Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
55


__ADS_3

...💥💥💥...


...Hai hai hai......


...Gimana seru nggak nih ceritanya. ...


...Masih ada kelanjutannya lho. Ayo lanjut baca terus sampai akhir....


...Untuk uang parkirnya jangan lupa. Hanya butuh Like, Komen, Vote dan klik tombol Favoritnya. ...


...Kalau di tambah bintang 5 juga boleh ya ......


...Selamat membaca dan terima kasih banyak 🙏😊...





Dewa bangkit dari duduknya. Dia berjalan ke arah kursi kerjanya untuk mengambil jasnya.


"Kamu mau ke mana?" Tanya Ardi.


"Ada urusan. Kalian selesaikan saja pekerjaan kalian" Ucap Dewa melangkah pergi keluar dari kantornya.


Melihat Dewa yang pergi dengan terburu buru membuat Ardi curiga.


"Sepertinya ada yang tidak beres kali ini" Ucap Ardi.


"Ap maksud kamu?" Tanya Randi.


"Ayo kita ikuti dia" Ucap Ardi yang bangkit dari duduknya. Randi pun juga mengikuti Ardi. Mereka berdua keluar dari kantor Dewa lalu masuk ke dalam mobil Randi. Randi melajukan mobilnya mengikuti mobil Dewa yang melaju cukup kencang.


"Mau ke mana dia?" Tanya Ardi


"Sepertinya dia mau ke tempat Cherry" Jawab Randi menduga.


"Apa kamu yakin jalan ke rumah Cherry ke sini?" Tanya Ardi lagi.


"Iya" Jawab Randi.


"Hubungi Cherry agar dia waspada. Semoga saja apa yang aku takutkan tidak terjadi" Ucap Ardi.


"Baik lah" Jawab Randi.


Randi mulai menghubungi Cherry, namun Cherry tidak kunjung menjawab telfonnya.


"Tidak bisa" Jawab Randi.


"Telfon rumahnya" Ucap Ardi lagi.


Randi punmengangguk. Dia kembali mencoba menghubungi telfon rumah Cherry.


"Selamat siang kediaman tuan Aksa" Jawab Juli asisten Cherry.


"Juli ini Randi. Apa Cherry ada di rumah?" Tanya Randi.


"Oh tuan Randi, ada tuan. Nyonya dan tuan baru saja pulang dari rumah sakit" Jawab Juli.

__ADS_1


"Dari rumah sakit? Cherry sakit apa?" Tanya Randi khawatir.


"Nyonya lemas dan tidak nafsu makan. Nyonya sampai tidak bisa membuatkan sarapan untuk tuan pagi ini. Kalau soal sakitnya saya kurang tau tuan" Jawab Juli.


"Ya sudah, kalau begitu aku akan ke sana sekarang" Ucap Randi.


"Baik tuan" Jawab Juli.


Randi mematikan ponselnya.


"Cherry sakit?" Tanya Ardi.


"Iya, badanya lemas sampai tidak kuat untuk turun dari ranjang" Jawab Randi.


"Bisa bahaya kalau sampai Dewa tau" Ucap Ardi.


Namun kini Dewa sudah sampai di depan rumah Cherry. Dia masuk ke dalam area rumah Cherry ketika ia tidak melihat satpam rumah yang berjaga di posnya.


Dewa turun dari mobilnya. Dia berjalan masukke dalam rumah Cherry.


"Maaf anda siapa ya?" Tanya Juli yang melihat Dewa masuk ke dalam rumah Aksa.


Dia tidak menjawab pertanyaan Juli. Dia menoleh ke sebuah meja hias yang terisi dengan foto foto Cherry. Dia juga melihat sepasang anak yang tersenyum bahagia di dekat foto Cherry.


Dewa melihat ke lantai dua. Tatapan matanya tertuju pada sebuah pintu yang menyita perhatiannya. Dewa mendorong tubuh Juli hingga Juli terjatuh ke lantai.


"Hei siapa kamu? Tolong ada penyusup" Teriak Juli.


Dewa tidak memperdulikan teriakan Juli. Dia terus berjalan menuju pintu yang terus ia tetap.


"Dewa berhenti kamu" Teriak Aksa yang baru saja kembali. Tadi Cherryingin sekali makan es krim, jadi Aksa keluar sendiri untuk membelikanes krim permintaan Cherry.


Dewa pun tidak peduli dengan teriakan Aksa. Dia membuka pintu kamar tersebut.


"Iya, aku kembali untuk kamu Cherry" Jawab Dewa.


Cehrry terkejut melihat kedatangan Dewa. Dia turun dari ranjangnya karena melihat Dewa yang berjalan mendekatinya.


"Dewa, kamu sedang apa di sini?" Tanya Cherry.


"Aku....." Ucapan Dewa terhenti.


"Berhenti kamu Dewa. Jangan dekati istri ku" Ucap Aksa marah.


Dewa berbalik dan menatap tajam ke arah Aksa. Dia marah karena mendengar ucapan Aksa yang bilang bahwa Cherry adalah istrinya.


Cherry tau jika Dewa mulai emosi. Dia melangkah melewati Dewa lalu menghalangi Aksa dengan tubuhnya sebagai bentengnya.


"Dewa tenang lah, kita bisa bicara baik baik" Ucap Cherry lembut.


"Minggir Cherry, aku akan membunuh pria baj***n ini karena dia sudah merebut kamu dari ku" Ucap Dewa.


"Dewa, aku mohon dengarkan penjelasanku dulu" Ucap Cherryyang sudah menahan tubuh Dewa.


"Kak pergi dari sini kak, biarkan aku bicara dulu dengan Dewa kak" Pinta Cherry.


"Tidak Cherry, aku tidak akan pergi menunggalkan kamu" Ucap Aksa yang memalangkah maju.


Melihat Aksa yang melangkah maju membuat Dewa semakin emosi. Tanpa sengaja dia mendorong tubuh Cherry hingga Cherry jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Ahhhh" Teriak Cherry kesakitan memegangi perutnya.


"Cherry " Teriak Aksa yang berlari menghampiri Cherry.


"Sayang kamu tidak apa apa kan? Apa yang sakit sayang?" Tanya Aksa khawatir.


Dewa terkejut dengan apa yang sudab ia lakukan.


"Cherry" Ucap Randi yang baru sampai. Randi menghampiri Cherry dan Aksa.


"Perut ku sakit kak" Ucap Cherry memegangi perutnya.


"Kita ke rumah sakit sekarang" Ucap Aksa. Aksa ingin menggendong Cherry namun dia di tarik Dewa hingga terjungkal ke belakang.


"Jangan menyentuh Cherry" Ucap Dewa tegas.


"Dewa tenang lah" Ucap Ardi yang menenagkan Dewa.


Aksa mulai menitihkan air matanya, dia melihat Cherry yang samakin kesakitan. Dewa berbalik dan ingin menggendong Cherry namun kini ganti Aksa yang menarik tubuh Dewa.


Duack


Aksa memukul wajah Dewa dengan air matanya yang sudah membasahi wajahnya. Dewa tercengang karena melihat Aksa yang menangis seperti itu.


"Apa yang kamu lakukan Dewa. Cherry sedang hamil dan kamu mendorongnya hingga jatuh. Apa kamu gila? Atau kamu ingin membunuh anak dan istri ku?" Teriak Aksa menangis.


"Apa? Ha.....hamil?" Ucap Dewa terkejut. Dewa menoleh ke arah Cherry, dia melihat Cherry yang kesakitan memegangi perutnya.


"Cherry hamil?" Tanya Randi pun terkejut.


"Kalau sampai terjadi apa apa dengan anak dan istri ku, aku tidak akan tinggal diam Dewa. Aku mencoba menyelamatkan kamu seperti yang di minta Cherry, tapi jika kali ini dia kenapa kenapa, aku akan membunuhmu saat itu juga" Ancam Aksa terlihat marah besar.


"Kak perut ku sakit kak" Ucap Cherry mencengkran tangan Randi yang memeganginya.


Aksa menghapus air matanya. Dia berjalan ke arah Cherry lalu menggendong Cherry.


"Kamu akan menyesal Dewa" Ucap Aksa.


Aksa berjalan keluar dari kamarnya. Dia sedikit berlari dengan Cherry yang ada di dalam gendongannya. Randi pun mengikuti Aksa karena dia khawatir dengan keadaan Cherry.


Sedangkan Dewa, teduduk di lantai dengan tatapan kosong. Dia melihat kedua telapak tangannya.


"Aku lagi lagi melakukan kesalahan yang besar pada Cherry" Ucap Dewa lirih.


"Dewa tenang lah, kita ke rumah sakit sekarang, kita harus tau keadaan Cherry dan kandungannya" Ucap Ardi.


⚜⚜⚜


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


# Selamat membaca ya kak

__ADS_1


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊


__ADS_2