Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
63


__ADS_3

Dewa mengalah untuk masuk islam demi Fiona. Dia melakukan ijab kabul dengan Ardi sebagai saksinya. Setelah pernukahan yang sederhana itu, Dewa membawa Fiona ke vilanya.


"Mulai sekarang kamu akan tinggal di sini sebagai nyonya Dewa Nahendra"


"Jaga sikap dan perbuatan kamu, semua orang akan memperhatikan kamu mulai sekarang. Jangan pernah membuat ku malu" Ucap Dewa.


"Iya" Jawab Fiona mengangguk.


Dewa kini mengajak Fiona untuk menuju ke kamar yang akan di tempati Fiona selanjutnya.


"Ini kamar kamu" Ucap Dewa membukakan pintu kamar untuk Fiona.


"Apa kita tidak satu kamar?" Tanya Fiona datar.


"Tidak" Jawab Dewa dingin.


"Maaf aku tidak bisa" Ucap Fiona tegas.


"Apa maksud kamu?" Tanya Dewa marah.


"Aku sekarang istri kamu, walaupun kamu tidak menyentuhku, tapi aku akan tetap satu kamar dengan kamu"


"Aku bukan ingin naik ke ranjang kamu, tapi aku hanya melakukan apa yang menurut ku benar" Ucap Fiona.


"Terserah kamu" Jawab Dewa melenggang pergi meninggalkan Fiona.


"Aku memang pengganti buat kamu Dewa. Tapi sekarang aku istri kamu. Aku lebih berhak atas dirimu dari pada orang lain" Guman Fiona dalam hati.


Fiona keluar dari kamar, dia melihat asisten Dewa yang berdiri di depan pintu.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" Tanya asisten Dewa


"Siapa nama anda?" Tanya Fiona.


"Tuan biasa memanggil saya embok, nyonya" Jawab asisten rumah Dewa.


"Baik lah mbok, apa boleh saya tau di mana kamar utamanya?" Tanya Fiona tersenyum.


Asisten rumah tangga Dewa bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan Fiona karena dia belum dapat ijin oleh Dewa.


"Mbok maaf bukan maksud saya untuk menguasai rumah ini, tapi saya istri Dewa, saya berhak untuk bersama suami saya. Jika dia keberatan maka biar saya yang hadapi, anda tidak perlu takut" Ucap Fiona.


"Baik lah nyonya, mari saya antar anda" Ucap asisten rumah Dewa.


"Terima kasih mbok" Ucap Fiona tersenyum.


"Iya nyonya" Jawab asisten rumah Dewa.


Hanya berjarak beberapa kamar utama yang di tempati Dewa dari kamar yang Dewa tunjukkan tadi. Fiona membuka pintu kamar Dewa. Dia melihat Dewa yang sedang merokok di balkon kamar.

__ADS_1


"Siapa yang mengijinkan kamu masuk ke sini" Ucap Dewa marah.


"Kamu yang bilang kalau aku nyonyadi rumah ini, jadi apa salahnya jika aku masuk ke dalam kamar suami ku sendiri" Ucap Fiona tegas.


"Keluar" Bentak Dewa.


"Jika aku keluar maka aku akan keluar dari rumah ini" Ancam Fiona.


Dewa mematikan rokok yang ia hisap tadi. Dia berjalan mendekati Fiona yang berdiri tegap di depan pintu kamarnya.


"Jadi ini sikap asli kamu? Ternyata aku tertipu dengan sikap lembut kmau saat di rumah sakit" Ucap Dewa mengejek.


"Aku akan memperlakukan kamu seperti kamu memperlakukan aku. Tapi sangat berbeda ketika aku menjadi istir kamu. Aku aka lakukan tugas ku sebagai istri karena itu kewajibanku" Ucap Fiona tegas.


"Ok, aku ingin tau sampai kapan kamu akan tetap tegar dengan egomu itu" Ucap Dewa dingin. Dia keluar dari kamarnya.


Saat Dewa keluar dari kamar, Fiona terduduk lemas di lantai. Sejujurnya Fiona sangat takut dengan Dewa. Namun karena dia tidak mau durhaka dengan suaminya. Dia ingin membuat Dewa menerimanya sebagai istrisahnya. Bukan hanya sebagai pengganti orang yang ia cintai.


"Bertahan lah Fiona. Kamu pasti bisa mencairkan gunung es itu" Guman Fiona dalam hati untuk menyemangati dirinya sendiri.


Dewa memilih untuk menemui Ardi yang sedang berada di clubnya. Dia datang dengan wajah lesu yang membuat Ardi heran melihatnya.


"Ada apa denganmu? Kenapa datang ke sini?" Tanya Ardi.


"Memangnya kenapa kalau aku ke sini? Ini properti milik ku" Ucap Dewa.


"Jangan membicarakan dia" Ucap Dewa tegas.


"Kenapa? Apa dia berulah?" Tanya Ardi penasaran.


"Baru saja dia menjadi istri ku, tapi dia sudah berani membantah ku. Bahkan orang orang di rumah sudah menuruti ucapan dia di bandingkan aku pemilik rumah" Ucap Dewa.


"Hahahah, berarti dia gadis yang tanggung juga. Bukan hanya wajahnya yang mirip dengan Cherry tapi sifasnya juga ternyata" Ucap Ardi.


Mendengar nama Cherry, Dewa kembali terdiam. Dia teringat lagi dengan Cherry yang sudah bahagia dengan suaminya. Bahkan Cherry sudah mengandung anak dari pria yang kini menjadi sumainya itu.


"Minum saja dulu, jangan memikirkan orang lain lagi." Ucap Ardi.


Di tempat lain Randi dan Loli sedang berlibur dengan bahagia. Randi pun tampak bahagia karena kini dia sudah memiliki Loli yang membuat hatinya nyaman.


"Kak, mau makan apa? Kok malah melamun sih" Ucap Loli.


Randi tersenyum dengan ucapan Loli. Dia mengambil buku menu dan mulai membaca menu menu yang ada di restoran itu.


"Yang ini saja" Ucap Randi.


"Ya sudah yang itu 2 ya" Ucap Loli pada pelayan.


"Baik, mohon di tunggu sebentar" Ucap pelayan restoran.

__ADS_1


Randi maraih tangan Loli, dia tersenyum dengan memandangi wajah Loli. Loli yang tau Randi menatapnya pun mulai salah tingkah.


"Jangan manatapku seperti itu kak" Ucap Loli menutupi wajahnya dengan tangan.


"Jangan di tutup dong, aku bisa melihat cahaya jika kamu kenutupinya" Ucap Randi menarik tangan Loli yang menutupi wajahnya sendiri.


"Jangan mulai lagi deh kak" Ucap Loli malu.


"Aku serius Loli. Kamu seperti cahaya bagi diriku yang gelap ini. Andai saja aku tidak bertemu dengan kamu, aku tidak tau aku akan seperti apa saat ini."


"Aku sangat beruntung bisa memiliki kamu Loli. Walaupun kita baru saja kenal dan kita juga langsung menikah di waktu yang tidak lama. Tapi aku mulai menyukai kamu sayang" Ucap Randi.


"Sikap manja kamu, senyuman kamu, bahkan tubuh mu pun membuatku candu sayang. Aku tidak tau apa ini bisa di sebut cinta. Tapi yang aku rasakan saat ini adalah ingin selalu bersama kamu, aku ingin selalu memeluk dan menciummu" Randi lembut.


Loli tersenyum mendengar ucapan Randi. Loli yang belum pernah merasakan jatuh cinta kini di manjakan oleh suami yang begitu kembut dan perhatian dengan dirinya. Bahkan Loli pikir dia lebih beruntung berkali kali lipat dari seorang ratu.


"Jika aku jelek, apa kakak akan meninggalkan aku dan mencari wanita lain?" Tanya Loli.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2