
...Next?...
...Udah vote dan spam komen belum?...
...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
...See u next part ❤...
●
●
●
Cherry yang berada di atas ranjang lalu turun dan membuka lemari bajunya. Dia memilik celana pendek dan kaos pink serta topi pitih untuk ia kenakan kali ini. Tidak lupa dia juga memakai sepatunya.
Cherry keluar dari rumah, di berlari ke arah garasi mobil. Dia memakai mobil lain kali ini karena seperti yang ia janjikan pada Dewa, bahwa dia tidak boleh menemui Randi. Cherry hanya ingin melihat keadaan Randi darijauh saja.
Saat Cherry keluar dari area vila dengan membawa mobil. Penjaga vila menghubungi Dewa.
"Selamat siang tua., non Cherry keluar membawa mobil hitam tuan" Ucap penjaga vila.
"Apa dia bilang mau ke mana?" Tanya Dewa.
"Tidak tua " Jawab penjaga.
"Ya sudah, biar aku tanya saja ke dia" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab penjaga vila.
Dewa mematikan ponselnya, dia mulai menghubungi ponsel Cherry.
"Halo Dewa ,ada apa?" Tanya Cherry.
"Apa sekolah kamu sudah selesai?" Tanya Dewa.
"Sudah, aku baru saja ke kamar. Aku lelah mau istirahat" Ucap Cherry berbohong. Dia sengaja berbohong karena jika Dewa tau dia akan melihat Randi, Dewa pasti akan sangat marah padanya.
"Oh kalau begitu selamat istirahat, jangan lupa makan siang dulu" Ucap Dewa.
"Iya kamu juga" Ucap Cherry.
Cherry mematikan ponselnya, dia kembali fokus ke jalan raya menuju ke rumahnya untuk melihat keadaan Randi.
Sedangkan Dewa curiga karena Cherry berbohong padanya. Dia mulai melacak keberadaan Cherry di leptopnya. Dia juga mulai membuka kamera yang ada di mobil yang di pakai Cherry.
"Mau ke mana kamu Cher? Kenapa kamu bohong dengan ku" Guman Dewa.
Tak lama Cherry sudah sampai di sekitaran rumah lamanya. Dia tersenyum ketika melihat Randi yang sudah mulai siap siap untuk pergi berobat ke luar negri seperti yang Cherry minta.
"Selamat jalan kak, semoga perjalanan kamu lancar dan kakak bisa kembali ke sini dengan kaki yang sehat kembali seperti dulu" Ucap Cherry lirih.
Cherry ingin sekali menghampiri kakaknya itu. Namun dia tidak ingin Dewa marah. Dia hanya melihat Randi dari dalam mobil saja.
__ADS_1
"Aku akan menunggu kakak kembali" Ucap Cherry.
Cherry mulai menghidupkan mobilnya ketika Randi sudah masuk ke dalam taxi. Dia mengikuti taxi yang di naiki Randi sampai ke bandara.
Saat di bandara, Cherry memakai jaket Dewa yang saat itu kebetulan ada di dalam mobil. Dia juga memakai masker untuk ikut masuk ke dalam bandara. Dia ingin mengantar Randi. Walaupun Randi tidak tau kalau Cherry mengikutinya tapi itu sudah sangat membuat Cherry bahagia.
Randi berjalan masuk ke bagian pemeriksaan. Cherry msnurunkan maskernya dan tersenyum melihat kepergian Randi ke luar negri.
"Segera kembali kak, aku menunggu mu " Guman Cherry tersenyum.
Namun tiba tiba kedua tangannya di pegang oleh anak buah Dewa.
"Kalian di sini?" Tanya Cherry terkejut.
"Ikut kami nona, tuan ingin kami membawa anda ke club" Ucap anak buah Dewa.
"Tapi aku tidak bertemu kakak" Ucap Cherry.
"Lebih baik anda jelaskan saja nanti pada tuan" Ucap anak buah Dewa.
"Ayo bawa" Ucap anak buah Dewa pada kedua temannya yang memegangi kedua tangan Cherry.
"Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri" Ucap Cherry memberontak.
Namun anak buah Dewa sama sekali tidak peduli. Mereka masih memegangi tangan Cherry dan membawa Cherry masuk ke dalam mobil. Mereka membawa Cherry ke club milik Dewa.
Tak lama Cherry sudah sampai di club milik Dewa. Dia masuk ke dalam ruang privat milik Dewa dan melihat Dewa yang duduk memangku sebelah kakinya serta rokok yang menyala di tangannya.
Dewa mematikan rokoknya lalu berjalan ke arah Cherry. Dia menatap tajam ke arah Cherry yang tertunduk karena takut.
Dewa menampar keras pipi Cherry.
"Dewa" Teriak Ardi yang terkejut dengan apa yang di lakukan Dewa pada Cherry.
"Diam di tempat mu" Ucap Dewa pada Ardi.
"Jangan main tangan dengan dia. Dia masih kecil" Ucap Ardi.
"Dia memang masih kecil, sebab itu aku memberinya pelajaran agar lain kali tidak berbohong lagi" Ucap Dewa menatap tajam Cherry.
"Tapi aku tidak menemui kakak" Ucap Cherry lirih.
Plack
Dewa lagi lagi menampar keras pipi Cherry.
"Dewa hentikan" Teriak Ardi yang menarik Cherry ke belakang tubuhnya.
"Bicara lah baik baik jangan main tangan" Ucap Ardi.
"Pergi kamu" Ucap Dewa.
"Tidak jika kamu masih kasar dengan dia" Ucap Ardi.
"Ini urusan ku jangan ikut campur" Ucap Dewa mencengkram kerah baju Ardi.
__ADS_1
"Aku akan ikut campur jika kamu menyakitinya" Ucap Ardi menantang Ardi.
"Kamu tau bukan jika aku paling benci dengan kebongan, dan dia sudah melakukan itu yang membuat ku marah" Ucap Dewa.
"Aku tau tapi tidak dengan kekerasan" Ucap Ardi.
"Pergi atau aku akan memukulmu" Ancam Dewa.
"Pukul jika itu bisa membuat kamu puas dan tidak memukul dia lagi" Ucap Ardi.
Duack.
Cherry menarik Ardi ke belakang ketika Dewa akan memukulnya. Tapi sialnya yang terkena pukulan Dewa adalah Cherry.
Cherry terpental jatuh ke atas meja hingga membuat gekas dan botol minuman yang ada di gelang jatub ke lantai karena terkena tubuh Cherry.
"Cherry" Teriak Ardi terkejut.
Dewa melihat Cherry yang terluka di atas meja karena pukulannya mulai gemetaran. Dia melihat tangan yang ia pakai untuk memukul wajah Cherry barusan.
"Cherry" Ucap Ardi yang memeluk kepala Cherry.
"Bangun Cherry" Ucap Ardi menepuk pipi Cherry namun Cherry tidak bereaksi sama sekali.
"Gila kamu Dewa, lihat apayang sudah kamu lakukan pada Cherry " Ucap Ardi marah.
"Aku tidak sengaja" Ucap Dewa membela diri.
"Cherry bangun Cher" Ucap Ardi menepuk nepuk pipi Cherry.
Dewa berlutut di lantai. Dia meraih tubuh Cherry yang lemas dengan tangan dan badan yang gemetaran.
"Maafkan aku sayang" Ucap Dewa menyesal.
"Bangunlah Cherry" Ucap Dewa gemetaran.
"Bawa Cherry ke kamar" Ucap Ardi.
Dewa mengangguk pelan. Dia ingin menggendong Dewa namun karena tubuhnya yang gemetaran dia terjatuh lagi.
"Biar aku yang gendong" Ucap Ardi yang mengambil alih Cherry dari pelukan Dewa.
Dia menggendong Cherry ke arah kamar milik Dewa yang ada di dalam club. Dewa masih belum mamapu bangkit dari duduknya. Dia benar benar masih tidak percaya kalau dirinya telah memukul wajah Cherry hingga pingsan.
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
__ADS_1
...See you nex part ❤...