Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
28


__ADS_3

...Hai hai hai...


...Sebelum membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....


...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...


...Selamat membaca...


...Terima kasih sudah mampir...





Cherry berjalan masuk ke dalam rumah sakit meninggalkan Dewa yang masuh berdiri mematung melihat kepergian Cherry.


"Kamu mau diam terus di sana?" Tanya Cherry.


Dengan wajah cemberut Dewa ikut masuk ke dalam rumah sakit mengikuti Cherry. Dia berjalan di belakang Cherry namun dia melihat orang orang yang menatap kagum pada Cherry yang memiliki paras cantik. Dewa berjalan cepat lalu merangkul bahu Cherry.


"Kamu kenapa sih!" Ucap Cherry menepis tangan Dewa namun Dewa tetap bersikukuh merangkul bahu Cherry.


Cherry pun hanya pasrah saja karena dia tidak akan mampu meladeni Dewa yang selalu cemburu dalam segala hal.


Di vila.


Kali ini mereka sudah kembali ke vila. Luka Dewa yang cukup dalam akhirnya harus di jahit. Saat tangan Dewa di jahit tadi, Cherry merasa bersalah. Dia tidak tega melihat Dewa yang merasakan sakit karena ulahnya.


Dewa dan Cherry saat ini sedang duduk di taman belakang rumah Dewa. Mereka duduk di bangku taman dengan di temani minuman yang telah di sediakan pembantu Dewa.


"Kenapa melihat ke tangan ku terus?" Tanya Dewa.


"Maaf" Ucap Cherry lirih.


"Soal apa?" Tanya Dewa lagi.


"Itu. Itu pasti sakit sekali" Ucap Cherry menunjuk ke arah tangan Dewa yang di perban.


"Apa kamu mau tau sakit yang paling sakit yang pernah aku rasakan adalah ini" Ucap Dewa memegang dadanya.


"Hati ku yang sakit Cherry. Aku sakit melihat kebencian kamu pada ku. Aku sakit karena sikap dingin kamu." Ucap Dewa.


"Aku tau jika aku salah. Tapi itu semua tidak murni kesalahanku. Dari dulu tidak ada orang yang bisa mengendalikan aku. Tapi hanya kamu yang bisa mengendalikan emosiku. Hanya kamu yang mampu meredam amarahku." Ucap Dewa.


"Cherry, aku sungguh mencintai kamu. Aku serius dengan kamu Cherry. Jadi lah kekasih ku" Ucap Dewa.


"Apa kamu bisa tulus pada ku?" Tanya Cherry.


"Aku sangat tulus dengan kamu Cherry" Jawab Dewa.

__ADS_1


"Apa kamu bisa setia hanya dengan ku?" Tanya Cherry lagi.


"Aku janji akan selalu setia dengan kamu" Jawab Dewa


"Aku akan pegang janji kamu. Tapi jika kamu sekali saj sudah mengingkarinya. Aku tidak bisa bersama kamu lagi" Ucap Cherry.


"Aku janji sayang, aku tidak akan mengingkari janji ku ke kamu. Terima kasih Cherry" Ucap Dewa meraih tubuh Cherry dan memeluknya erat. Dewa sangat bahagia karena Cherry mau menerima perasaannya dan juga mau menjadi kekasihnya.


"Tapi kamu tetap tidak boleh menemui kakak kamu" Imbuh Dewa tegas.


"Iya" Jawab Cherry datar. Dewa kembali memeluk Cherry dan menciumi seluruh wajah Cherry.


Saat malam harinya, Cherry masih duduk di ruang tengah. Dia sedang menonton tv serial kesukaannya dengan buah buahan yang sudah ia kupas sendiri untuk menemaninya menonton tv.


"Cherry mau makan malam di luar?" Tanya Dewa yang menghampiri Cherry di ruang tengah.


"Tidak, aku mau menonton tv" Jawab Cherry tanpa melihat ke arah Dewa.


Dewa menhadang layar tv agar Cherry melihat dirinya.


"Dewa awas dong" Ucap Cherry menggerakkan tangannya.


"Temani aku makan. Aku lapar dan tangan ku sakit" Ucap Dewa tegas.


"Makan saja yang ada di rumah" Ucap Cherry


"Tapi embok tidak masak, dia sakit dan sedang istirahat di kamarnya" Ucap Dewa.


Sebenarnya dia ingin mengajak Cherry jalan jalan. Namun dia tau jika sudah menonton Tv, Cherry susah sekali di ajak keluar. Cherry naik ke lantai 2 untuk beeganti pakaian. Sedangkan Dewa duduk di sofa yang di tempati Cherry tadi untuk menunggu Cherry turun lagi.


Tak lama Cherry sudah siap dengan celana jins dan kaos kuning lengan pendek. Dia mengikat rambutnya tinggi.


"Sudah siap?" Tanya Dewa.


"Tunggu sebentar" Ucap Cherry. Dia berjalan ke belakang Dewa. Dia mengikat rambut Dewa agar terlihat lebih rapi.


"Di ikat saja rambutnya, bair nanti kalau makan tidak kesusahan" Ucap Cherry.


"Terima kasih sayang" Ucap Dewa tersenyum.


"Sudah ayo berangkat" Ucap Cherry dan di angguki oleh Dewa. Mereka berdua jalan keluar dari rumah. Dewa kali ini memakai supir untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan. Dewa kasihan dengan Cherry jika dia yang harus menyetir.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Dewa.


"Aku tidak lapar" Jawab Cherry memainkan ponselnya. Dia menonton filmnya melalui ponselnya.


"Jangan sampai aku melempar ponsel mu itu keluar jendela Cherry" Ucap Dewa marah.


Cherry mematikan ponselnya. Dia duduk menghadap Dewa sekarang.


"Sudah kan, ada apa? Kenapa kamu terus mengusikku?" Tanya Cherry

__ADS_1


"Aku mau di perhatikan kamu. Bukan hanya ponsel saja yang kamu tatap terus" Ucap Dewa marah.


"Jadi kamu juga cemburu dengan ponselku?" Ucap Cherry.


"Ya..... tidak juga. Aku hanya ingin saat kita berdua, kamu tidak memainkan ponsel dan hanya fokus denganku" Ucap Dewa.


Cherry tersenyum dengan sikap manja Dewa yang sering kelanakan. Walaupun begitu, itu lah yang membuat Cherry bisa cepat beradaptasi dengan Dewa dulu karena sikapnya yang lembut dan perhatian juga menyenangkan.


Tak lama mereka sudah sampai di restoran. Dewa menggandeng tangan Cherry lalu masuk ke dalam restoran. Dewa dan Cherry duduk di meja dekat dengan jendela dan mulai memesan makanan.


"Kamu yakin hanya makan dessert saja?" Tanya Dewa.


"Iya, lagian tadi aku juga sudah makan buah di rumah" Jawab Cherry.


"Ya sudah kalau begitu" Ucap Dewa.


Makanan yang mereka pesan sudah mulai di sajikan di depan meja mereka. Cherry menyuapi Dewa makan karena tangan Dewa masih belum bisa untuk menyendok sendiri makanannya.


"Dewa" Panggil Vera yang menghampiri Dewa dan Cherry yang sedang asik makan.


"Ngapain kamu di sini?" Tanya Dewa datar.


"Kamu yang ngapain di sini dengan cewek ini? Siapa dia?" Tanya Vera.


"Memangnya kamu siapa sampai mau tau siapa diriku? Apa kamu orang pentih yang harus tau nama ku atau pun setatusku?" Tanya Cherry malas.


"Dewa siapa dia? Kenapa dia bicara seperti itu pada ku?" Tanya Vera marah.


"Dia kekasih ku" Jawab Dewa.


"Apa? Kekasih kamu?" Ucap Vera terkejut.


"Lalu aku apa Dewa? Kamu anggap aku apa selama ini?" Tanya Vera marah.


"Hah malas aku sekarang" Ucap Cherry bangkitdari duduknya.


"Selesiakan masalah kamu, aku tunggu di mobil" Ucap Cherry yang ingin berjalan keluar dari restoran


...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...

__ADS_1


__ADS_2