
"Aku ingin menciummu" Jawab Aksa. Cherry mengangguk dan tersenyum. Aksa naik ke ranjang lalu meraih tengkuk leher Cherry dan mulai mencium bibir Cherry.
Cukup lama Aksa menciumi bibir Cherry. Cherry merasa ada yang aneh dengan sikap Aksa hari ini.
"Hentikan kak" Ucap Cherry mendorong tubuh Aksa.
"Kamu kanapa sih kak? Kenapa kamu menciumi aku terus? Apa kamu ingin melakukannya?" Tanya Cherry. Aksa mengangguk pelan.
"Tidak, aku tidak menginginkannya. Kamu istirahat saja, aku mau menyelasaikan pekerjaan ku" Ucap Aksa.
Aksa turun dari ranjang. Dia ingin melangkah pergi namun di cegah oleh Cherry.
"Jangan pergi" Ucap Cherry.
"Aku tidak bisa jika di sini terus sayang. Kamu istirahat lah" Ucap Aksa.
Cherry pun turun dari ranjang. Dia melingkarkan tangannya ke leher Aksa. Dia mencium bibir Aksa lembut. Satu tangannya turun meraba dada bidang Aksa, dia terus meraba hingga ke kancing kelana Aksa.
"Jangan sayang" Ucap Aksa memegang tangan Cherry.
"Kenapa? Bukan kah kamu juga menginginkannya?" Tanya Cherry.
"Iya, tapi aku takut jika menyakiti kamu nantinya" Ucap Aksa.
"Jadi kamu mau menahannya? Sampai kapan? Sampai aku melahirkan?" Tanya Cherry.
"Aku akan berusaha" Jawab Aksa datar.
Cup
Cherry mencium bibir Aksa sekilas karena gemas.
"Ada ya, kelompok mafia semanis kamu" Ucap Cherry.
"Aku bukan anggota mafia, aku hanya jalan pintas mereka" Ucap Aksa tersenyum.
"Kak, kata Dokter kita bisa melakukannya. Asal kakak melakukanya perlahan" Jelas Cherry.
"Tapi aku tidak ingin membuat kamu sakit" Ucap Aksa.
"Aku akan bilang jika aku merasa sakit" Ucap Cherry lembut.
"Kamu yakin tidak apa apa?" Tanya Aksa tidak yakin. Dia masih bimbang harus melakukannya atau tidak.
Jujur saja, Aksa sangat menginginkannya saat ini. Apa lagi Cherry sekarang sudah semakin perhatian dengannya. Dia ingin selalu di samping Cherry. Namun Cherry begitu menggoda untuknya. Dia takut jika dia tidak bisa menahannya.
"Aku tidak apa apa kak" Jawab Cherry tersenyum.
"Baik lah kalau begitu" Ucap Aksa tersenyum. Aksa meraih tubuh Cherry agar mendekat ke badannya. Dia mencium lagi bibir Cherry dan mengarahkan Cherry ke atas ranjang.
"Aku akan melakukannya perlahan" Ucap Aksa.
"Iya kak" Jawab Cherry.
Aksa mulai melakukan aksinya. Dia serius dengan ucapannya tadi, dia melakukannya perlahan dan secepat mungkin karena dia tidak ingin Cherry kesakitan.
__ADS_1
Setelah melakukannya. Cherry sudah terlelap dalam pelukan Aksa. Aksa menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Cherry.
"Terima kasih sayang" Ucap Aksa mencium kening Cherry.
Aksa mengusap perut Cherry lembut.
"Jangan rewel ya sayang, kasihan mamah jika kalian nakal di dalama sana" Ucap Aksa tersenyum.
"Sudah waktunya istirahat, kalian tidur dengan nyenyak ya di dalam parut mamah" Ucap Aksa.
Aksa lebih menaikkan selimut yang di pakai Cherry. Dia lagi lagi mencium kening Cherry dan tersenyum.
Hari berikutnya.
Loli dan Randi sedang bersiap siap untukpergi liburan. Mereka sudah menetapkan akan ke mana untuk liburan mereka kali ini.
Aksa dan Cherry datang ke rumah Randi. Aksa bermaksud menitipkan Cherry di rumah Randi karena dia harus pergi ke luar negri untuk melakukan perjalanan bisnis. Dia juga tidak tau jika Randi dan Loli akan pergi liburan.
"Ayo sayang, kita turun" Ucap Aksa yang membantu Cherry turun dari mobil. Aksa menggandeng tangan Cherry lalu berjalan masuk ke dalam rumah Randi.
"Kakak mau ke mana?" Tanya Cherry yang melihat beberapa koper yang sudah siap.
"Kami mau liburan, kalian ada perlu apa?" Tanya Randi balik.
"Aku ada kerjaan di luar negri, aku bermaksud menutipkan Cherry di sini untuk beberapa hari" Jawab Aksa.
"Tapi kita mau pergi sekarang" Ucap Loli.
"Tuh kan kak, aku sudah bilang kan, ajak aku juga ke ke kerjaan kakak. Aku janji tidak akan menyusahkan kamu" Ucap Cherry.
"Aku tidak selemah yang kamu pikir kak, aku pokoknya mau ikut" Ucap Cherry ngambek.
"Ajak saja dia, dari pada dia marah kamu malah tidak konsentrasi dalam kerjaan kamu. Ajak asisten kamu saja biar menemani Cherry saat kamu kerja" Ucap Randi.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu boleh ikut, tapi kamu harus janji harus banyak banyak istirahat. Jangan pergi ke mana pun tanpa seijinku" Ucap Aksa.
"Iya" Jawab Cherry tersenyum.
"Kami akan pulang sekarang. Untuk liburan kalian semoga menyenangkan dan kembali dengan kabar bahagia" Ucap Aksa.
"Terima kasih kak" Ucap Loli tersenyum.
Lalu Aksa dan Cherry kembali masuk ke dalam mobilnya. Aksa sudah memutuskan untuk mengajak Cherry ke perjalanan bisnisnya kali ini.
Di sisi lain, Fiona baru saja sampai di depan kantor Dewa. Dia berdiri di depan pintu kantor dengan perasaan bimbang.
"Mau sampai kapan kamu akan berdiri di situ saja?" Tanya Dewa yang juga baru datang.
Fiona menoleh dan melihat Dewa yang berdiri tegap dengan badan gagahnya menatap kearah dirinya.
"Aku ingin bicara dengan kamu" Ucap Fiona.
"Ikut aku" Ucap Dewa yang melangkah masukke dalam kantornya. Fiona mengikuti Dewa masuk. Semakin dia masuk ke dalam kantor Dewa, hatinya semakin bimbang. Dia takut jika dia akan semakin terluka dengan keputusan yang akan ia ambil.
Dewa membuka pintu ruangannya agar Fiona juga masuk. Namun Fiona berhenti di depan pintu ruangan Dewa.
__ADS_1
"Kenapa tidak masuk?" Tanya Dewa.
"Tidak apa apa" Jawab Fiona masuk ke dalam ruangan Dewa.
Setelah Fiona masuk ke dalam ruangannya, Dewa menutup pintunya kembali. Dewa duduk di sofa, setelah melihat Dewa duduk, Fiona ikut duduk.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Tanya Dewa dingin.
"Aku... aku ingin bicara soal tanah panti asuhan" Fiona.
"Jadi apa keputusan kamu?"
"Aku akan melakukan apa yang kamu mau, tapi kamu juga harus melakukan apa yang sudah kamu janjikan" Ucap Fiona.
"Tentu saja" Jawab Dewa tersenyum puas.
Setelah melakukan pembicaraan itu, Fiona dan Dewa membuat surat nikah di catatan sipil. Fiona yang seorang muslim melakukan pernikahan beda agama dengan Dewa.
Dewa mengalah untuk masuk islam demi Fiona. Dia melakukan ijab kabul dengan Ardi sebagai saksinya. Setelah pernukahan yang sederhana itu, Dewa membawa Fiona ke vilanya.
"Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini sebagai nyonya Dewa Nahendra"
"Jaga sikap dan perbuatan kamu, semua orang akan memperhatikan kamu mulai sekarang. Jangan pernah membuat ku malu" Ucap Dewa.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1