Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
47


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





Gadis itu berjalan ke depan Cherry. Dia memegang dagu Cherry dan melihat luka lebam di wajah Cherry.


"Saya akan mengompres luka anda" Ucap gadis itu.


Gadis itu keluar tidak lupa dia juga mengunci kembali pintu kamar Cherry. Hanya butuh beberapa menit saja dia sudah kembali masuk ke dalam kamar Cherry. Dia duduk di sebelah Cherry untuk mengompres luka Cherry.


"Kenapa kamu membantu ku?" Tanya Cherry lirih.


"Tuan meminta saya untuk menjadi asisten anda. Tuan bilang kalau anda membutuhkan teman yang sebaya dengan anda" Ucap gadis itu.


"Dia hanya ingin memperbudak ku" Ucap Cherry tersenyum getir. Gadis itu hanya tersenyum mendengar ucapan Cherry. Dia sangat telaten mengobati luka Cherry.


Tak lama dia sudah selesai mengobati luka lebam Cherry. Dia mulai menyuapi Cherry makan malam.


"Makan lah nona. Jangan menyiksa diri anda sendiri" Ucap gadis itu.


"Aku tidak ingin makan, bawa pergi itu dari hadapan ku" Ucap Cherry.


"Baik lah jika nona tidak mau makan, minum susu saja" Ucap gadis itu lagi.


"Aku bilang pergi" Ucap Cherry sedikit keras.


Brack


Aksa masuk ke dalam kamar Cherry ketika mendengar Cherry berteriak.


"Kenapa kamu tidak mau makan? Apa kamu mau mati di sini?" Ucap Aksa marah.


"Lebih baik aku mati dari pada harus bersama kamu" Ucap Cherry.


Plack


Aksa menampar keras pipi Cherry. Cherry hanya tersenyum karena lagi lagi Aksa melakukan kekerasan dengannya.


"Jangan sakiti dia tuan, lukanya baru saja saya obati" Ucap gadis itu datar.


Aksa merampas gelas susu dari gadis itu. Dia meminum susu itu lalu mencium bibir Cherry agar Cherry mau meminum susunya.

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk " Batuk Cherry karena tersedak susu yang di paksa Aksa minum.


"Jangan sampai aku marah Cherry, aku tidak sebaik yang kamu kira" Ucap Aksa.


Gadis itu mengambil tisu, dia membersihkan mulut Cherry yang tertumpahan susu.


"Bersabarlah nona" Bisik gadis itu pada Cherry. Cherry mulai menangis lagi, dia takut dengan Aksa yang selalu menyakitinya.


"Bantu dia membersihkan badanya, malam ini aku menginhinkannya" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab gadis itu.


Gadis itu memapah Cherry masuk ke dalam kamar mandi. Dia membantu Cherry mandi dengan lembut.


"Kenapa kamu sangat baik pada ku?" Tanya Cherry.


"Saya juga tidak tau, hanya saja saya merasa anda bukan lah wanita yang gampang di tindas" Ucap gadis itu.


"Aku takut dengan dia" Ucap Cherry tertunduk sedih.


"Anda pasti bisa menaklukkan tuan nona, anda pasti bisa membawa tuan ke dalam genggaman anda" Ucap gadis itu.


"Entah lah" Ucap Cherry sedih.


"Jangan bersedih nona, bersemangatlah" Ucap Gadis itu.


"Em nona, apa boleh saya bertanya sesuatu pada anda?" Tanya gadis itu.


"Apa?" Tanya Cherry balik.


"Apa anda sudah ada seseorang yang anda cintai?" Tanya gadis itu takut.


"Mereka pasti sangat mencemaskan aku sekarang" Ucap Cherry.


"Bersabar lah nona" Ucap gadis itu.


Tak lama mereka kekuar dari kamar mandi. Cherry memakai handuk kimono yang di pakaikan oleh pelayannya itu.


"Saya akan mengeringkan rambut nona sekarang" Ucap pelayan Cherry.


"Aku harus memanggil kamu siapa?" Tanya Cherry melihat pelayannya dari pantulan kaca.


"Nama saya Juli" Jawab pelayan Cherry yang bernama Juli.


"Berapa usiamu?" Tanya Cherry lagi.


"Tahun ini 20 tahun" Jawab Juli.


"Kamu lebuh tua 1 tahun dariku" Ucap Cherry.


Juli hanya tersenyum, dia mulai menyisir rambut Cherry dan mengikatnya agar terlihat lebih segar.


"Malam ini tuan akan tidur di sini. Saya harap anda tidak melawan tuan lagi agar anda tidak terluka" Ucap Juli.


"Walaupun aku tidak melawan dia akan tetap memukulku" Ucap Cherry.


"Saya permisi dulu" Pamit Juli.

__ADS_1


Cherry bangkit dari duduknya. Dia berjalan ke arah kaca balkon kamarnya. Dia melihat para penjaga yang cukup banyak di area vila.


"Kamu tidak akan bisa kabur dari sini, jadi hapus pikiran itu" Ucap Aksa yang masuk ke dalam kamar.


Aksa berjalan menghampiri Cherry lalu memeluk Cherry dari belakang.


"Kamu sangat harum sayang. Sudah sangat lama aku menhinginkan hal seperti ini bersama kamu" Ucap Aksa lembut.


"Kemari lah" Ucap Aksa membalikkan tubuh Cherry ke arahnya.


"Menurut lah dan aku akan melakukan apapun untuk kamu. Aku hanya ingin bersama kamu, jadi mengertilah" Ucap Aksa.


"Tapi aku tidak ingin berada di sini. Aku ingin pulang" Ucap Cherry.


"Pulang kamu bilang?" Ucap Aksa melepaskan tangannya dari bahu Cherry.


"Apa kamu ingin kembali kepada dua orang baj***n itu?" Ucap Aksa marah.


"Karena aku mencintai mereka" Ucap Cherry


Plack


Aksa menampar pipi Cherry. Dia menjambak rambut Cherry lalu melemparkan tubuh Cherry ke atas ranjangnya.


"Ahhh" Teriak Cherry kesakitan. Cherry mulai menangis lagi.


Aksa melepaskan bapakaian yang melekat pada tubuhnya. Dia menarik kaki Cherry dan mulai menindih tubuh Cherry. Dia memaksa Cherry melakukan hubungan, Cherry hanya bisa menangis karena dia tidak bisa mengalahkan kekuatan Aksa.


Setelah puas, Aksa memeluk tubuh Cherry. Cherry masih menangis karena permainan Aksa sangat keras dan menyiksanya.


"Seharusnya kamu menurut sayang, aku tidak akan melakukan ini jika kamu tidak membuat ku marah. Harusnya kamu bisa membuat ku senang bukan sebaliknya" Ucap Aksa memeluk tubuh Cherry.


Hari berikutnya.


Dewa sudah seperti orang gila sejak kemarin. Dia tidak bisa menemukan di mana keberadaan Cherry. Ardi pun sama, dia tidak bisa menemukan Cherry. Tapi Ardi bisa lebih tenang dan memakai otaknya untuk mencari petunjuk keberadaan Cherry.


"Dewa berhentilah mondar mandir di depan ku" Ucap Ardi.


"Jangan hiraukan aku, cepat kamu cari di mana Cherry" Ucap Dewa.


"Aku sedang mencarinya sekarang. Tapi jika kamu seperti ini aku tidak bisa konsentrasi" Ucap Ardi


Dewa akhirnya duduk di sofa sebelah Ardi. Baru saja dia duduk, anak buahnya masuk ke dalam vila.


"Bagaimana? Apa kalian sudah menemukan Cherry?" Tanya Dewa yang kembali bangkit dari duduknya.


"Maaf tuan, kami sudah berpencar di area kampus nona, tapi kami tidak menemukan nona di sana" Jawab anak buah Dewa.


Plack


Dewa memukul anak buahmya satu persatu.


"Buat apa kalian mendapat gaji, jika mencari Cherry saja tidak becus" Ucap Dewa marah.


"Cari lagi kemanapun terserah kalian, kalian harus segera menemukan dia" Ucap Dewa marah.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2