Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
49


__ADS_3

...Hai hai hai...


...Setelah membaca nex partnya, ayo lah jangan lupa Like, Komen dan Vote....


...Mamak juga butuh bintang 5_nya juga nih......


...Mamak Diyah tambah semangat kalau kalian senang 🤭...


...Selamat membaca...


...Terima kasih sudah mampir...





"Lepaskan dia" Ucap Dewa marah. Cherry melihat tubuh Dewa dan Ardi yang penuh dengan bercak darah. Dia merasa khawatir dengan keadaan mereka berdua.


"Kenapa aku harus melepaskan dia? Kalau kamu bisa, datang ke sini dan lepaskan ikatanya sendiri" Ucap Aksa.


"Apa lagi yang ingin kamu lakukan Aksa" Ucap Cherry.


"Mengambil bayaran atas kejutan yang aku berikan" Jawab Aksa.


Aksa meraih dagu Cherry lagi, dia mulai mencium bibir Cherry. Hal itu semakin membuat Dewa dan Ardi sangat marah. Mereka berjalan menghampiri Aksa namun di hadang oleh anak buah Aksa.


"Ahhhh" Teriak Cherry ketika Aksa menjambak rambut Cherry.


"Lepaskan dia" Teriak Ardi. Ardi yang biasanya tenang kali ini terbawa emosi karena melihat Cherry yang kesakitan.


"Lihat lah sayang, mereka sangat perhatian dengan kamu" Ucap Aksa.


"Jangan sakiti mereka" Ucap Cherry lirih.


"Ahhh" Teriak Cherry yang kembali di jambak oleh Aksa.


Dewa mengeluarkan senjatanya. Dia mengarahkan senjatanya ke pada Aksa.


"Jangan gegabah Dewa, kamu bisa melukai Cherry jika menembaknya, dia terlalu dekat dengan Cherry" Ucap Ardi.


"Habisi mereka" Ucap Aksa.


Anak buah Aksa mulai menyerang Dewa dan Ardi. Ardi dan Dewa pun akan menyerang anak buah Aksa, namun setiap mereka bergerak Aksa menjambak rambut Cherry. Mendengar teriakan Cherry membjat mereka tidak fokus dan dengan cepat anak buah Aksa mampu melumpuhkan mereka.


"Dewa, Ardi" Teriak Cherry menangis.


"Hentikan aku mohon" Ucap Cherry menangis melihat Dewa dan Ardi yang di hajar habis habisan oleh anak buah Aksa.


"Aku mohon hentikan" Ucap Cherry menangis.


Dewa dan Ardi yang sudah terkapar tidak berdayadi lantai terus menatap Cherry yang menangisi mereka.


"Aku harus bertahan" Guman Dewa dalam hati


"Hahahaha habisi mereka" Ucap Aksa tertawa keras.


"Hentikan Aksa" Ucap Cherry menangis.

__ADS_1


"Tidak, aku mohon hentikan" Teriak Cherry. Cherry berusaha melepaskan diri untuk menolong Dewa dan Ardi namun ia tidak bisa.


Bruck.


Cherry terjatuh dengan kursi yang terikat dengannya.


"Aku mohon hentikan" Ucap Cherry menangis.


Aksa mengambil pistol miliknya yang ada di saku. Dia berjalan menghampiri Dewa dan Ardi yang sudah tidak berdaya. Luka di sekujur Dewa dan Ardi membuat Aksa tertawa bajagia.


"Hahahaha, selamat tinggal Dewa" Ucap Aksa.


Dor


Aksa menembak Dewa tepatdi dadanya.


"Argh" Teriak Dewa.


"Tidak" Teriak Cherry.


"Selamat tinggak Ardi" Ucap Aksa


Dor


Aksa juga menembak Ardi telat di dadanya.


"Arght" Teriak Ardi.


"Dewa"


"Ardi" Ucap Cherry menangis histeris.


Aksa berjalan menghampiri Cherry. Dia melepas ikatan Cherry. Cherry merangkak menghampiri Dewa dan Ardi yang semakin hilang kesadaran.


"Jangan tinggalkan aku" Ucap Cherry menangis.


"Kalian harus bertahan, aku mohon" Ucap Cherry lagi.


Cherry berbalik ke arah Aksa. Dia kembali merangkak ke Aksa dan menyentuh kaki Aksa.


"Aku mohon Aksa, tolong selamatkan mereka" Pinta Cherry


"Aku akan lakukan apapun, apapun Aksa. Aku mohon selamatkan mereka" Pinta Cherry menangis. Cherry sampai menempelkan kepalanya pada kaki Aksa.


"Apa kamu janji akan melakukan apapun?" Tanya Aksa yang berjongkok di depan Cherry.


"Aku janji Aksa, aku mohon selamatkan mereka" Ucap Cherry.


"Menikahlah denganku dan jangan pernah kamu menemui mereka lagi" Ucap Aksa.


Tanpa pikir panjang, Cherry pun setuju dengan syarat yangdi berikan Aksa padanya.


"Iya, aku akan menikah dengan kamu" Ucap Cherry.


Aksa tersenyum senang, dia menggendong Cherry dan membawanya keluar dari tempat itu.


"Aku akan membawa mereka ke rumah sakit. Tapi jika mereka tidak bisa bertahan, itu bukan urusan ku" Ucap Aksa.


Walaupun Cherry tau jika Aksa hanya mempermainkan Dewa dan Ardi saja. Namun dia sedikit lega karena Aksa sudah mau membawa mereka ke rumah sakit.

__ADS_1


"Maafkan aku Dewa, maafkan aku Ardi. Aku mohon bertahan lah. Dan hidup lah dengan bahagia dengan wanita lain nantinya" Guman Cherry dalam hati.


Cherry melingkarkan tangannya ke leher Aksa. Dia kembali menangis dalam gendongan Aksa. Sebenarnya Aksa pun sakit melihat Cherry yang menangisi pria lain, namun demi mengikat Cherry dia rela menahan sakit hatinya itu.


Di tempat lain, Loli semakin khawatir dengan keadaan Cherry, diam diam dia menghubungi Aksa untuk meminta bantuan Aksa mencari keberadaan Cherry sekarang.


"Ayo dong kak, angkat telfon ku" Guman Loli yang mondar mandir di kamarnya dengan terus menghubungi Aksa.


"Sedang apa kamu Loli?" Tanya Randi yang masuk ke dalam kamar mereka.


"Aku menelfon kak Aksa, kak. Aku khawatir dengan keadaan Cherry. Maafkan aku kak, aku tidak mendengarkan ucapan kamu. Tapi aku tidak bisa tenang" Ucap Loli.


"Iya lalukan lah jika itu bisa membuat kamu tenang sayang. Maafkan aku karena tidak mengertikan kamu. Aku terlalu khawatir dengan keadaan Cherry sampai mengabaikan kamu" Ucap Randi.


"Tidak apa apa kak, aku mengerti apa yang kakaka rasakan sekarang ini" Ucap Loli.


"Aku coba telfon kak Aksa lagi ya kak" Ucap Loli dan Randi pun mengangguk.


Loli terus mencoba menghubungi ponsel Aksa namun tidak bisa terus. Kini Loli mencoba telfon rumah.


"Halo bik, kak Aksa ada di rumah?" Tanya Loli.


"Tuan ada di vila non" Jawab pembantu Loli.


"Oh ya sudah, aku ke vila saja kalau begitu" Ucap Loli.


Loli langsung mematikan ponselnya. Dia keluar dari kamar dan berlari menghampiri Randi di ruang tamu.


"Ayo kak antar aku ke vila" Pinta Loli.


"Vila mana?" Tanya Randi.


"Nanti aku kasih tau alamatnya, sekarang kita ke vila untuk ketemu kak Aksa dulu di sana" Ucap Loli.


"Iya, ayo" Jawab Randi.


Randi dan Loli keluar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan area rumah Randi. Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai di vila Aksa.


Mereka sampai di vila Aksa saat tengah malam. Randi di minta berhenti di depan pintu gerbang vila Aksa.


Tok tok tok


"Buka kacanya" Ucap anak buah Aksa.


"Buka pintunya, kalian mau dapat hukuman" Ucap Loli yang membuka kaca mobil.


"Nona Loli, maaf non. Iya kami akan buka" Jawab anak buah Aksa.


Setelah gerbang vila di buka, Randi melajukan mobilnya masuk ke dalam area vila. Mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam vila. Namun saat di ruang tamu, mereka melihat Cherry yang menangis dan dalam pelukan Aksa.


"Cherry" Panggil Loli. Aksa dan Cherry menoleh ke sumber suara. Aksa terkejut dengan kedatangan Loli dan Randi ke vilanya.


"Cherry kenapa kamu di sini? Apa yang terjadi?" Tanya Randi yang menghampiri Cherry.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2