Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
52


__ADS_3

...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...


...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....


...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...


...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......


...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏...





Aksa segera menghabiskan makanannya. Setelah selesai, dia kembali ke kamarnya untuk berpamitan pada Cherry.


Saat melihat Aksa bangkit dari duduk ya, Cherry berlari masuk ke dalam kamar. Dia duduk di depan meja riasnya dan mulai menyisir rambutnya.


"Kamu sudah cantik, tidak perlu di sisir terus rambutmu" Ucap Aksa menghampiri Cherry.


"Sudah mau betangkat?" Tanya Cherry datar.


"Iya, ada kerjaan di kantor" Jawab Aksa.


"Ya sudah" Ucap Cherry.


Aksa memeluk Cherry dari belakang, dia menyandarkan kepalanya ke bahu Cherry.


"Tunggu aku pulang, aku akan mengajak kamu jalan jalan malam ini" Ucap Aksa.


"Tidak usah, aku ingin di rumah saja" Ucap Cherry.


"Berdandan lah yang cantik, malam ini kita pergi" Ucap Aksa melepas pelukannya. Dia meraih dagu Cherry lalu mencium bibir Cherry lembut.


"Aku berangkat sayang, jangan nakal ya di rumah" Ucap Aksa tersenyum.


Aksa keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju ke mobilnya dan pergi ke kantor dengan mengendarai mobil sendiri.


Aksa menghubungi anak buahnya saat di perjalanan.


"Bagaimana dengan Dewa? Apa mereka mulai bergerak?" Tanya Aksa.


"Mereka sudah masuk ke dalam bendara tuan. Sebentar lagi pesawatnya akan take off" Jawab anak buah Aksa.


"Terus awasi mereka. Jangan sampai kalian kehilangan jejaknya" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab anak buah Aksa.

__ADS_1


Aksa mematikan ponselnya. Dia kembali fokus ke jalan raya untuk berangkat ke kantornya.


"Aku harus segera mengambil hati Cherry, aku tidak ingin Cherry kembali kepelukan pria bre***k itu" Guman Aksa.


Aksa lebih cepat melajukan mobilnya. Dia ingin tau apa yang di rencakan oleh Dewa.


Di sisi lain, Dewa dan Ardi sudah berada di dalam pesawat. Dewa sudah tampak sehat begitupun dengan Ardi.


"Setelah kita kembali, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya Ardi.


"Aku akan merebut kambali Cherry dari baj***n itu. Aku tidak rela Cherry bersama dengannya" Ucap Dewa.


"Tapi jika Cherry sudah bahagia dengan dia, apa kamu akan tetap merebutnya?" Tanya Ardi.


"Tidak mungkin. Cherry hanya mencintai ku, dia tidak mungkin semudah itu pindah kelain hati" Ucap Dewa.


"Dia bisa berpindah padaku saat masih bersama kamu" Ucap Ardi.


Tuk


Dewa memukul kepala Ardi gang bicara asal.


"Kenapa kamu memukulku?" Ucap Ardi marah.


"Karena kamu bicara asal" Ucap Dewa.


"Tapi itu kenyataanya" Ucap Ardi.


"Itu karena dia sering bertu dengan mu" Ucap Dewa.


Mendengar ucapan Ardi membuat Dewa mulai gundah. Dia membenarkan ucapan Ardi. Namun sebisa mungkin ia menepis pikirannya itu.


"Cherry masih muda Dewa, dia gampang sekali berubah pikiran. Hatinya juga gampang goyah" Ucap Ardi.


"Aku hanya mengingatkan saja, jika Cherry sudah bahagia dengan pemilik club, aku harap kamu bisa melepaskannya" Ucap Ardi.


"Memangnya kamu bisa melepaskan dia begitu saja?" Tanya Dewa.


"Aku memang sakit saat memutuskan untuk melepaskan dia. Tapi jika itu yang terbaik untuk Cherry, maka aku akan rela dan menerima sakit ini. Walaupun tidak mudah tapi aku akan bahagia jika dia bahagia" Ucap Ardi.


"Kamu bisa bahagia jika melihat dia bahagia. Bohong" Ucap Dewa.


"Cinta itu harus di kerja Ardi, bukan di tunggu lepas" Ucap Dewa.


"Memangnya kamu yakin Cherry akan bahagia jika kamu merebutnya?" Tanya Ardi.


"Yakin karena aku yakin bisa membuatnya nyaman dengan ku" Ucap Dewa.


"Aku tidak akan melepaskan Cherry. Aku akan melakukan apapun untuk merebutnya kembali" Ucap Dewa.


"Terserah kamu, tapi aku pribadi sudah melepaskan dia" Ucap Ardi.


Malam harinya Aksa sudah sampai di rumah. Dia masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Di mana nyonya?" Tanya Aksa yang memberikan tasnya pada Juli.


"Ada di kamar tuan. Nyonya sedang berganti pakaian karena baru saja saya selesai membantu nyonya merias diri" Jawab Juli.


"Ya sudah, kamu boleh istirahat. Aku dan nyonya akan pergi malam ini. Kamu tidak perlu menunggu kami pulang" Ucap Aksa.


"Baik tuan" Jawab Juli.


Aksa membuka jasnya lalu berjalan masukke dalam kamarnya. Saat dia masuk, dia melihat Cherry yang sudah memakai gaun merah panjang tanpa lengan. Aksa tersenyum lalu menghampiri Cherry. Dia memeluk Cherry dari belakang dan mencium tengkuk leher Cherry.


"Harum sekali" Ucap Aksa.


"Kamu mau mengajak ku ke mana?" Tanya Cherry datar.


"Kamu akan tau nanti. Ayo kita pergi sekarang" Ucap Aksa menggandeng tangan Cherry. Mereka berjalan keluar menuju mobil Aksa.


Tak lama mereka sudah sampai di hotel mewah. Cherry dan Aksa turun dari mobil bersamaan.


"Untuk apa kita ke sini?" Tanya Cherry.


"Kita akan menginap di sini. Aku ingin memghabiskan malam ini dengan kamu tanpa ada gangguan" Ucap Aksa.


"Aku mau pulang" Ucap Cherry yang akan masuk ke dalam mobil. Namun dia berhenti ketika Aksa memanggilnya.


"Cherry Felicia" Panggil Aksa.


Cherry berbalik menatap ke arah Aksa. Dia melihat Aksa yang membawa buket bunga mawar yang cukup besar. Aksa berjalan ke arah Cherry lalu memberikan buket bunga itu pada Cherry.


"Selamat ulang tahun sayang" Ucap Aksa.


Cherry tersenyum karena Aksa masih ingat tanggal ulang tahunnya. Cherry juga senang karena Aksa masih ingat bunga kesukaan Cherry sejak kecil yaitu mawar kuning.


"Kamu masih ingat bunga kesukaan ku?" Ucap Cherry.


"Aku masih ingat semua tentang kamu Cherry. Bahkan aku juga masih ingat kamu paling takut dengan kumbang" Jawab Aksa tersenyum.


"Iya, sampai sekarang pun aku masih takut" Ucap Cherry.


Aksa mengeluarkan kalung yang ada hiasan kumbang dengan batuan kecil berwarna merah. Hiasannya kalung cukup kecil namun terlihat mewah.


"Aku harap dengan memakai ini, rasa takut kamu akan sedikit berkurang. Sama halnya sat bersama ku." Ucap Aksa memakaikan kalung ke leher Cherry.


"Aku tau jika kamu masih belum bisa memaafkan kesalahan ku. Tapi aku harap dengan kebersamaan kita selama ini, sedikit mengurangi rasa takut bahkan rasa benci kamu ke aku Cherry" Ucap Aksa menggenggam kedua tangan Cherry.


"Berbahagia lah sayang. Aku harap di hari ulang tahun mu kali ini, bisa membuat kamu lebih dewasa, lebih pengertian dan lebih segalanya yang terbaik untuk kamu" Ucap Aksa


"Terima kasih" Ucap Cherry tersenyum.


"Ayo masuk, aku sudah siapkan sesuatu di dalam" Ucap Aksa menggandeng tangan Cherry masuk ke dalam hotel.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak

__ADS_1


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2