
"Memangnya kenapa kalau hanya pengganti. Yang tidak akan bisa kamu rubah saat ini aku tetap lah istri kamu" Ucap Fiona tidak mau kalah.
"Jangan membuatku marah Fiona" Ucap Dewa.
"Aku tidak peduli jika kamu marah. Mau semarah apapun kamu tidak akan bisa merubah keadaan ini."
"Kamu yang membawa ku masuk ke dalam rumah ini Dewa. Kamu yang sudah menikahi ku" Ucap Fiona.
"Iya dan itu yang membuatku menyesal" Ucap Dewa.
"Penyesalanmu tidak berarti untuk ku Dewa. Ayo aku akan bantu kamu pindah ke kamar" Ucap Fiona menarik tangan Dewa.
Dewa yang emosi dengan perlakuan Fiona pun tidak bisa menahan emosinya. Dia menepis tangan Fiona kasar hingga Fiona terpental jatuh ke lanti.
"Jangan mengaturku seolah olah kamu nyonya di rumah ini. Kamu hanya barang pengganti yang tidak berharga" Ucap Dewa marah.
Fiona tersenyum mendengar ucapan Dewa. Dia bangkit lalu membersihkan pakaiannya yang kotor.
"Jangan kira hanya dengan ucapanmu itu aku akan pergi dan menangis Dewa. Sejak aku memutuskan untuk menikah dengan kamu, aku sudah membuang jauh hati dan perasaan ku. Jadi sekejam apapun ucapan kamu, aku tidak akan peduli"
"Jika bukan karena ancaman kamu, aku tidak akan sudi menikah dengan kamu"
"Kamu yang memaksa aku untuk menikah dengan kamu. Jadi nikmati saya arti pernikahan ini" Ucap Fiona tersenyum mengejek.
Fiona melangkah pergi dari kamar itu. Namun dengan sengaja Fiona menjatuhkan foto Cherry yang ada di figura foto hingga pecah berantakan.
Dewa ingin marah namun dia teringat dengan ucapan Fiona tadi. Dia sadar apa yang di ucapkan Fiona tadi adalah kenyataan yang harus ia terima.
Dewa keluar dari kamar itu. Dia melihat asisten rumahnya yang berdiri di samping pintu.
"Buang semua barang milik Cherry, aku tidak mau melihat barang barang itu lagi di sini" Ucap Dewa.
"Baik tuan" Jawab asisten rumah.
Dewa melangkah pergi untuk ke kamarnya. Asisten rumah tersenyumketika melihat Dewa yang bisa mengalah pada Fiona.
"Bertahanlah sebentar lagi nyonya. Saya yakin tuan akan segera membuka hatinya untuk nyonya" Ucap asisten rumah.
Dewa membuka pintu kamarnya. Dia melihat baju gantinya yang sudah berada di pinggiran kasurnya. Dia juga melihat kamarnya yang lebih rapi.
"Dia mengganti parfum ruangannya" Guman Dewa tersenyum.
Dewa langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia mulai membersihkan dirinya. Tak lama dia keluar dari kamar mandi. Dia memakai baju ganti yang sudah Fiona siapkan.
Tok tok tok.
Asisten rumah Dewa mengetuk pintu kamar Dewa. Dewa yang baru saja selesai berganti pakaian berjalan menuju ke arah pintu.
"Ada apa?" Tanya Dewa.
"Nyonya baru saja menelfon. Saya di minta untuk mengatar makanan ke kamar tuan. Dan ini ada fitamin yang harus tuan minum" Ucap asisten rumah.
__ADS_1
"Aku tidak minum obat sembarangan" Ucap Dewa.
"Tapi nyonya bilang, anda harus meminumnya karena tuan banyak merokok" Ucap asisten rumah.
"Di sini aku yang menggajimu bukan dia. Kenapa kamu lebih mendengarkan dia" Ucap Dewa marah.
"Maaf tuan" Ucap asisten rumah tertunduk takut.
Dewa merampas nampan yang berisi makana dan juga vitamin yang di bawa asistennya itu.
"Sana turun kerjakan pekerjaan kamu" Ucap Dewa
"Baik tuan" Jawab asisten rumah.
Dewa membawa masuk makanannya. Dia menaruh makanannya di atas meja. Dia hanya duduk memandangi makanan yang ada di depannya itu.
"Sejak kapan aku harus makan rumput" Guman Dewa yang melihat banyak sayur dan buah di atas piringnya.
"Apa semua perawat sedetil ini soal makanan"
"Penuh dengan makanan sehat di depanku" Ucap Dewa menggelengkan kepalanya.
Siang harinya.
Dewa masih terlelap tidur di ranjang hangatnya. Dia tidak tau jika Fiona sudah pulang sekarang.
"Apa semalaman diatidak tidur" Guman Fiona melihat Dewa tidur dengan nyenyak.
Fiona mengganti pakaian kerjanya dnegan pakaian rumah. Karena di kamar, dia tidak memakai kerudungnya.
"Kapan dia pulang?" Guman Dewa dalam hati.
Dewa pura pura tidur lagi ketika Fiona selesai menyisir rambutnya. Fiona melihat bekas piring Dewa makan yang masih di dalam kamar.
"Pemilih makanan ternyata dia" Guman Fiona dan mampu di dengar oleh Dewa.
"Jelas lah, makanan rumput semua. Siapa juga yang mau makan" Guman Dewa dalam hati lagi.
Fiona berjalan ke arah lemari pakaiannya. Dia memgambil kerudungnya lalu memakainya. Setelah memakai kerudungnya, Fiona membawa piring bekas makanan Dewa keluar dari kamar.
Dewa bangun dan bersandar pada sandaran ranjangnya setelah Fiona keluar.
"Jadi hanya di kamar saja dia membuka kerudungnya itu" Guman Dewa tersenyum.
Entah kenapa melihat Fiona yang menjaga tubuhnya sendiri membuat Dewa senang. Padahal kebanyakan wanita yang ada di dalam rumahnya itu jika siang hari. Namun Fiona tetap memakai kerudungnya.
"Sudah bangun? Mau makan atau mandi dulu?" Tanya Fiona yang masuk ke dalam kamar.
"Apa peduli mu" Ucap Dewa turun dari ranjangnya. Dia membuka laci meja untuk mencari rokoknya namun ia tidak menemukannya di sana.
"Kamu cari ini?" Tanya Fiona memegang roko milik Dewa.
__ADS_1
"Kemarikan" Ucap Dewa.
Fiona membuka bungkus rokok itu. Dia mengambil satu batang rokok laku memberikanbungkus rokok pada Dewa.
"Mau apa kamu dengan itu, kemarikan pada ku" Ucap Dewa.
"Dari pada aku harus menghisap asap rokok yang lebih membahayakan kesehatan ku, mending sekalian saja aku menghisap ini" Ucap Fiona.
"Jangan gila kamu Fiona" Ucap Dewa merampas rokok yang ada di tangan Fiona. Dia memasukkannya kembali ke dalam bungkus rokok lalu membuangnya ke tempat sampah.
"Berani kamu melakukan itu lagi, aku tidak akan tinggal diam" Ucap Dewa.
"Ok" Jawab Fiona dengan santainya. Dia berjalan kaluar dari kamar meninggalkan Dewa.
Dewa melihat rokoknya yang sudah ia buang ketempat sampah. Ingin sekali dia mengambil rokoknya itu, namun dia takutjika Fiona tau dan melakukan hal nekat seperti tadi.
"Kenapa aku bisa bimbang begini sih hanya karena rokok" Guman Dewa heran.
Dewa memilih keluar dari kamar. Dia mendengar keributan dari lantai bawah. Dia mihat ke bawah dan ternyata Fiona sedang memilah milah barang barang Cherry yang akan di buang oleh asisten rumahnya.
"Apa yang akan dia lakukan denganbaramg barang itu?" Guman Dewa.
"Nyonya yakin mau menjual barang barang ini?" Tanya asisten rumah.
●
●
●
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Uang parkirnya kaka, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
__ADS_1
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏