Terjerat Cinta Dua Mafia

Terjerat Cinta Dua Mafia
07


__ADS_3

Dia dengan susah payah berjalan ke arah kamar mandi. Dia mulai membersihkan dirinya dan ketika melihat pantulan diringa di kaca kamar mandi dia mulai mengumpat Dewa.


"Dasar Dewa baj***n. Pria tua sia***n. Apa yang sudah dia lakukan kada ku. Apa dia tidak punya ot**k. Aku kan masih sekolah, kenapa dia harus sebuas itu padaku" Gerutu Cherry ketika ia membersihkan dirinya.


"Aduh sakit sekali" Ucap Cherry ketika ia berjalan lagi keluar dari kamar mandi.


"Di mana sih baj***n itu? Aku lapar tapi sakit jika aku pakai berjalan" Ucap Cherry lemas.


Cherry menjatuhkan dirinya lagi ke atas tempat tidur. Dia menahan laparnya karena dia tidak tau nomer ponsel Dewa. Dia juga tidak mungkin berteriak karena dia malu jika ada yang tau apa yang telah terjadi.


Malam harinya.


Dewa berada di sebuah tempat bersama Ardi. Mereka menunggu kedatangan seseorang yang akan mereka temui.


"Apa kamu yakin mereka akan datang di sini?" Tanya Dewa.


"Iya, mereka membawa barang barang yang kita incar sejak lama" Jawab Ardi.


Tak lama orang yang mereka incar pun turun dari kapal. Dewa dan Ardi turun dari mobilnya dengan senjata yang sudah mereka siapkan.


"Jangan biarkan satu orang pun lolos" Ucap Dewa tersenyum.


Ardi tau jika Dewa sudah memperlihatkan senyumannya, maka tidak akan ada yang bisa lepas dari genggamannya.


Ardi berjalan di depan Dewa, dia mulai menembaki ajudan yang mengawal orang itu. Sesekali Dewa juga ikut menembak ketika musuhnya menembak ke arah Ardi.


"Hahahaha" Tawa Dewa yang bahagia. Dewa berjalan lebih cepat, dia menembaki semua musuh yang ada di depannya membabi buta. Darah segar pun tak luput dari badan Dewa karena setiap kali dia menembak jaraknya tidak terlalu jauh.


Dewa lamgsung menghampiri orang yang sudah lama menjadi targetnya.


Duack.


Dewa memukul wajah targetnya dengan pistol yang ia bawa. Dia merampas barang yang targetnya bawa.


Dewa tersenyum ketika melihat barang yang yang ia incar sudah ada di tangnya.


"Terima kasih sudah mengantarkannya ke sini. Selamat tinggal" Ucap Dewa tersenyum.


Dor dor dor.


Dewa menembaki targetnya berulang kali hingga targetnya itu tak berdaya dan mati.


"Ayo kembali" Ucap Dewa.


"Bersihkan mereka" Ucap Dewa pada Nak buahnya. Dewa dan Ardi berjalan masuk kembali ke dalam mobil.


"Jalan" Ucap Ardi pada supir.


"Baik tuan" Jawab supir.


Duar

__ADS_1


Suara ledakan hebat yang berasal dari kapal yang di tumpangi target Dewa. Mereka membakar kapal dan juga mobil milik target untuk menghapus jejak mereka.


Dewa membuka koper yang ia rampas tadi.


"Batu batu ini sangat cantik. Jika masuk ke pasar gelap harganya pasti bisa sangat tinggi" Ucap Dewa.


"Iya, kita pasti akan mendapat untung besar kali ini" Ucap Ardi.


"Simpan" Ucap Dewa menyerahkan barang itu pada Ardi.


Saat sampai di depan vila Dewa, Dewa turun dari mobil sendiri. Setelah Dewa turun Ardi melanjutkan perjalanannya untuk membawa barang yang ia bawa ke tempat yang aman.


Dewa masuk ke dalam Vila. Dia langsung menuju ke kamar bawah untuk membersihkan dirinya lebih dulu.


"Di mana Cherry?" Tanya Dewa setelah selesai mandi.


"Sejak pagi, nona tidak turun tuan. Nona juga menolak kami saat maki akan masuk ke dalam kamar" Jawab pembantu Dewa.


"Ya sudah, kamu boleh istirahat sekarang" Ucap Dewa.


"Baik tuan" Jawab pembantu.


Dewa mengikat rambutnya dengan ikat rambut yang di berikan Cherry padanya. Dia berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar utama.


Saat Dewa masuk ke dalam kamar, suasana kamar sangat sepi dan gelap. Dewa pikir Cherry sudah tidur. Dewa menghidupkan lampu kamarnya dan seketika itu juga dia menerima bantal yabg malalayang ke arahnya.


"Cherry, kamu belum tidur?" Tanya Dewa yang menghampiri Cherry.


"Kamu kenapa sih Cher, aku baru pulang kerja. Aku capek sekarang" Ucap Dewa marah.


Cherry menangis karena Dewa yang membentaknya.


"Huuuuuuu, kamu jahat sekali sama aku. Aku seharian tidak makan, aku lapar sampai badan ku lemas. Kamu enak bisa makan dan pergi sesuka kamu. Tapi aku..... aku kesakitan. Seluruh tubuhku sakit, haaaaaaaa" Ucap Cherry menangis seperti anak kecil.


Dewa yang lelah hanya bisa bersabar. Dia harus ekstra sabar menghadapi Cherry yang emosinya masih tidak setabil.


"Ok ok hentikan tangisan mu itu sekarang. Kepala ku pusing mendengarnya" Ucap Dewa lelah.


"Huaaaaaaaaaaa, kamu jahat sekali. Padahal kamu yang membuatku sakit. Kok malah kamu yang marah marah. Huaaaaaa" Tangis Cherry semakin kencang.


Dewa semakin tidak bisa menahan emosinya.


"Cherry hentikan" Teriak Dewa marah.


Seketika Cherry berhenti menangis. Dia menatap sendu ke arah Dewa yang berdiri di depannya.


"Maafkan aku, aku lupa dengan keadaan kamu sekarang" Ucap Dewa.


"Apa kamu mau makan sekarang?" Tanya Dewa lembut. Cherry mengangguk pelan.


"Ya sudah, kamu mau makan apa?" Tanya Dewa duduk di sebelah Cherry.

__ADS_1


"Nasi goreng" Jawab Cherry lirih.


"Kita beli saja ya" Ucap Dewa dan Cherry pun mengangguk.


"Ya sudah, kamu tunggu di sini. Aku ganti baju dulu" Ucap Dewa.


Dewa berjalan ke arah lemari pakaian, dia mengambil kaos dan celana pendek untuk ia pakai kali ini.


Setelah ia berganti pakaian, dia menghampiri Cherry.


"Ayo katanya mau beli makan" Ucap Dewa.


"Gendong" Ucap Cherry manja.


"Hah" Dewa menghela nafasnya. Dia duduk di pinggiran kasur agar Cherry bisa naik ke punggungnya.


Dewa mulai berjalan keluar dari kamarnya dengan menggendong Cherry di punggungnya.


"Rambut kamu panjang sekali? Apa kamu tidak gerah?" Tanya Cherry menyampingkan rambut Dewa ke samping bahu.


"Aku juga lupa sejak kapan memanjangkan rambutku. Aku hanya suka dengan rambut panjang" Jawab Dewa.


"Apa kamu tidak di tegur saat kamu bekerja?" Tanya Cherry polos.


Dewa tersenyum ketika mendengar pertanyaan Cherry.


"Tidak ada yang berani menegurku" Ucap Dewa.


"Memangnya kamu CEOnya? Kenapa tidak ada yang nerani menegur kamu?" Tanya Cherry lagi.


"Iya bisa di bilang begitu" Jawab Dewa.


Dewa membuka pintu mobilnya, dia mendudukkan Cherry di bangku mobil.


"Duduk yang benar" Ucap Dewa menepuk paha Cherry.


"Sakit" Ucap Cherry cemberut.


Dewa tersenyum melihat tingkah manja Cherry. Dia merasa hidupnya lebih berwarna sejak kadatangan Cherry ke dalam hidupnya.


Dewa mulai melajukan mobilnya keluar dari area vila. Dia melajukan mobilnya ke area pusat kota untuk mencari makanan yang Cherry inginkan.


"Kamu mau keluar atau akuyang belikan?" Tanya Dewa.


"Ikut kaluar, tapi gendong" Ucap Cherry tersenyum.


# Selamat membaca ya kak


# Terima kasih banyak


😊😊😊🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2