
"Kak Dewa" Ucap Cherry saat melihat Dewa keluar dari mobilnya.
"Kenapa kamu pergi?" Tanya Dewa.
"Aku ingin pulang saja, tidak ada alasan lain" Jawab Cherry.
"Jangan bohong Cherry, aku tau jelas sikap kamu. Apa kamu marah mendengar ucapanku tadi?" Tanya Dewa lagi.
"Tidak, aku hanya tidak menyangka kamu masih memiliki perasaan yang sama pada ku kak. Padahal aku sudah menyakiti kamu dengan menikah dengan kak Aksa...." Ucap Cherry terhenti.
"Hentikan Cherry. Aku memang masih mencintai kamu, tapi untuk saat ini aku tidak akan memaksa kamu Cherry. Jika kamu tidak menyukai ku, aku juga tidak akan memaksa kamu" Ucap Dewa.
"Kak, aku juga masih mencintai kamu. Tapi aku belum yakin untuk memulai hubungan serius dengan kamu kak" Ucap Cherry.
"Cherry, aku senang mendengar jawaban kamu. Walaupun kamu masih bimbang tapi aku akan terus mengejar kamu Cherry. Aku ingin hidup dengan kamu karena aku sungguh mencintai kamu" Ucap Dewa.
"Jika kakak mau, kita bisa berkencan dulu." Ucap Cherry.
"Kamu serius?" Tanya Dewa tersenyum.
"Iya kak" Jawab Cherry tersenyum.
Dewa sangat bahagia dengan jawaban Cherry, dia menarik tubuh Cherry ke dalam pelukannya.
"Terimakasih sayang, aku janji akan berusaha sangat keras untuk membuat kamu bahagia" Ucap Dewa.
"Iya kak" Jawab Cherry tersenyum.
Malam harinya.
Dewa dan Cherry berjalan masuk ke gedung baru yang akan di jadikan Dewa sebagai kantor barunya.
"Ini gedung yang akan kamu jadikan perusahaan baru kak?" Tanya Cherry.
"Iya, bagaimana menurut kamu?" Tanya Dewa.
"Bagus kok, interiornya juga bagus" Jawab Cherry.
"Ayo, aku akan kenalkan kamu dengan rekan rekan kerja ku yang lain" Ucap Dewa.
"Iya" Jawab Cherry mengangguk.
Dewa mengenalkan Cherry kepada rekan kerja samanya. Dewa sungguh bahagia karena kini dia bisa mengenalkan Cherry dan memberitahukan semua orang bahwa Cherry saat ini telah menjadi miliknya.
Di saat bersamaan, Dewa menerimatelfon dari anak buahnya.
"Sayang aku terima telfon dulu ya" Pamit Dewa pada Cherry.
"Iya kak" Jawab Cherry.
Dewa memilih ke balkon untuk menerima telfon dari anak buahnya itu.
"Bagaimana penyelidikan kamu?" Tanya Dewa.
"Saya sudah mendapatkan informasinya tuan. Dia baru saja lulus sekolah namun dia sejak kecil memiliki sakit jantung. Dan saat ini dia harus melakukan oprasi secepatnya" Ucap anak buah Dewa.
"Siapa nama itu?" Tanya Dewa
"Mirza tuan" Jawab anak buah Dewa.
"Fasilitasi semua pengibatan anak itu" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.
Dewa mematikan telfonnya, dia kembali ke dalam gedung acara dan mencari keberadaan Cherry di sana.
"Ke mana dia?" Guman Dewa
Dewa berkeliling mencari keberadaan Cherry, namun ia tidak kunjung menemukannya. Dewa mengambil ponselnya untuk menelfon Cherry.
"Halo sayang, kamu di mana?" Tanya Dewa.
"Aku di kamar mandi kak, aku datang bulan dan gaunku kotor" Jawab Cherry.
"Ya sudah, kamu tunggu di sana, aku akan ke sana sekarang" Ucap Dewa.
"Iya kak" Jawab Cherry.
Dewa mematikan ponselnya, dia berjalan ke arah kamar mandi wanita untuk mencari Cherry.
"Hai kamu ke sini" Panggil Dewa ketika akan masuk ke dalam kamar mandi wanita.
"Saya tuan" Ucap pelayan.
"Kamu tunggu di sini, aku ingin masuk ke dalam sana karena kekasihku sedang sakit di dalam kamar mandi " Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab pelayan.
Dewa masukke dalam kamar mandi. Dia tidak menutup pintu kamar mandi agar tidak ada fitnah untuk mereka.
"Sayang kamu di mana?" Tanya Dewa.
Cherry membuka pintu kamar mandi yang ia pakai. Dewa melihat Cherry yang sedang kesakitan memegangi perutnya.
"Iya kak" Jawab Cherry.
"Ayo bangun, aku akan menggendong kamu keluar dari sini" Ucap Dewa.
"Tapi pesta makan malamnya bagaimana?" Tanya Cherry.
"Jangan pikirkan itu, yang terpenting adalah kamu" Ucap Dewa.
Dewa melepas jasnya. Dia menutupi gaun Cherry yang terkena darah oelh jas miliknya.
"Aku gendong kamu keluar ya" Ucap Dewa.
"Iya kak" Jawab Cherry mengangguk.
Dewa memggendong Cherry keluar dari kamar mandi, dia menggendong Cherry keluar dari gendung lewat pintu samping yang di bantu oleh pelayan tadi.
"Kita pulang ya" Ucap Dewa memakaikan sabuk pengaman ke Cherry.
"Iya kak" Jawab Cherry.
Beberapa bulan telah berlalu.
Mirza sudah selesai operasi dan kini ia sudah sembuh. Dia hanya perlu rutin ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi.
Mirza di bawa anak buah Dewa ke rumah Dewa. Saat sampai di rumah Dewa, Mirza sangat kagum dengan rumah mewah yang ia datangi saat ini.
"Kita akan bertemudengan tuan Dewa. Jaga sikap dan ucapan kamu karena beliau yang sudah membiayai semua pengobatan kamu" Ucap anak buah Dewa.
"Baik" Jawab Mirza.
__ADS_1
Tak lama Dewa turun dari lantai atas. Mirza melihat seorang pria tampan yang gagah dengan rambut hitam panjangnya.
"Beliau tuan Dewa, bos kita" Ucap anak buah Dewa.
Dewa duduk di sofa dengan santai. Dia menatap ke arah Mirza yang tampak kurus setelah melakukan oprasinya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Dewa.
"Saya Mirza tuan" Jawab Mirza.
"Kamu sudah rau kan siapa aku? Aku tidak akan basa basi lagi kali ini"
"Orang tua kamu sudah berani mencuri dikapal pesiarku. Mereka tertangkap dan saat ini sedang menjalani hukumannya bekerja di kapal ku untuk membayar kerugian yang aku terima."
"Mereka juga menyerahkan kamu ke padaku. Jadi mulai sekarang aku ingin kamu setiap mengabdi padaku. Jika kamu berani sekali saja berhianat, aku akan menghabisi kedua orang tua kamu. Dan aku akan membuat kamu lebih memilih mati dari pada hidup" Ucap Dewa tegas.
"Saya mengerti tuan" Jawab Mirza yang sedikit ketakutan dengan ancaman Dewa.
"Kamu tidak akan bisa keluar dari lingkungan ini, jadi aku akan memberikan pilihan ke kamu" Ucap Dewa.
"Pilihan pertama, bayar semua biaya pengobatan kamu dan aku akan memberi waktu selama 1 tahun. Atau kamu pilih terjun ke dunai ku tapi seumur hidup kamu tidak akan bisa lepas dari sana" Ucap Dewa.
"Semua keputusan aku serahkan ke kamu. Tapi untuk kedua orang tua kamu, mereka akan tetap bekerja di kapal ku sampai 3 tahun ke depan" Ucap Dewa.
"Saya memilih setia pada anda tuan Dewa. Walaupun saya tidak tau dengan apa yang anda maksud. Yang pasti saya akan tetap setia pada anda. Karena anda lah penolong saya, saya akan berterima kasih dengan cara setia kepada anda" Jawab Mirza .
"Bagus jika kamu berfikir begitu, aku akan memberikan fasilitas ke kamu untuk kuliah. Kamu bebas menentukan pilihan universitas yang kamu tuju." Ucap Dewa.
"Terima kasih banyak tuan" Ucap Mirza senang.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
__ADS_1