Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
50


__ADS_3

...Nex partnya mau lagi nggak nih?...


...Kalau partnya ini suka nggak?...


...Harus komen ya.......


...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....


...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...


...Salam sayang dari mamak Diyah...


...See you nex part ❤...





Setelah gerbang vila di buka, Randi melajukan mobilnya masuk ke dalam area vila. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam vila. Namun saat di ruang tamu, mereka melihat Cherry yang menangis dan dalam pelukan Aksa.


"Cherry" Panggil Loli. Aksa dan Cherry menoleh ke sumber suara. Aksa terkejut dengan kedatangan Loli dan Randi ke vilanya.


"Cherry kenapa kamu di sini? Apa yang terjadi?" Tanya Randi yang menghampiri Cherry.


Cherry kembali menangis lalu memeluk Randi erat. Aksa yang masih kebingungan hanya diam membatu.


"Ada apa Cherry? Siapa yang menculik kamu? Di mana Dewa dan Ardi?" Tanya Randi.


Aksa mendorong tubuh Randi hingga Randi terjatuh ke lantai.


"Kenapa kamu memeluk Cherry? Siapa kamu?" Tanya Aksa.


"Dia adik ku, adik kandung ku" Jawab Randi.


"Apa?" Ucap Aksa tidak percaya.


"Tidak mungkin" Ucap Aksa.


"Kak, apa semua ini ulah kakak?" Tanya Loli yang mulai gemetaran.


"Apa Cherry gadis yang kakak ceritakan dulu? Dia gadis yang kakak inginkan saat di club itu?" Tanya Loli.


"Iya, Cherry memang gadis itu" Jawab Aksa.


Plack


Loli menampar keras pipi Aksa. Dia mulai menangis kerana dia tau jika Aksa lah yang menculik Cherry.


"Kenapa harus Cherry kak? Dia teman ku, sahabatku, bahkan dia adik ipar ku kak" Teriak Loli marah.


"Aku tidak akan membiarkan kakak menyakiti Cherry" Ucap Loli. Loli menarik tangan Cherry dan beemaksud membawanya pergi namun di cegah oleh Aksa.


"Jangan sentuh wanita ku" Ucap Aksa marah.

__ADS_1


"Tapi dia tidak mencintai kakak" Ucap Loli marah.


"Apa peduli mu" Bentak Aksa.


"Juli, ke sini kamu" Panggil Aksa.


"Iya tuan" Jawab Juli yang sudah menghampiri Aksa.


"Bawa nona masuk ke kamarnya" Ucap Aksa.


"Jangan kak" Ucap Loli.


"Diam kamu" Ucap Aksa yang menunjuk ke arah Loli.


"Tunggu dulu Aksa, ada apa ini sebenarnya? Kenapa kamu menyekap adik ku?" Tanya Randi menengahi pertengkaran Loli dan Aksa.


"Aku akan menikahinya besuk" Ucap Aksa.


"Kak" Ucap Loli.


"Tidak bisa, dia tidak mencintai kamu" Ucap Randi.


"Aku tidak peduli karena aku saja yang mencintainya sudah cukup" Ucap Aksa.


"Pergi kalian" Ucap Aksa marah.


"Tidak, aku akan pergi jika Cherry juga ikut pergi " Ucap Loli.


Aksa menegeluarkan pistolnya, dia mengarahkan pistolnya itu ke arah kepala Loli.


"Pergi atau aku akan membunuh mu" Ucap Aksa tegas. Namun tangan Aksa gemetaran mendongkan pistolnya ke kepala Loli.


"Ayo bicara baik baik Aksa" Ucap Randi tenang. Dia sebisa mungkin menenagkan dirinya karena terlihat jelas Aksa tidak akan mempan jika di keras.


"Loli, tenang lah. Kita harus bicara dengan kakak kamu. Jangan menbahayakan diri kamu sayang" Bisik Randi pada Loli.


Loli akhirnya menyerah. Dia duduk di sofa. Sedangkan Randi menenangkan Aksa dan menyuruhnya untuk duduk juga.


"Sebanrnya apa yang terjadi Aksa?" Tanya Randi.


"Aku mncintai Cherry sejak pertama kali aku melihatnya berkerja di club malam ku" Jawab Aksa.


"Cherry kerja di ckub malam?" Tanya Randi terkejut.


"Iya, temanya bilang kalau Cherry sedang butuh uang untuk biaya rumah sakit. Aku tertarik dengan dia sejak saat itu" Ucap Aksa.


"Jadi semuayang di alami Cherry adalah karena aku" Guman Randi dalam hati.


"Aku memang salah karena mendekati Cherry dengan caraku yang kasar. Tapi aku tulus mencintai dia" Ucap Aksa sedih.


"Namun dua orang itu datang dan membuat aku kehilangan Cherry, aku hanya ingin merebut apanyang seharusnya menjadi milikku" Ucap Aksa membenarkan dirinya sendiri.


"Mereka? Dewa dan Ardi maksud mu?" Tanya Randi lagi.


"Iya" Jawab Aksa mengangguk.

__ADS_1


"Lalu di mana mereka?" Tanya Randi.


"Di rumah sakit karena aku menembak mereka tadi karena terbawa emosi melihat Cherry yang menangisi mereka" Jawab Aksa.


"Aku benar benar tidak sengaja. Aku hanya terbawa emosi. Aku pun menyesal. Aku hanya ingin menakut nakuti Cherry tapi....." Ucapan Aksa terhenti ketika melihat Cherry yang berdiri di sampingnya.


"Jadi ini alasan kamu menculikku? Kamu bilang kalau kamu mencintai ku?" Ucap Cherry menangis.


"Maaf tuan, tapi nona memaksa ubtul keluar" Ucap Juli yang kapalnya terluka karena ulah Cherry.


"Pergi lah obati luka mu" Ucap Aksa


Aksa berlutut di depan Cherry, dia sudah tidak peduli Cherry akan melakukan apa padanya karena kali ini dia benar benar menyesal.


"Maafkan aku Cherry, aku sudah tergila gila dengan kamu hingga tega melukai mereka" Ucap Aksa


"Iya, kamu memang gila. Bahkan lebih gila Aksa" Ucap Cherry menangis


"Hanya karena obsesi bodoh mu itu kamu hampir membunuh mereka" Ucap Cherry menangis


"Maafkan aku" Ucap Aksa.


"Ok, karena aku sudah janji akan menikah dengan kamu, maka aku akan tepati janji ku itu. Tapi jangan harap kamu bisa mekiliki cinta dari ku" Ucap Cherry tegas.


Cherry berjalan masuk kw dalam kamarnya lagi. Dia mengunci pintu kamarnya dan menangis lagi di dalam kamarnya.


Aksa teduduk di lantai. Dia semakin terpuruk karena ucapan Cherry barusan.


"Kak" Panggil Loli memegang bahu Aksa


"Apa aku salah jika mencintai dia? Apa aku tidak berhak mendapat cinta sama seperti orang lain?" Ucap Aksa lirih.


Loli sedih melihat kakanya yang terpuruk seperti ini, namun dia juga tidak bisa membenarkan apa yang sudah kakanya itu lalukan. Loli berlutu di belakang Aksa dan memeluk Aksa dari belakang.


"Maafkan kakak Loli, maaf" Ucap Aksa mencium tangan Loli yang memeluknya.


Randi merasa bersalah dengan Cherry, apa yang sudah Cherry alami selama ini semuanya gara gara dia. Gara gara keegoisannya untuk bersama Jihan membuat adik satu satunya mengalami hal yang mengerikan.


Ke esokan harinya.


Randi dan Loli menunggu Aksa dan Cherry di catatan sipil. Hanya butuh waktu sebentar Aksa dan Cherry keluar dari catatan sipil dengan membawa buku pernikahan mereka.


"Ini kan yang kamu inginkan" Ucap Cherry melempar buku nikahnya ke arah Aksa.


Randi merangkul bahu Aksa untuk menyemangati Aksa.


"Bersabar lah, dia akan memaafkan kamu jika kamu bersungguh sungguh" Ucap Randi.


"Iya" Jawab Aksa datar.


Cherry masuk ke dalam mobil Aksa. Dia diam di kursinya dengan wajah yang marah penuh emosi.


Aksa pun masuk ke dalam mobilnya. Dia melajukan mobilnya ke arah kantor miliknya. Di sepanjang jalan, Cherry hanya melihat kelur jendela. Dia sudah tidak peduli kemana Aksa akan membawanya pergi.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2