
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
Tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Dewa dan Ardi. Ardi mencoba melihat siapa pengemudi mobil mewah itu. Cherry membuka atap mobilnya dan tersenyum cantik ke arah Dewa dan Ardi.
"Cherry" Ucap Ardi terkejut.
Cherry turun dari mobilnya. Dia berjalan ke arah Dewa dan berhenti di depan Dewa.
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Dewa tersenyum senang karena Cherry berinisiatif datang ke kantornya dan memberikan dia kejutan yang tidak pernah dia duga.
Cherry terlihat sangat cantik dengan dres hitamnya, dia tidak terlihat tua dengan dandanan yang ia pakai. Cherry masih terlihat manis sama seperti usianya.
"Ke rumah sakit" Ucap Cherry mengangkat tangan Dewa yang terluka.
"Ini akan sembuh dengan sendirinya. Kamu tidak perlu khawatir" Ucap Dewa.
"Tidak. Kamu harus tetap ke rumah sakit, jika berani menolak aku akan berkencan dengan Ardi" Tunjuk Cherry ke arah Ardi.
Dewa seketika menatap tajam ke arah Ardi.
"Enggak, aku masih sayang dengan nyawaku" Ucap Ardi.
"Pergi lah, soal rapatnya biar aku yang urus" Ucap Ardi.
"Ayo" Ucap Cherry menarik tangan Dewa dan menyuruh Dewa masuk ke dalam mobilnya.
"Bay Ardi" Ucap Cherry menggoda melambaikan tangannya dan tersenyum cantik.
Karena ulah Cherry barusan membuat Dewa kembali menatap tajam ke arah Ardi. Dia merasa ingin menghilangkan Ardi dari hadapannya.
__ADS_1
"Jangan pernah berfikir unduk mendekati wanita ku, atau aku akan membuatmu hilang di telan bumi" Guman Dewa dan terus menatap tajam Ardi.
"Jangan bikin masalah terus untuk ku Cherry" Guman Ardi yang takut dengan tatapan Dewa.
Cherry tersenyum puas melihat Ardi yang tersiksa. Dia mulai melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Di sepanjang jalan Dewa menatap Cherry yang tertepa angin. Dia tampak sangat cantik dengan raisan tipis serta lipstick pink yang membuat Cherry sesuai seusianya.
"Kenapa menatap ku terus? Apa ada yang neh di wajah ku?" Tanya Cherry mengusap wajahnya.
Dewa meraih tangan Cherry untuk menghentikannya.
"Kamu sangat cantik hari ini" Ucap Dewa mencium punggung tangan Cherry.
"Aku sedang menyetir" Ucap Cherry menarik tangannya kembali. Dia kembali fokus dengan jalanan yang cukup ramai kali ini.
Tak lama mereka sudah sampai di rumah sakit. Cherry dan Dewa turun dari mobil.
"Cherry" Panggil Randi yang sekuat tenaga berjalan cepat menghampiri Cherry dengan tongkatnya.
"Kakak" Guman Cherry yang melihat kakaknya yang menghampirinya.
"Ayo" Ucap Dewa yang menarik tangan Cherry masuk ke dalam rumah sakit.
Cherry berjalan masuk ke dalam rumah sakit dengan menoleh ke arah kakaknya. Dia tidak tega melihat kakaknya yang berusaha menghampirinya.
"Cherry" Teriak Randi memanggil Cherry.
"Aku sudah bilang jangan pernah menemui kakak kamu" Ucap Dewa tegas.
"Sebentar saja Dewa. Aku janji akan kembali ke kamu. Aku janji akan menuruti apapun yang kamu ucapkan. Tapi untuk kali ini ijin kan aku menemui kakakku. Aku mohon" Ucap Cherry memohon.
"Pergi" Ucap Dewa melepaskan tangan Cherry.
"Aku janji akan kembali ke kamu. Tunggu aku sebentar saja" Ucap Cherry lembut. Dewa mengangguk pelan.
Cherry berlari keluar rumah sakit. Dia menghampiri Randi dan menghamburkan dirinya pada pelukan Randi.
"Cherry kamu tidak apa apa kan?" Tanya Randi khawatir.
"Aku tidak apa apa kak. Kakak maaf tapi aku tidak punya banyak waktu untu ketemu kakak. Aku hanya ingin bicara dengan kakak sebentar" Ucap Cherry
"Ayo kita pergi saja dari sini. Kakak akan bawa kamu pergi jauh dari mereka" Ucap Randi menarik tangan Cherry.
Cherry melepaskan tangan Randi dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak kak. Sejauh apapun aku pergi, dia pasti bisa menemukan ku" Ucap Cherry.
"Kak aku tidak apa apa, dia tidak pernah melukai ku. Dia bilang bahwa dia mencintai ku. Dia hanya takut jika kehilanganku. Aku menemui kakak hanya ingin bilang kalau hidup lah dengan bahagia kak. Aku akan melanjutkan hidup ku walau tanpa kakak. Yakin lah kak suatu saat nanti kita pasti akan bersama lagi." Ucap Cherry.
__ADS_1
"Maafkan aku yang harus meninggalkan kakak. Bawa ini untuk berobat kaki kakak ke luar negri. Setelah kaki kakak sehat, sebisa mungkin aku akan menemui kakak lagi. Aku mohon dengarkan ucapanku kak dan lakukan lah. Aku mohon kak" Ucap Cherry menangis.
"Kakak hanya butuh kamu Cherry" Ucap Randi.
"Kak, ini demi masa depan kita. Turuti permintaan ku kak. Aku mohon" Ucap Cherry lagi.
"Baik lah, tapi kamu harus janji hidup lah dengan bahagia. Jika dia melukai kamu, pergi dan cari kakak" Ucap Randi.
"Pasti kak" Jawab Cherry. Randi meraih tubuh Cherry lalu memeluknya erat.
Dewa sudah tidak tahan melihat Cherry yang di pegang pegang oleh Randi. Dia semakin tidak sabar ketika melihat Randi memeluk Cherry. Dia berjalan menghampiri Cherry dan menarik Cherry dari pelukan Randi.
"Hei, jangan kasar dengan adik ku" Ucap Randi marah.
"Dia wanita ku dan hanya aku yang boleh menyentuhnya." Ucap Dewa.
"Jangan lagi temui wanita ku. Aku tidak akan tinggal diam jika kamu berani menemuinya lagi" Ancam Dewa.
"Tapi dia....." Ucapan Randi terhenti ketika Cherry menyuruhnya diam dan menggelengkan kepalanya.
Cherry memeluk pinggang Dewa erat. Dia takut jika Dewa lepas kendali dan membahayakan Randi.
"Pergi lah kak" Ucap Cherry lembut.
Randi mengangguk pelan. Dia berbalik untuk pergi. Dia melihat sekilas wajah adiknya yang tersenyum ke arahnya.
Namun senyuman Cherry itu membuat Dewa cemburu. Dia menghalangi pandangan Randi dengan cara menarik Cherry ke belakang tubuhnya.
"Kamu kenapa sih" Ucap Cherry memukul punggung Dewa.
"Senyuman itu hanya milik ku. Semua yang ada dalam diri mu itu milik ku" Ucap Dewa marah.
"Terserah kamu" Ucap Cherry yang sudah lelah dengan tingkah Dewa yang pencemburu akut.
Cherry berjalan masuk ke dalam rumah sakit meninggalkan Dewa yang masuh berdiri mematung melihat kepergian Cherry.
"Kamu mau diam terus di sana?" Tanya Cherry.
Dengan wajah cemberut Dewa ikut masuk ke dalam rumah sakit mengikuti Cherry. Dia berjalan di belakang Cherry namun dia melihat orang orang yang menatap kagum pada Cherry yang memiliki paras cantik. Dewa berjalan cepat lalu merangkul bahu Cherry.
...Next? ...
...Udah vote dan spam komen belum? ...
...Yuk ges semangatin mamak Diyah biar aku rajin up setiap hari....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
__ADS_1
...See u next part ❤...