Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
61


__ADS_3

Sore harinya.


Fiona sedang berada di samping rumah panti. Dia sedang melihat anak anak panti lain yang sedang bermain. Mereka bermain tertawa ceria penuh dengan kebahagiaan yang sederhana.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku tega melihat tawa mereka hilang karena harus pergi dari tempat ini?" Guman Fiona dalam hati.


"Mereka mau tinggal di mana lagi jika harus pergi?"


"Tidak, aku tidak boleh membuat mereka sedih. Aku akan mencoba bicara lagi dengan pria itu. Aku tidak boleh berdiam diri melihat tempat ini di bongkar" Guman Fiona.


Fiona melihat ibu panti yang pergi untuk berbelanja, dia segera bangkit dari duduknya untuk menghampiri ibu panti.


"Ibu mau ke mana?" Tanya Fiona.


"Ibu mau belanja sebentar. Kamu tolong temani adik adik kamu dulu ya" Ucap ibu panti.


"Iya bu" Jawab Fiona mengangguk.


Ibu panti segera masuk ke dalam taxi yang sudah ia berhentikan. Fiona merasa ada yang aneh dengan ibu panti. Namun ia tidak tau apa yang aneh itu.


Di kantor Dewa.


Ibu panti sudah berada di depan kantor Dewa. Dia melihat gedung kantor milik Dewa yang sederhana tidak sebesar kantor kantor yang berada di sisi kanan dan kiri Dewa.


"Apa benar ini kantornya?" Guman ibu panti. Ibu panti melihat kertas lamat kantor Dewa yang ia bawa tadi.


"Betul kok ini kantornya" Ucap ibu panti.


Ibu panti melangkah masuk ke dalam kantor. Baru beberapa langkah saja dia berjalan, ada seseorang yang memanggilnya dari belakang. Ibu panti pun menoleh.


"Tuan Ardi" Ucap ibu panti.


Orang yang memanggil ibu panti adalah Ardi. Dia baru saja kembali ke kantor setelah melakukan tugasnya di club.


"Ada perlu apa ibu datang ke sini?" Tanya Ardi sopan.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Dewa" Jawab ibu panti.


"Oh begitu, mari saya antar" Ucap Ardi dan ibu panti pun mengangguk. Dia berjalan mengikuti Ardi yang mengarah ke ruangan yang cukup dalam.


"Silahkan masuk" Ucap Ardi membuka pintu ruangan Dewa.


"Terima kasih" Ucap ibu panti.


Dewa bangkit dari kursi kerjanya ketika melihat ibu panti yang datang. Dia berjalan ke arah sofa.


"Silahkan duduk" Ucap Dewa.


Ibu panti duduk di sofa. Dewa dan Ardi pun duduk juga.


"Ada apa anda ke sini?" Tanya Dewa.

__ADS_1


Ibu panti masih ragu untuk bicara, namun mengingat anak anak yang oa asuh, dia memberanikan diri untuk bicara dengan Dewa. Ibu panti turun dari sofa lalu berlutut di depan Dewa.


"Apa yang anda lakukan!" Ucap Dewa bangkit dari duduknya dan menjauh dari ibu panti.


Dia memang bukan orang baik baik tapi dia tidak bisa jika melihat orang tua berlutut di depannya, apa lagi orang tua wanita.


"Tolong lepaskan Fiona tuan. Dia sudah banyak menderita, jangan ikutkan dia dalam permasalahan ini" Pinta ibu panti menangis.


"Saya akan membayar uang berapapun yang anda minta, tapi jangan menyeret Fiona tuan."


"Jika anda menginginkan tanah itu, saya.... saya akan pergi. Tapi beri kami waktu untuk mencari tempat lain"


"Saya mohon tuan" Pinta ibu panti menangis.


Dewa mulai merasa bersalah. Dia meras bersalah karena tega membuat ibu panti yang begitu baik dan bertanggung jawab harus memohon mohon untuk anak anak yang ia asuh.


Dewa menghampiri ibu panti. Dia memegang bahu ibu panti lalu membantu ibu panti untuk duduk kembali di sofa.


"Saya tau maksud anda. Tapi saya tidak bisa memenuhi permintaan anda. Fiona sudaj dewasa dan dia bisa bertanggung jawab dengan apa keputusan yang dia ambil" Ucap Dewa.


"Jika memang anda menginginkannya, tolong jaga dia, jangan membuat dia menderita. Sudah cukup penderitaan yang ia alami selama ini" Ucap ibu panti


"Terima kasih atas kunjungan anda, biarkan Ardi mengantar anda kembali ke panti sekarang" Ucap Dewa yang tidak menjawab ucapab ibu panti.


"Baik lah, saya permisi dulu" Pamit ibu panti.


Ardi dan ibu panti keluar dari ruangan Dewa. Dewakembali duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Dia juga memijat keningnya yang terasa berat.


Ardi dan ibu panti sudah hampir sampai di panti. Namun ibu panti meminta Ardi untuk berhenti.


"Tolong berhenti di sini saja" Pinta ibu panti.


"Kenapa di sini? Sebentar lagi kita sampai" Ucap Ardi.


"Di panti masih ada Fiona. Saya tidak ingin dia tau jika saya dari kantor anda tadi" Jawab ibu panti.


"Terima kasih sudah mengantar saya, saya permisi" Pamit ibu panti.


Ibu panti segera turun dati mobil Ardi. Dia berjalan menuju panti dengan langkah yang lemah karena usianya yang juga tidak muda lagi.


"Kasihan beliau, beliau tampak lelah dengan tubuhnya yang sudah lemah. Semoga beliau panjang umur dan bisa merawat anak anak itu lebih lama lagi" Guman Ardi.


Di sisi lain Cherry sedang berada di kamarnya. Dia sudah semakin membuka hatinya untuk Aksa. Aksa pun sudah tidak secanggung dulu karena kini kesalah pahaman mereka telah terselesaikan.


Malam ini Aksa masih berada di luar kamar. Dia masih mengerjakan pekerjaannya untuk rapat besuk pagi.


"Akhirnya selesai juga" Ucap Aksa menyandarkan kepalanya ke sandaram kursi kerjanya.


Aksa bangkit dari kursi kerjanya ketika mengingat Cherry yang sudah waktunya minum susu.


"Juli, apa nyonya sudah minum susunya?" Tanya Aksa pada Juli.

__ADS_1


"Sudah tuan" Jawab Juli.


"Ya sudah, kamu bolehistirahat sekarang" Ucap Aksa.


"Terima kasih tuan" Ucap Juli.


Aksa masuk ke dalam kamar. Dia melihat Cherry yang sedang duduk bersandar di atas ranjangnya. Aksa menghampiri Cherry lalu mengusap lembut perut Cherry.


"Ada apa kak?" Tanya Cherry yang melihat tingkah Aksa aneh.


"Tidak ada. Em sayang, apa aku boleh mencium mu?" Tanya Aksa.


"Kamu kenapa sih kak?" Tanya Cherry aneh.


"Aku ingin menciummu" Jawab Aksa. Cherry mengangguk dan tersenyum. Aksa naik ke ranjang lalu meraih tengkuk leher Cherry dan mulai mencium bibir Cherry.


Cukup lama Aksa menciumi bibir Cherry. Cherry merasa ada yang aneh dengan sikap Aksa hari ini.


"Hentikan kak" Ucap Cherry mendorong tubuh Aksa.





💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2