Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
37


__ADS_3

...Next? ...


...Udah vote dan spam komen belum? ...


...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....


...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...


...See u next part ❤...


...●...




"Aku sangat merindukan kakak" Ucap Cherry memeluk erat Randi.


"Kakak juga sangat merindukan Cherry" Ucap Randi.


"Sudah hentikan" Ucap Dewa menarik Cherry dari pelukan Randi. Ardi hanya menggelengkan kepalanya serta tersenyum dengan ulah Dewa.


"Dewa kamu kenapa sih" Ucap Cherry protes.


"Aku mengijinkan kamu menemuinya tapi tidak dengan berpelukan di depan ku" Ucap Dewa.


"Tapi dia kakak ku, kakak kandung ku" Ucap Cherry berontak.


"Tapi kamu milik ku" Ucap Dewa.


"Dia milik ku juga ingat itu" Sagut Ardi yang memeluk Cherry dari belakang.


Randi yang baru datang dan tidak tau apa yang sudah terjadi kepada adiknya itu dan juga pria yang bersamanya.


"Cherry masih milik ku sebelum dia menikah" Ucap Randi yang membuyarkan pertengkaran 2 pria yang memperebutkan Cherry.


Mendengar ucapan Randi kedua pria itu seketika menatap tajam Randi yang semakin bingung dengan permasalahan yang mereka hadapi.


"Iya, aku hanya punya kakak bukan kalian berdua" Ucap Cherry memeluk lengan Randi.


"Yuk kak kita pulang" Ucap Cherry menarik lengan Randi meninggalkan dua pria yang bersamanya tadi.


"Itu Dewa kan?" Tanya Randi.


"Iya" Jawab Cherry.


"Yang satunya siapa?" Tanya Randi lagi.


"Ardi" Jawab Cherry.


"Lalu kenapa dia bilang kalau kamu juga miliknya?" Tanya Randi.


"Nanti aku akan jelaskan di rumah, sekarang kita harus pulang dulu" Ucap Cherry semangat karena dia sudah menyiapkan kejutan untuk Randi.


Hanya butuh kurang lebih 1 jam perjalanan mereka untuk sampai di rumah Randi. Saat sudah sampai mereka berempat turundari mobil.

__ADS_1


Randi melihat rumah mewah yang berdiri di lahan rumahnya.


"Ini rumah siapa?" Tanya Randi.


"Rumah kamu" Jawab Dewa berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam rumah.


"Iya kak, ini rumah kakak. Dewa dan Ardi yang membangunkan rumah ini untuk kakak" Ucap Cherry.


"Ayo masuk" Ucap Randi tersenyum sopan.


Randi dan Cherry masuk ke dalamrumah dengan di ikuti Ardi di belakang mereka. Cherry bersemangat memperlihatkan rumah baru milik Randi pada Randi yang baru saja pulang. Sedangkan Dewa dan Ardi menunggu mereka di ruang tamu.


"Ini benar rumah ku?" Tanya Randi pada Dewa dan Ardi saat dia kembali ke ruang tamu.


"Aku tidak ingin kekasihku tidur di gubuk saat dia ingin menginap di sini" Ucap Dewa.


"Kami hanya ingin membahagiakan Cherry saja" Ucap Ardi.


"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Cherry?" Tanya Randi pada Ardi.


"Aku kasih kedua Cherry" Jawab Ardi bangga.


"Ke....dua?" Tanya Randi tidak percaya.


"Iya, kami kekasih adikmu itu" Jawab Dewa.


"Yang sopan" Ucap Cherry menepuk paha Dewa.


"Apa kamu juga mafia seperti Dewa?" Tanya Randi.


Deg.


"Kalian mafia?" Tanya Cherry.


"Iya Cher. Dewa seorang mafia. Kakak sudah tau sejak lama. Sebab itu juga kakak tidak setuju kamu berhubungan dengan dia" Ucap Randi.


"Maaf kak, aku harus pergi sekarang. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mereka berdua" Pamit Cherry yang langsung bangkit dari duduknya au berjalan keluar.


Dewa dan Ardi pun ikut keluar mengikuti Cherry. Cherry sudah duduk di mobil lalu di susul Dewa dan Ardi.


"Pulang ke vila" Ucap Cherry.


Ardi melajukan mobilnya ke arah vila milik Dewa. Di sepanjang jalan, Cherry diam saja. Dewa dan Ardi ingin membuka pembicaraan tapi melihat wajah Cherry membuat mereka mengurungkan niatnya.


Tak lama mereka sudah sampai di vila. Cherry turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Dewa dan Ardi ikut masuk ke dalam kamar Cherry. Namun saat membuka pintu mereka melihat Cherry yang sedang mengisi pistolnya dengan peluru.


"Cherry apa yang mau kamu lakukan?" Tanya Dewa khawatir.


Dor


Cherry menembak tembok di sebalah Dewa yang jaraknya tidak sampai 10 cm.


"Diam di tempat dan jawab pertanyaanku" Ucap Cherry tegas.


"Kami akan jawab, tapi tolong letakkan pistolny" Ucap Ardi lembut.

__ADS_1


Dor


Cherry ganti menembak tembok yang berada di samping Ardi.


"Siapa kalian sebenarny? Kenapa kalian menyembunyikan identitas kalian padaku?" Tanya Cherry yang mulai gemetar.


"Kami memang mafia seperti yang Randi bicarakan" Ucap Dewa.


"Kami menyembunyikan identitas kami karena kami khawatir kalau kamu sampai tau, kamu akan takut pada kami" Jawab Ardi


"Mau sampai kapan kalian ingin menbohongi ku? Apa kalian pikir aku hanya wanita bodoh yang bisa kalian permainkan?" Ucap Cherry menangis.


"Kenapa kalian harus berbohong padaku? Apa salah ku hingga kalian tega padaku?" Ucap Cherry menangis dan terduduk di lantai.


Dewa menghampiri Cherry dan memeluknya. Sedangkan Ardi menagmbil pistol Cherry yang terjatuh ke lantai.


"Maafkan kami Cherry" Ucap Dewa.


"Kenapa aku harus mendengar hal ini dari kakak? Kenapa kalian tidak pernah bicara jujur pada ku? Mau sampai kapan kalian membohongiku?" Tanya Cherry menangis.


"Ini bukan hal yabg bisa kami bicarakan begitu saja dengan kamu tanpa persiapan Cherry. Dunia ku dan Dewa tidak sebaik yang kamu kira" ucap Ardi mengusa kepala Cherry lembut.


"Jika aku bisa memilih, aku ingin keluar dari dunia kelam itu Cherry. Namun hanya ada satu cara untuk dapat pergi" Ucap Dewa.


"Dengan cara kematian. Itu lah satu satunya cara keluar sari belenggu itu" Ucap Ardi.


"Maafkan kami Cherry" Ucap Dewa dan Ardi bersamaan.


Malam harinya.


Cherry masih terkejut dengan apa yang telah ia dapatkan hari ini. Dia duduk di kursi dengan mata datar tanpa emosi sedikitpun dalam tatapan matanya.


Dewa masuk ke dalam kamar Cherry, dia melihat Cherry yang masihmelamun di depan kaca balkon kamarnya. Dewa memghampiri Cherry lalu berlutu di depan Cherry.


"Sudah waktunya makan malam, kamu mau aku bawakan makanan ke sini?" Tanya Dewa lembut.


"Tinggalkan aku sendiri" Ucap Cherry datar.


"Tapi kamu belum makan seharian ini" Ucap Dewa.


"Apa peduli mu, pergi jangan ganggu aku lagi" Ucap Cherry.


"Maafkan aku, aku tau kamu masih marah. Tapi kamu tidam boleh menyiksa diri kamu sendiri" Ucap Dewa.


Dewa memberikan sebuah pisau ke tangan Cherry.


"Lukai aku atau bahkan kamu bisa membunuh ku jika menurut mu itu bisa memuaskan kamu" Ucap Dewa mengarahkan pisau yang ada di tangan Cherry ke lehernya.


"Aku lebih baik mati dari pada harus melihat kamu seperti ini" Imbuh Dewa.


Cherry membuang pisau yang di berikan Dewa lalu menangis dengan memeluk Dewa.


"Kenapa harus aku? Kenapa aku yang kalian permainkan? Apa salah ku?" Tanya Cherry menangis.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2