membeli makanan. Akhirnya, Randi yang mengantar ku. Tapi baru beberapa langkah kami berjalan, sebuah truk besar melaju sangat kencang dan menabrak mereka dari belakang" Jelas Aksa.


"Maafkan aku sayang, seharusnya yang mereka incar adalah aku, tapi saat itu aku di luar mobil dan....." Aksa tidak mampu melanjutkan ceritanya.


"Sudah kak hentikan. Maaf aku sudah membuka luka lama kakak. Aku tidak akan bertanya lagi kak. Maafkan aku" Ucap Cherry menangis ketika melihat Aksa teringat hal yang sangat menyakitkan buat dirinya.


"Maafkan aku sayang" Ucap Aksa lirih.


Cherry mempererat pelukannya pada Aksa. Aksa pun memeluk Cherry erat juga.


"Aku akan menjaga kamu dan anak anak kita Cherry. Aku tidak akan membiarkan kalian terluka sedikitpun. Aku berjanji" Ucap Aksa menghapus air mata Cherry setelah ia melepaskan pelukannya dari tubuh Cherry.


"Iya kak, aku percaya" Jawab Cherry tersenyum lembut.


Di sisi lain, Randi dan Loli sudah sampai di rumah setelah dari rumah Aksa. Mereka duduk di sofa ruang tamu bersama.


"Apa besuk kamu ada kuliah?" Tanya Randi.


"Ada kak, tapi siang" Jawab Loli.


"Apa kamu bisa mengambil cuti?" Tanya Randi lagi.


"Memangnya ada apa?" Tanya Loli.


"Aku ingin mengajak kamu liburan. Setelah menikah aku belum sempat mengajak kamu liburan. Bahkan setelah menikah kita banyak sekali masalah yang datang" Ucap Randi.


"Mau bulan madu?" Tanya Loli polos.

__ADS_1


"Iya lah, aku juga ingin punya jelli beruang seperti Cherry" Ucap Randi.


"Hahaha, sejak kapan kakak ikut ikut kak Aksa?" Tanya Loli tertawa.


"Loli, kamu tau kan aku sudah cukup umur. Aku juga ingin memiliki anak yang lahur dari rahim kamu. Walaupun kamu masih muda, kamu mau kan mengandung anak ku?" Tanya Randi lembut.


"Aku istri kamu kak, jadi aku pasti akan mengandung anak kamu. Aku tidak memperdulikan umur. Yang aku pedulikan tanggung jawab kamu. Apa kamu bisa bertanggung jawab atas diri ku dan anak kita nantinya?" Tanya Loli serius.


"Aku pasti akan brtanggung jawab sayang. Karena hanya kalian lah keluarga ku sekarang. Cherry sudah memiliki keluarga sendiri. Hanya kamu yang akan menemani ku di akhir tuaku nanti" Ucap Randi.


"Terima kasih kak" Ucap Loli tersenyum manis. Randi meraih tengkuk Loli lalu mencium bibir Loli lembut.


"Aku mencintai kamu sayang" Ucap Randi lembut.


"Aku pun mencintai kamu kak" Jawab Loli.


Hari hari telah berlalu dengan tenang. Namun Dewa dan Ardi tidak begitu, karena mereka sedang sibuk mengambil alih tanah yang sudah Dewa incar.


Seperti saat ini Dewa sedang ada di kantornya. Dia menunggu Ardi yang sedang mengurus pengalihan nama atas tanah yang mereka incar.


"Bagaimana?" Tanya Dewa saat Ardi masuk ke dalam ruangannya.


"Aku baru sampai, apa kamu tidak menyuruhku untuk duduk dulu" Eluh Ardi yang beberapa hari ini tidak dapat iatirahat dengan tenang.


"Kalau sudah semuanya, kita ke sana sekarang" Ucap Dewa bangkot dari duduknya. Dia membawa jasnya lalu keluar dari ruangnya tanpa menunggu Ardi.


"Dia benar benar kejam jika menginginkan sesuatu" Ucap Ardi lelah.


"Kita mau ke mana?" Tanya Ardi yang sudah masuk ke dalam mobil menyusul Dewa.


"Ke tempat itu. Kamu akan tau nanti apa yang akan aku lakukan" Ucap Dewa tersenyum licik.


Dewa mulai melajukan mobilnya. Dia meninggalkan area kantor untuk kenuju ke tanah yang kini sudah menjadi miliknya.


"Apa ini berhubungan dengan gadis bernama Fiona itu?" Tanya Ardi.


"Iya" Jawab Dewa.


"Aku harap kamu menginginkannya bukan karena wajahnya yang hampir mirip dengan Cherry. Kasihan dia, dia gadis baik baik" Ucap Ardi.


"Apa peduli mu. Tugas mu hanya mendampingi ku. Untuk urusan lain tutup mulutmu itu" Ucap Dewa.


"Aku hanya sekedar mengingatkan saja Dewa. Jangan sampai kamu menyesal lagi nantinya" Ucap Ardi.


"Itu bukan urusan mu" Ucap Dewa.


Ardi pun menyerah, karena dia sudahdi pastikan tidak akan bisa mengubah keputusan Dewa. Dia hanya diam melihat jalanan yang cukup ramai namun tidak sampai membuat macet.

__ADS_1


Tak lama mereka sudah sampai di panti asuhan. Mereka turun dari mobil dan melihat anak buahnya yang sedang memasang papan kepemilikan tanah dan bangunan.


"Maaf tuan, tapi ada apa ini? Kenapa panti kami di sita?" Tanya ibu panti pada Dewa dan Ardi yang baru saja sampai.


"Bolehkah kita bicara di dalam?" Tanya Ardi.


"Iya iya silahkan" Ucap ibu panti mempersilahkanmereka masuk.


Dewa dan Ardi masuk ke dalam panti. Saat menuju ke ruang tamu, mereka melewati ruangan yang ada beberapa bayi di dalam ruangan itu. Dewa berhenti dan melihat bayi bayi itu dari balik jendela luar.


"Ada apa?" Tanya Ardi yang ikut melihat bayi yang sedang tertidur pulas di box bayinya.


"Aku menginginkannya" Ucap Dewa.


"Jangan aneh aneh seha Wa, ini saja masalahnya belum selesai" Ucap Ardi lelah mengikuti kemauan Dewa.


"Tapi dia manis sekali" Ucap Dewa.


"Jangan gila deh. Menginginkan mereka bukan seperti membeli kucing. Jadi jangan seenaknya saja. Ada tanggung jawab besar yang harus kamu lakukan" Ucap Ardi.





...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya....


...Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi....


...Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁...


...👍 Like...


...♥️ Favorit...


...💬 Komen...


...⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga....


...Selamat membaca ya kak...


...Terima kasih banyak...

__ADS_1


...See you next part...


...😊😊😊🙏🙏🙏...


__ADS_2