
"Ardi sudah tiada Fi, dia sudah meninggal" Ucap Dewa kembali menangis.
"Dia meninggal Fi" Ucap Dewa.
Fiona meraih tubuh Dewa lalu memeluknya lagi. Dia tau jika Dewa sangat sedih dan kehilangan saat ini. Fiona tidak mau tau apa yang terjadi karena yang saat ini perhatikan hanyalah Dewa seorang.
Fiona menepuk nepuk punggung Dewa pelan. Dia hanya bisa memberikan pelukannya saja untuk menguatkan Dewa. Dewa masih menangis kehilangan sahabat terbaiknya. Sahabat yang sejak awal karir selalu bersama dan selalu mendukungnya. Sahabat yang tidak pernah melukainya. Sudah senang telah mereka lalui bersama. Namun saat ini mereka telah di pisahkan oleh maut.
Beberapa bulan telah berlalu.
Dewa dan Fiona semakin harmonis. Walaupun Dewa belum sepenuhnya mencintai Fiona, tapi kini dia sudah menerima Fiona.
Seperti malam ini. Dewa datang ke acara pesta lelang amal bersama Fiona. Dewa sudah mempublikasikan Fiona sebagai istrinya. Dewa terus menggenggam tangan Fiona untuk masuk ke ruang pesta.
"Jangan sampai kamu terpisah jauh dariku, di sini banyak orang yang kapan saja melukaimu" Bisik Dewa.
"Iya" Jawab Fiona mengangguk.
Dewa dan Fiona berjalan untuk berbaur dengan kenalan Dewa. Namun Fiona merasa haus, dia melihat ke sekeliling untuk mencari minuman.
"Aku mau ambil minuman dulu" Ucap Fiona pada Dewa.
"Iya, segera kembali" Jawab Dewa dan di angguki oleh Fiona.
Fiona berjalan ke arah gelas yang berisi minuman tertata rapi di meja. Baru saja dia ingin mengambil segelas minuman, tangannya di cekal oleh seorang wanita.
"Jangan minum ini. Agama kamu melarangnya" Ucap wanita itu tersenyum karena melihat Fiona yang memakai kerudung.
"Oh, terima kasih. Jika saja kamu tidak mencegahku, aku mungkin sudah meminumnya" Ucap Fiona.
"Kamu suster rumah sakit yang waktu itu kan?" Tanya Cherry yang baru ingat dengan Fiona.
"Iya. Maaf aku pun baru ingat anda nyonya Cherry" Jawab Fiona tersenyum
"Tunggu, siapa ya namanya?" Guman Cherry mengingat ingat nama Fiona.
"Suster Fiona" Jawab Fiona
"Oh iya suster Fiona. Bagaimana kabar suster?" Tanya Cherry ramah
"Baik nona Cherry" Jawab Cherry.
"Panggil Cherry saja" Ucap Cherry.
"Oh iya, apa kamu mau air putih?" Tanya Cherry itu yang memberikan sebotol air putih yang ia bawa.
"Terima kasih Cherry" Ucap Fiona tersenyum. Fiona menerima minuman dari Cherry . Lalu Fiona melihat wanita itu yang sedang hamil besar.
" Sudah berapa bulan usia kandungan kamu?" Tanya Fiona.
"8 bulan. Sebentar lagi aku akan melahirkan " Jawab Cherry tersenyum senang.
"Selamat ya Cherry. Sebentar lagi kamu menjadi mamah muda" Ucap Fiona tersenyum.
"Iya, terima kasih" Ucap Cherry pun tersenyum.
__ADS_1
Dewa mencari Fiona karena sejak tadi Fiona belum juga kembali. Dia tersenyum ketika melihat Fiona yang sedang berbincang dengan wanita di dekat meja makanan. Dia segera menghampiri Fiona di sana.
"Sudah minumnya?" Tanya Dewa yang merangkul bahu Fiona.
"Sudah kok" Jawab Fiona tersenyum.
"Kak Dewa" Ucap wanita yang tadi berbincang dengan Fiona.
Saat melihat wanita yang bersama Fiona tadi, Dewa melepaskan tangannya dari bahu Fiona. Dia manatap nanar wanita yang sudah lama tidah pernah bertemu lagi. Ada rasa rindu pada diri Dewa. Ingin rasanya ia memeluk erat wanita di hadapannya itu.
"Che.... Cherry" Ucap Dewa lirih.
Fiona pun terkejut karena tau bahwa wanita hamil yang ada di depannya tadi adalah Cherry. Wanita yang di cintai suaminya sendiri. Hati Fiona terasa sesak karena Dewa terus menatap Cherry dengan tatapan sendu.
"Wanita ini siapa kak?" Tanya Cherry menunjuk ke arah Fiona.
Mendengar pertanyaan itu dari Cherry membuat Fiona semakin sakit. Tapi dia juga takut jika Dewa tidak mengakuinya sebagai istri.
"Dia....." Ucapan Dewa terhenti ketika Aksa memanggil Cherry.
"Sayang kamu dari mana saja? Jangan lama lama berdiri, kaki mu semakin sakit nanti" Ucap Aksa lembut.
"Iya, aku cuma ambil makanan saja kok" Jawab Cherry tersenyum cantik.
Aksa melihat Dewa dan Fiona yang ada di hadapan Cherry. Dia merangkul pinggang Cherry dengan mesra. Dia menatap tajam ke arah Dewa.
"Ayo kembali ke kursi kita, lelang amalnya akan segera di mulai" Ucap Aksa kembali tersenyum.
"Iya" Jawab Cherry.
Aksa dan Cherry berbalik untuk kembali ke tempat mereka. Dewa mengepalkan tangannya melihat kemesraan Cherry dan Aksa
Fiona pun melihat jelas kecemburuan dari Dewa. Dia merasa dadanya yang semakin sesak. Matanya merah dan mulai berair. Namun sekuat tenaga Fiona menahan air matanya agar tidak tumpah dan membasahi pipinya.
Tak lama acara lelang pundi mulai. Dewa dan Fiona duduk tidak jauh dari Aksa dan Cherry. Dewa mampu melihat jelas Cherry dan Aksa yang tertawa bahagia.
Fiona sudah tidak bisa menahan sakit hatinya lagi. Dia bangkit dari duduknya lalu pergi keluar dari tempat acara. Dewa ikut bangkit dari duduknya untuk menyusul Fiona.
"Kamu mau ke mana?" Tanya Dewa yang berhasil mencekal tangan Fiona.
"Aku mau pulang" Jawab Fiona tanpa menatap Dewa karena dia tidak mau Dewa tau jika dirinya sedang menangis.
Dewa menarik tangan Fiona agar menghadap pada dirinya. Dia melihat Fiona yang menangis sesegukan.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Dewa khawatir.
"Kamu masih tanya kenapa aku menangis?"
"Di mana hati kamu Dewa" Ucap Fiona marah.
"Apa maksud kamu?" Tanya Dewa bingung.
"Istir mana yang tidak menangis saat melihat suaminya menatap wanita lain dengan tatapan cinta seperti itu?"
"Aku istri kamu Dewa, aku juga punya hati. Tega teganya kamu menatap wanita lain di depan ku."
__ADS_1
"Aku tau jika kamu masih mencintai wanita itu? Tapi apa kamu tidak memikirkan perasaanku Dewa? Apa pernah kamu memikirkannya?".
"Sakit Dewa, hati ku sakit" Ucap Fiona menangis.
"Maafkan aku Fi" Ucap Dewa ingin meraih tubuh Fiona untuk memeluknya. Namun Fiona menepis tangan Dewa.
"Aku sudah lelah Dewa" Ucap Fiona menghapus air mata.
"Sekarang bilang bahwa kamu tidak mencintai wanita itu lagi." Pinta Fiona.
Dewa tidak bisa bicara karena dia masih mencintai Cherry, sampai saat ini pun dia masih mencintai Cherry.
"Ayo bilang Dewa" Tiriak Fiona.
"Kenapa? Apa karena kamu masih mencintai wanita itu hingga kamu tidak bisa menjawab ku?" Tanya Fiona marah.
"Maaf Fiona, tapi aku memang masih mencintai dia. Aku memang masih mencintai Cherry" Jawab Dewa.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏
#I'mNotOkayRianoval
#badboy
#kampus
__ADS_1
#fiksiRemaja