
"Dari mana kamu?" Tanya Randi.
"Baru pulang kerja" Jawab Cherry berbohong lagi.
"Di mana kamu kerja?" Tanya Randi lagi.
"Kakak kenapa sih? Kakak tidak percaya dengan ku?" Ucap Cherry marah.
"Bukannya kakak tidak percaya sama kamu Cher, kakak hanya khawatir dengan kamu" Ucap Randi.
"Kak, aku kerja juga untuk kita. Kakak tolong mengerti lah kak, keluarga kita tidak dari keluarga yang berada. Hidup kita sudah susah, aku pun lelah karena kerja setelah sekolah. Tolong mengerti lah kak" Ucap Cherry lirih.
"Iya, maafkan kakak" Ucap Randi tertunduk.
"Maaf kak karena aku sudah bicara kasar ke kakak. Aku lelah kak, aku ingin istirahat. Kakak juga istirahat lah" Ucap Cherry lembut.
"Iya" Jawab Randi memaksakan senyumnya.
"Aku ke kamar dulu ya kak" Pamit Cherry mencium pipi Randi lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Randi merasa bersalah pada Cherry. Dia kasihan dengan Cherry yang harus kerja demi menghidupinya. Padahal dia yang seharusnya membiayai Cherry bukan sebaliknya.
"Maafkan kakak Cherry" Guman Randi lirih.
Ke esokan harinya.
Cherry berangkat ke sekolah seperti biasanya. Namun tujuannya tidak ke sekolah. Dia datang ke vila Dewa seperti yang ia janjikan pada Dewa.
Sedangkan Randi yang berada di rumah terus merasa bersalah pada Cherry.
"Kalau aku seperti ini terus, kasihan Cherry. Dia pasti lelah sekolah dan langsung bekerja. Dengan badannya yang kecil dia pasti mudah sekali kelelahan" Guman Randi.
"Aku coba keluar cari kerja deh. Siapa tau ada orang yang mau menerima aku kerja" Ucap Randi.
Randi keluar dari rumahnya. Dia tidak lupa mengunci pintu rumahnya lalu perlahan berjalan keluar untuk mencari kerja. Di sepanjang jalan dia terus berdoa agar ada orang yang mau menerima dia kerja dalam keadaan dirinya yang memakai tongkat untuk membantunya berjalan.
"Maaf pak, apa ada kerjaan untuk saya? Walaupun saya sakit begini, tapi saya mau kerja apa saja" Ucap Randi di toko.
"Maaf mas, tidak ada lowongan kerja. Toko lagi sepi, maaf ya mas" Ucap pemilik toko.
"Iya pak tidak apa apa, kalau begitu saya permisi" Pamit Randi.
Randi terus mencoba mencari kerjaan untul dirinya. Dia tidak peduli pekerjaan apapun dia akan kerjakan yang penting dia bisa kerja.
__ADS_1
Randi sebenarnya anak yang rajin dan pandai. Dia lulus kuliah tanpa membayar biaya sedikit pun karena dia menerima beasiswa. Dan Cherry pun sama, dia sekolah tanpa membayar sepersen pun karena dia juga menerima beasiswa.
Dulunya Randi bekerja di sebuah perusahaan dan berkenalan dengan Jihan. Namun karena sebuah kesalahan yang ia lakukan, dia di pecat. Jihan yang merasa kasihan pun membantu membiayai kehidupan Randi. Namun Jihan jatuh hati dengan Randi dan mereka pun jadian. Walaupun Randi tau jika Jihan sudah ada yang memiliki tapi karena perasaannya yang kuat membuat dia rela menjadi simpanan Jihan.
Sudah banyak tempat Randi datangi namun tidak ada satupun dari tempat itu mau menerima Randi sebagai karyawannya.
"Ini tempat terakhir untuk hari ini. Semoga saja rumah makan ini mau menerima ku kerja" Guman Randi.
Randi masuk ke dalam rumah makan itu. Awalnya penjaga rumah makan mengira kalau Randi ingin membeli makanan namun Randi mengutarakan niatnya. Penjaga yang merasa kasihan pun memanggilkan atasannya dan bilang kalau Randi ingin mencari kerja.
"Masnya mau cari kerja?" Tanya pemilik warung makan.
"Iya pak, saya mau kerja apa saja pak jika ada" Jawab Randi.
"Mas mau kalau jadi tukang parkir di depan? Mas tenang saja, soal gaji mas akan dapat dari saya setiap minggu. Kalau ada orang yang bayar mas itu rejeki tambahan untuk mas" Jelas pemilik warung.
"Saya mau pak" Jawab Randi semangat.
"Nama kamu siapa?" Tanya pemilik warung.
"Randi pak" Jawab Randi.
"Ok Randi hari ini kamu boleh langsung kerja" Ucap pemilik warung.
"Tolong kasih seragam untuk Randi ya" Ucap pemilik warung pada penjaga warung.
"Baik pak" Jawab penjaga warung.
"Selamat bekerja ya" Ucap pemilik warung menepuk bahu Randi.
"Baik pak" Jawab Randi semangat.
Tak lama Randi sudah memakai seragam dari warung makan itu. Walaupun hanya sebagai tukang parkir, tapi Randi sangat senang karena Warung makan yang ia kerjai saat ini cukup ramai. Bahkan saat makan siang hampir membuat kemacetan jika tidak ada juru parkir di depan warung makan itu.
Malam harinya.
Cherry pulang ke rumahnya. Dia tampak lelah karena seharian ini dia selalu di samping Dewa. Sejak dia pulang ke rumah, Dewa terus bersikap manja padanya.
"Bayo besar itu semakin membuatku susah" Ucap Cherry yang menggerutu. Dia berjalan dari halte bis sampai ke rumahnya.
Saat sampai di pertigaan gang kecil. Dia melihat kakaknya yang juga sedang berjalan ke arah rumah.
"Kak Randi" Teriak Cherry.
__ADS_1
Randi menoleh dan tersenyum ketika melihat Cherry yang berlari ke arahnya.
"Kamu juga baru pulang?" Tanya Randi.
"Iya, kakak dari mana?" Tanya Cherry
"Kakak juga pulang kerja. Hari ini kakak dapat kerjaan" Jawab Randi bahagia.
"Kakak kerja? Kenapa kak? Apa kurang uang yang aku berikan?" Tanya Cherry khawatir.
"Tidak, uang yang kamu berikan semuanya kakak tabung untuk masa depan kamu. Kakak tidak tega untuk menggunakannya" Ucap Randi.
"Kenapa kak?" Tanya Cherry.
"Tidak apa apa, kamu jangan khawatir, kakak senang kok dengan pekerjaan kakak sekarang. Setiap pulang kerja, kakak juga mendapat makanan yang bisa kakak bawa pulang" Ucap Randi memperlihatkan bungkusan yang ia bawa.
Cherry sedih melihat kakaknya yang masih sakit namun memaksakan diri untuk bekerja. Cherry juga merasa sedih karena dia terus membohongi kakaknya.
Cherry memeluk Randi dan menangis dalam pelukan Randi.
"Kakak jangan memaksakan diri, Cherry bisa kok kerja untuk kita. Cherry tidak lelah sama sekali. Kemarin Cherry hanya kurang semangat saja makanya marah marah ke kakak. Kakak tidak perlu kerja, bair aku saja yang kerja untuk kakak" Ucap Cherry menangis.
"Kakak tidak memaksakan diri kok Cher, kakak hanya ingin membantu kamu kerja" Ucap Randi lembut.
"Aku hanya punya kakak di dunia ini. Aku tidak mau kehilangan kakak juga" Ucap Cherry.
"Kakak akan selalu bersama kamu Cherry, kakak tidak akan pergi meninggalkan kamu" Ucap Randi. Randi mengusap kepala Cherry lalu menciumnya lembut.
"Kakak sangat sayang sama kamu Cherry" Ucap Randi.
"Aku juga sayang sama kakak" Jawab Cherry.
Randi melepaskan pelukannya. Dia menghapus air mata Cherry dan tersenyum.
"Sekarang kita pulang ya, kita makan makanan yang kakak bawa" Ucap Randi.
...**Next? Udah vote dan spam komen belum? ...
...Yuk ges semangatin aku biar aku rajin up setiap hari**....
...Votenya jangan pelit2 ya!!!!😊😊😊😊...
...See u next part ❤...
__ADS_1