Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
11


__ADS_3

"Betahanlah Cherry aku mohon" Ucap Dewa


"Tenang Dewa, Cherry pasti akan baik baik saja" Ucap Ardi.


"Jangan pedulikan aku, lebih cepat jalannya" Teriak Dewa marah.


Baru pertama kalinya Dewa gemetar melihat darah. Tanganya genetaran hebat karena darah Cherry yang terus keluar dari kepalanya.


"Cepat Ar" Teriak Dewa.


"Iya" Jawab Ardi. Ardi melajukan mobil Dewa dengan kecepatan tinggi. Dia tidak peduli dengan kemarahan pengendara lain karena yang ada di pikirannya saat ini untuk segera sampai di rumh sakit.


Di rumah sakit.


Dewa dan Ardi menunggu Dokter yang sedang melakukan pemeriksaan pada Cherry. Dewa mondar mandir di depan pintu UGD karena dia sangat cemas dengan keadaan Cherry.


"Lacak keberadaan orang yang melukai Cherry. Aku tidak akan membiarkan dia lolos begitu saja" Ucap Dewa marah.


"Kamu jangan khawatir, soal itu biar aku saja yang urus" Ucap Ardi


"Jangan ikut campur, cepat selidiki dan laporkan padaku di mana keberadaan baj***n itu" Ucap Dewa tegas.


Ardi hanya menuruti ucapan Dewa karena sekeras apa dia membujuk Dewa pasti akan percuma karena Dewa masih sangat emosi.


Tak lama Ardi sudah mendapatkan di mana keberadaan pemotor yang berani menyakiti Cherry.


"Dia ada di club itu" Ucap Ardi pada Dewa.


"Tetap di sini, aku akan ke sana sendiri" Ucap Dewa


"Jangan gila kamu Dewa" Ucap Ardi yang mencekal tangan Dewa.


"Aku memang gila Ardi. Jadi diam dan tetap di sini" Ucap Dewa. Dewa mulai melangkah namun dia berhenti ketika Dokter keluar dari ruang UGD.


"Dokter, bagaimana keadaan Cherry?" Tanya Dewa khawatir.


"Pasien Cherry sudah sadar, walaupun kepalnya mendapatkan beberapa jahitan tapi kondisinya sudah membaik. Lukanya juga tidak dalam jadi tidak mebahayakan pasien" Jelas Dokter.


"Apa boleh saya masuk?" Tanya Dewa.


"Silahkan, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit Dokter.


"Iya Dok, terima kasih" Ucap Ardi.


"Sama sama, mari" Ucap Dokter.


Dewa perlahan masuk ke dalam UGD, dia melihat Cherry yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan air mata yang membasahi mata indahnya.


"Apa masih sakit?" Tanya Dewa lirih.


"Sakit" Jawab Cherry menangis. Luka Cherry tidak hanya di kepala, karena jatuh ke jalan raya wajah Cherry juga luka dan memar.

__ADS_1


Dewa mengusap wajah Cherry perlahan agar Cherry tidak merasa kesakitan.


"Maafkan aku Cherry, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik" Ucap Dewa lirih.


"Sakit, kepalaku sakit sekali. Rasanya mau pecah" Ucap Cherry menangis. Dewa tidak tega melihat Cherry yang menangis kesakitan. Tapi dia tidak bisa melakukan apa apa. Dia hanya bisa berada di samping Cherry untuk menemaninya.


Ardi pun merasa kasihan dengan Cherry, gadis kecil yang sudah terbawa masuk ke dalam dunai hitam hanya karena sebuah kesalahan untuk membela dirinya sendiri.


Namun Ardi juga bangga pada Cherry yang masih bisa ceria setelah kejadian yang cukup mengerikan bagi sebagian orayang melihatnya.


"Kamu bisa menjadi penenang bagi Dewa, tapi kamu juga bisa manjadi bom waktu untuk Dewa pula Cherry" Guman Ardi dalam hati.


Dewa terus mengusap kepala Cherry lembut. Karena lelah menangis dan obat dari Dokter mulai merasuk. Cherry mulai telelap. Cherry mulai tidur dengan tenang.


"Jaga Cherry dengan baik" Ucap Dewa singkat.


"Kamu akan ke sana sendiri?" Tanya Ardi.


"Iya, aku tidak akan menbiarkan dia bersenang senang setelah apa yang sudah dia lakukan pada Cherry" Ucap Dewa.


"Bawalan bebarapa anak buah kita" Ucap Ardi.


"Aku akan ke sana dulu, untuk urusan itu kamu yang urus" Ucap Dewa.


"Baik lah" Jawab Ardi.


Dewa kekuar dari ruang UGD, dia berjalan keluar rumahs sakit dengan wajah yang marah penuh dendam. Dia tidak peduli dengan pakaiannya yang penuh dengan darah.


Di club malam.


Dewa turun dari mobilnya dengan senjata api yang ia bawa. Dia turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam club.


"Mau apa anda di sini?" Tanya petugas yang berjaga di depan pintu club.


Duack duack.


Dewa memukul kedua penjaga hingga kalah telah dengan sekali pukul. Mendengar kegaduhan di luar para penjaga lain pun keluar.


Dor dor dor


Dewa menembak semua orang yang ia lihat. Dia tidak peduli siapapun itu, dia tetap menembaki mereka semua.


"Bos di luar ada....."


Dor.


Dew menembak orang yang baru saja melapor pada atasan mereka.


"Siapa dari kalian yang sudah melukai Cherry?" Tanya Dewa dengan menodongkan pistol ke dua orang yang kini barada di hadapannya.


"Kamu pikir dengan datang ke sini sandiri, kamu bisa menghabisi kami"

__ADS_1


Dor


Dewa menembak kaki orang yang bicara denganya.


"Aku tanya sekali lagi, siapa yang sudah melukai Cherry?" Tanya Dewa penuh penekanan.


Salah seorang pria mencoba mengambil senjata di atas meja namu....


Dor


"Arght" Teriak pria itu kesakitan karena Dewa menembak tangan pria yang ingin mengambil senjata.


Duack


Dewa menendang meja yang ada senjatanya. Dia duduk di kursi dangan mengarahkan 2 pistolnya dua pria yang berada di lantai.


"Jika kalian tidak segera menjawab, aku pastikan kalian akan mati dengan perlahan" Ancam Dewa.


"Dia, dia yang memukul gadis itu dengan batu" Ucap pri yang kakinya di tembak oleh Dewa.


Dor


Dewa menembak pria yang bicara tadi tepat di jantungnya.


"Kamu tau bukan siapa aku?" Ucap Dewa.


"Maafkan saya, saya tidak tau jika gadis itu orang anda" Ucap pria yang melukai Cherry.


"Harusnya sebelum kamu melakukannya lihat dulu siapa orang yang berada di belakang gadis itu"


"Kamu sudah menyentuh orang yang seharusnya tidak kamu sentuh. Kamu tau bukan jika aku bukan lah orang yang memiliki hati seluas Dewa. Namaku memag Dewa tapi diri ku adalah iblis" Ucap Dewa marah.


Dor dor dor


Dewa menembaki pria itu dari mulai kaki ke atas hingga yang terakhir kepala.


"Lain kali belajarlah dari kesalahan" Ucap Dewa.


"Oh, aku lupa. Kamu tidak akan bisa belajar lagi, karena nyawa kamu sudah tiada. Hahahaha" Ucap Dewa tertawa kejam.


Tak lama anak buah Dewa sampai. Mereka masuk ke dalam club dan hanya melihat banyaknya mayat yang tergeletak di lorong lorong club.


"Bereskan, aku tidak ingin besuk melihat tempat ini masih berdiri di sini" Ucap Dewa.


"Baik tuan" Jawab anak buah Dewa.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2