
...Nex partnya mau lagi nggak nih?...
...Kalau partnya ini suka nggak?...
...Harus komen ya.......
...Mamak mau minta maaf nih kalau ada typo banyak....
...Kalau suka dan seru dengan novelnya, jangan lupa ajak teman temannya buat baca juga 🤭...
...Salam sayang dari mamak Diyah...
...See you nex part ❤...
●
●
●
Randi melepas jasnya untuk memayungi Loli sampai ke rumahnya. Loli membuka kunci pintu rumahnya.
"Ahhh" Teriak Loli memeluk tubuh Randi ketika ia mendengar suara petiryang sangat kencang.
"Tidak apa apa, ada aku di sini" Ucap Randi mengusap punggung Loli.
"Ayo kita masuk dulu" Ucap Randi membuka pintu rumah Loli sambil memeluk Loli.
"Kamu di rumah sendiri?" Tanya Randi.
"Iya kak, kakak ku kerja ke luar negri dan belum pulang" Jawab Loli.
"Kak, apa kakak mau menemani ku sampai hujannya reda? Aku takut kak jika sendirian di rumah" Ucap Loli.
"Iya, aku akan menemani kamu sampai hujannya reda." Jawab Randi.
Randi dan Loli duduk di sofaruang tamu. Loli duduk bersebelahan dengan Randi. Dia ingin memeluk Randi namun dia tidak enak dengan Randi. Setiap ada petir dia hanya meremas gaunnya dan menutup kedua matanya.
"Kamari lah" Ucap Randi yang menarik tubuh Loli ke dalam pelukannya. Dia tidak tega melihat Loli yang ketakutan seperti itu.
Namun tiba tiba mati lampu. Semuanya tampak gelap tanpa ada cahaya sedikitpun. Loli semakin mempererat pelukannya pada diri Randi.
"Jangan takut" Ucap Randi mengusap punggung Loli.
Setiap ada petir, di saat itu lah Randi melihat wajah Loli yang ketakutan. Randi mulai tergoda dengan tubuh Loli yang terlihat belahan dadanua serta paha Loli yang terlihat karena belahan gaun Loli terbuka.
Randi meraih tengkuk Loli lalu mencium bibir Loli lembut. Awalnya Loli terkejut dengan apa yang di lakukan Randi, namun semakin lama dia pun menikmati ciuman itu. Rasa takutnya kini berganti gairah yang membara.
__ADS_1
Randi meraba tubuh Loli mencari bagian sensitif Loli dengan terus berciuman dengan Loli. Loli yang terbuai dengan tangan Randi pun mulai pasrah dengan apa yang akan dilakukan Randi selanjutnya padanya.
Loli melingkarkan tangannya ke leher Randi. Randi menidurkan Loli ke sofa dan menindih tubuh kecil Loli tanpa melepaskan ciumannya pada bibir mungil Loli.
Randi mulai melakukan hal itu pada Loli. Mereka berdua pun mulai masuk ke dalam dunia mereka. Lengkuhan Loli membuat Randi semakin memanas.
Cukup lama Randi melakukan itu pada Loli. Setelah dia puas dan di saat itu juga lampu menyala kembali. Dia melihat tubuh Loli yang penuh dengan tanda merah di sekujur tubuhnya.
"Loli, ini pertama kalinya untuk kamu?" Tanya Randi terkejut melihat bercak darah pada gaun yang di kenakan Loli.
"Iya kak" Jawab Loli lirih. Randi mulai menyesal dengan apa yang telah ia lakukan pada Loli. Dia telah merusak Loli.
"Maafkan aku Loli. Aku tidak tau jika ini pertama kalinya untuk kamu" Ucap Randi menyesal.
Loli hanya diam saja karena dia tidak tau harus bagaimana lagi. Kehormatannya kini telah hilang oleh Randi, kakak temannya sendiri. Loli mulai menitihkan air matanya. Dia pun merasa menyesal karena tidak mencegah Randi tadi. Randi memakaikan jasnya untuk menutupi tubuh Loli.
"Jangan menangis Loli, aku akan bertanggung jawab dengan apa yang telah aku lakukan, maafkan aku Loli" Ucap Randi
Randi meraih tubuh Loli lalu memeluknya erat.
"Jangan menangis Loli, aku tidak bisa melihat air mata mu keluar karena aku" Ucap Randi.
"Aku tidak akan mengingkari janji ku. Aku pasti akan menikahi kamu besuk. Jadi berhenti lah menangis" Ucap Randi lembut.
"Kakak janji?" Tanya Loli lirih.
Ke esokan harinya.
Randi kini duduk di depan Cherry dan Dewa. Dia datang ke rumah Dewa seperti yang ia janjikan kemarin dengan Cherry.
Cherry semalam sudah telfonan dengan Randi. Randi bilang pada Cherry jika dia akan menikahi Loli. Cherry tau apa yang terjadi ketika Randi bilang akan menikahi Loli tadi malam.
"Dewa, aku ke sini untuk meminta maaf secara langsung pada kamu. Aku dulu sudah membuat kamu marah" Ucap Randi.
"Aku tidak akan marah sekarang dengan apa yang kamu lalukan dulu padaku karena aku tau itu memang hukuman yang harus aku terima" Ucap Randi tertunduk.
"Aku sudah melupakan semuanya, jadi jangan bicarakan hal itu lagi" Ucap Dewa.
Kini Randi beralih pada Cherry. Cherry tampak sangat marah pada Randi. Dia menatap tajam ke arah Randi dengan kedua tanganya yang ia lipat di depan dadanya.
"Kamu pasti sudah tau apa yang terjadi bukan? Kakak ke sini hanya ingin bilang kalau kakak akan menikahi Loli hari ini juga. Kakak akan mencatatkan pernikahan kita dulu setelah kakak Loli kenbali baru membicarakannya lagi apa yang melanjutkan di lakukan" Ucap Randi.
"Memangnya kakak tidak bisa menahanya atau bagaimana sih?" Ucap Cherry marah.
"Kenapa harus Loli kak? Apa kakak tidak bisa jajan di luar saja sana" Ucap Cherry marah.
"Cherry jaga ucapan kamu. Ucapankamu itu terlalu vulgar" Ucap Dewa.
__ADS_1
"Biar, biar kakak tau dengan jelas" Ucap Cherry marah.
"Maafkan kakak Cherry" Ucap Randi.
"Hah, sudah lah. Aku juga beruntung jika Loli jadi kakak ipar ku. Tapi jangan pernah sakiti dia, atau kakak akan tau akibatnya. Kakak tau sendiri kan siapa Dewa. Jadi jangan macam macam" Ancam Cherry.
"Kenapa aku di bawa bawa?" Tanya Dewa bingung.
"Diam" Ucap Cherry tegas.
"Kapan kakak akan ke catatan sipil?" Tanya Cherry.
"Setelah ini kakak akan ke rumah Loli" Jawab Randi.
"Ya sudah, selamat untuk pernikahan kakak. Semoga kalian bahagia" Ucap Cherry tersenyum.
"Iya, terima kasih" Ucap Randi pun tersenyum.
Setela itu, Randi pun berpamitan. Dewa dan Cherry mengantar Randi sampai di depan vila.
"Kita tidak sekalian ikut mencatatkan pernikahan kita?" Tanya Dewa.
"Cari uang yang banyak baru menikah" Ucap Cherry berbalik lalu masuk ke dalam rumah.
"Aku sudah memiliki banyak uang" Ucap Dewa mengikuti Cherry.
"Masih kurang buat ku. Lagian aku belum bisa mengandung anak mu" Ucap Cherry.
"Kenapa?" Tanya Dewa.
"Aku ingin Selesiakan kuliah ku dulu, setelah itu mulai membuka butikku sendiri. Baru setelahnya menikah" Ucap Cherry tersenyum bangga.
"Masih sangat lama" Ucap Dewa menyerah.
Di sisi lain, Loli sedang melakukan fidio call dengan kakaknya.
"Kak, aku akan menikah hari ini" Ucap Loli.
"Apa yang terjadi? Apa ada orangyang menyakiti kamu?" Tanya kakak Loli.
"Tidak kak. Hanya saja aku telah melakukan hal itu kemarin" Ucap Loli tertunduk.
"Apa dia memaksa kamu?" Tanya kakak Loli lagi.
# Selamat membaca ya kak
# Terima kasih banyak
__ADS_1
😊😊😊🙏🙏🙏